Chapter 6 " Wasiat Datuk Panduko Alam "

Di episode sebelumnya " Ramalan dua gerhana " diceritakan bahwa sinto yang sedang membersihkan Rumah Gadang Datuk Panduko Alam seakan terseret masuk kedalam pintu kamar terlarang yang ada didalam Rumah gadang tersebut . apa yang sebenarnya terjadi pada Sinto ?

Setelah kegelapan panjang yang dilihatnya akhirnya sinto tersadar dan sangat kaget melihat pemandangan yang tampak disekelilingnya . ia saat ini berada disebuah lembah yang begitu hijau dan dipenuhi hamparan padang rumput luas serta pepohonan besar yang seolah tumbuh dengan teratur . Suara kicauan burung hutan terdengar sangat bebas dan dikejauhan terdengar suara aliran sungai yang mengalir begitu deras .

Sinto yang sangat bingung dengan kondisi tersebut berkata - kata dalam hati

" Apa yang telah terjadi dengan diriku , apakah ini yang disebut kematian ? "

Sinto teringat kembali kejadian terakhir sebelum ia sampai ditempat itu . saat itu ia sedang mencuri dengar suara aneh yang datang dari dalam kamar terlarang dan tiba - tiba seisi rumah bergetar hebat sehingga dia seolah tersedot dan akhirnya sampai ditempat ini . Sinto merasa sangat bingung dan ketakutan .

" Selamat datang Angku muda " terdengar suara lembut memanggilnya

Angku adalah kata - kata panggilan bagi seorang keturunan bangsawan yang masih muda dan belum berumah tangga .

Sinto menatap kearah sumber suara yang memanggilnya dan tiba - tiba di sebelah kanan sejarak enam meter dia melihat sosok orang tua berjubah dan bersorban biru muda telah berdiri sambil tersenyum ramah kepadanya.

" Datuk , Siapakah dirimu dan dimana aku sekarang ? "

Sinto bertanya dengan menunjukkan rasa hormat karena ia tidak melihat sedikitpun niat buruk dari kakek tua dihadapannya .

" Saat ini kau berada ditempat kediamanku dan tempat ini bernama lembah timbunan kabut . Untuk sementara kau akan menetap disini untuk melindungimu dari orang - orang yang berniat jahat . apakah Kau masih ingat orang tua berambut merah yang sudah dua kali mencoba membunuhmu ? " kakek itu bicara sambil tersenyum kearah sinto.

Senyum itu seakan dibuat untuk membuat tenang hati sinto . Bocah itu masih terlihat bingung tapi ia mendengarkan dengan serius penuturan kakek tua tersebut .

" Bukankah kau juga ingin mencari jawaban tentang keanehan - keanehan yang selama ini kau alami ? " Orang Tua itu melanjutkan

" Betul sekali datuk , tapi " Sinto menjawab seadanya karena keadaan saat itu ia benar - benar membuat dia bingung dan cemas.

" Butuh waktu agar kau benar - benar mengerti dengan apa yang saat ini terjadi "

" aku akan mencoba memberikan bimbingan dan bantuan semampuku karena tugas yang akan kau emban sungguh berat angku muda " kakek tua itu melanjutkan keterangannya

Tak lama kemudian kakek bersorban biru mengajak sinto masuk kerumahnya yang ternyata tidak begitu jauh dari tempat itu . Mereka masuk kesebuah bangunan kayu yang berbentuk seperti rumah panggung .

Sinto masih terlihat agak canggung saat didalam rumah dan sepertinya kakek bersorban biru itu tinggal seorang diri dirumah ini . Sinto kemudian teringat pada ibunya yang pasti saat ini sangat kehilangan dirinya tetapi seolah paham dengan apa yang difikirkan sinto kakek tua itu tersenyum kemudian ia meminta sinto melihat kedalam sebuah gentong air yang ada didalam rumah . Setelah menyapukan tangannya tiga kali kedalam air langsung saja terjadi keanehan di permukaan air tersebut . Disana sinto melihat dirinya tergeletak lemah di atas dipan kayu dan Orang - orang silih berganti berdatangan berkunjung kerumahnya . Ia juga melihat ketiga sahabatnya didalam rumah , ia kemudian tersenyum melihat wajah nurdin , ihsan dan reza . Tapi mengingat kondisinya saat ini ia menjadi lebih bingung dan takut.

" Kau ingat saat kau tersedot masuk ke alam ini ? sesungguhnya yang tersedot masuk hanyalah tubuh halusmu sementara tubuh kasarmu masih tertinggal disana " kakek itu menjelaskan

" kamu tidak perlu khawatir angku muda , saat ini ibumu tidak akan merasa kehilangan karena saat ini tubuhmu yang asli masih berada dirumah "

kakek tua itu mencoba menghibur sinto

" Tapi tubuhku masih bernafas kan kek ? " Sinto bertanya dengan wajah sedikit cemas

Kakek tua itu tertawa sejenak dan lanjut berkata

" Tenang saja angku muda saat ini kau masih hidup , memang didunia ini terdapat banyak hal yang tidak bisa dijelaskan jika hanya mengandalkan akal dan fikiran tetapi aku yakin sebentar lagi kau akan paham angku muda "

Kakek itupun melanjutkan keterangannya

Setelah cukup paham dengan penjelasan kakek tersebut sinto pun mulai merasa tenang dan menerima apa yang sedang terjadi .

Malam itu sikakek juga bercerita tentang sosok jahat Tuanku rajo nan hitam dan dubalang rambut api dan mengapa mereka ingin sekali mencelakakan sinto .

" Tuanku rajo nan hitam dan para prajuritnya yang saat ini sudah merasa menang tidak akan pernah membiarkan ramalan itu terjadi . Untuk itu Sebelum bulan purnama diantara dua gerhana itu muncul kau harus berlatih disini , kau akan kuajarkan ilmu bela diri serta ilmu kebatinan agar kau bisa menjaga diri sebelum waktu yang ditentukan itu datang . "

" Sebagai calon Wadah kesaktian Datuk Si Raja Dewa kau benar - benar harus ditempa dan dipersiapkan terlebih dahulu baik dari segi jasad maupun Ruh " kakek itu kembali memberikan sinto wejangan .

Malam itu sinto seakan mendapatkan seluruh jawaban yang selama ini ia inginkan dan ia mulai paham dan siap menerima tugas yang akan diamanahkan kepadanya . yaitu membasmi segala bentuk kejahatan yang bersumber dari bersumber dari alam Gaib.

" Dulu saat terjadi perang kuno kakek buyutmu yang bernama Datuk panduko alam adalah pemimpin barisan kami para Jin Putih "

" meski ia hanyalah seorang manusia biasa tetapi berkat kekuatan titipan dari Datuk Si Raja dewa yaitu Raja para jin putih yang sudah meninggal Ribuan tahun yang lalu ia memimpin perperangan dengan gagah berani . Saat itu kami berperang melawan para jin hitam yang dipimpin oleh Tuanku Rajo Nan hitam yang memiliki kerajaan gaib di bukit mendinding alam . perang itu berlangsung selama tujuh tahun berturut - turut dan memakan banyak sekali korban dari kedua belah pihak . namun setelah Tujuh tahun perang berkobar belum didapatkan siapa pemenangnya karena antara Datuk panduko alam dengan Tuanku Rajo nan hitam itu sama - sama kuat . Tidak ada yang menang dan kalah saat mereka berdua bertarung . akhirnya mereka berdua berunding dan membuat kesepakatan . Isi perjanjian itu adalah mereka berdua sama - sama akan melatih seorang murid untuk kelak melanjutkan pertarungan sampai salah satu diantara mereka ada yang kalah " kakek bersorban biru bercerita sambil mengenang masa lalu .

" Tak lama setelah perjanjian dibuat kakek Buyutmu Datuk panduko alam meninggal dunia karena umur manusia memang jauh lebih pendek dibanding umur kami bangsa Jin . Dan Na'as nya saat datuk panduko alam meninggal ia belum sempat memilih murid untuk menjadi penerusnya sehingga Perjanjian itu dibatalkan secara sepihak oleh Tuanku rajo nan hitam yang merasa sudah menjadi pemenang. Sejak saat itu kejahatannya semakin menjadi - jadi karena rivalnya datuk panduko alam sudah wafat . Ia dan seluruh pasukannya memburu dan membantai para jin putih . Pasukan Jin putih yang hanya tersisa sedikit akibat perang besar itu akhirnya hidup di pelarian dan dipersembunyian . Sementara Tuanku Rajo nan hitam semakin bengis dan terus memperbesar pengaruh kerajaannya di bukit mendinding alam .

" Lalu bagaimana dengan Datuk si raja dewa ? Bukankah dia bisa saja mencari manusia baru untuk mewarisi kekuatannya ? " sinto mulai tertarik dengan kisah si kakek

" Angku muda , ilmu kanuragan itu tak obahnya dengan pakaian . ia harus dipakai oleh orang yang benar - benar tepat agar pakaian itu cocok dan pas untuk itu diperlukan sebuah wadah yang benar - benar tepat kalau tidak bisa jadi kesempitan atau bahkan kelonggaran " kakek berjubah biru itu mencoba menganalogikan . meskipun terkesan aneh tapi sinto paham apa yang dimaksud orang tua itu.

" Datuk Si Raja dewa telah memberikan kekuatannya kepada Datuk Panduko Alam dan kekuatan itu sesungguhnya bisa saja berpindah ke orang lain jika datuk panduko alam menghendaki tetapi saat itu beliau meninggal dunia sebelum sempat mengangkat seorang muridpun . "

Sinto hanya mangut - mangut mendengar cerita kakek berjubah .

" Setelah kematian sang datuk , aku mencoba bersemedi untuk mendapatkan petunjuk dan setelah seratus hari bersemedi akhirnya aku didatangi oleh roh datuk panduko alam . Malam itu dia memberikan sebuah Wasiat yaitu yang berbunyi begini " Kakek itu tampak memejamkan mata sebelum membacakan Wasiat Datuk Panduko Alam .

" Delapan ratus tahun dari sekarang akan terlahir seorang anak laki - laki dari garis keturunanku dan dia memiliki wajah dan sifat yang hampir mirip denganku , Pada saat ia berumur genap berumur tujuh belas tahun ia akan mewarisi seluruh kekuatanku dan jika kelak kau bertemu dengannya sampaikan salamku padanya karena sejatinya dia adalah aku dan aku adalah dia ... Begitulah bunyi wasiat Datuk Panduko alam kepadaku " Si Kakek bicara sambil mengusap jenggot panjangnya yang sudah memutih . Ia kemudian melanjutkan kisahnya dan sinto menyimak dengan sangat teliti .

" Tapi dikemudian hari karena pengkhianatan Beberapa jin putih Wasiat yang kudapatkan akhirnya sampai juga ke telinga Tuanku Rajo Nan Hitam dan sejak saat itu ia mulai mengintai seluruh keturunan laki - laki dari garis keturunan Datuk Panduko alam " si kakek lanjut menjelaskan

Sinto sangat tertarik dengan kisah yang disampaikan kakek tua berjubah biru itu . Sepertinya Seluruh teka - teki yang selama ini mengganggunya sudah terjawab . Kemudian Ia mohon izin untuk beristirahat pada si kakek karena esok hari ia akan memulai latihannya .

\*\*\*

Sore itu disebuah ruangan yang cukup luas terlihat seorang anak laki - laki yang sedang memasang kuda - kuda Silat . Setelah itu kakinyapun bergeser memainkan jurus - jurus silat . Gerakannya sangat lincah dan gesit seperti memukul , mecakar dan menendang .

Anak yang sedang berlatih itu adalah Garang . setelah mendengar Festival Silek tahun ini akan dipercepat iapun mulai berlatih keras karena ia tak ingin menyerahkan piala bergilir yang sudah dua tahun berturut - turut ia pegang . Tahun ini ia harus muncul dan jadi pemenang lagi . keringat mulai mengalir deras dari tubuh dan wajahnya . Setelah dirasanya cukup ia mengakhiri latihan dengan lentingan harimau dan kemudian duduk bersila untuk mengatur jalan nafasnya .

" Sangat hebat Angku muda , langkah silek yang kau mainkan tadi sangat ganas dan aku yakin kau akan jadi pemenang lagi tahun ini ." Tiba - tiba seorang kakek tua berkemeja putih dan berkopiah merah sudah berdiri didekat pintu .

Orang tua ini bernama Pakiah Rajudin , ia disewa oleh keluarga garang untuk menjadi pelatih silat pribadi garang karena Keluarga garang sangat terobsesi untuk memenangkan pertandingan itu . Bagi mereka itu menyangkut marwah dan wibawa mereka sebagai bangsawan di desa itu . Garang hanya terdiam mendengar pujian kakek tua itu .

" Namun yang perlu kau ketahui angku muda bahwa sesungguhnya kekuatan fisik saja tidak akan cukup . kau juga harus mendalami juga ilmu tenaga dalam agar menjadi pendekar silat tanpa tanding " Sambung pakiah rajudin.

Garang tampak tertarik dengan pembicaraan pakiah rajudin barusan

" Seharusnya memang begitu tetapi kepada aku bisa belajar ilmu tenaga dalam ? Garang bertanya balik .

" Tenang angku muda , untuk itulah aku datang kesini , aku akan mengajarimu berbagai macam ilmu kanuragan dan untuk meningkatkan kekuatan batinmu , apakah kau bersedia ? " orang tua itu balik bertanya

" Ya , tentu saja aku bersedia " ujar garang tanpa berfikir panjang .

Perlahan terlihat senyum sadis diwajah pakiah rajudin . Sepertinya strategi yang dia rencanakan tepat sasaran .

" Baiklah , Saat kita akan memulai mempelajari cara pengendalian kekuatan bagin yang berasal dari unsur api " orang tua itu memulai pelatihannya

Siapa sesungguhnya pakiah rajudin ?

Sebenarnya dia adalah Dubalang Rambut api yang menjelma menjadi sosok manusia karena Kakek tua jahat itu berniat menjadikan Garang sebagai wadah untuk kekuatan gurunya si Panglima api laknat . Dia sangat yakin garang akan menjadi penerus yang sempurna untuk kesaktian gurunya dan ia sudah mengatur dan merencanakan ini semua sejak awal .

Sepertinya Para tokoh jahat sudah mulai menyusun strategi !!!

\*\*\*

Nurdin ihsan dan reza terlihat duduk menunggu di ruangan tamu . Saat ini mereka bertiga berada dirumah guru silat mereka yaitu pandeka sahar . Tak berapa lama menunggu kemudian pandeka sahar keluar dari kamarnya dan sepertinya dia baru selesai melaksanakan shalat isya . Setelah meminum minuman yang disajikan oleh isteri pandeka sahar Nurdin dan kawan - kawan memulai cerita mereka . Sesuai kesepakatan sebelumnya bahwa mereka akan menceritakan peristiwa aneh yang dialami sahabat mereka sinto dan Pandeka sahar mendengarkan kisah mereka dengan seksama

" Setelah menyimak cerita kalian tadi aku jadi teringat dengan cerita mendiang kakek guruku yaiti cerita yang menyangkut peristiwa besar yang terjadi ratusan tahun yang lalu dan aku yakin saat ini sinto terlibat dalam masalah yang sangat serius . Sebagai seorang guru aku berharap kalian sebagai sahabat - sahabatnya selalu setia mendampinginya , apakah Kalian masih ingat pesanku ? Teman seperguruan itu sama dengan saudara kandung " . Pandeka sahar menanggapi cerita nurdin dan kawan - kawan .

" untuk saat ini kita berdoa saja semoga sinto cepat pulih dan bisa bersama - sama dengan kita lagi , dan kau nurdin mulailah berlatih dan mempersiapkan diri karena kau akan mewakili galanggang kita di festival silek sementara Ihsan dan reza akan ikut membantu proses latihanmu " pandeka sahar menambahkan .

" baik , guru " mereka menjawab serentak

" Jika kalian mendengar Sinto sudah sembuh sadar dari Pingsannya , segera bawa dia kesini karena aku akan berbicara langsung dengannya " Pandeka sahar kemudian menutup pertemuan malam itu dan para bocah itu pun segera pulang kerumahnya masing - masing.

Festival silek nagari akan segera dimulai , semua peserta sudah mempersiapkan diri Sementara sinto masih tersesat dialam lain .

Saksikan kelanjutannya di chapter berikutnya

" Pusaka Keris Api "

Episodes
1 Chapter 1 " Mudik "
2 Chapter 2 " Galanggang silek "
3 Chapter 3 " Bukit Mendinding Alam "
4 Chapter 4 " Festival silek nagari "
5 Chapter 5 " Ramalan dua Gerhana "
6 Chapter 6 " Wasiat Datuk Panduko Alam "
7 Chapter 7 " Kembalinya Sang kesatria "
8 Chapter 8 " Pusaka keris api "
9 Chapter 9 " Persekutuan Raja Api "
10 Chapter 10 " Datuk Harimau Salju "
11 Chapter 11 " Perang Strategi"
12 Chapter 12 " Festival Silek Dibuka "
13 Chapter 13 " Pertemuan Dua kesatria "
14 Chapter 14 " Si Peretas Dimensi "
15 Chapter 15 " SIASAT PARA IBLIS "
16 Chapter 16 " Hantu SiRajo Rayo "
17 Chapter 17 " Kurungan Alung Bunian "
18 Chapter 18 " Ramalan Gadis Indigo "
19 Chapter 19 " Pertemuan Para Sahabat "
20 Chapter 20 " Festival Silat berdarah "
21 Chapter 21 " Sang Juara Baru "
22 Chapter 22 " Munculnya Sang Iblis "
23 Chapter 23 " Benteng Piramida "
24 Chapter 24 " Perang Besar Dimulai "
25 Chapter 25 " Sebuah TiTik Awal "
26 26 " HARI PERTAMA SEKOLAH "
27 Chapter 27 " Pertarungan di bukit belakang sekolah "
28 Chapter 28 " Laksamana Kumbang "
29 Chapter 29 " Prahara di Tanjung Meranti
30 Chapter 30 " PUTI CAHYO KUMALO "
31 Chapter 31 " Purnama di Telaga Sangkar Bulan "
32 Chapter 32 " IBLIS di PERPUSTAKAAN "
33 Chapter 33 " TEROR di SEKOLAH
34 Chapter 34 " Sang Iblis Tua "
35 Chapter 35 " Pedang Naga Salju "
36 Chapter 36 " lonceng penghisap sukma "
37 Chapter 37 " Geger Pedang Sakti "
38 Chapter 38 " Malaikat agung Tak bernama "
39 Chapter 39 " Dewi kipas perak "
40 Chapter 40 " Gerbang ke alam lain "
41 Chapter 41 " Alam tingkat ketiga "
42 Chapter 42 " Goa lembah Neraka "
43 Chapter 43 " Gadis berambut merah "
44 Chapter 44 " Delapan penyamun Padang berdarah "
45 PANGGILAN UNTUK PARA PEMBACA !!!
46 Chapter 45 " Sang Kaisar Api "
47 Sinto vs Batara Karsa
48 CHAPTER 47 " PETUALANGAN DI MULAI
49 chapter 49 " Murid murtad "
Episodes

Updated 49 Episodes

1
Chapter 1 " Mudik "
2
Chapter 2 " Galanggang silek "
3
Chapter 3 " Bukit Mendinding Alam "
4
Chapter 4 " Festival silek nagari "
5
Chapter 5 " Ramalan dua Gerhana "
6
Chapter 6 " Wasiat Datuk Panduko Alam "
7
Chapter 7 " Kembalinya Sang kesatria "
8
Chapter 8 " Pusaka keris api "
9
Chapter 9 " Persekutuan Raja Api "
10
Chapter 10 " Datuk Harimau Salju "
11
Chapter 11 " Perang Strategi"
12
Chapter 12 " Festival Silek Dibuka "
13
Chapter 13 " Pertemuan Dua kesatria "
14
Chapter 14 " Si Peretas Dimensi "
15
Chapter 15 " SIASAT PARA IBLIS "
16
Chapter 16 " Hantu SiRajo Rayo "
17
Chapter 17 " Kurungan Alung Bunian "
18
Chapter 18 " Ramalan Gadis Indigo "
19
Chapter 19 " Pertemuan Para Sahabat "
20
Chapter 20 " Festival Silat berdarah "
21
Chapter 21 " Sang Juara Baru "
22
Chapter 22 " Munculnya Sang Iblis "
23
Chapter 23 " Benteng Piramida "
24
Chapter 24 " Perang Besar Dimulai "
25
Chapter 25 " Sebuah TiTik Awal "
26
26 " HARI PERTAMA SEKOLAH "
27
Chapter 27 " Pertarungan di bukit belakang sekolah "
28
Chapter 28 " Laksamana Kumbang "
29
Chapter 29 " Prahara di Tanjung Meranti
30
Chapter 30 " PUTI CAHYO KUMALO "
31
Chapter 31 " Purnama di Telaga Sangkar Bulan "
32
Chapter 32 " IBLIS di PERPUSTAKAAN "
33
Chapter 33 " TEROR di SEKOLAH
34
Chapter 34 " Sang Iblis Tua "
35
Chapter 35 " Pedang Naga Salju "
36
Chapter 36 " lonceng penghisap sukma "
37
Chapter 37 " Geger Pedang Sakti "
38
Chapter 38 " Malaikat agung Tak bernama "
39
Chapter 39 " Dewi kipas perak "
40
Chapter 40 " Gerbang ke alam lain "
41
Chapter 41 " Alam tingkat ketiga "
42
Chapter 42 " Goa lembah Neraka "
43
Chapter 43 " Gadis berambut merah "
44
Chapter 44 " Delapan penyamun Padang berdarah "
45
PANGGILAN UNTUK PARA PEMBACA !!!
46
Chapter 45 " Sang Kaisar Api "
47
Sinto vs Batara Karsa
48
CHAPTER 47 " PETUALANGAN DI MULAI
49
chapter 49 " Murid murtad "

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!