Camelia beranggapan kalau mereka memiliki musuh yang sama, akan lebih mudah baginya untuk membalaskan dendamnya.
"Sepertinya aku tahu maksudmu dengan roh jahat itu" kata Camelia pada bi Marni.
"Ya aku yakin begitu, karena sore tadi kami semua mendengar suara langit bergemuruh seperti ada badai, tapi aku tahu itu bukan fenomena biasa" kata bi Marni.
"Kau kan dengan cerobohnya melawan roh jahat itu? Kau sadar dengan kekuatanmu itu tidak cukup melawannya?!" tanya bi Marni pada Camelia.
"Ya aku tahu, aku sudah terburu nafsu ingin melawannya tanpa berpikir dahulu" kata Camelia dengan nada menyesal.
Tiba-tiba Maura muncul diruang tamu, tempat bi Marni dan Gerald berada.
"Bi, kenapa ada disini? Seharusnya Bibi istirahat dikamar," kata Maura sambil menguap menahan kantuknya.
"Bibi belum mengantuk," kata bi Marni sambil mengelus-elus bulu putih Gerald.
"Rupanya kau disini Gerald, dari tadi aku mencarimu dikamar" ucap Maura seraya mengambil Gerald dipangkuan bi Marni.
"Sepertinya kucing itu menyukaimu Maura" ujar bi Marni.
"Aku juga menyukainya Bi, entah mengapa aku merasa sudah dekat dengannya sejak lama" sahut Maura dengan tatapannya yang lembut ke Gerald.
"Aku ingin memeliharanya Bi, tolong yakinkan papa yah?" kata Maura sambil membujuk bi Marni.
"Baiklah, aku akan mencoba berbicara pada papamu" kata bi Marni tersenyum melihat tingkah manja Maura.
Sementara itu, terlihat pak Irwan diruang makan memperhatikan mereka sejak tadi, lalu berlalu pergi meninggalkan mereka.
"Ya udah, aku pergi tidur lagi ya Bi sama Gerald" pamit Maura pada bi Marni.
"Baiklah, Bibi juga sudah mulai mengantuk. Selamat malam sayang" ujar bi Marni sambil memeluk Maura.
"Malam Bi," sahut Maura sambil membalas pelukan bi Marni. Mereka berlalu ke kamar masing-masing.
Pagi harinya.
Tercium aroma makanan lezat dari dapur, bi Marni lagi mempersiapkan sarapan untuk keluarga pak Irwan dan tamunya.
Maura dan Maurice keluar kamar mereka dan melihat bi Marni tengah sibuk dengan pekerjaannya.
"Loh Bi, kok udah sibuk aja di dapur? Seharusnya Bibi istirahat aja dikamar, kaki Bibi belum benar-benar sembuh" kata Maura sambil melihat kaki bi Marni masih berbalut perban.
Dan berjalan tertatih sibuk mondar-mandir di dapur dengan pekerjaannya.
"Ga apa kok, lagian Bibi bosan dikamar terus. Pegel badannya tiduran terus," jawab bi Marni sambil tersenyum.
"Baru aja aku sama Maurice mau menyiapkan sarapan di dapur, ternyata Bibi udah sibuk duluan" kata Maura.
"Ternyata kita kalah cepat May," sahut Maurice dari tadi memperhatikan mereka sambil tersenyum.
"Ga apa, lagian Bibi kapok makan masakan papamu, asin!" kata bi Marni sambil berekspresi lucu.
Melihat itu Maura dan Maurice tertawa dengan tingkah bi Marni, Maurice melihat kedekatan Maura dan bi Marni merasa cemburu.
Karena dia tidak pernah merasakan kasih sayang seperti itu dari orang tuanya. Orang tua Maurice Bisnisman, mereka sibuk dengan pekerjaannya.
Dan melimpahkan semua pekerjaan kepada asisten rumah tangga termasuk mengurus anaknya.
Diluar negeri, terutama di negara-negara Eropa dan Amerika, asisten rumah tangga bekerja secara profesional, dan mereka bekerja sesuai jam kerja, diluar jam kerja mereka tidak mau mengerjakan apapun tanpa dibayar.
Dan asisten rumah tangga Maurice juga sangat perfeksionis dia tidak mau bekerja melibatkan emosi.
Dan setelah melihat kedekatan bi Marni dan Maura, hatinya sedih dan cemburu. Kenapa dia tidak mendapatkan kasih sayang seperti itu dari orang orang terdekatnya.
Maura melihat Maurice nampak sedih, dia tau perasaan sahabatnya.
"Hey, kenapa melamun saja? Sini bergabung dengan kami" ucapnya seraya mengulurkan tangan untuk berpelukan, bi Marni tersenyum kepadanya sambil mengangguk tanda setuju.
Mereka tertawa sambil berpelukan, Maurice bahagia berada ditengah-tengah mereka. Sementara itu.
Gerald yang sedari tadi bersama mereka menatap keluar jendela diruang tamu, ada sesosok bayangan hitam yang sedari tadi memperhatikan mereka.
Gerald menatap tajam pada makhluk itu, dia menggeram.
Meongg! Gerrr!
"Diamlah makhluk kecil, aku tak ada urusannya denganmu!" kata bayangan itu pada Gerald.
Bayangan itu tak tahu ada sosok lain yang bersembunyi ditubuh Gerald, Camelia bersembunyi dengan baik.
Makhluk itu menatap bi Marni dan Maura bergantian, seraya berucap.
"Aku tau target selanjutnya harus yang mana dulu, tapi sebelum melakukan aksiku aku harus melakukan pemanasan dulu.
Hihihi!"
Tawa makhluk itu terdengar mengerikan, dia menatap Maurice dengan nafsu membunuhnya.
Ternyata dia ingin mencelakai orang-orang terdekat Maura juga.
"Sial, gadis itu dalam bahaya. Aku harus memperingatkannya," ujar Gerald.
......................
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 294 Episodes
Comments
Azka Ibrahim
Hati hati,ada bahayaa...
2022-08-09
1
Dian Sandarangin Mekarsakti
bagaimana ini,bahaya..!
2022-08-06
1
Amri AlaSha
lanjuut👍
2022-08-05
1