Berniat pergi sejenak menemui Nania dan membahas pekerjaan, pikirnya bisa dimanfaatkan Marsha untuk melepas penat. Akan tetapi, yang ada justru belum lama Marsha keluar rumah, mertuanya sudah menelpon dan memintanya untuk kembali ke rumah. Bahkan Mama Saraswati sempat mengatakan bahwa Marsha keluyuran.
Rasa hati ingin menjawab bahwa Marsha tidak keluyuran, tetapi membahas pekerjaan, Akan tetapi, mengingat karakter dari Mama Saraswati akhirnya Marsha memilih diam dan pulang ke rumah lebih cepat.
Hampir 40 menit, Marsha berkendara dengan mobilnya. Hingga akhirnya, kini Marsha sudah kembali tiba di rumahnya.
“Marsha pulang,” ucapnya begitu memasuki rumahnya.
Rupanya di ruang tamu terlihat Mama Saraswati yang sedang melihat sinetron yang dimainkan oleh Melvin. Marsha pun menghampiri Mama mertuanya itu.
“Baru lihat apa Ma?” tanya Marsha dengan sopan.
“Ini … lihat sinetronnya Melvin. Bagus yah, tidak mengira Melvin bisa berakting sebagus ini,” ucap Mama Saraswati.
Bakat di dunia akting memang tidak perlu diragukan lagi. Semua peran yang dibawakan Melvin terlihat begitu hidup. Selain itu, terasa karakter yang dibawakan Melvin dalam peran tersebut begitu kuat. Akting seorang Melvin Andrian bisa membius para penonton untuk terus dan terus melihat akting Melvin.
Marsha menganggukkan kepalanya, “Iya Ma … akting Melvin memang bagus,” sahutnya. Tentu saja penilaian Marsha juga adalah sebuah penilaian yang objektif. Terlepas bahwa Melvin adalah suaminya, tetapi kualitas akting Melvin memang bagus dan keren.
“Lihat deh … aktris pendampingnya juga cantik. Cocok banget sama Melvin,” celetuk Mama Saraswati dengan tiba-tiba.
Aktris yang mendampingi Melvin di sinetron tersebut memang masih muda, dan berdarah campuran Belanda membuat aktris begitu cantik. Cocok dengan Melvin yang tampan dan rupawan.
Akan tetapi, Mama Saraswati seolah tidak menyadari jika ucapannya barusan melukai Marsha. Memuji wanita lain di hadapan seorang menantu, tentu saja membuat sang menantu menjadi tidak enak hati. Namun, lagi-lagi Marsha hanya bisa tersenyum getir usai mendengar ucapan mertuanya itu. Bukannya dia terbawa perasaan atau baper. Hanya saja Marsha yakin bukan hanya mertuanya yang menilai demikian. Para pemirsa di luar sana juga pasti menilai bahwa Melvin sangat cocok dengan aktris pendampingnya.
“Marsha, coba kamu segera program hamil. Sudah dua tahun kalian menikah. Jangan terlalu santai. Biar Melvin juga segera mendapatkan anak,” ucap Mama Saraswati lagi.
Seakan letak kesalahan hanya pada Marsha. Lagipula, memiliki anak tidak bisa satu pihak. Akan tetapi, harus dua pihak yaitu Marsha dan Melvin. Akan tetapi, di mata Mama Saraswati yang salah adalah dirinya saja.
“Melvin belum ingin punya anak, Ma,” balas Marsha kali ini.
“Ya, tetapi coba kamu bilang deh sama Melvin. Pernikahan itu jika sudah mempunyai anak ada yang mengikat. Supaya hubungan kamu dan Melvin lebih kuat. Memangnya kamu tidak takut kalau Melvin suatu hari nanti bermain hati karena belum memiliki anak darimu?” ucap Mama Saraswati.
“Nanti Marsha obrolkan dulu sama Melvin. Bagaimana pun memiliki anak kan juga anugerah juga dari Tuhan. Jadi, mungkin Tuhan juga belum ngasih. Terlebih Melvin juga sedang sibuk-sibuknya,” balas Marsha.
“Sama kalau bisa, lebih baik kamu tinggalkan saja pekerjaanmu itu. Uang yang didapatkan Melvin kan sudah lebih dari cukup untuk menghidupi kamu. Tanpa kamu bekerja pun, uang dari syuting Melvin sudah melimpah,” ucap Mama Saraswati.
Memang tidak dipungkiri puluhan juta rupiah yang Melvin dapatkan dari syuting satu episode memang begitu banyak. Sementara bayaran yang didapatkan Marsha begitu kecil. Akan tetapi, Marsha memiliki tujuan sendiri kenapa dirinya masih bekerja. Sekadar menyalurkan hobi. Selain itu, Marsha juga tidak mengambil pemotretan setiap hari. Sehingga itu cukup untuk menjadi selingan dari kegiatannya yang sehari-hari di dalam rumah.
Mengapa justru kian besar tekanan yang diberikan Mama Saraswati kepadanya. Padahal dulu Mama Saraswati begitu baik dan santai dalam menyingkapi semua hal. Akan tetapi, kini … seakan semua harus berjalan sesuai dengan apa yang diinginkan Mama Saraswati. Termasuk perihal memiliki anak dan melepas kariernya. Tentu saja semuanya ini adalah masalah yang cukup besar bagi Marsha.
***
Malam harinya …
Lebih dari tengah malam Melvin baru saja pulang dari lokasi syuting. Setiap kali pulang wajah Melvin begitu kusut. Pria itu berjalan gontai menaiki anak tangga dan menuju ke kamarnya.
Suara pintu yang terbuka, membuat Marsha terbangun dari tidurnya. Wanita itu mengubah posisinya menjadi duduk dan menatap ke arah Melvin.
“Baru pulang Yang?” tanya Marsha.
“Iya … capek banget hari ini. Harus take beberapa kali untuk adegan romantis,” cerita Melvin malam itu kepada Marsha.
Berbicara mengenai adegan romantis tentu saja membuat Marsha teringat dengan ucapan Mama Saraswati yang mengatakan bahwa Melvin sangat cocok dengan co-aktris dalam sinetron tersebut. Hal itu mengulik Marsha untuk bertanya sesuatu kepada Melvin.
“Adegan romantisnya sejauh apa Yang?” tanya Marsha.
“Ya biasa saja … sebatas pelukan dan ciuman di pipi saja, Ayang. Kenapa, kamu tidak cemburu kan?” Melvin justru bertanya balik kepada Marsha.
“Kalau aku cemburu, emang itu ngaruh ya buat kamu? Kelihatannya juga tidak ngaruh sama sekali,” sahut Marsha.
Sekalipun hati kecilnya cemburu dan tidak menginginkan Melvin beradegan romantis dengan aktris pendampingnya. Akan tetapi, Melvin pasti berkilah semuanya tuntutan akting dan pekerjaan. Jika sudah demikian, Marsha tak bisa berbicara apa-apa lagi.
“Tenang saja Ayang … itu cuma tuntutan peran aku kok. Cuma beradegan di depan kamera. Sementara di luar kamera ya enggak,” sahut Melvin kali ini.
Ada helaan nafas yang terasa berat saat ini. Marsha hanya diam dan mendengarkan ucapan suaminya itu. Walaupun sekadar akting dan tuntutan peran sebenarnya Marsha tak ingin ada wanita lain yang memeluk dan mencium suaminya itu. Akan tetapi, Marsha harus memaklumi bahwa suaminya adalah seorang aktor.
“Iya … pekan depan aku ke Jogjakarta ya Yang. Aku ada pemotretan tiga hari di sana,” pamit Marsha kali ini kepada Melvin.
“Oke … kerja saja. Penting kamu bisa menjaga diri,” sahut Melvin.
Ya, Melvin tidak keberatan dan tidak mengekang Marsha. Justru Melvin kasihan jika Marsha harus berdiam diri di dalam rumah terus-menerus. Melvin pun sadar dengan posisinya yang begitu sibuk dan memiliki waktu yang sangat terbatas di rumah. Dengan Marsha bekerja menurut Melvin bisa menjadi waktu yang menyenangkan untuk Marsha. Asalkan Marsha baik-baik saja dan menjaga dirinya di luar sana.
“Oh iya … dan ingat, kamu adalah istri seorang Melvin Andrian. Jadi jaga reputasiku juga,” pesan Melvin kali ini.
Ya, publik terlanjur tahu bahwa Marsha adalah istri dari seorang Melvin Andrian. Terlihat Marsha menganggukkan kepalanya, bahkan untuk menjalani apa yang dia mau dan sukai pun tidak bisa dilakukan dengan bebas karena di mana pun Marsha berada dirinya harus menjaga reputasi suaminya itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 319 Episodes
Comments
Gina Savitri
Kasian marsha tekanan batin dari suami di tambah dari mama mertua 😣
2022-08-06
2
Adelia Rahma
hemm berat di kamu ya sha..
di Melvin ringan ringan aja..
belum lagi ortunya Melvin
2022-08-05
1
Nany Setyarsi
next thor
2022-08-05
2