Sessi pemotretan hari ini telah berakhir. Marsha akan bersiap untuk kembali ke Jakarta. Wanita itu sudah mengemas barang-barangnya dan tinggal memasukkan koper miliknya ke dalam bagasi mobilnya. Akan tetapi, saat dirinya hendak memasuki mobil. Tampak Abraham yang sedang berkutat dengan mobilnya kali ini. Terlihat cap depan mobil yang terbuka, mungkin saja ada masalah dengan mesin mobil Abraham saat ini.
“Mobil kamu kenapa?” tanya Marsha sedikit mendekat ke arah Abraham.
“Biasa … ada masalah di mesinnya,” balas Abraham dengan terlihat santai.
“Mau aku bantu? Aku bisa panggilkan bengkel langganan aku di Bogor,” ucap Marsha kali ini.
Setidaknya, Marsha memang memiliki bengkel dan montir yang terbiasa dia pakai saat berada di Bogor. Terlebih Abraham bukan orang asing baginya, untuk itu Marsha pun menawarkan bantuan kepada Abraham.
Pria itu pun menganggukkan kepalanya, “Oke deh … baiklah. Asal kamu enggak repot,” balas Abraham.
Marsha lantas mengambil handphone dari saku celananya dan mulai menelpon bengkel langganannya. Pihak bengkel pun menyanggupi untuk mengambil mobil milik Abraham.
“Udah beres. Sepuluh menit lagi mereka tiba kok,” ucap Marsha usai menelpon.
Abraham pun menganggukkan kepalanya, dan sedikit melirik ke arah Marsha. Pria itu tidak menyangka bahwa Marsha tetap adalah wanita yang baik dan perhatian. Sayangnya, kini wanita cantik itu bukan lagi miliknya. Ya, Melvin Andrianlah yang sekarang menjadi pemilik wanita cantik itu.
Selang sepuluh menit berlalu, rupanya pihak bengkel sungguh-sungguh datang dan membawa mobil derek. Melihat kerusakan di mobil milik Abraham, pihak bengkel mengatakan bahwa mobil milik Abraham harus diderek dan kurang lebih besok siang baru bisa selesai. Abraham mengangguki saja, dan menyerahkan semuanya kepada pihak bengkel langganan Marsha itu.
“Sekarang kamu gimana Bram?” tanya Marsha yang rupanya sejak tadi wanita masih belum beranjak dari Villa itu.
“Aku cari hotel di sekitar sini saja, Sha … biar besok siang bisa ambil mobilnya sekalian,” balas Abraham.
“Mau nebeng?” tawar Marsha kali ini kepada Abraham.
Terlihat Abraham yang diam, seolah tengah memikirkan sesuatu. Melihat diamnya Abraham, Marsha lantas kembali membuka mulutnya.
“Eits … tetapi jangan GeeR yah. Aku nolongin kamu murni untuk membantu saja kok,” lanjut Marsha kini.
Abraham nyatanya justru tersenyum dan menatap Marsha yang berdiri hanya beberapa meter di depannya.
“Kamu memang baik, Sha,” balas Abraham dengan menyunggingkan senyuman di wajahnya.
“Jadi gimana nebeng enggak?” tanya Marsha lagi.
Abraham akhirnya mengangguk, dan masuk ke dalam mobil milik Marsha.
“Biar aku saja yang pegang mobil kamu. Lagian gak enak masak cowok duduk manis, sementara ceweknya malahan ngemudiin,” balas Abraham.
Marsha menganggukkan kepalanya, wanita itu lantas melemparkan kunci mobilnya kepada Abraham.
“Nih … sesuai permintaanmu,” balas Marsha.
Dengan sigap, Abraham menerima kunci mobil dari Marsha itu, dan segera menaruh tas yang berisi kameranya di tempat duduk belakang. Sementara dia, segera duduk di balik stir kemudi. Mengemudikan mobil mewah milik Marsha dan mencari hotel yang terdekat supaya besok dirinya segera mengambil mobilnya di bengkel.
“Mobilnya mewah banget yah … istri aktor papan atas memang beda,” ucap Abraham sembari mengemudikan mobil itu.
Marsha hanya diam dan tidak menanggapi ucapan Abraham sama sekali.
“Kenapa diem, Sha?” tanya Abraham lagi kali ini.
“Enggak apa-apa. Mending kamu nyetir saja,” balas Marsha yang lebih meminta supaya Abraham fokus mengemudikan mobilnya.
“Marsha, aku boleh tanya sesuatu enggak sama kamu?” tanya Abraham dengan tiba-tiba.
“Hmm, apa?” sahut Marsha dengan cepat.
“Apa sebenarnya yang membuat kamu putusin aku, Sha? Aku merasa selama menjadi pacarmu, aku bersikap baik, aku tidak pernah bermain hati, aku juga setia sama kamu. Lalu, kenapa kamu meninggalkan kota Semarang dan pergi ke Jakarta?” Abraham tampak mencecar Marsha dengan berbagai pertanyaan.
Marsha pun mengutas senyuman getir di wajahnya. “Itu semua hanya masa lalu, Bram … tidak perlu kita bahas lagi. Yang pasti aku dan kamu sudah selesai,” balas Marsha kini.
Apa pun yang telah terjadi di masa lalu, tidak perlu dibahas dan diceritakan lagi. Masa lalunya bersama Abraham dulu biarlah menjadi masa lalu, tersimpan rapat di dalam kotak penyimpanan dan tidak perlu untuk diungkit-ungkita lagi.
Perlahan Abraham menepikan mobilnya di bahu jalan, pria itu menatap sejenak ke arah Marsha.
“Aku butuh jawaban kamu, Sha? Seolah-olah aku yang kamu tinggalkan,” ucap Abraham kali ini.
Memang pada kenyataannya, dahulu Marsha lah yang meninggalkan Abraham. Cinta tanpa restu akan sangat sukar untuk dijalani. Apalagi dulu dirinya masih kuliah, belum terlalu dewasa dan tidak berani mengambil risiko.
“Maafkan aku,” balas Marsha kali ini.
“Meminta maaf itu mudah, Sha … tetapi kamu enggak tahu bagaimana kesakitannya aku saat kamu pergi gitu saja dariku. Aku pergi meninggalkan luka yang di dalam di hatiku,” sahut Abraham kali ini.
Semua perkataan Abraham menyadarkan Marsha bahwa di masa lalu, dirinya memang bersalah. Terlepas dari apa pun keputusannya dulu, tetap Marsha yang bersalah.
Marsha menghela nafas panjang sepenuh dada, dan melirik sekilas ke arah Abraham, “Bram, lanjut saja … ini sudah malam juga. Aku juga harus pulang lagi ke Jakarta,” balas Marsha kini.
“Kamu nyetir semalam ini sampai Jakarta?” tanya Abraham.
“Iya,” sahut Marsha dengan singkat.
“Kenapa enggak memakai sopir. Ini sudah malam, Sha … bagaimana jika terjadi apa-apa sama kamu?” tanya Abraham.
Kembali mendapat perhatian dari Abraham seolah membuka kembali memori lama bahwa dulu saat masih berpacaran dengan Abraham, sosok pria itu adalah pria yang baik. Selalu perhatian dengannya. Bahkan Abraham tak akan ragu untuk menjemput Marsha ke rumahnya dan mengajak wanita berangkat bersama-sama ke kampus.
“Tidak akan terjadi apa-apa, Bram,” sahut Marsha.
“Biar aku antar kamu ke Jakarta saja, Sha,” balas Abraham.
“Eh, gak perlu … bagaimana dengan mobil kamu?” tanya Marsha yang mulai bingung dengan sikap Abraham. Sebagai seorang wanita mendapat perhatian seperti ini memang menyenangkan, tetapi Marsha sadar bahwa dirinya adalah wanita bersuami dan tidak sepantasnya mendapatkan perhatian lagi dari Abraham, mantan pacarnya dulu.
“Mobil bisa besok-besok, Sha … tetapi, buat kamu gak bisa ditunda-tunda lagi,” sahut Abraham.
Abraham pun segera melajukan mobil milik Marsha, menuju ke arah tol tujuan Bogor - Jakarta, pria itu akan mengantarkan Marsha tiba di rumahnya sampai selamat. Sungguh, Abraham tak akan membiarkan Marsha mengemudikan mobil di hari yang telah malam seperti ini seorang diri. Lebih baik Abraham meninggalkan mobilnya saja di Bogor, dia bisa kembali ke Bogor dengan KRL esok pagi untuk mengambil mobilnya lagi. Akan tetapi, jika itu berhubungan dengan Marsha, Abraham tidak bisa membiarkan mantan terindahnya itu begitu saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 319 Episodes
Comments
Adelia Rahma
ada berkahnya kuga di balik mobil Bram rusak
2022-08-02
1
🍁❣️ᴹᴵᴹᴵ a ʙᴊɴ💋🅚🅙🅢 👻ᴸᴷ🔱
Ini namanya berkah dibalik musibah disaat suami tak bisa memberi perhatian pada istri disitulah mantan dengan segala kenangan indah hadir kembali seolah membangkitkan gairah yg mulai padam berkobar lagi😂😂
2022-08-02
0
LANY SUSANA
pasti CLBK ni marsha dan abraham 😂😂
apalg marsha lg kesepian kr suami sibuk srndiri dan abrham lbh care ke marsha😍😍
2022-07-31
1