Pak Irwan langsung menutup telpon dari pak Wisnu karena mendengar teriakan putrinya itu, dia bergegas masuk kamar Maura.
Dan melihat Maura memeluk seekor kucing berwarna putih sambil mengelus-elus bulu halusnya, kucing itu sangat cantik sekali. Kucing jenis Anggora.
"Maura, apa yang terjadi? Kenapa kamu berteriak dan itu kucing siapa kenapa ada disini?!" tanya pak Irwan bingung bercampur gugup, dia sepertinya pernah melihat kucing itu tapi entah dimana.
"Aku tadi kaget Pa, tiba-tiba saja ada kucing melompat dari jendela ke kasurku" kata Maura.
"Maaf yah Pa bikin kaget" sambung Maura ada sedikit penyesalan karena bikin papanya khawatir.
"Kenapa kucing itu bisa masuk kesini? Dari jendela katamu?" kata pak Irwan bingung, karena lantai apartemen mereka berada dilantai 8, apa mungkin kucing bisa memanjat gedung setinggi itu? pikir pak Irwan.
"Itu mungkin punya tetangga apartemen sebelah, besok pagi kamu kembalikan Maura" perintah pak Irwan.
"Ga mau Pa, kucingnya cantik dan menggemaskan. Lihat Pa... Kucingnya lucu kan, dia manja-manja terus ke Maura" kata Maura, dia senang melihat kelakuan kucing yang menggeliat-geliat manja padanya.
"Ga boleh gitu, kalo yang punya nyariin gimana? Kamu kalo punya peliharaan kesayangan hilang pasti dicariin, kan? Kasihan mereka pasti merindukannya" jawab pak Irwan dengan sabar dengan kelakuan manja putrinya itu.
"Iya deh, besok kalo ga ada yang mengakui aku pelihara sendiri ya Pa?" pinta Maura dengan manjanya.
"Baiklah.." jawab pak Irwan sambil menghembuskan nafasnya, terpaksa mengalah dengan putrinya itu.
Berselang kemudian terdengar suara pintu luar terbuka, Angga sudah sampai rumah bersama Kevin dan Maurice.
"Mereka sudah nyampe rupanya" kata pak Irwan sambil tersenyum.
Maura heran, mereka? Mereka siapa? ujar Maura dalam hati.
"Selamat malam Om, kita kembali" kata Kevin sambil cengengesan, dia malu harus kembali lagi.
"Kevin, Maurice kenapa kalian kesini lagi?" tanya Maura heran.
"Tadi ada kecelakaan dijalan, ga bisa lewat kalo mau putar arah jauh. Jadi Kakak ajak menginap disini aja, gak apa, kan?" tanya Angga pada Maura.
"Ga apa Kak, o ya... Kakak ketemu mereka di sana juga?" tanya Maura.
"Iya, kebetulan aja kok" jawab Angga.
"Ya udah, langsung istirahat aja sana. Pasti pada capek, kan?" tanya pak Irwan.
"Iya, tapi sebelumya makan dulu nih... Laper, aku belum makan malam" kata Angga.
"Kevin sama Maurice pasti juga belum makan, kan?" tanya Angga, dijawab anggukan oleh Kevin dan Maurice.
Mereka ga bisa bohong karena dari sore mereka belum makan.
"Tapi makanannya ga enak, Papa yang masak" Kata Maura sambil ngeledek papanya.
"Kata siapa? Tadi kata bi Marni enak kok" kata pak Irwan membela diri.
"Kok Papa yang masak, bi Marni kemana Pa?" tanya Angga heran, dia tidak tahu kejadian tadi siang.
Karena tidak diberitahu takut dia khawatir dan tidak fokus bekerja. Angga langsung menuju kamar bi Marni, dia tidak mendengarkan penjelasan papanya.
Maklum, anak-anak pak Irwan sangat dekat dengannya.
"Oke, biarkan Angga menyusul. Ayo Kevin, Maurice makan dulu yah" kata pak Irwan.
Maura berkata kepada kedua sahabatnya itu dengan bahasa isyarat untuk tidak makan masakan papanya, karena terlalu asin baginya, tapi sayangnya pak Irwan tahu.
"Mauraa..." Pak Irwan melirik Maura dengan mulut manyun. Melihat pak Irwan seperti itu mereka tertawa.
Sementara itu kucing yang digendong dari tadi oleh Maura, selalu menatap pintu luar, dan.
Meeeoooongg! Grr!
Kucing langsung melompat kearah pintu dan menatap tajam kearah luar.
......................
bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 294 Episodes
Comments
Sang
Simbah @Andini Andana Simbah @Andini Andana Simbah @Andini Andana , tolong hadir, saya isin wedi dewe 🙏🙏🙏
2022-12-01
2
Siti H
semangat thor
2022-08-09
1
Bintang kejora
Syukurlah Maura skrg punya kucing, smoga aja itu kucing gak ada pemiliknya. Jd dg bgtu kucing nya bs jd tmn jg pelindung bagi Maura.
Kucing binatang yg cukup peka dg keberadaan sosok tak kasat mata. Liat aja, dia mengeram bgtu, berarti ada sesuatu yg diliatnya diluar sana.
2022-07-31
1