Maurice kaget membaca pesan itu dan dia bingung kenapa juga kotak itu ada bersama Maura, jika itu memang diberikan untuknya.
Yang membuatnya heran ekspresi Maura terlihat biasa saja, tak ada tanda marah cemburu atau lainnya.
"Maura ini apa, dan kenapa ada padamu?" tanya Maurice bingung.
"Aku tak sengaja menemukannya, dan maaf aku sudah membukanya lebih dulu." Jawab Maura sambil tersenyum sedikit dipaksakan.
"Maurice, apa kamu menyukai Kevin juga?" tanya Maura, dia menatap wajah sahabatnya itu dengan tatapan sendu.
"Kamu jangan ngaco May! Mana mungkin aku menyukai gebetan sahabatku sendiri" jawab Maurice sambil mengalihkan pandangannya, dia tak sanggup melihat kesedihan di wajah Maura.
"Aku ga apa kok, kalo emang kalian saling menyukai aku ikhlas" kata Maura matanya mulai berkaca kaca.
"Aku egois banget yah, aku ga pengertian sama sekali. Mencoba menutup mata dan telinga pura-pura tak tau apa yang terjadi" Maura mulai menitikkan air matanya.
"May, kamu salah faham. Aku ga punya perasaan kepada Kevin" kata Maurice meyakinkannya.
"Iya, tapi Kevin begitu menyukaimu. Aku yakin kamu tahu itu, aku aja yang ga peka tau dengan perasaannya padamu," jawab Maura sambil tersenyum, ia ingin Maurice tahu kalau dia baik-baik saja.
"Seperti kamu tahu, dia menganggap ku sebagai adiknya. Yah... Ga apa, toh juga kita bakal jadi saudaraan juga kan?" kata Maura sambil mengedipkan matanya kepada Maurice.
"Terus, Kevin tahu kalo barangnya ada padamu?" tanya Maurice, dia tersenyum setelah yakin sahabatnya itu baik-baik saja.
"Ga kayaknya deh, biarin aja. Kamu pake terus kasih unjuk padanya... Dia pasti kaget, hehe!" Maura terlihat ceria seolah-olah tak terjadi apapun padanya, dan melupakan perasaannya kepada Kevin,dia berusaha untuk mencoba melupakannya.
Maurice tersenyum malu, lalu dia melihat kucing Anggora putih yang sedari tadi dipangku Maura.
"Ini kucing siapa May? Cantik sekali" kata Maurice kagum.
"Ga tau, tiba-tiba aja dia nongol di kamarku" kata Maura.
"Besok papa ingin aku mencari pemiliknya, ahh, sayang sekali padahal aku udah mulai menyukainya" ujar Maura bersungut-sungut.
Seketika Maurice ingat dengan Puppy anjing pudel nya yang lucu, dia jadi kangen padanya.
Malam makin larut, semua orang sudah tertidur.
Kucing putih itu pergi keluar melalui jendela kamar Maura yang tidak tertutup rapat.
Di lobby bawah, ditempat parkir mobil terlihat sosok makhluk wanita menangis tersedu-sedu sendirian, dia meratapi kematiannya.
Dia merasa tidak adil baginya, seharusnya dia sekarang berada di samping kekasihnya, menguatkannya tapi malah berakhir tragis.
"Kenapa kamu masih disini, meratapi nasibmu sekarang tidak ada gunanya, pergilah... Temui kekasihmu itu" terdengar suara dibalik tiang penyangga di samping mobil makhluk wanita itu menangis.
"Aku tidak menangisi nasibku, seperti katamu sudah tak ada guna karena telah terjadi, tapi aku kesal karena tak dapat membalaskan dendam ku kepada setan sialan itu" katanya menjawab.
"Kau tak ada tandingannya dengannya, makhluk jahat itu sudah banyak memakan korban. kekuatannya tak sebanding denganmu" jawab suara dibalik tiang itu.
"Tapi aku bisa membantumu untuk membalaskan dendam mu," sambungnya.
"Membantuku? Dengan cara apa, bagaimana?" cecar makhluk wanita itu.
"Apa aku harus mengikutinya dengan mencari mangsa juga? Apa aku harus menjual jiwaku kepadamu?," katanya lagi
"Aku bukan dia, melakukan hal dilarang untuk mendapatkan kekuatan energi gaib demi keuntungan dan kepuasan sendiri" kata suara itu.
"Aku memberimu petunjuk, kau tahu kan rumah apartemen yang didatangi mahkluk hitam itu? Datangi rumah itu, nanti kau akan mendapatkan jawabannya," sambungnya lagi.
Setelah itu sosok pemilik suara tersebut keluar dari belakang tiangnya, sosok berbulu putih memakai kalung lonceng berbentuk hati.
Sosok itu memandangi mahkluk wanita itu dengan pandangan sedih.
......................
bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 294 Episodes
Comments
Siti Arbainah
itu si kucing kah yg ngomong kali aja kan kucing jdi"n
2022-12-22
1
Dian Sandarangin Mekarsakti
Semangat kk.. kok sedih ya bacanya, persahabatan yang luar biasa kuatnya..
2022-08-06
1
Amri AlaSha
makin asyik aja ni ceritanya👍💪💪
2022-08-02
2