Camelia keluar dari alam mimpi Maura dan kembali ke tubuh Gerald.
"Jangan keluar dari tubuhku, rohmu takkan kuat menahan perisai rumah ini" ujar Gerald pada Camelia.
"Baiklah, aku juga tidak ingin musnah sebelum dendam ku terbalaskan" kata Camelia.
Sementara itu didalam kamar bi Sumarni, beliau duduk menatap tajam kearah pintu kamarnya. Seolah-olah dia sedang menantikan sesuatu yang akan datang.
Dia merasakan ada energi negatif didalam apartemennya ini, padahal sudah ia pasang perisai yang cukup kuat untuk melindunginya.
Bi Marni berjalan keluar dengan tertatih-tatih, dia duduk di kursi ruang tv. Pada saat itu Gerald berjalan keluar kamar menuju kepadanya.
"Sudah kuduga, ada yang aneh pada kucing ini. Tapi kenapa aku tak bisa mendeteksinya?" ucap bi Marni sambil menatap tajam pada Gerald.
Meoongg...
Gerald berprilaku seperti kucing biasanya, dia mulai tahu kalau bi Marni mencurigainya. Dia tidak ingin rencananya untuk membantu Camelia terungkap.
"Sudah, tidak perlu kau berpura-pura. Aku tahu kamu membawa seseorang kedalam rumah ini!" bentak bi Marni pada Gerald.
"Keluarlah, sebelum aku memusnahkan mu bersama kucing ini!" ancam bi Marni pada Camelia yang ada didalam tubuh Gerald.
Gerald maupun Camelia masih terdiam, bi Marni habis kesabarannya. Dia mencengkeram leher Gerald, dan mau membanting Gerald, dan.
"Berhenti, jangan kau sakiti Gerald. Dia tidak bersalah, dia hanya membantuku saja" ucap Camelia ditubuh Gerald.
Mendengar suara Camelia bi Marni tersenyum sinis.
"Rupanya kau harus diancam dulu baru bisa bicara." Kata bi Marni dengan nada sarkasme.
"Kenapa kau membawa makhluk ini ke rumah, hah?! Apa kau ingin mencelakai orang orang disini?!" kata bi Marni kepada Gerald.
"Aku tak ada niatan ingin mencelakai orang, apalagi kepada orang yang baik padaku" ucap Gerald menyakinkan bi Marni, Gerald duduk di atas pangkuan bi Marni sambil menatap memelas.
"Makhluk ini bukan roh jahat, dia dulu adalah pemilik ku. Dia mati ditangan roh jahat, roh yang sedari tadi memaksa untuk masuk rumah ini," ucap Gerald.
"Aku meminta tolong padamu, untuk menjaganya dan membiarkan dia bersama kalian. Aku dan dia akan pergi dari kehidupan kalian setelah dendamnya tuntas" kata Gerald lagi.
"Bagaimana caramu dan dia membalas dendam pada roh jahat itu, sedangkan dia nampak lemah dan kau hanya seekor kucing?" kata bi Marni meremehkannya.
"Maka dari itu aku datang membawanya kepadamu, aku tau kau memiliki sesuatu yang tak semua manusia mempunyai nya" ucap Gerald meyakinkannya.
"Bukankah kau juga memiliki sesuatu yang cukup kuat, aku yakin benda yang melingkar di lehermu itu bukan benda biasa," ucap bi Marni seraya menatap kalung di leher Gerald.
Kalung kucing biasanya dihiasi lonceng untuk menandakan keberadaannya, tapi tidak punya Gerald.
Kalungnya itu berhiaskan batu giok warna merah berbentuk hati, sangat kontras dengan bulu putihnya yang bersih.
"Kamu tahu tentang kalung itu bukan?" tanya bi Marni pada Gerald.
"Kalung ini pemberian dari pemilik ku terdahulu, dia adalah neneknya Camelia. Sebelum aku ikut dengan Camelia, aku cukup lama bersamanya" kata Gerald.
"Camelia? Siapa itu Camelia?" tanya bi Marni tak mengerti.
"Dia makhluk yang bersamaku saat ini," jawab Gerald.
"Memangnya siapa nenek Camelia ini? Kenapa dia memiliki benda seperti itu?" tanya bi Marni lagi, dia penasaran dengan kalung dan cerita Camelia dan neneknya.
"Nenek Camelia kolektor barang antik, dia membelikan aku kalung ini dari seseorang. Orang itu wajahnya seperti kalian, wajah orang asia.
Tapi aku tak tau nama dan dia berasal darimana. Yang jelas, semenjak aku memakai kalung ini aku merasakan sesuatu yang aneh di tubuhku. Seperti ada kekuatan besar didalamnya," Gerald menjelaskannya pada bi Marni.
"Dan kau tahu bahwa kau dan kalung itu bisa menolongnya?" tanya bi Marni, Gerald mengangguk.
"Tapi aku tak tau bagaimana cara menggunakannya, apa kau mau menolong kami?" pinta Gerald pada bi Marni.
"Apa yang kudapatkan dari membantumu?" tanya bi Marni sambil menatap kalung hati tersebut, dia tahu ada kekuatan besar didalam kalung itu.
Gerald menatap bi Marni dari tadi memperhatikan kalungnya.
"Kau bisa memiliki kalung ini" kata Gerald.
Mendengar ucapan Gerald bi Marni kaget dan mulai tertarik dengan penawaran ini.
"Kau yakin dengan ucapan mu itu? Kalung itu pasti berharga sekali untukmu" ucap bi Marni pada Gerald yang mulai kelihatan sedih.
"Aku tak punya pilihan lain, lagian kedua pemilik ku sudah meninggal dan tak bersamaku lagi" ucap Gerald sedih.
Mendengar penuturan Gerald itu membuat Camelia yang sedari tadi diam mendengarkan menangis sedih karena meninggalkan Gerald sendirian, bi Marni jadi tak tega melihatnya.
"Baiklah, aku akan membantumu melawan roh jahat itu dengan bantuan kalungmu" kata bi Marni terharu melihat kasih sayang mereka.
"Tapi ada syaratnya, kalian harus menjaga dan melindungi Maura dan keluarganya dari makhluk jahat lainnya," kata bi Marni.
"Entah mengapa, aku merasa kalo Maura dan teman-temannya dalam bahaya," ucap bi Marni lagi.
Saat itu Camelia teringat dengan sosok kabut hitam yang tadi berdiri didepan pintu apartemen rumah ini.
......................
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 294 Episodes
Comments
Inru
Kalung ajaib
2022-08-24
1
Inru
Ya, bagaimana caranya membalaskan dendam?
2022-08-24
1
Dian Sandarangin Mekarsakti
Baiklah,teka teki bermunculan...
2022-08-06
2