Pagi itu lapangan Kubu Gadang terlihat mulai ramai didatangi pengunjung , panji - panji merah kuning hitam berkibar - kibar ditiup angin . Rombongan Para Raja dari negeri - negeri tetangga pun terlihat mulai berdatangan . Para pedagang mainan dan penjual makanan - makanan khas Minang pun terlihat sudah mulai menggelar dagangan mereka . Sutan Permata Putih terlihat duduk di sofa mewah yang memang sudah disediakan untuknya , disampingnya terlihat dua pengawal peribadinya berdiri tegak dengan sikap waspada . Mereka adalah Sutan Limbak Tuah dan Rajo Ameh .
Hari ini adalah hari pembukaan Festival silek Nagari yaitu acara yang paling ditunggu - tunggu oleh semua orang . Berbagai macam perlombaan akan diselenggarakan dan tentu saja hadiahnya tak tanggung - tanggung . Namun acara yang biasanya berlangsung selama satu minggu itu tahun ini rencananya hanya akan digelar tiga hari , karena Yang dipertuan Sutan Permata Putih punya alasan tersendiri . Hari pertama adalah babak penyisihan , Hari kedua Semi Final , Dan Hari ketiga adalah Pertandingan Puncak sekaligus pengumuman pemenang dan penyerahan Hadiah . Sinto dan kawan - kawanpun terlihat sudah tiba dilokasi acara .
" Wahhh Ramai sekali ya , ini pertama kali nya aku kesini lho " Sinto bicara sambil makan Es Krim yang tadi dia beli di dekat pintu masuk . Pagi ini Sinto terlihat Tampan sekali , ia menggunakan celana levis ketat berwarna Hitam dan memakai Kaos oblong berwarna putih dan jaket levis ala Dilan . Rambutnya yang hitam lurus disisir kesamping kiri . Sepatu putih model Bot menambah kesan modis pada Anak yang lahir dan besar di Jakarta itu .
" Gila , Hari ini aku baru sadar kamu itu ganteng juga ya , Nto " Reza mulai membacot . Tapi didalam hati reza sebenarnya memang mengakui kalau sahabatnya itu memang Tampan .
" Baru nyadar ya ? " balas sinto tak kalah gokil nya lalu mereka ketawa bareng .
Mereka berdua memang mendapat tugas dari Pandeka Sahar untuk memastikan keselamatan Masyarakat dusun Taratak Bungo yang hadir di acara itu . Ihsan dan Rimbun sepertinya pun sudah ready di posisinya untuk memantau keselamatan para Tamu undangan dan Sang Raja . Sementara Nurdin sudah bersiap - siap di Ruangan peserta .
" Apa nggak susah ya memantau seluruh masyarakat dusun Taratak bungo ? Emang kamu kenal wajah mereka semua Za ? " Sinto bertanya .
" Kamu tenang aja , biasanya pengunjung dan peserta datang ke acara ini secara berombongan . Karena mereka juga akan bersama - sama memberi dukungan buat peserta dari kampung kita . Kayak Jadi supporter gitu " Jelas Reza
" Berarti Kita hanya perlu mencari rombongannya aja , Tapi mereka dimana ya ? " Tambah Reza sambil menengok sekeliling lapangan . Sinto pun tampak mencari - cari .
" O iya , coba aku chat kak ayu dulu , mereka kan juga akan bertanding hari ini " Reza kemudian Mengeluarkan Handphone dari Saku Celananya dan mulai mengetik pesan .
Reza : Kak , ngumpul dimana ?
Reza : P
Reza : Woiiii , Balas !!!
Kak ayu pun akhirnya membalas
Kak ayu : Disamping panggung utama !!
Reza kemudian menutup Handphone nya dan langsung mengajak Sinto menuju kedekat panggung utama .
Sesampai mereka disana ternyata benar semua rombongan dari kampung mereka ada disana . Mereka sudah duduk rapi dikursi yang sudah disediakan panitia acara . Reza yang cekatan langsung mengambil bangku kosong . Tinggal Sinto kebingungan mau duduk dimana .
Reza yang memang usil ketawa cekikikan melihat Sinto yang lagi kebingungan .
" Udah lhu berdiri aja , sekalian jadi Pawang Hujan " kata Reza disambut tawa rombongan itu . Sinto hanya cengengesan dengan muka merah padam .
" Dasar bocah tengik , awas kau !!! " gerutu sinto dalam hati
Kak ayu yang dari tadi memperhatikan merasa kasihan juga kepada sinto kemudian memanggil sinto kedepan . Sinto pun langsung menuju ke kursi depan . Kak ayu menggeser Tas ransel yang tadi dia letakkan dikursi sebelahnya dan mempersilahkan sinto duduk disana . Sinto sangat senang dan langsung menoleh ke Reza yang dapat bangku di belakang . Reza kebetulan duduk disamping Perempuan Gendut bernama Ratmi yang dari tadi sudah senyum - senyum genit kepadanya .
" Ini yang namanya Sengsara membawa Nikmat , Nggak kayak lu , Nikmat Membawa Kualat !!! " Sinto bicara sambil menyibirkan mulut ke arah Reza . Reza pun balas menyibir . Ratmi yang duduk disamping reza ikut tersenyum manis asam asin ke arah reza . Semua rombonganpun tertawa karena candaan dua sahabat itu . Disebelah kak Ayu tampak Si kembang desa cantik Hamidah yang ikut tertawa mendengar celoteh Sinto dan Reza . Hamidah memakai Gamis hitam panjang longgar dan jilbab hitam panjang layaknya seorang ukhti muslimah . Namun dengan pakaian itu kecantikan wajahnya malah tambah kelihatan memancar kuat . Antara Sinto dan hamidah hanya terpisah oleh satu bangku saja , yaitu bangku yang diduduki kak ayu . Sinto sangat bahagia sekali , berarti hari ini full dia bisa mencuri pandang pada Hamidah .
" Yess , Pas Banget " desis sinto kebablasan lagi .
" Apanya yang Pas ? " Tanya kak ayu
" itu , kak posisi kita duduk ini pas banget didepan panggung utama , kita bisa melihat jalan pertandingan dengan jelas dari sini " ujar sinto ngeles . Kak ayu percaya saja apa yang diucapkan sinto .
" Iya , kakak memang sengaja boking tiga kursi ini selama tiga hari . kalau kamu mau besok juga boleh duduk disana " sambung kak ayu .
" Iya , terimakasih kak cantik " Jawab Sinto menggoda . Kak ayu pun tertawa digoda oleh sinto karena ia yakin itu hanya murni candaan karena ia sudah menganggap sinto itu adiknya sama seperti Reza dan Hamidah.
" Ciehhhhh udah pintar merayu , ya " balas kak ayu . Hamidah yang duduk disamping kak ayu terlihat ikutan tertawa mendengar mereka selalu bercanda .
" Kak , bawa minuman apa , ? haus nih tadi abis makan es krim ? " Tanya Sinto
" Itu ada air mineral , kamu mau ? " tanya kak ayu .
" Ini Aku juga bawa minuman lemon , Mas Sinto mau ? " Ternyata Hamidah yang bicara . Suaranya terdengar lembut dan sopan . Ia sengaja memanggil sinto dengan panggilan Mas karena ia tahu sinto baru pulang dari jakarta .
Jantung Sinto langsung berdebar mengengar tawaran Hamidah namun sebagai laki - laki baik ia tentu perlu berbasa basi dulu , begitu kata atuknya .
" Makasih ya , Hamidah , tapi kayaknya lebih pas air mineral deh " Sinto berusaha tersenyum sambil bicara meski isi dadanya sedang berantakan karena senyum lembut hamidah . Ia langsung mengambil air mineral yang terletak dibawah bangku tepat di depan kaki kak ayu . Kemudian keusilan sinto kambuh lagi dan ia mengangkat botol air tinggi - tinggi kemudian menyapa reza lagi .
" Za , mari diminum airnya " ia menoleh kebelakang dan cekikikan melihat reza yang melototkan mata kearahnya . Kemudian Ratmi nampak menawarkan minuman dan reza langsung menolak , karena yang ditawarkan adalah minuman dari botol minum Ratmi sendiri .
" Asyik ... Sepipet Berdua " sambung sinto . Semua orang spontan saja tertawa riuh mendengar ledekan sinto termasuk kak ayu dan Hamidah perlahan sinto melihat wajah hamidah yang tertawa lepas . Entah mengapa ia merasa sangat senang bisa membuat hamidah tertawa .
Tak lama kemudian MC acara tampak mulai Naik ke panggung Utama . Setelah membuka acara dengan sangat meriah ia membacakan tata tertib acara . Kemudian sinto melirik kearah empat orang yang memakai baju kemeja hitam dan didadanya terselip pita bewarna merah . setidaknya dari tadi pagi ia sudah melihat setidaknya ada lima puluh orang yang memakai busana seperti itu . Namun sinto kemudian berfikir mungkin itu hanya salah satu supporter pendukung salah satu peserta lomba .
" Kita sambut pertandingan pertama , Nurdin dari dusun Taratak bungo melawan Rahman dari dusun Talang Tuo " seluruh penontonpun berdiri memberikan tepuk tangan yang meriah untuk kedua pesilat . Dari dalam pintu yang terhubung langsung ke Arena terlihat Nurdin keluar Didampingi oleh Pandeka Sahar Guru mereka . Sinto , kak ayu dan seluruh orang dari dusun taratak bungo bersorak menyemangati Nurdin . Nurdin terlihat tersenyum dan melambaikan tangan kearah mereka . berikutnya Rahman dari kampung Talang Tuo pun keluar diiringi pula tepuk tangan dari supporter nya . kemudian Mc memanggil wasit yang akan memimpin pertarungan . Setelah wasit memberikan pengarahan selanjutnya kedua peserta diminta mengambil posisi masing - masing . Dan loncengpun berbunyi tanda pertandingan dimulai .
" Pertandingan Pertama NURDIN vs RAHMAN " Mc berteriak diiringi teriakan dan tepuk tangan penonton .
Setelah mereka semua bertepuk tangan Sinto pun melirik ke arah Hamidah . Tampaknya Handphone Hamidah sedang berbunyi dan Hamidah kemudian membuka Ternyata ada pesan dari Seseorang . Muka hamidah terlihat berubah cemas dan pucat , ia kemudian melirik kearah sisi kanan Panggung utama , Disana adalah tempat duduk sang Juara bertahan . Dan dari kursi Juara itu Garang terlihat melambaikan Tangan kearah hamidah . Senyumnya terlihat angkuh dan licik . Hamidah segera memalingkan wajah dan kembali duduk . Mukanya tampak begitu panik . Sinto yang melihat jelas kejadian itu bergumam dalam hati . " Apa yang diinginkan bocah keparat itu dari hamidah , sepertinya hamidah dalam bahaya " Sinto berbisik dalam hati .
Bersambung ke chapter 13
" Pertemuan dua kesatria "
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 49 Episodes
Comments