Menjelang siang kala itu, Melvin pun berangkat ke tempat syuting dengan wajah yang begitu kusut. Hatinya begitu sebal dengan tindakan Marsha yang secara terang-teranganya mengajaknya bersitegang. Padahal Melvin sendiri harus berkonsentrasi dan menghafal naskah untuk setiap adegan yang akan di-take hari ini. Akan tetapi, karena hatinya terlalu sebal, Melvin pun sepanjang jalan lebih memilih untuk diam dan enggan untuk menghafalkan naskahnya.
“Kenapa Bos, wajahnya kusut gitu?” tanya Rido yang adalah asisten pribadi Melvin.
Rido sendiri sudah menjadi asisten pribadi Melvin selama tujuh tahun terakhir, sehingga Rido sangat tahu bahwa Bosnya itu sedang kusut. Pastilah ada sesuatu yang terjadi dengan Melvin.
“Enggak apa-apa,” balas Melvin dengan begitu singkat.
“Kalau ada masalah diobrolin Bos … jangan disimpan semuanya sendirian,” balas Rido lagi.
“Beringsik. Diem lo. Lama-lama lo jadi kayak Marsha nyebelin,” jawab Melvin kini.
Kali ini Melvin mengatakan jika Rido yang berisik justru membuatnya asisten pribadinya itu sudah seperti Marsha yang berisik.
Perlahan Rido pun menatap Melvin dengan sorot matanya yang tajam, “Santai Bos … aku kan juga cuma ngasih tahu Bos saja. Kalem Bos,” seloroh Rido kali ini.
Sementara Melvin hanya bisa mendengkus kesal dan memalingkan wajahnya ke arah kaca jendela mobilnya. Pria yang berprofesi sebagai seorang aktor itu lebih memilih untuk melihat pemandangan yang terus bergerak melalui kaca jendela mobilnya.
“Bos, sekalipun saat ini suasana hati Bos baru jelek, tetapi Bos kan adalah publik figur. Jadi, bagaimana pun Bos harus menjaga image. Di luar sana Bos itu sudah dikenal sebagai aktor kelas atas yang bercitra baik dan tidak banyak memiliki sensasi. Jadi, tetap jaga image, Bos.” Kali ini Rido memberitahu Bosnya itu untuk bisa tetap menjaga image. Tidak begitu bagaimana buruk dan jeleknya suasana hatinya, atau masalah yang saat ini menimpanya. Akan tetapi, Melvin harus tetap mempertahankan image yang sudah dia bangun selama ini sebagai seorang aktor dengan segudang prestasi dan minim sensasi. Jadi image itulah yang harus terus dipertahankan oleh Melvin.
Perjalanan siang itu akhirnya pun membawa Melvin sampai di lokasi syuting. Melvin segera bersiap dengan mengganti kostum dan sudah diatur oleh stylistnya dan juga sedikit dirias wajahnya supaya tidak terlalu kucel, kemudian Melvin menghafal skrip naskahnya sebelum memulai take untuk adegan di bawah arahan sutradara.
Hampir satu jam berlalu, Melvin pun turun dari mobilnya dan segera menemui sutradar dengan kondisi yang sudah siap diambil adegannya.
“Gimana Melvin, aman?” tanya sutradara yang biasa dipanggil Bang Rudhy itu.
“Iya Bang, sudah,” balas Melvin sembari menganggukkan kepalanya.
“Ya sudah yuk, kita mulai ambil dan rekam adegannya yah. Itu Michella (co-artis) sudah siap juga,” ucap Bang Rudhy kali ini.
Melvin pun mempersiapkan dirinya, berlatih sejenak bersama Michella yang adalah aktris pendatang baru yang menjadi rekan beradu akting Melvin kali ini. Gadis cantik blasteran Belanda itu begitu cantik dan memiliki kemampuan akting yang cukup baik. Dari sessi latihan saja sudah terlihat bahwa Nania bisa mengimbangkan kemampuan akting Melvin yang memang sudah lama malang melintang di dunia akting tanah air.
“Yuk, kita mulai yuk … One … Two … and Actions!” teriak Bang Rudhy yang mengomandoi perekaman gambar antara Melvin dan Michella.
Dalam adegan di dalam Melvin dan Michella tengah beradu mulut, hingga berakhir di mana Melvin akan menenangkan Michella dan diakhiri dengan pelukan erat keduanya pun hanya membutuhkan satu kali take saja.
“Cut! Oke!” teriak Bang Rudhy lagi.
Terlihat wajah Melvin dan Nania yang begitu lega karena adegan dengan penuh emosi itu nyatanya bisa terlampaui dengan satu kali take saja.
“Istirahat lima menit, dan kita ke adegan selanjutnya yah,” instruksi sang Sutradara kali ini.
Waktu lima menit, kembali digunakan Melvin untuk menghafal dialognya. Kali ini Melvin memilih duduk tidak jauh dari Michella. Pria itu terlihat serius menghafalkan dialog bagiannya.
“Kamu cepet banget sih hafalnya,” tanya Nania kali ini.
Melvin yang semula serius, perlahan menganggukkan kepalanya dan menatap ke arah Nania, “Oh … iya. Mungkin karena otakku lebih cepet untuk menghafal. Udah terbiasa juga,” balas Melvin.
“Aktor papan atas sekaliber kamu luar biasa yah … aku harus banyak belajar nih dari kamu,” balas Michella kali ini.
Melvin hanya tersenyum, dan pria itu kembali fokus dengan lembaran naskah di tangannya. Menghafalkan dialog, supaya dirinya tidak perlu mengulang dan melakukan kesalahan karena lupa dengan dialognya sendiri. Setelah waktu lima menit selesai. Melvin dan Nania kembali berdiri dan bersiap untuk mengambil adegan selanjutnya.
Di bawah komando dari Bang Rudhy, keduanya kemudian kembali berakting. Akan tetapi, kali ini ada yang kurang.
“Cut! Vin, Vin … lebih dekat aja sama Nania. Dipeluk sepenuh hati gitu. Pakai perasaan kamu,” instruksi Bang Rudhy kali ini.
Melvin tampak menghela nafasnya, dan kemudian menganggukkan kepalanya.
“Oke Bang … sebentar ya.” Melvin menjawab dengan mengangkat telapak tangannya meminta waktu untuk jeda sejenak.
Melvin kemudian menatap ke Michella, “Sorry, kalau adegan kali ini, aku harus peluk kamu lebih erat,” ucap Melvin kini kepada Michella.
Melvin memang aktor yang sopan. Jika ada adegan yang berupa kontak fisik, Melvin memang akan meminta maaf kepada aktris pendampingnya terlebih dahulu.
“Oke, santai aja … gak apa-apa kok,” balas Michella.
Hingga akhirnya, adegan kembali direkam dan menggambarkan adegan berpelukan sepasang kekasih yang begitu eratnya.
Terlihat Melvin yang memeluk erat Michella, pria itu terlihat memejamkan matanya untuk lebih masuk ke karakter yang dibawakannya kali ini. Beberapa detik pun berlalu, sampai akhirnya Bang Rudhy mengatakan, “Oke! Goodjoob!” teriak sutradara kali ini.
Ada helaan nafas yang berat dari Melvin dan juga Michella. Keduanya lantas memilih menjauh sejenak, dan Rido segera datang dan menyerahkan sebotol air mineral kepada Bosnya itu.
“Minum dulu Bos … biar enggak haus,” ucap Rido sembari berbisik lirih di tepi telinga Melvin.
“Thanks Do,” sahut Melvin sembari menenggak air mineral dalam kemasan botol itu.
Rido kemudian tersenyum melihat Melvin, “Semangat Bos … baru dua adegan. Ini belum adegan yang hot loh Bos. Lebih baik nanti Bos kalau pulang obrolkan dulu dengan Nyonya Bos Marsha kalau bakalan ada adegan kissing, biar Nyonya Bos enggak marah,” jelas Rido kali ini.
Melvin pun menganggukkan kepalanya, “Iya … nanti gue ngobrol sama Marsha,” balas Melvin dengan lesu.
Di balik kesuksesannya. Di balik nama besarnya, ternyata Melvin Andrian harus berusaha mati-matian untuk menjaga imagenya. Sangat penting bagi seorang aktor untuk mempertahankan imagenya. Sebab, jika imagenya rusak akan berakibat fatal terhadap keberlangsungan karier keartisannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 319 Episodes
Comments
Hasti
Samakah pemeran Michaella dan Nania, jadi bingung !!!
2023-09-04
0
Oma Umi
pura2 bahagia dan baik2 saja ya... berapa lama bertahan...
2022-08-04
0
Adelia Rahma
saking sibuknya...
lalu gak ada komunikasi yang baik
dan di antara keduanya tidak ada lagi yang romantis di sibukkan oleh kerajaan
2022-08-02
1