Saat paling menyesakkan dalam rumah tangga adalah ketika pasangan suami istri memiliki kehidupannya sendiri-sendiri. Tidak ada penyatuan dan kedekatan baik secara fisik maupun psikologis.
Hal ini juga yang tengah dirasakan Marsha sekarang ini. Kesibukan Melvin yang sangat luar biasanya membuat hari-hari hanya dijalani di dalam rumah. Selebihnya Marsha hanya keluar jika ada pemotretan saja, itu pun tidak setiap hari.
Sama seperti malam ini, Melvin yang pulang menjelang subuh. Jam 03.00 WIB, pria itu baru pulang dengan wajah yang begitu kuyu. Melvin yang baru saja pulang seketika langsung merebahkan dirinya di samping Marsha begitu saja.
Merasakan ada seseorang yang merebahkan diri di sampingnya membuat ranjang itu bergerak, hingga Marsha pun terkesiap. Wanita itu mengucek kedua matanya sembari menoleh ke bagian ranjang yang biasa ditempati oleh Melvin.
"Yang, baru pulang?" tanya Marsha.
"Hmm, iya ... aku ngantuk banget. Seharian take beberapa kali, sampai capek banget," keluh Melvin kala itu.
"Kamu enggak ingin bersih-bersih dulu? Kamu barusan dari tempat syuting loh, pasti kotor. Banyak keringat dan debu, mandi sana dulu gih," pinta Marsha sembari menepuki bahu suaminya itu.
"Ah, ngantuk ... aku tuh ngantuk, Yang!" balas Melvin dengan sedikit membentak.
Marsha pun masih berusaha sabar. Terlebih dia ingin membiasakan kebiasaan baik kepada suaminya itu. Bahkan Marsha tidak masalah jika harus menyiapkan air hangat dan menunggui suaminya itu bersih-bersih terlebih dahulu.
"Ayang, aku tahu kamu kecapekan, aku tahu banyak adegan yang harus diambil karena sinetronmu memang stripping. Hanya saja, biar kamu juga enak tidur dalam keadaan bersih. Yuk, bersih-bersih dulu yuk," ucap Marsha dengan masih berbicara lembut dengan suaminya.
"Ah, bawel banget sih! Tahu suaminya baru pulang jam segini malahan berisik. Bawel!"
Kali ini Melvin nyatanya justru membentak Marsha, dan pria itu memilih keluar dari kamar dengan membanting pintu.
Suara bantingan pintu yang begitu keras membuat Marsha mengelus dada. Ya Tuhan, dirinya hanya sebatas ingin suaminya itu tidur dalam keadaan bersih hingga capeknya hilang. Akan tetapi, reaksi yang ditunjukkan Melvin justru membuat Marsha begitu sakit hati.
Air mata berlinangan begitu saja, dari pelupuk mata Marsha. Wanita itu kembali merebahkan dirinya dengan bahu yang bergetar, begitu sedih karena bentakan suami dini hari seperti ini.
...🍃🍃🍃...
Keesokan Paginya ....
Marsha pun bangun dengan wajah yang sembab. Terpaksa kali ini, dia tidak membangunkan suaminya itu. Padahal biasanya Marsha selalu membangunkan suaminya itu. Pagi ini untuk pertama kalinya setelah tiga tahun, Marsha tidak membangunkan suaminya.
"Non Marsha, wajahnya kok sembab gitu? Mau Bibi buatin susu hangat?" tawar Bi Tini yang merupakan asisten rumah tangga yang sudah bekerja selama tiga tahun untuk Marsha dan Melvin.
"Tidak usah, Bi ... aku cuma kurang tidur saja. Minta Teh Hangat saja Bi," pinta Marsha kali ini kepada Bi Tini.
Wanita paruh baya itu pun menganggukkan kepalanya, dan segera menuju ke dapur untuk membuatkan Teh Hangat permintaan Si Nyonya Rumah. Hanya selang beberapa menit, Bi Tini sudah kembali dengan membawa secangkir Teh Hangat dalam nampan kecil dan menyajikannya kapada Marsha.
"Silakan Non Marsha, diminum ... mumpung masih hangat," ucap Bi Tini sembari menyajikan secangkir Teh Hangat dengan uapnya yang masih mengebul itu di hadapan Marsha.
"Makasih Bi Tini," balas Marsha.
Kendati Marsha adalah Nyonya Rumah, tetapi Marsha memperlakukan Bi Tini dengan sangat baik. Tidak tipe majikan yang semena-mena. Justru terkadang Marsha membantu Bi Tini untuk memasak di sela aktivitasnya sebagai model.
"Saya pamit dulu ya Non, mau ke pasar. Kemarin Den Melvin pesen minta dibelikan Pisang Sunpread. Jadi, sekarang Bibi mau belikan dulu," pamit Bibi Tini kali ini.
Sepeninggal Bibi Tini, hanya tinggal Marsha di rumah besar itu. Wanita itu menatap setiap rumah besar dengan berbagai furniture mewah di sana. Dulu saat dirinya masih menjadi Pengantin Baru dan Melvin masih bisa membagi waktunya, rumah ini benar-benar penuh cinta dan kebahagiaan. Kini, hanya sudut kosong dan tak berpenghuni di rumah besar itu.
Hingga akhirnya terdengar jejak langkah kaki yang membuat Marsha terkesiap. Sudah pasti, langkah kaki itu adalah suaminya.
Pria itu bangun dengan wajah yang masih kuyu dengan kantung mata yang sedikit hitam di bawah matanya. Melvin menatap tajam ke arah Marsha yang sudah duduk di meja makan.
"Kenapa aku tidak dibangunkan?" tanya Melvin pagi itu.
Tidak ada sapaan hangat, tidak ada kecupan hangat selamat pagi, tidak ada senyuman manis di antara pasangan suami istri itu. Marsha memilih diam dan tidak menanggapi pertanyaan Melvin. Hatinya masih begitu kesal usai kejadian dini hari tadi di mana Melvin membentaknya dan meninggalkannya begitu saja.
Melihat Marsha yang diam, nyatanya justru Melvin menunjukkan wajah yang tidak suka. Pria itu tidak menyadari kesalahannya dini hari tadi. Niatan baik istrinya justru membuahkan bentakan. Wanita mana yang tak sakit hati saat dibentak dan ditinggal pergi suaminya begitu saja.
"Pagi-pagi mau ngajak ribut lagi?" tanya Melvin kini. "Belum cukup ngajak ribut semalam?" sentak Melvin lagi. Agaknya Melvin sendiri masih merasa istrinya lah yang membuatnya badmood dan uring-uringan. Sehingga Melvin memilih beranjak dari tempat duduknya sekarang dengan menatap Marsha dengan begitu tajam.
Nyatanya Marsha masih diam dan enggan untuk menjawab pertanyaan suaminya itu. Hatinya masih begitu kesal dan juga sebal dengan perlakuan suaminya itu.
Merasa tidak ada jawaban sepatah kata pun dari Marsha, Melvin memilih berlalu begitu saja dari meja makan. Lagi-lagi pria itu memilih pergi dan tidak berusaha meminta maaf atau menyelesaikan masalah. Padahal masalah sekecil apa pun dalam rumah tangga jika tidak diselesaikan justru akan menjadi boomerang pada akhirnya nanti.
Marsha menatap punggung Melvin yang berlaku begitu saja. Wanita itu tertunduk lesu dengan air mata yang berlinangan begitu saja.
Di mana Melvin yang lembut dan perhatian?
Di mana Melvin yang selalu membujuknya dan memenangkannya di saat dirinya marah?
Di mana Melvin yang tak pernah membentaknya?
Kesibukanmu di luar sana membuatmu berubah Melvin ...
Aku seperti istri yang hanya menjadi teman tidurmu saja.
Batinku tersiksa Melvin ...
Bukan rumah tangga seperti ini yang aku inginkan ...
Rumah tangga tanpa gairah ...
Lama kelamaan rumah tangga ini akan kehilangan cintanya ...
Marsha hanya bisa menunduk dan berkata lirih dalam hatinya sendiri. Hidup bergelimang harta dengan popularitas yang tinggi tidak bisa membeli kebahagiaan di dalam hati. Untuk apa memiliki karier yang begitu cemerlang, pesona luar biasa di hadapan sorot kamera, tetapi rumah tangga mereka hambar dan kehilangan cintanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 319 Episodes
Comments
Soraya
permisi numpang duduk dl ya kak
2022-12-01
1
Adelia Rahma
dalam berumah tangga itu harus ada komunikasi..
sekecil dan seberat apapun masalahnya harus di bicarakan dan di diskusikan kepada pasangan kita jangan adak kesalahan fahaman
2022-08-02
3
🍁❣️ᴹᴵᴹᴵ a ʙᴊɴ💋🅚🅙🅢 👻ᴸᴷ🔱
Mampir Thor
2022-07-25
1