Bu Sarah dan yang lainnya kaget bercampur heran dengan perilaku papanya Camelia.
"Pa, sadarlah... Putri kita tak ada disini" ujar Bu Sarah sedih melihat keadaan suaminya itu.
"Maafkan aku Ma, aku pikir melihatnya tadi" ujar pak Jamal, papa Camelia. Beliau menangis mengenang mendiang putrinya itu.
Melihat keadaan orang tuanya itu Camelia merasa sedih dan menyesal telah pergi secepat itu, dia makin mendendam dengan roh jahat si kabut hitam.
"Pa, perkenalkan mereka... Ibu dan Adik ini telah menjaga Gerald selama ini. Lihat ada Gerald juga" kata bu Sarah.
Gerald langsung melompat ketempat tidur tempat pak Jamal berbaring, dia meringkuk di samping pak Jamal beliau nampak begitu senang.
"Terima kasih sudah menjaga dan merawat Gerald" ujar pak Jamal.
"Maaf siapa nama kalian?" tanya pak Jamal. Ibu Sarah langsung tersadar dari tadi mereka belum berkenalan.
"Astaghfirullah al'azimm, maafkan saya... Saya terlalu larut dengan kesedihan sampai lupa berkenalan" sahut bu Sarah merasa tak enak sama bi Marni dan Angga.
"Ga apa Bu, kami mengerti dengan keadaan Ibu dan Bapak. Perkenalkan saya Sumarni dan biasa dipanggil Bi Marni, dan ini anak majikan saya... Angga namanya" kata bi Marni sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan kepada bu Sarah dan pak Jamal diikuti Angga juga.
"Iya, saya Sarah dan ini suami saya namanya Jamal" ujar bu Sarah seraya mengenalkan suaminya juga disambut anggukan pak Jamal.
"Bapak sakit apa, dan sudah berapa lama dirawat?" tanya Angga, dia merasa kasihan dengan sepasang suami istri itu.
"Bapak sakit jantung, tadinya sudah mulai membaik dan sekarang kambuh lagi karena syok Bapak tak bisa menahan kesedihannya," kata bu Sarah sedih.
"Beliau akan di operasi, tapi ditunda dulu. Kami tak sanggup membayar biayanya yang cukup besar" jawab bu Sarah sambil menangis, dia sedih melihat kondisi suaminya itu.
Mendengar itu terenyuh hati Angga dan bi Marni, sementara itu Camelia yang berada di sana terus menangisi keadaan orang tuanya.
"Kalau begitu jalankan saja operasinya, dan lakukan perawatan sebaik mungkin sampai Bapak sembuh Bu" kata Angga sambil tersenyum.
"Untuk biayanya tak usah dipikirkan, saya akan membantu sebaik mungkin" sambung Angga meyakinkannya.
Bi Marni tersenyum bangga dengan kebaikannya, dia tahu Angga memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi.
"Tapi Nak, bagaimana caranya kami membalas mu? Kami tak ada uang ataupun harta berharga lainnya untuk diberikan kepadamu" jawab bu Sarah heran bercampur haru.
"Ibu ga usah khawatir, aku ikhlas melakukannya. Selama ada Gerald, itu sudah cukup membantu sebagai gantinya" kata Angga.
Dia tahu bu Sarah dan suaminya takkan mau menerima bantuan tanpa cuma-cuma.
Mendengarkan itu bu Sarah dan suaminya sangat berterima kasih sambil berpelukan menangis terharu.
Disisi lain Gerald juga tak menyangka, ternyata orang yang dia tumpangi selama ini sangat baik hatinya.
"Aku berjanji gerald, akan setia kepada keluarga itu. Aku sudah memutuskan akan menjaga mereka selamanya" ujar Camelia dengan yakinnya.
"Aku tak menginginkan apapun di dunia ini, dengan membantu orang tuaku sudah cukup bagiku untuk selalu bersama mereka. Tentunya juga harus membalaskan dendam ku dulu," katanya lagi.
"Tadinya Bapak bekerja apa Bu?" tanya Angga kepada bu Sarah.
"Suamiku dulu supir taksi dan aku asisten rumah tangga ..." jawab bu Sarah dengan lirih.
"Baiklah kalo begitu, nanti kalo Bapak sudah sembuh bagaimana kalau Bapak sama Ibu bekerja dengan saya?" pinta Angga disambut dengan anggukan bi Marni tanda setuju.
"Kerja? Kerja apa, Nak? Kami tak punya keahlian apapun selain pekerjaan kami itu" tanya bu Sarah bingung.
"Bapak jadi supir pribadi saya dan Ibu bekerja di rumah saja bersama Bi Marni, bagaimana?" pinta Angga dengan tulus.
Mendengar hal itu orang tua Camelia sangat bersyukur, tangis bahagia pun pecah, mereka tak menyangka dibalik ada musibah pasti ada kemudahan lainnya.
Mendengar hal itu, Camelia makin memantapkan janji setianya kepada keluarga Maura sebagai balas budi.
......................
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 294 Episodes
Comments
Bintang kejora
Syukurlah hati Angga bgtu baik & tulus setidaknya itu menunjukan bgmna kebaikan anggota keluarganya yg lain.
Camelia bs sdkt lbh tenang, tak perlu lg merisaukan kedua ortunya & jgn Gerald.
2022-08-09
3
Azka Ibrahim
semoga camelia tetap setia sesuai dengan janjinya...
2022-08-09
4
Dian Sandarangin Mekarsakti
mantap,seru...
2022-08-09
3