Chapter 12 " Festival Silek Dibuka "

Pagi itu lapangan Kubu Gadang terlihat mulai ramai didatangi pengunjung , panji - panji merah kuning hitam berkibar - kibar ditiup angin . Rombongan Para Raja dari negeri - negeri tetangga pun terlihat mulai berdatangan . Para pedagang mainan dan penjual makanan - makanan khas Minang pun terlihat sudah mulai menggelar dagangan mereka . Sutan Permata Putih terlihat duduk di sofa mewah yang memang sudah disediakan untuknya , disampingnya terlihat dua pengawal peribadinya berdiri tegak dengan sikap waspada . Mereka adalah Sutan Limbak Tuah dan Rajo Ameh .

Hari ini adalah hari pembukaan Festival silek Nagari yaitu acara yang paling ditunggu - tunggu oleh semua orang . Berbagai macam perlombaan akan diselenggarakan dan tentu saja hadiahnya tak tanggung - tanggung . Namun acara yang biasanya berlangsung selama satu minggu itu tahun ini rencananya hanya akan digelar tiga hari , karena Yang dipertuan Sutan Permata Putih punya alasan tersendiri . Hari pertama adalah babak penyisihan , Hari kedua Semi Final , Dan Hari ketiga adalah Pertandingan Puncak sekaligus pengumuman pemenang dan penyerahan Hadiah . Sinto dan kawan - kawanpun terlihat sudah tiba dilokasi acara .

" Wahhh Ramai sekali ya , ini pertama kali nya aku kesini lho " Sinto bicara sambil makan Es Krim yang tadi dia beli di dekat pintu masuk . Pagi ini Sinto terlihat Tampan sekali , ia menggunakan celana levis ketat berwarna Hitam dan memakai Kaos oblong berwarna putih dan jaket levis ala Dilan . Rambutnya yang hitam lurus disisir kesamping kiri . Sepatu putih model Bot menambah kesan modis pada Anak yang lahir dan besar di Jakarta itu .

" Gila , Hari ini aku baru sadar kamu itu ganteng juga ya , Nto " Reza mulai membacot . Tapi didalam hati reza sebenarnya memang mengakui kalau sahabatnya itu memang Tampan .

" Baru nyadar ya ? " balas sinto tak kalah gokil nya lalu mereka ketawa bareng .

Mereka berdua memang mendapat tugas dari Pandeka Sahar untuk memastikan keselamatan Masyarakat dusun Taratak Bungo yang hadir di acara itu . Ihsan dan Rimbun sepertinya pun sudah ready di posisinya untuk memantau keselamatan para Tamu undangan dan Sang Raja . Sementara Nurdin sudah bersiap - siap di Ruangan peserta .

" Apa nggak susah ya memantau seluruh masyarakat dusun Taratak bungo ? Emang kamu kenal wajah mereka semua Za ? " Sinto bertanya .

" Kamu tenang aja , biasanya pengunjung dan peserta datang ke acara ini secara berombongan . Karena mereka juga akan bersama - sama memberi dukungan buat peserta dari kampung kita . Kayak Jadi supporter gitu " Jelas Reza

" Berarti Kita hanya perlu mencari rombongannya aja , Tapi mereka dimana ya ? " Tambah Reza sambil menengok sekeliling lapangan . Sinto pun tampak mencari - cari .

" O iya , coba aku chat kak ayu dulu , mereka kan juga akan bertanding hari ini " Reza kemudian Mengeluarkan Handphone dari Saku Celananya dan mulai mengetik pesan .

Reza : Kak , ngumpul dimana ?

Reza : P

Reza : Woiiii , Balas !!!

Kak ayu pun akhirnya membalas

Kak ayu : Disamping panggung utama !!

Reza kemudian menutup Handphone nya dan langsung mengajak Sinto menuju kedekat panggung utama .

Sesampai mereka disana ternyata benar semua rombongan dari kampung mereka ada disana . Mereka sudah duduk rapi dikursi yang sudah disediakan panitia acara . Reza yang cekatan langsung mengambil bangku kosong . Tinggal Sinto kebingungan mau duduk dimana .

Reza yang memang usil ketawa cekikikan melihat Sinto yang lagi kebingungan .

" Udah lhu berdiri aja , sekalian jadi Pawang Hujan " kata Reza disambut tawa rombongan itu . Sinto hanya cengengesan dengan muka merah padam .

" Dasar bocah tengik , awas kau !!! " gerutu sinto dalam hati

Kak ayu yang dari tadi memperhatikan merasa kasihan juga kepada sinto kemudian memanggil sinto kedepan . Sinto pun langsung menuju ke kursi depan . Kak ayu menggeser Tas ransel yang tadi dia letakkan dikursi sebelahnya dan mempersilahkan sinto duduk disana . Sinto sangat senang dan langsung menoleh ke Reza yang dapat bangku di belakang . Reza kebetulan duduk disamping Perempuan Gendut bernama Ratmi yang dari tadi sudah senyum - senyum genit kepadanya .

" Ini yang namanya Sengsara membawa Nikmat , Nggak kayak lu , Nikmat Membawa Kualat !!! " Sinto bicara sambil menyibirkan mulut ke arah Reza . Reza pun balas menyibir . Ratmi yang duduk disamping reza ikut tersenyum manis asam asin ke arah reza . Semua rombonganpun tertawa karena candaan dua sahabat itu . Disebelah kak Ayu tampak Si kembang desa cantik Hamidah yang ikut tertawa mendengar celoteh Sinto dan Reza . Hamidah memakai Gamis hitam panjang longgar dan jilbab hitam panjang layaknya seorang ukhti muslimah . Namun dengan pakaian itu kecantikan wajahnya malah tambah kelihatan memancar kuat . Antara Sinto dan hamidah hanya terpisah oleh satu bangku saja , yaitu bangku yang diduduki kak ayu . Sinto sangat bahagia sekali , berarti hari ini full dia bisa mencuri pandang pada Hamidah .

" Yess , Pas Banget " desis sinto kebablasan lagi .

" Apanya yang Pas ? " Tanya kak ayu

" itu , kak posisi kita duduk ini pas banget didepan panggung utama , kita bisa melihat jalan pertandingan dengan jelas dari sini " ujar sinto ngeles . Kak ayu percaya saja apa yang diucapkan sinto .

" Iya , kakak memang sengaja boking tiga kursi ini selama tiga hari . kalau kamu mau besok juga boleh duduk disana " sambung kak ayu .

" Iya , terimakasih kak cantik " Jawab Sinto menggoda . Kak ayu pun tertawa digoda oleh sinto karena ia yakin itu hanya murni candaan karena ia sudah menganggap sinto itu adiknya sama seperti Reza dan Hamidah.

" Ciehhhhh udah pintar merayu , ya " balas kak ayu . Hamidah yang duduk disamping kak ayu terlihat ikutan tertawa mendengar mereka selalu bercanda .

" Kak , bawa minuman apa , ? haus nih tadi abis makan es krim ? " Tanya Sinto

" Itu ada air mineral , kamu mau ? " tanya kak ayu .

" Ini Aku juga bawa minuman lemon , Mas Sinto mau ? " Ternyata Hamidah yang bicara . Suaranya terdengar lembut dan sopan . Ia sengaja memanggil sinto dengan panggilan Mas karena ia tahu sinto baru pulang dari jakarta .

Jantung Sinto langsung berdebar mengengar tawaran Hamidah namun sebagai laki - laki baik ia tentu perlu berbasa basi dulu , begitu kata atuknya .

" Makasih ya , Hamidah , tapi kayaknya lebih pas air mineral deh " Sinto berusaha tersenyum sambil bicara meski isi dadanya sedang berantakan karena senyum lembut hamidah . Ia langsung mengambil air mineral yang terletak dibawah bangku tepat di depan kaki kak ayu . Kemudian keusilan sinto kambuh lagi dan ia mengangkat botol air tinggi - tinggi kemudian menyapa reza lagi .

" Za , mari diminum airnya " ia menoleh kebelakang dan cekikikan melihat reza yang melototkan mata kearahnya . Kemudian Ratmi nampak menawarkan minuman dan reza langsung menolak , karena yang ditawarkan adalah minuman dari botol minum Ratmi sendiri .

" Asyik ... Sepipet Berdua " sambung sinto . Semua orang spontan saja tertawa riuh mendengar ledekan sinto termasuk kak ayu dan Hamidah perlahan sinto melihat wajah hamidah yang tertawa lepas . Entah mengapa ia merasa sangat senang bisa membuat hamidah tertawa .

Tak lama kemudian MC acara tampak mulai Naik ke panggung Utama . Setelah membuka acara dengan sangat meriah ia membacakan tata tertib acara . Kemudian sinto melirik kearah empat orang yang memakai baju kemeja hitam dan didadanya terselip pita bewarna merah . setidaknya dari tadi pagi ia sudah melihat setidaknya ada lima puluh orang yang memakai busana seperti itu . Namun sinto kemudian berfikir mungkin itu hanya salah satu supporter pendukung salah satu peserta lomba .

" Kita sambut pertandingan pertama , Nurdin dari dusun Taratak bungo melawan Rahman dari dusun Talang Tuo " seluruh penontonpun berdiri memberikan tepuk tangan yang meriah untuk kedua pesilat . Dari dalam pintu yang terhubung langsung ke Arena terlihat Nurdin keluar Didampingi oleh Pandeka Sahar Guru mereka . Sinto , kak ayu dan seluruh orang dari dusun taratak bungo bersorak menyemangati Nurdin . Nurdin terlihat tersenyum dan melambaikan tangan kearah mereka . berikutnya Rahman dari kampung Talang Tuo pun keluar diiringi pula tepuk tangan dari supporter nya . kemudian Mc memanggil wasit yang akan memimpin pertarungan . Setelah wasit memberikan pengarahan selanjutnya kedua peserta diminta mengambil posisi masing - masing . Dan loncengpun berbunyi tanda pertandingan dimulai .

" Pertandingan Pertama NURDIN vs RAHMAN " Mc berteriak diiringi teriakan dan tepuk tangan penonton .

Setelah mereka semua bertepuk tangan Sinto pun melirik ke arah Hamidah . Tampaknya Handphone Hamidah sedang berbunyi dan Hamidah kemudian membuka Ternyata ada pesan dari Seseorang . Muka hamidah terlihat berubah cemas dan pucat , ia kemudian melirik kearah sisi kanan Panggung utama , Disana adalah tempat duduk sang Juara bertahan . Dan dari kursi Juara itu Garang terlihat melambaikan Tangan kearah hamidah . Senyumnya terlihat angkuh dan licik . Hamidah segera memalingkan wajah dan kembali duduk . Mukanya tampak begitu panik . Sinto yang melihat jelas kejadian itu bergumam dalam hati . " Apa yang diinginkan bocah keparat itu dari hamidah , sepertinya hamidah dalam bahaya " Sinto berbisik dalam hati .

Bersambung ke chapter 13

" Pertemuan dua kesatria "

Episodes
1 Chapter 1 " Mudik "
2 Chapter 2 " Galanggang silek "
3 Chapter 3 " Bukit Mendinding Alam "
4 Chapter 4 " Festival silek nagari "
5 Chapter 5 " Ramalan dua Gerhana "
6 Chapter 6 " Wasiat Datuk Panduko Alam "
7 Chapter 7 " Kembalinya Sang kesatria "
8 Chapter 8 " Pusaka keris api "
9 Chapter 9 " Persekutuan Raja Api "
10 Chapter 10 " Datuk Harimau Salju "
11 Chapter 11 " Perang Strategi"
12 Chapter 12 " Festival Silek Dibuka "
13 Chapter 13 " Pertemuan Dua kesatria "
14 Chapter 14 " Si Peretas Dimensi "
15 Chapter 15 " SIASAT PARA IBLIS "
16 Chapter 16 " Hantu SiRajo Rayo "
17 Chapter 17 " Kurungan Alung Bunian "
18 Chapter 18 " Ramalan Gadis Indigo "
19 Chapter 19 " Pertemuan Para Sahabat "
20 Chapter 20 " Festival Silat berdarah "
21 Chapter 21 " Sang Juara Baru "
22 Chapter 22 " Munculnya Sang Iblis "
23 Chapter 23 " Benteng Piramida "
24 Chapter 24 " Perang Besar Dimulai "
25 Chapter 25 " Sebuah TiTik Awal "
26 26 " HARI PERTAMA SEKOLAH "
27 Chapter 27 " Pertarungan di bukit belakang sekolah "
28 Chapter 28 " Laksamana Kumbang "
29 Chapter 29 " Prahara di Tanjung Meranti
30 Chapter 30 " PUTI CAHYO KUMALO "
31 Chapter 31 " Purnama di Telaga Sangkar Bulan "
32 Chapter 32 " IBLIS di PERPUSTAKAAN "
33 Chapter 33 " TEROR di SEKOLAH
34 Chapter 34 " Sang Iblis Tua "
35 Chapter 35 " Pedang Naga Salju "
36 Chapter 36 " lonceng penghisap sukma "
37 Chapter 37 " Geger Pedang Sakti "
38 Chapter 38 " Malaikat agung Tak bernama "
39 Chapter 39 " Dewi kipas perak "
40 Chapter 40 " Gerbang ke alam lain "
41 Chapter 41 " Alam tingkat ketiga "
42 Chapter 42 " Goa lembah Neraka "
43 Chapter 43 " Gadis berambut merah "
44 Chapter 44 " Delapan penyamun Padang berdarah "
45 PANGGILAN UNTUK PARA PEMBACA !!!
46 Chapter 45 " Sang Kaisar Api "
47 Sinto vs Batara Karsa
48 CHAPTER 47 " PETUALANGAN DI MULAI
49 chapter 49 " Murid murtad "
Episodes

Updated 49 Episodes

1
Chapter 1 " Mudik "
2
Chapter 2 " Galanggang silek "
3
Chapter 3 " Bukit Mendinding Alam "
4
Chapter 4 " Festival silek nagari "
5
Chapter 5 " Ramalan dua Gerhana "
6
Chapter 6 " Wasiat Datuk Panduko Alam "
7
Chapter 7 " Kembalinya Sang kesatria "
8
Chapter 8 " Pusaka keris api "
9
Chapter 9 " Persekutuan Raja Api "
10
Chapter 10 " Datuk Harimau Salju "
11
Chapter 11 " Perang Strategi"
12
Chapter 12 " Festival Silek Dibuka "
13
Chapter 13 " Pertemuan Dua kesatria "
14
Chapter 14 " Si Peretas Dimensi "
15
Chapter 15 " SIASAT PARA IBLIS "
16
Chapter 16 " Hantu SiRajo Rayo "
17
Chapter 17 " Kurungan Alung Bunian "
18
Chapter 18 " Ramalan Gadis Indigo "
19
Chapter 19 " Pertemuan Para Sahabat "
20
Chapter 20 " Festival Silat berdarah "
21
Chapter 21 " Sang Juara Baru "
22
Chapter 22 " Munculnya Sang Iblis "
23
Chapter 23 " Benteng Piramida "
24
Chapter 24 " Perang Besar Dimulai "
25
Chapter 25 " Sebuah TiTik Awal "
26
26 " HARI PERTAMA SEKOLAH "
27
Chapter 27 " Pertarungan di bukit belakang sekolah "
28
Chapter 28 " Laksamana Kumbang "
29
Chapter 29 " Prahara di Tanjung Meranti
30
Chapter 30 " PUTI CAHYO KUMALO "
31
Chapter 31 " Purnama di Telaga Sangkar Bulan "
32
Chapter 32 " IBLIS di PERPUSTAKAAN "
33
Chapter 33 " TEROR di SEKOLAH
34
Chapter 34 " Sang Iblis Tua "
35
Chapter 35 " Pedang Naga Salju "
36
Chapter 36 " lonceng penghisap sukma "
37
Chapter 37 " Geger Pedang Sakti "
38
Chapter 38 " Malaikat agung Tak bernama "
39
Chapter 39 " Dewi kipas perak "
40
Chapter 40 " Gerbang ke alam lain "
41
Chapter 41 " Alam tingkat ketiga "
42
Chapter 42 " Goa lembah Neraka "
43
Chapter 43 " Gadis berambut merah "
44
Chapter 44 " Delapan penyamun Padang berdarah "
45
PANGGILAN UNTUK PARA PEMBACA !!!
46
Chapter 45 " Sang Kaisar Api "
47
Sinto vs Batara Karsa
48
CHAPTER 47 " PETUALANGAN DI MULAI
49
chapter 49 " Murid murtad "

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!