Jika biasanya Melvin pulang syuting hingga menjelang dini hari. Malam ini, jam 21.00 Melvin sudah pulang ke rumah. Pria itu mengatakan bahwa dirinya mendapatkan take adegan lebih cepat sehingga bisa pulang lebih cepat untuk menemui kedua orang tuanya.
“Mama, Papa,” sapa Melvin begitu masuk ke rumahnya.
Di ruang tamu masih ada Mama dan Papanya yang menyaksikan siaran televisi. Ada pula dengan Marsha yang duduk bersama dengan kedua orang tuanya.
“Eh, anaknya Mama sudah pulang. Gimana Melvin? Capek?” tanya Mama Saraswati.
“Biasa Ma … namanya kerja ya pasti capek,” sahut Melvin.
Melihat kedatangan Melvin, Marsha lantas berdiri dan mengambilkan minum untuk suaminya itu. Kali ini, Marsha tidak menyuruh suaminya untuk mandi. Daripada Marsha menyuruh-nyuruh Melvin dan membuat suaminya itu uring-uringan. Marsha lebih baik berdiri dan mengambilkan minum untuk Melvin.
“Minumnya Ayang,” ucap Marsha menyajikan sebuah minuman kepada Melvin.
“Thanks Yang,” sahut Melvin.
Rupanya kegiatan Marsha yang mengambilkan minuman untuk Melvin tak luput dari perhatian Mama Saraswati. Wanita paruh baya itu tidak perlu lama segera berkomentar.
“Suami datang itu … disuruh mandi dulu. Debu dari luar bisa membawa kuman dan virus masuk ke dalam rumah. Setelah suami segar, baru dibuatkan minum,” sahut Mama Saraswati.
Ucapan Mama Saraswati bagai menampar Marsha sekarang ini. Bukannya dia tidak ingin meminta Melvin untuk mandi dan bersih-bersih badan terlebih dahulu. Dirinya sempat meminta Melvin untuk mandi dan bersih-bersih yang berakhir dengan adu mulut keduanya. Untuk itu, Marsha tidak ingin melakukan hal yang sama. Pikirnya Melvin sudah dewasa, sudah pasti tahu mana kebiasaan yang baik dan yang tidak.
Melvin pun melirik sekilas ke arah Mama Saraswati. Pria itu lantas merangkul bahu Mamanya, “Tidak apa-apa, Ma … Marsha kan perhatian sama Melvin. Suami datang diberi minum terlebih dahulu,” balasnya.
Akan tetapi, Mama Saraswati justru melirik ke arah Marsha, “Tuh … untung anak Mama baik. Bisa memahami dan mengerti kamu. Diingat-ingat Marsha, begitu suami pulang itu disuruh mandi dan bersih-bersih terlebih dahulu,” balas Mama Saraswati.
“Iya Ma,” sahut Marsha dengan menundukkan wajahnya.
Melvin lantas melihat ke arah Marsha, “Ya sudah … aku mandi dulu ya Ayang,” pamit Melvin kemudian.
Sebenarnya bukan maksud Melvin yang ingin membuat Marsha dimarahi Mamanya sekarang. Hanya saja semuanya terlanjur terjadi. Di dalam kamar mandi, Melvin mengguyur badannya dan melakukan keramas. Berharap air dingin dari shower bisa membuang keringatnya dan menyegarkan kembali badan dan otaknya sekarang ini. Setelah itu, Melvin kembali turun ke ruang keluarga.
“Mama dan Papa berapa lama di Jakarta?” tanya Melvin.
“Tiga hari saja … ini kami sengaja datang juga karena Mama dan Papa kangen sama kamu,” balas Mama Saraswati.
“Oh … hari ini Melvin bisa pulang syuting lebih awal. Akan tetapi, tidak tahu dengan esok hari Ma … soalnya Melvin harus stripping. Gila-gilaan banget kerjanya,” sahut Melvin dengan menatap wajah Mamanya.
“Iya … gak apa-apa. Mama tahu kalau putra Mama ini sibuk. Jam terbangnya tinggi. Hanya saja jangan lupa jaga kesehatan. Vin,” sahut Mama Saraswati lagi.
“Kalian tidak ingin memiliki buah hati?” tanya Papa Wisesa kali ini kepada Melvin.
Terlihat Melvin yang melirik sekilas kepada Marsha yang ada di depannya. Pria itu lantas mencoba menjawab pertanyaan dari Papanya itu.
“Maaf Pa … bukannya Melvin tidak memikirkan perihal buah hati. Hanya saja jadwal Melvin sangat padat. Melvin harus syuting kejar tayang. Rating untuk sinetron Melvin juga baru bagus, jadi Melvin ingin fokus ke karier terlebih dahulu,” jawab Melvin kali ini.
Kali ini Marsha memilih diam dan membiarkan suaminya itu untuk memberikan jawaban kepada orang tuanya sendiri. Marsha seolah tak ingin ikut campur. Sebab, siang tadi Marsha sudah menjawab dari sudut pandangnya.
“Cuma sudah waktunya dipikirkan. Keenakan berdua nanti justru tidak memikirkan masa depan dan tentang keturunan,” sahut Mama Saraswati.
Seakan tak ingin beradu mulut dengan Mamanya, Melvin lantas ke arah Mamanya. “Melvin dan Marsha akan memikirkannya. Sekarang Mama dan Papa istirahat dulu saja, Sudah malam, lagipula sejak tadi Mama dan Papa belum istirahat kan,” ucap Melvin.
Sampai pada akhirnya Mama Saraswati dan Papa Wisesa tampak memasuki kamar yang ada di lantai satu. Beristirahat semalam di sana. Sementara Melvin dan Marsha berjalan berdampingan dan masuk ke dalam kamar mereka di lantai dua.
“Kamu tidak apa-apa kan?” tanya Melvin begitu mereka sudah memasuki kamar.
“Tidak,” sahut Marsha dengan singkat.
Melvin lantas melirik sekilas ke arah Marsha, “Maafkan Mama yah … itu semua karena Mama sayang sama kamu,” balas Melvin.
Marsha hanya diam dan seakan enggan untuk menjawab perkataan Melvin sekarang ini. Lagipula, Marsha sepenuhnya bisa membedakan mana ungkapan kasih sayang dan ungkapan yang julid. Walaupun demikian, Marsha sama sekali tidak memberikan komentar kepada Melvin.
“Sorry yah,” balas Melvin lagi.
Terlihat Marsha yang hanya menganggukkan kepalanya. Jujur saja, dirinya terluka saat Mama Saraswati dengan terang-terangan mengatakan bahwa dirinya justru tidak menyuruh Melvin untuk bersih-bersih terlebih dahulu dan justru membikinkan minuman.
“Lain kali … bersihkan dirimu. Lagipula, aku sudah beberapa kali mengatakan kepadamu bukan? Namun, di lain hari justru kamu yang marah-marah kepadaku,” balas Marsha kali ini.
Terlihat Melvin menghela nafas dan duduk di samping Marsha sekarang. Pria itu menggerakkan tangannya dan hendak menggenggam tangan Marsha.
“Maaf yah .., itu karena aku begitu kecapekan. Aku baru saja pulang dari syuting. Pikiranku begitu berat saat itu. Maaf yah,” ucap Melvin kali ini.
Walaupun sudah berlalu hari dan baru hari ini Melvin meminta maaf secara langsung kepada Marsha. Pria itu berdalih bahwa begitu kecapekan syuting yang membuat Melvin justru adu mulut dengan Marsha beberapa hari yang lalu.
Sampai pada akhirnya, Marsha pun menganggukkan kepalanya, “Iya … tidak apa-apa. Aku sudah terbiasa menghadapimu,” balas Marsha.
Wanita itu tersenyum getir. Memang bukan kali pertama dirinya menghadapi sikap Melvin yang seperti ini. Dua tahun bersama dengan Melvin, Marsha harus menerima realita bahwa kehidupan pernikahan tidak seindah saat pecaran dulu. Jika dulu pacaran semua terasa indah, di dalam hidup rumah tangga justru semua berubah. Yang dulu indah, begitu memasuki kehidupan setelah pernikahan tidak semuanya indah.
“Sorry ya Ayang,” balas Melvin kali ini.
Pria itu lantas melirik ke arah Marsha, “Aku nyebelin yah?” tanya Melvin kemudian.
“Tahu, pikir saja sendiri,” sahut Marsha.
Melvin lantas tersenyum dan menarik dagu istrinya itu, “Jangan marah kayak gitu … kita me time yuk. Mumpung suamimu ini pulang. Mau tidak?” tanya Melvin kali ini.
Marsha hanya diam dan enggan menanggapi ucapan suaminya itu. Hatinya belum sepenuhnya baik-baik saja, tetapi agaknya Melvin tidak berusaha untuk menenangkan hatinya yang mendidih dengan kejadian yang terjadi sepanjang hari ini. Yang Marsha inginkan suaminya itu bisa menenangkan hatinya. Mendengarkan keluh kesahnya, dan juga mendengarkan ceritanya. Akan tetapi, yang Marsha dapatkan justru hal yang sebaliknya. Suaminya datang dan juga tidak melakukan apa pun untuk menenangkan dirinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 319 Episodes
Comments
LANY SUSANA
kasihan Marsha 😭😭
melvin egois hbs pake di tinggal tidur😡😡
2022-08-02
1
Adelia Rahma
mamamu vin ternyata pedas juga omongan nya..gak mikirin perasaan istri mu asal nyeblak aja
2022-08-02
1
Nany Setyarsi
kalo hubungan suami istri dlm rumah tangga sudah. gambar dan tidak sehat,wajib intrsospeksi diri dan lbh qualiity time. biar tahu apa aja yg bikin semua hambar ,jadi bisa diperbaiki . kalo dibiarkan bisa putus tali kasih nya
2022-08-02
2