Semalam usai menerima makan malam yang diberikan oleh Abraham justru membuat Marsha kembali teringat dengan masa lalunya dengan pria pemilik nama Abraham Narawangsa itu. Di dalam kamarnya, Marsha justru memandangi makan malam dari restoran cepat saji khas masakan Jepang yang diberikan oleh Abraham untuknya.
***
Tiga Tahun yang Lalu ….
"Marsha, nanti pulang dari kampus jangan langsung pulang yah. Aku mau ajakin kamu makan siang dulu," ucap Abraham yang meminta kepada Marsha untuk tidak pulang terlebih dahulu.
"Aku hari ini kuliah sampai jam 15.00 loh, Bram. Lebih baik kamu pulang duluan saja. Nungguin aku bakalan lama deh," balas Marsha pagi itu.
Tampak Abraham yang menatap sejenak ke arah Marsha.
"Selama itu kuliahmu hari ini?" tanya Abraham.
"Iya, sorry … soalnya yang jam 13.00 sampai jam 15.00, itu Dosennya mengganti jam yang kosong pekan lalu. Jadi aku harus masuk dulu deh, Bram," sahut Marsha.
Sebenarnya memang kuliah Marsha sampai jam 13.00 saja. Akan tetapi, karena ada Dosen yang masuk untuk mengganti jadwal yang kosong pekan lalu, jadi mau tidak mau Marsha dan mahasiswa lainnya harus mengikuti kuliah sampai jam 15.00 sore.
"Terus makanmu gimana? Kan kamu punya sakit maag. Kalau telat makan, nanti kamu sakit loh Sha?" tanya Abraham kali ini kepada Marsha.
Merasa diperhatikan jujur saja Marsha merasa begitu senang. Terlebih pacar sendiri yang memperhatikannya. Akan tetapi, sebisa mungkin Marsha bersikap biasa saja.
"Aman Bram … nanti begitu selesai kuliah aku bisa makan di kantin kok," sahut Marsha.
"Baiklah. Penting jangan sampai telat makan yah. Jangan sampai perut kamu kosong," balas Abraham.
Tetap saja pria itu begitu mengkhawatirkan Marsha. Terlebih Marsha memiliki riwayat penyakit maag yang harus makan dengan teratur.
Marsha pun akhirnya masuk ke dalam kelas dan mengikuti kuliah pertama dari jam 09.00 sampai jam 12.00. Kuliah akan dilanjutkan lagi jam 13.00.
Rupanya saat Marsha mengikuti kuliah, Abraham justru tidak kuliah dikarenakan jam kosong. Memanfaatkan jam kosong, Abraham segera berlari mengambil sepeda motornya di parkiran fakultas. Pria itu segera menuju restoran khas Jepang yang menjual Egg Chicken Roll kesukaan Marsha.
Makan siang dengan menu favorit Marsha, Abraham bawa ke kampus. Pria itu kini menunggu di depan gedung tempat Marsha masih mengikuti kuliah. Tepat jam 12.00, terlihat Marsha yang keluar dari ruangan kelas bersama beberapa temannya.
Abraham dengan cepat melambaikan tangannya begitu melihat Marsha.
"Marsha, Marsha … di sini," ucapnya kepada Marsha.
"Ya Bram, ada apa?" tanya Marsha.
"Masih ada satu jam kan? Kamu makan dulu yah. Aku belikan makanan dari restoran Jepang kesukaanmu. Makan dulu gih. Perutnya jangan sampai kosong. Semangat ya kuliahnya… harus dihabiskan karena di dalamnya ada Egg Chicken Roll kesukaanmu. Happy Lunch Marshanya Abram," ucap Abraham dengan menorehkan senyuman di wajahnya.
Pria itu begitu perhatian. Bahkan Abraham rela menembus pasangnya Kota Semarang demi membelikan makan siang untuk Marsha. Berharap waktu pergantian ke jam kuliah selanjutnya bisa dimanfaatkan Marsha dengan makan siang supaya perutnya tidak kosong dan maagnya pun tidak kambuh.
***
Kini ….
Marsha menatap makan malam itu. Masih sama seperti dulu, makanan yang dibeli dari restoran khas Jepang dengan Egg Chicken Roll di dalamnya.
"Aku bahkan sempat lupa kenapa aku bisa suka makanan ini? Akan tetapi, kamu tidak lupa, Bram. Kamu bahkan masih ingat apa yang aku sukai. Hanya saja, semua rasa untukmu sudah aku tinggalkan di belakangmu, Bram. Aku sudah menjadi milik Melvin. Sekalipun pernikahanku hambar, aku akan mencoba setia kepadanya, Bram. Biarlah semua rasa yang tertinggal ini tetap berada di belakang kita."
Marsha justru meneteskan air matanya saat ini. Di saat dirinya mendapatkan perhatian dari pria lain. Marsha justru kembali diingatkan dengan posisinya sebagai istri Melvin Andrian.
Sebesar apa pun perhatian yang diberikan Abraham atau pria lain tidak akan menggoyahkan hatinya. Sekalipun rumah tangganya begitu gambar, tetapi Marsha akan mencoba bertahan.
"Kamu masih saja menjadi pria yang baik, Bram. Pemberianmu ini justru menyakitiku," ucap Marsha dengan lirih.
Ya, diperhatikan oleh Abraham membuat Marsha merasa bersalah. Padahal para wanita akan dengan senang hati mendapatkan perhatian dari pria lain. Akan tetapi, tidak untuk Marsha karena dirinya sadar betul posisinya sebagai seorang istri. Marsha sadar betul bahwa bagaimanapun juga kisahnya dengan Abraham sudah berlalu.
***
Keesokan harinya ….
Menjelang sarapan, Abraham kembali mengetuk pintu kamar Marsha. Pikirnya pasti Marsha merasa tidak nyaman untuk keluar kamar dan sarapan. Mengingat bahwa Marsha adalah istri aktor papan atas Indonesia. Untuk itu, Abraham datang dan mengambilkan sarapan untuk Marsha.
"Pagi, Marsha," sapa Abraham sembari mengetuk pintu kamar Marsha di kamar 708.
"Hmm, siapa?" tanya Marsha.
"Ini aku … Bram," jawab Abraham dengan begitu yakin.
Perlahan Marsha pun berjalan dan membukakan pintu bagi pria itu. Hanya membuka sedikit pintu kamarnya.
"Ada apa Bram?" tanya Marsha.
"Sarapan dulu, Sha. Aku tahu mungkin kamu tidak merasa nyaman karena harus sarapan dan dilihat banyak orang. Jadi, aku mengambilkannya ke sini," balas Abraham.
"Tidak perlu repot-repot, Bram," sahut Marsha dengan cepat.
Abraham justru tersenyum dan mengedikkan bahunya, "Tidak repot, Sha. Untukmu, aku tidak pernah repot," balas Abraham dengan penuh percaya diri.
Marsha hanya bisa menghela nafas dan merotasi bola matanya dengan malas. Mau tidak mau Marsha pun menerima sarapan yang diambilkan Abraham itu.
"Aku juga mengambilkanmu dua butir telor rebus, Sha. Aku ingat kalau kamu selalu suka sarapan telor rebus. Makanlah," ucap Abraham kali ini.
Mendapatkan perhatian dari Abraham bahkan pria itu masih ingat dengan semua yang dia suka membuat Marsha tidak enak hati. Menurut Marsha tidak seharusnya Abraham mengingat semua hal tentangnya. Sebab, semuanya adalah masa lalu. Tidak perlu untuk selalu diingat-ingat.
"Makasih ... hanya saja semua itu masa lalu, Bram. Biarkanlah masa lalu tetap berada di belakang kita. Tidak perlu diingat-ingat lagi," balas Marsha kali ini.
Abraham justru tersenyum dan menatap wajah Marsha, "Mungkin bagimu ... semua adalah masa lalu, tetapi tidak bagiku. Bagiku kamu adalah Marsha. Di masa lalu mau pun di masa kini, bahkan di masa yang akan datang kamu tetap seorang Marsha," balas Abraham.
"Stop, Bram! Jangan seperti ini. Semua yang terjadi di antara kita telah berakhir. Semua rasa itu sudah tertinggal jauh di belakangku. Tidak ada lagi yang tersisa," balas Marsha kali ini.
"Namun, tidak denganmu, Marsha. Semua tentangmu masih berputar di kepalaku. Semua tentangmu akan tersimpan indah di hatiku. Ingat Marsha, hanya sepihak saja yang menganggap hubungan kita telah usai, dan itu adalah kamu. Ini terimalah dan sarapanlah. Jika akan kembali ke Jakarta, hati-hati Marsha. Kamu bisa menghubungi aku kapanpun kamu mau. Bye Marsha," ucap Abraham dan pria itu berlalu begitu saja dari hadapan Marsha.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 319 Episodes
Comments
Adelia Rahma
gara gara ortumu Bram yang gak setuju dengan hubungan kalian sehingga membuat Marsha mundur..
2022-08-02
1
Virushe Aira
Cinta Lama Belum Kelar
2022-08-02
2
Nany Setyarsi
sebenarnya kasihan Abraham,ada pria yg sweet bgt perhatian ,ditinggalin malah dapat suami yg sibuk dan kurang care.
galau ya Marsha,jadi makin sakit diperlakukan baik SM Abraham
2022-08-01
3