Rumah Tangga Tanpa Gairah

Saat paling menyesakkan dalam rumah tangga adalah ketika pasangan suami istri memiliki kehidupannya sendiri-sendiri. Tidak ada penyatuan dan kedekatan baik secara fisik maupun psikologis.

Hal ini juga yang tengah dirasakan Marsha sekarang ini. Kesibukan Melvin yang sangat luar biasanya membuat hari-hari hanya dijalani di dalam rumah. Selebihnya Marsha hanya keluar jika ada pemotretan saja, itu pun tidak setiap hari.

Sama seperti malam ini, Melvin yang pulang menjelang subuh. Jam 03.00 WIB, pria itu baru pulang dengan wajah yang begitu kuyu. Melvin yang baru saja pulang seketika langsung merebahkan dirinya di samping Marsha begitu saja.

Merasakan ada seseorang yang merebahkan diri di sampingnya membuat ranjang itu bergerak, hingga Marsha pun terkesiap. Wanita itu mengucek kedua matanya sembari menoleh ke bagian ranjang yang biasa ditempati oleh Melvin.

"Yang, baru pulang?" tanya Marsha.

"Hmm, iya ... aku ngantuk banget. Seharian take beberapa kali, sampai capek banget," keluh Melvin kala itu.

"Kamu enggak ingin bersih-bersih dulu? Kamu barusan dari tempat syuting loh, pasti kotor. Banyak keringat dan debu, mandi sana dulu gih," pinta Marsha sembari menepuki bahu suaminya itu.

"Ah, ngantuk ... aku tuh ngantuk, Yang!" balas Melvin dengan sedikit membentak.

Marsha pun masih berusaha sabar. Terlebih dia ingin membiasakan kebiasaan baik kepada suaminya itu. Bahkan Marsha tidak masalah jika harus menyiapkan air hangat dan menunggui suaminya itu bersih-bersih terlebih dahulu.

"Ayang, aku tahu kamu kecapekan, aku tahu banyak adegan yang harus diambil karena sinetronmu memang stripping. Hanya saja, biar kamu juga enak tidur dalam keadaan bersih. Yuk, bersih-bersih dulu yuk," ucap Marsha dengan masih berbicara lembut dengan suaminya.

"Ah, bawel banget sih! Tahu suaminya baru pulang jam segini malahan berisik. Bawel!"

Kali ini Melvin nyatanya justru membentak Marsha, dan pria itu memilih keluar dari kamar dengan membanting pintu.

Suara bantingan pintu yang begitu keras membuat Marsha mengelus dada. Ya Tuhan, dirinya hanya sebatas ingin suaminya itu tidur dalam keadaan bersih hingga capeknya hilang. Akan tetapi, reaksi yang ditunjukkan Melvin justru membuat Marsha begitu sakit hati.

Air mata berlinangan begitu saja, dari pelupuk mata Marsha. Wanita itu kembali merebahkan dirinya dengan bahu yang bergetar, begitu sedih karena bentakan suami dini hari seperti ini.

...🍃🍃🍃...

Keesokan Paginya ....

Marsha pun bangun dengan wajah yang sembab. Terpaksa kali ini, dia tidak membangunkan suaminya itu. Padahal biasanya Marsha selalu membangunkan suaminya itu. Pagi ini untuk pertama kalinya setelah tiga tahun, Marsha tidak membangunkan suaminya.

"Non Marsha, wajahnya kok sembab gitu? Mau Bibi buatin susu hangat?" tawar Bi Tini yang merupakan asisten rumah tangga yang sudah bekerja selama tiga tahun untuk Marsha dan Melvin.

"Tidak usah, Bi ... aku cuma kurang tidur saja. Minta Teh Hangat saja Bi," pinta Marsha kali ini kepada Bi Tini.

Wanita paruh baya itu pun menganggukkan kepalanya, dan segera menuju ke dapur untuk membuatkan Teh Hangat permintaan Si Nyonya Rumah. Hanya selang beberapa menit, Bi Tini sudah kembali dengan membawa secangkir Teh Hangat dalam nampan kecil dan menyajikannya kapada Marsha.

"Silakan Non Marsha, diminum ... mumpung masih hangat," ucap Bi Tini sembari menyajikan secangkir Teh Hangat dengan uapnya yang masih mengebul itu di hadapan Marsha.

"Makasih Bi Tini," balas Marsha.

Kendati Marsha adalah Nyonya Rumah, tetapi Marsha memperlakukan Bi Tini dengan sangat baik. Tidak tipe majikan yang semena-mena. Justru terkadang Marsha membantu Bi Tini untuk memasak di sela aktivitasnya sebagai model.

"Saya pamit dulu ya Non, mau ke pasar. Kemarin Den Melvin pesen minta dibelikan Pisang Sunpread. Jadi, sekarang Bibi mau belikan dulu," pamit Bibi Tini kali ini.

Sepeninggal Bibi Tini, hanya tinggal Marsha di rumah besar itu. Wanita itu menatap setiap rumah besar dengan berbagai furniture mewah di sana. Dulu saat dirinya masih menjadi Pengantin Baru dan Melvin masih bisa membagi waktunya, rumah ini benar-benar penuh cinta dan kebahagiaan. Kini, hanya sudut kosong dan tak berpenghuni di rumah besar itu.

Hingga akhirnya terdengar jejak langkah kaki yang membuat Marsha terkesiap. Sudah pasti, langkah kaki itu adalah suaminya.

Pria itu bangun dengan wajah yang masih kuyu dengan kantung mata yang sedikit hitam di bawah matanya. Melvin menatap tajam ke arah Marsha yang sudah duduk di meja makan.

"Kenapa aku tidak dibangunkan?" tanya Melvin pagi itu.

Tidak ada sapaan hangat, tidak ada kecupan hangat selamat pagi, tidak ada senyuman manis di antara pasangan suami istri itu. Marsha memilih diam dan tidak menanggapi pertanyaan Melvin. Hatinya masih begitu kesal usai kejadian dini hari tadi di mana Melvin membentaknya dan meninggalkannya begitu saja.

Melihat Marsha yang diam, nyatanya justru Melvin menunjukkan wajah yang tidak suka. Pria itu tidak menyadari kesalahannya dini hari tadi. Niatan baik istrinya justru membuahkan bentakan. Wanita mana yang tak sakit hati saat dibentak dan ditinggal pergi suaminya begitu saja.

"Pagi-pagi mau ngajak ribut lagi?" tanya Melvin kini. "Belum cukup ngajak ribut semalam?" sentak Melvin lagi. Agaknya Melvin sendiri masih merasa istrinya lah yang membuatnya badmood dan uring-uringan. Sehingga Melvin memilih beranjak dari tempat duduknya sekarang dengan menatap Marsha dengan begitu tajam.

Nyatanya Marsha masih diam dan enggan untuk menjawab pertanyaan suaminya itu. Hatinya masih begitu kesal dan juga sebal dengan perlakuan suaminya itu.

Merasa tidak ada jawaban sepatah kata pun dari Marsha, Melvin memilih berlalu begitu saja dari meja makan. Lagi-lagi pria itu memilih pergi dan tidak berusaha meminta maaf atau menyelesaikan masalah. Padahal masalah sekecil apa pun dalam rumah tangga jika tidak diselesaikan justru akan menjadi boomerang pada akhirnya nanti.

Marsha menatap punggung Melvin yang berlaku begitu saja. Wanita itu tertunduk lesu dengan air mata yang berlinangan begitu saja.

Di mana Melvin yang lembut dan perhatian?

Di mana Melvin yang selalu membujuknya dan memenangkannya di saat dirinya marah?

Di mana Melvin yang tak pernah membentaknya?

Kesibukanmu di luar sana membuatmu berubah Melvin ...

Aku seperti istri yang hanya menjadi teman tidurmu saja.

Batinku tersiksa Melvin ...

Bukan rumah tangga seperti ini yang aku inginkan ...

Rumah tangga tanpa gairah ...

Lama kelamaan rumah tangga ini akan kehilangan cintanya ...

Marsha hanya bisa menunduk dan berkata lirih dalam hatinya sendiri. Hidup bergelimang harta dengan popularitas yang tinggi tidak bisa membeli kebahagiaan di dalam hati. Untuk apa memiliki karier yang begitu cemerlang, pesona luar biasa di hadapan sorot kamera, tetapi rumah tangga mereka hambar dan kehilangan cintanya.

Terpopuler

Comments

Soraya

Soraya

permisi numpang duduk dl ya kak

2022-12-01

1

Adelia Rahma

Adelia Rahma

dalam berumah tangga itu harus ada komunikasi..
sekecil dan seberat apapun masalahnya harus di bicarakan dan di diskusikan kepada pasangan kita jangan adak kesalahan fahaman

2022-08-02

3

🍁❣️ᴹᴵᴹᴵ a ʙᴊɴ💋🅚🅙🅢 👻ᴸᴷ🔱

🍁❣️ᴹᴵᴹᴵ a ʙᴊɴ💋🅚🅙🅢 👻ᴸᴷ🔱

Mampir Thor

2022-07-25

1

lihat semua
Episodes
1 Semua Terasa Indah
2 Rumah Tangga Tanpa Gairah
3 Menjaga Image
4 Suami Super Sibuk
5 Mantan Terindah
6 Kisah Masa Lalu yang Belum Usai
7 Satu Mobil
8 Perhatian Pria Lain
9 Rasa yang Tertinggal
10 Kunjungan Mertua
11 Kedatangan Melvin
12 Bukan Penyelesaian yang Diinginkan
13 Perasaan Terluka
14 Tak Sengaja Bersua
15 Mendatangi Marsha
16 Tekanan dari Mertua
17 Perhatian Manis dari Melvin
18 Kesempatan Emas
19 Gosip Aktor Berinisial M!
20 Menenangkan Marsha
21 Klarifikasi Melvin
22 Hanya Sekadar Gosip
23 Pantai Parangtritis
24 Forbidden Kiss
25 Menemukan Kembali Kesadaran
26 Percikan Perasaan Terlarang
27 Suami Tak Pulang-Pulang
28 Alibi Andalan
29 Bagaimana Jika Selingkuh?
30 Berawal dari Kopi Berakhir dengan Main Hati
31 Hilangnya Kecanggungan
32 Sikap Kasar Melvin
33 Hilangnya Kasih Mula-Mula
34 Keributan
35 Kedatangan Teman Tiba-Tiba
36 Izin Memanfaatkan
37 Hubungan Settingan
38 Behind The Scenes
39 Main Hati
40 Titik Kenyamanan
41 Mantan Tapi Mesra
42 Mengambil Cuti
43 Membatalkan Janji
44 Bayangan Pria Lain
45 Mengurai Rasa
46 Mencuri Waktu untuk Menelpon
47 Izin Kontak Fisik
48 Menemui Abraham Lagi
49 Sweet Time!
50 Di Ujung Percikan
51 Memberi Jarak
52 Dikunjungi Mertua
53 Berbagai Tekanan
54 Tak Ada Pembelaan dari Suami
55 Menenangkan Diri
56 Adegan Demi Adegan Melvin
57 Tak Bisa Melampaui
58 Kita Akhiri Saja!
59 Pengobat Luka
60 Pelukan Hangat
61 Terpergok Mertua
62 Kian Terpojok
63 Amarah Melvin
64 Pelampiasan Amarah
65 Kepedulian Sang Mantan
66 Pelukan yang Hangat
67 Playing Victim
68 Penghakiman Publik
69 Melayangkan Gugatan
70 Perselingkuhan Seperti Angin
71 Melvin Menerima Surat Gugatan Perceraian
72 Memergoki Sendiri
73 Tekad Semakin Bulat
74 Ajakan untuk Bertemu
75 Kembali Terluka
76 Membalut Setiap Luka
77 Prosedur Visum
78 Persidangan Perceraian Perdana
79 Menolak Mediasi
80 Pizza Kenangan
81 Percik Kekhilafan
82 Kekhilafan Terlarang
83 Tak Sekadar Hasrat
84 Melaporkan Melvin
85 Pengakuan Tak Terduga Sang Aktor
86 Putusan Perceraian
87 Resmi Menjanda
88 Cinta Tanpa Restu
89 Permintaan Kedua Kali
90 Upaya Penahanan
91 Good Bye, Dear!
92 Meminta Penjelasan
93 Kekalutan Abraham
94 Bulan-Bulan yang Berlalu
95 Ke Semarang
96 Suatu Masa di Kota Lumpia
97 Candi Gedong Songo
98 Momen Dramatis
99 Cinta yang Mempertemukan
100 Dia yang Berbeda
101 Mengetahui Fakta Tersembunyi
102 Usaha Mendapat Restu
103 Keputusan Mama Diah
104 Meluluhkan Batu Karang
105 Hati yang Terketuk
106 Prosesi Lamaran
107 LDR Sepekan
108 Telepon Rindu
109 Wedding Day
110 Romansa Pengantin Baru
111 Di Balik Sinar Bulan Purnama
112 Ungkapan Bahagia
113 Hangatnya Mentari Pagi
114 Perasaan yang Membuncah
115 Sisa Bulan Madu
116 Hidup Bersama Mertua
117 Menjejakkan Kaki di Ibukota
118 Membuka Lembaran Baru
119 Pertimbangan Memilih Dokter Kandungan
120 Detak Jantung si Baby
121 Nafkah Lahir
122 Efek Hujan
123 Ledakan Dahsyat
124 Ngidamnya Bumil
125 Kembali Digunjingkan
126 Rasa Kecewa
127 Tertahan karena Deringan Telepon
128 Mengikuti Suami Bekerja
129 Tawaran Kerja Sama
130 Menjemput Rezeki
131 Sedikit Fakta yang Terungkap
132 Cinta Bukan Belenggu
133 Mempersiapkan Kebutuhan si Baby
134 Sang Aktor dari Balik Jeruji Besi
135 Conjugal Visit
136 Pemaksanaan Kehendak
137 Menanti Saatnya Launching
138 Inner Child
139 Momen Emosional
140 Tidak Menyakiti Bukan?
141 Kedatangan Tamu Spesial
142 Mertua Super Perhatian
143 Sayur Bening Buatan Mertua
144 Maternity Shoot
145 Menikmati Sore
146 Martabak Spesial
147 Cerita Masa Kecil Abraham
148 Pelukan Hangat Seorang Istri
149 Tidak Marah tapi Kecewa?
150 Vitamin Booster
151 38 Weeks!
152 Mengabadikan Momen
153 Insecurenya Bumil
154 Curhat dengan Mertua
155 Mendadak Panik
156 Braxton Hicks
157 Berbagai Kecemasan
158 Upaya Si Calon Ibu
159 Menjelang Waktunya
160 Terpaan Badai!
161 Amazing Momen!
162 Welcome Our Princess
163 Perasaan Haru
164 Posisi dan Perlekatan Pertama
165 Daddy's Little Girl
166 Tamu Kejutan
167 Kembali ke Apartemen
168 Malam-Malam Orang Tua Baru
169 Kerja Sama Orang Tua Baru
170 Kabar Baru Sang Aktor
171 Perselisihan Besar
172 Hari Kebebasan
173 Isi Hati Melvin
174 Diskusi Bersama
175 Euforia Kebebasan
176 Berpapasan
177 Hadangan
178 Mencari Properti
179 Perbincangan Dua Pria
180 Waktunya Ngeteh
181 Survei Rumah Baru
182 Keluarga yang Terjalin Bukan dari Hubungan Darah
183 Kenangan Indah Tak Terlupakan
184 Pindah ke Rumah Baru
185 Saat Terbaik
186 Pagi Hari di Rumah Baru
187 Sambutan Keluarga Baru
188 Pertemuan Tak Diinginkan
189 Papa Kandung Abraham
190 Masa Kritis
191 Saudara Tiri
192 Saat Terakhir
193 Semua yang Tuhan Takdirkan
194 Tempat Bersandar
195 Hari yang Ketujuh
196 Terikat Hubungan Darah
197 Ahli Waris?
198 Tempat Pelarian Terbaik
199 Pengalaman Terpahit pun Memberikan Pelajaran
200 Waktu Bersama Mira
201 Waktu Berkualitas
202 Relaksasi Terbaik
203 Kegilaan Melvin Andrian
204 Mendatangi Abraham
205 Pembalikkan Jitu Abraham
206 Keluarga Harta yang Paling Berharga
207 Mama Diah kembali ke Semarang
208 Masih Sedih
209 Formasi Keluarga Kecil
210 Playdate Dua Keluarga
211 MPASI Pertama Baby Mira
212 Pemberitaan Miring
213 Amarah Tak Tertahan
214 Ditolong Orang yang Dulu Disakiti
215 Mengampuni Masa Lalu
216 Perasaan Abraham
217 Pagi yang Lebih Baik
218 Kekacauan di Rumah Melvin
219 Pemberitaan Hangat
220 Liburan Dadakan ke Semarang
221 Tiba di Semarang
222 Merayakan Ulang Tahun Mama
223 Kenangan Waktu Pacaran
224 Farm House
225 Sensasi Tanpa Batas
226 Ditertawain Mama
227 Vonis Melvin Andrian
228 Menenangkan Pikiran
229 Kembali ke Jakarta
230 Membagi Oleh-oleh
231 Promosi Novel: Muara Kasih Ibu Tunggal
232 Lika-Liku Kehidupan
233 Mira's Birthday Party
234 Sayang Adik Mira!
235 Kumpul Bocah
236 Ungkapan Bahagia
237 Kata Pertama
238 Fixed Anak Papa!
239 Dikunjungi Mama Saraswati
240 Rekonsiliasi Dua Wanita
241 Bentuk Hubungan Baru
242 Kabar Baik dari Tetangga
243 Pintu Berkah dari Allah
244 Kembali Pemotretan
245 Bekerja dengan Passion
246 Permintaan Mira
247 Doa dan Ikhtiar
248 Bounding Time
249 Demam Dadakan
250 Tes Rahasia
251 Ulang Tahun Suami Tercinta
252 Surprise Ulang Tahun
253 Membagi Kabar Baik
254 Embrio Si Baby
255 Ngidam Martabak Manis
256 Sabar Menghadapi Ibu Hamil
257 Ngidam Super Aneh
258 Lighting Crocth
259 Menyesal
260 Jauh Jadi Rindu
261 Rekonsiliasi Suami dan Istri
262 Hati ke Hati Papa dan Anak
263 Menebus Kesalahan
264 Malam Berselimut Hujan
265 Misi Berhasil
266 Menemui Mama Kandung Marsha
267 Anak yang Kembali Terluka
268 Pengakuan Seorang Mama
269 Orang Tua yang Terlambat Menyadari
270 Kembali ke Jakarta
271 Jenis Kelamin Si Baby
272 Formasi Lengkap
273 Menelpon Mama Diah
274 Day's Out Dua Keluarga
275 Api Unggun
276 Rencana Jangka Panjang
277 Kenapa Setuju?
278 Jalan-Jalan Pagi
279 Tanda Pengikat
280 Masih Ada Kejutan
281 Teringat Kenangan Lama
282 Papa yang Terhebat
283 Berakhir Pekan
284 Cerita Persalinan Caesar
285 Ungkapan Kerinduan
286 Meledak dan Pecah
287 Profesionalitas Tanpa Batas
288 Maternity Shoot Jilid Dua
289 Mengunjungi Baby E!
290 Senyamannya Istri
291 32 Minggu!
292 Mengikuti Saran Dokter
293 Olahraga Bagi Kesehatan Jiwa
294 Nasi Kuning
295 Playdate dengan Duo E 1
296 Playdate dengan Duo E 2
297 Kedatangan Mama Diah
298 Normal atau Caesar?
299 Welcome Baby Boy!
300 Baby M Junior!
301 Welcome Home
302 Adaptasi untuk Mira
303 Dijenguk Calon Besan
304 Persalinan Selalu Punya Cerita
305 Lingkungan Tumbuh Kembang
306 Meng-ASI-hi dengan Penuh Kasih
307 Fase Growth Spurt
308 Kabar Melvin dari Jeruji Besi
309 Menyampaikan Pesan
310 Permintaan Mama Saraswati
311 Sebatas Persaudaraan
312 Menemui Melvin di Penjara
313 Sepuluh Menit Berarti
314 Deep Talk
315 Bulan Demi Bulan yang Berlalu
316 Pagi dalam Duka
317 Saat Terakhir
318 Promosi Novel: Pembalasan Istri yang Tersakiti 2
319 Promosi Novel Terbaru: Duda Terpaksa Turun Ranjang
Episodes

Updated 319 Episodes

1
Semua Terasa Indah
2
Rumah Tangga Tanpa Gairah
3
Menjaga Image
4
Suami Super Sibuk
5
Mantan Terindah
6
Kisah Masa Lalu yang Belum Usai
7
Satu Mobil
8
Perhatian Pria Lain
9
Rasa yang Tertinggal
10
Kunjungan Mertua
11
Kedatangan Melvin
12
Bukan Penyelesaian yang Diinginkan
13
Perasaan Terluka
14
Tak Sengaja Bersua
15
Mendatangi Marsha
16
Tekanan dari Mertua
17
Perhatian Manis dari Melvin
18
Kesempatan Emas
19
Gosip Aktor Berinisial M!
20
Menenangkan Marsha
21
Klarifikasi Melvin
22
Hanya Sekadar Gosip
23
Pantai Parangtritis
24
Forbidden Kiss
25
Menemukan Kembali Kesadaran
26
Percikan Perasaan Terlarang
27
Suami Tak Pulang-Pulang
28
Alibi Andalan
29
Bagaimana Jika Selingkuh?
30
Berawal dari Kopi Berakhir dengan Main Hati
31
Hilangnya Kecanggungan
32
Sikap Kasar Melvin
33
Hilangnya Kasih Mula-Mula
34
Keributan
35
Kedatangan Teman Tiba-Tiba
36
Izin Memanfaatkan
37
Hubungan Settingan
38
Behind The Scenes
39
Main Hati
40
Titik Kenyamanan
41
Mantan Tapi Mesra
42
Mengambil Cuti
43
Membatalkan Janji
44
Bayangan Pria Lain
45
Mengurai Rasa
46
Mencuri Waktu untuk Menelpon
47
Izin Kontak Fisik
48
Menemui Abraham Lagi
49
Sweet Time!
50
Di Ujung Percikan
51
Memberi Jarak
52
Dikunjungi Mertua
53
Berbagai Tekanan
54
Tak Ada Pembelaan dari Suami
55
Menenangkan Diri
56
Adegan Demi Adegan Melvin
57
Tak Bisa Melampaui
58
Kita Akhiri Saja!
59
Pengobat Luka
60
Pelukan Hangat
61
Terpergok Mertua
62
Kian Terpojok
63
Amarah Melvin
64
Pelampiasan Amarah
65
Kepedulian Sang Mantan
66
Pelukan yang Hangat
67
Playing Victim
68
Penghakiman Publik
69
Melayangkan Gugatan
70
Perselingkuhan Seperti Angin
71
Melvin Menerima Surat Gugatan Perceraian
72
Memergoki Sendiri
73
Tekad Semakin Bulat
74
Ajakan untuk Bertemu
75
Kembali Terluka
76
Membalut Setiap Luka
77
Prosedur Visum
78
Persidangan Perceraian Perdana
79
Menolak Mediasi
80
Pizza Kenangan
81
Percik Kekhilafan
82
Kekhilafan Terlarang
83
Tak Sekadar Hasrat
84
Melaporkan Melvin
85
Pengakuan Tak Terduga Sang Aktor
86
Putusan Perceraian
87
Resmi Menjanda
88
Cinta Tanpa Restu
89
Permintaan Kedua Kali
90
Upaya Penahanan
91
Good Bye, Dear!
92
Meminta Penjelasan
93
Kekalutan Abraham
94
Bulan-Bulan yang Berlalu
95
Ke Semarang
96
Suatu Masa di Kota Lumpia
97
Candi Gedong Songo
98
Momen Dramatis
99
Cinta yang Mempertemukan
100
Dia yang Berbeda
101
Mengetahui Fakta Tersembunyi
102
Usaha Mendapat Restu
103
Keputusan Mama Diah
104
Meluluhkan Batu Karang
105
Hati yang Terketuk
106
Prosesi Lamaran
107
LDR Sepekan
108
Telepon Rindu
109
Wedding Day
110
Romansa Pengantin Baru
111
Di Balik Sinar Bulan Purnama
112
Ungkapan Bahagia
113
Hangatnya Mentari Pagi
114
Perasaan yang Membuncah
115
Sisa Bulan Madu
116
Hidup Bersama Mertua
117
Menjejakkan Kaki di Ibukota
118
Membuka Lembaran Baru
119
Pertimbangan Memilih Dokter Kandungan
120
Detak Jantung si Baby
121
Nafkah Lahir
122
Efek Hujan
123
Ledakan Dahsyat
124
Ngidamnya Bumil
125
Kembali Digunjingkan
126
Rasa Kecewa
127
Tertahan karena Deringan Telepon
128
Mengikuti Suami Bekerja
129
Tawaran Kerja Sama
130
Menjemput Rezeki
131
Sedikit Fakta yang Terungkap
132
Cinta Bukan Belenggu
133
Mempersiapkan Kebutuhan si Baby
134
Sang Aktor dari Balik Jeruji Besi
135
Conjugal Visit
136
Pemaksanaan Kehendak
137
Menanti Saatnya Launching
138
Inner Child
139
Momen Emosional
140
Tidak Menyakiti Bukan?
141
Kedatangan Tamu Spesial
142
Mertua Super Perhatian
143
Sayur Bening Buatan Mertua
144
Maternity Shoot
145
Menikmati Sore
146
Martabak Spesial
147
Cerita Masa Kecil Abraham
148
Pelukan Hangat Seorang Istri
149
Tidak Marah tapi Kecewa?
150
Vitamin Booster
151
38 Weeks!
152
Mengabadikan Momen
153
Insecurenya Bumil
154
Curhat dengan Mertua
155
Mendadak Panik
156
Braxton Hicks
157
Berbagai Kecemasan
158
Upaya Si Calon Ibu
159
Menjelang Waktunya
160
Terpaan Badai!
161
Amazing Momen!
162
Welcome Our Princess
163
Perasaan Haru
164
Posisi dan Perlekatan Pertama
165
Daddy's Little Girl
166
Tamu Kejutan
167
Kembali ke Apartemen
168
Malam-Malam Orang Tua Baru
169
Kerja Sama Orang Tua Baru
170
Kabar Baru Sang Aktor
171
Perselisihan Besar
172
Hari Kebebasan
173
Isi Hati Melvin
174
Diskusi Bersama
175
Euforia Kebebasan
176
Berpapasan
177
Hadangan
178
Mencari Properti
179
Perbincangan Dua Pria
180
Waktunya Ngeteh
181
Survei Rumah Baru
182
Keluarga yang Terjalin Bukan dari Hubungan Darah
183
Kenangan Indah Tak Terlupakan
184
Pindah ke Rumah Baru
185
Saat Terbaik
186
Pagi Hari di Rumah Baru
187
Sambutan Keluarga Baru
188
Pertemuan Tak Diinginkan
189
Papa Kandung Abraham
190
Masa Kritis
191
Saudara Tiri
192
Saat Terakhir
193
Semua yang Tuhan Takdirkan
194
Tempat Bersandar
195
Hari yang Ketujuh
196
Terikat Hubungan Darah
197
Ahli Waris?
198
Tempat Pelarian Terbaik
199
Pengalaman Terpahit pun Memberikan Pelajaran
200
Waktu Bersama Mira
201
Waktu Berkualitas
202
Relaksasi Terbaik
203
Kegilaan Melvin Andrian
204
Mendatangi Abraham
205
Pembalikkan Jitu Abraham
206
Keluarga Harta yang Paling Berharga
207
Mama Diah kembali ke Semarang
208
Masih Sedih
209
Formasi Keluarga Kecil
210
Playdate Dua Keluarga
211
MPASI Pertama Baby Mira
212
Pemberitaan Miring
213
Amarah Tak Tertahan
214
Ditolong Orang yang Dulu Disakiti
215
Mengampuni Masa Lalu
216
Perasaan Abraham
217
Pagi yang Lebih Baik
218
Kekacauan di Rumah Melvin
219
Pemberitaan Hangat
220
Liburan Dadakan ke Semarang
221
Tiba di Semarang
222
Merayakan Ulang Tahun Mama
223
Kenangan Waktu Pacaran
224
Farm House
225
Sensasi Tanpa Batas
226
Ditertawain Mama
227
Vonis Melvin Andrian
228
Menenangkan Pikiran
229
Kembali ke Jakarta
230
Membagi Oleh-oleh
231
Promosi Novel: Muara Kasih Ibu Tunggal
232
Lika-Liku Kehidupan
233
Mira's Birthday Party
234
Sayang Adik Mira!
235
Kumpul Bocah
236
Ungkapan Bahagia
237
Kata Pertama
238
Fixed Anak Papa!
239
Dikunjungi Mama Saraswati
240
Rekonsiliasi Dua Wanita
241
Bentuk Hubungan Baru
242
Kabar Baik dari Tetangga
243
Pintu Berkah dari Allah
244
Kembali Pemotretan
245
Bekerja dengan Passion
246
Permintaan Mira
247
Doa dan Ikhtiar
248
Bounding Time
249
Demam Dadakan
250
Tes Rahasia
251
Ulang Tahun Suami Tercinta
252
Surprise Ulang Tahun
253
Membagi Kabar Baik
254
Embrio Si Baby
255
Ngidam Martabak Manis
256
Sabar Menghadapi Ibu Hamil
257
Ngidam Super Aneh
258
Lighting Crocth
259
Menyesal
260
Jauh Jadi Rindu
261
Rekonsiliasi Suami dan Istri
262
Hati ke Hati Papa dan Anak
263
Menebus Kesalahan
264
Malam Berselimut Hujan
265
Misi Berhasil
266
Menemui Mama Kandung Marsha
267
Anak yang Kembali Terluka
268
Pengakuan Seorang Mama
269
Orang Tua yang Terlambat Menyadari
270
Kembali ke Jakarta
271
Jenis Kelamin Si Baby
272
Formasi Lengkap
273
Menelpon Mama Diah
274
Day's Out Dua Keluarga
275
Api Unggun
276
Rencana Jangka Panjang
277
Kenapa Setuju?
278
Jalan-Jalan Pagi
279
Tanda Pengikat
280
Masih Ada Kejutan
281
Teringat Kenangan Lama
282
Papa yang Terhebat
283
Berakhir Pekan
284
Cerita Persalinan Caesar
285
Ungkapan Kerinduan
286
Meledak dan Pecah
287
Profesionalitas Tanpa Batas
288
Maternity Shoot Jilid Dua
289
Mengunjungi Baby E!
290
Senyamannya Istri
291
32 Minggu!
292
Mengikuti Saran Dokter
293
Olahraga Bagi Kesehatan Jiwa
294
Nasi Kuning
295
Playdate dengan Duo E 1
296
Playdate dengan Duo E 2
297
Kedatangan Mama Diah
298
Normal atau Caesar?
299
Welcome Baby Boy!
300
Baby M Junior!
301
Welcome Home
302
Adaptasi untuk Mira
303
Dijenguk Calon Besan
304
Persalinan Selalu Punya Cerita
305
Lingkungan Tumbuh Kembang
306
Meng-ASI-hi dengan Penuh Kasih
307
Fase Growth Spurt
308
Kabar Melvin dari Jeruji Besi
309
Menyampaikan Pesan
310
Permintaan Mama Saraswati
311
Sebatas Persaudaraan
312
Menemui Melvin di Penjara
313
Sepuluh Menit Berarti
314
Deep Talk
315
Bulan Demi Bulan yang Berlalu
316
Pagi dalam Duka
317
Saat Terakhir
318
Promosi Novel: Pembalasan Istri yang Tersakiti 2
319
Promosi Novel Terbaru: Duda Terpaksa Turun Ranjang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!