Selama perjalanan pulang ke apartemennya, Maura masih melamun saja.
Maura duduk didalam mobil Kevin bersama Maurice, posisi duduk Maura ada dibelakang sedangkan Maurice duduk didepan bersama Kevin.
Biasanya Maura selalu duduk didepan bersama Kevin, berbeda dengan hari ini dia ingin duduk sendirian dibelakang sambil memikirkan sesuatu.
Kevin melihat Maura agak berbeda hari ini dibanding seperti biasanya, agak aneh menurutnya.
Bertahun-tahun mereka bersama, baru hari ini dia melihat Maura berbeda.
"Apa selama ini aku keterlaluan yah? Aku selalu cuek padanya" gumam Kevin.
"Mungkin dia marah padaku karena tak pernah merespon perasaannya, tapi aku sudah berulang kali mengatakan kalau dia sudah ku anggap adikku sendiri." Pikir Kevin lagi.
Kevin melirik Maurice yang duduk diam saja dari tadi sambil melihat layar telpon.
"Ada apa? Mau aku anterin langsung pulang ke rumah?" tanya Kevin.
"Ga usah Vin, aku bisa pulang sendiri. Sehabis kita anterin Maura pulang, aku minta tolong anterin aku sampai di halte busway aja, oke?" sahut Maurice sambil tersenyum.
Senyum Maurice menghangatkan hati Kevin, senyum gadis ini manis sekali.
Maurice tidak hanya cantik, dia juga baik hati. Kebaikan hatinya ini merupakan salah satu ketertarikan hati Kevin kepadanya.
Sebenarnya, Maurice tahu Kevin menyukainya, tapi dia pura-pura tidak tahu karena ingin menjaga perasaan sahabatnya.
Maurice tahu tentang perasaan Kevin ketika dia tidak sengaja mendengar percakapan Kevin dan Mark, Mark salah satu sahabat Kevin dan teman sekelas juga.
"Vin, sampai kapan kamu menyimpan perasaan ke Maurice? Kamu mau ini berlanjut sampai kapan? Sampai Maurice diambil orang?" cecar Mark.
"Entahlah, yang jelas aku tidak akan membiarkan orang lain mendekatinya" sahut Kevin.
"Egois kamu Vin, haha! Gimana Maura? Mau ditempeli terus sama dia?" ujar Mark lagi.
"Udah berapa kali aku bilang, Maura itu udah ku anggap adikku sediri. Perhatianku selama ini tidak lebih dari itu!" tegas jawab Kevin.
Maurice sedari tadi diam saja mendengarkan percakapan mereka, hanya termenung memikirkan ucapan Kevin.
Saat itu Maurice berada di toilet anak perempuan, sedangkan mereka mengobrol didepan toilet anak laki laki.
Sedangkan toilet anak laki-laki dan perempuan berdekatan, butuh waktu cukup lama bagi Maurice untuk keluar sampai mereka pergi dari sana.
Saat ini, setibanya di apartemen Maura, mereka mengantar Maura pulang sampai depan pintu.
Tok..tok..tok..
Maura mengetuk pintu rumahnya.
Seorang lelaki paruh baya membuka pintu.
"Papa?" ujar Maura heran melihat papanya.
Biasanya beliau selalu lembur larut malam, tapi sore ini beliau sudah pulang.
"Maura, kenapa kamu mengetuk pintu? Kamu sudah lupa sandi pintu?" tanya papa Maura bingung melihat anak perempuannya ini.
"Papa pikir ada tamu, ternyata kamu. Eh, ada Kevin sama Maurice juga, sini masuk dulu." Ucap papa Maura baru menyadari ada sahabat anaknya juga di sana.
"Ga Om, terima kasih. Ini udah ke sorean, takut telat pulangnya. Om tau sendiri kan mama kayak gimana" sahut Kevin.
Papa Maura langsung tertawa mendengar jawaban Kevin, dia mengerti kenapa kevin begitu karena dia tau betul watak mama Kevin.
Mama Ella sangat tegas dan disiplin mendidik anaknya.
" Biarin aja Pa, Kevin juga harus nganterin Maurice pulang. Dia sendirian di rumah, mama dan papanya lagi diluar kota.
Ga enak kalo pulang terlalu malam " ujar Maura.
Kali ini bukan hanya Kevin dibuat bingung dengan perubahan sikap Maura, papanya pun juga begitu.
Biasanya Maura selalu manja dan memaksakan kehendaknya, apalagi kalau menyangkut soal Kevin dan Maurice dua sahabatnya yang paling dia sayang.
Dia pasti minta mereka tinggal dulu, bahkan meminta Maurice menginap beberapa kali kerumahnya.
Tapi hari ini berbeda sekali, seperti bukan Maura yang mereka kenal.
"Loh katanya mama dan papanya Maurice lagi diluar kota, kenapa ga nginep disini aja dulu sampai mereka pulang?" tanya papa Maura.
"Ga apa Om, saya harus pulang juga, ga ada yang jagain Puppy soalnya,
kasian dia sendiri di rumah" s Loahut Maurice.
Puppy merupakan anjing pudel peliharaan Maurice di rumah.
"Ya udah kalo gitu, hati-hati dijalan yah, jangan ngebut di jalanan.
Tadi Om dengar ada kecelakaan didepan sekolah kalian" ujar papa Maura, terlihat ada raut wajah khawatir di sana.
"Baik Om, May ... Aku pulang yah" pamit Kevin pada Maura.
"Titip Maurice ya Vin, jangan turunin di jalanan. Kalo dia minta diturunin juga ga usah didengerin deh," senyum Maura terlihat mengembang, nampak ketulusan di sana.
Maurice dari tadi melihat hanya terdiam saja, dia tidak bisa berkata apa lagi.
Dia hanya mengangguk dan berpamitan lalu pulang bersama Kevin.
Maura memandangi mereka pulang bersama dengan tatapan kesedihan, sampai mereka hilang di persimpangan lorong menuju pintu lift.
Pada saat itu, papa Maura sedang memperhatikan sesuatu diujung lorong berlawanan dari arah Kevin dan Maurice pulang tadi.
Ada sosok makhluk memperhatikan mereka sedari tadi.
Maura tidak menyadarinya, tiba-tiba.
"Maura masuk!" teriak papa Maura.
"Ada apa Pa?" tanya Maura bingung dengan sikap papanya itu.
"Cepat masuk, jangan banyak!" Beliau langsung menarik tangan Maura dan menutup pintu dengan kencangnya.
Apa yang dilihat pak Irwan tersebut, merupakan makhluk yang sama penyebab kecelakaan tadi.
Mahkluk yang sama juga dilihat Maura sebelumnya? Atau ada makhluk lainnya?
......................
bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 294 Episodes
Comments
Siti H
semangat thor. dah mampir ya... saling support👍👍👍💪
2022-07-27
1
Om Rudi
semangat ya
2022-07-24
2
Bintang kejora
Ttp semangat Thor, lanjuuuuut...
2022-07-24
3