Meeongg!! Grr!!
Suara kucing itu menggeram tajam, posisi tubuhnya berdiri tegak seperti mengambil posisi menyerang.
"Haha! Ingin menjaga mereka? Tidak bisa, mereka sudah menjadi targetku. Siapapun yang ingin menghalanginya, akan ku musnahkan juga!"
Terdengar suara makhluk diluar pintu, tentunya hanya kucing itu yang bisa mendengarnya.
Sementara itu Maura dan yang lainnya bingung dengan sikap kucing itu.
"Maura, sejak kapan ada kucing di rumahmu?" tanya Kevin heran campur takjub melihat kucing Anggora yang cantik itu.
"Bukan itu yang harus kamu tanyakan Vin, itu kucing menggeram dari tadi kenapa?" sahut Maurice dengan nada sedikit takut.
"Nanti aja aku jelaskan ya Vin, sebentar... Puss, puss..." Kata Maura sambil mendekati si kucing, kucing itu masih menggeram saja.
Baru beberapa langkah Maura mendekati kucing itu, tiba-tiba suara bel pintu berbunyi.
Ting! Tong!
Langkah Maura terhenti dan menatap pintu heran, siapa yang bertamu malam-malam begini? pikir Maura.
"Ayo, buka pintunya. Akan kubawa kau bersamaku. Haha!" kata suara makhluk itu.
Mendengar perkataan makhluk itu si kucing menjadi mengeong, tingkahnya makin nampak gelisah, Maura jadi takut melihatnya.
"Kamu kenapa puss, ada apa diluar sana?" tanya Maura seperti faham yang dirasakan si kucing.
Kevin dan Maurice melihat dari tadi hanya terdiam, mereka teringat dengan kejadian tadi sore di apartemen ini.
Maura ingin membuka pintu karena penasaran, bel pintu terus berbunyi. Dan sikap kucing itu menjadi jadi, seolah-olah melarang Maura membuka pintu itu.
Tapi Maura semakin penasaran dan ingin membuka pintu, dan.
"Jangan buka pintu itu!!" teriak bi Marni sambil berdiri tegang, dia sampai tepat waktu sebelum Maura benar-benar ingin membuka pintu itu.
Dia Berdiri sambil berpegangan dengan Angga, pak Irwan dari tadi hanya diam saja baru bereaksi.
"Maura, nak. Jangan buka pintu itu, kita ga tau ada apa diluar sana" kata pak Irwan dengan perasaan tidak enak, karena dari tadi diperhatikan terus oleh bi Marni.
"Dasar lelaki tidak berguna, mau sampai kapan dia bersikap pengecut seperti ini. Sudah cukup banyak korban karena kebodohannya, kematian istrinya ternyata tidak membuatnya berpikir waras.
Terus untuk apa pindah jauh-jauh kesini hanya untuk menjadi lebih pengecut!"
gumam bi Marni dalam hati, dia menggeram kesal dengan kelakuan pak Irwan yang tidak berubah sama sekali.
"Biar aku aja yang buka" kata Angga.
"Kamu diam saja disini!" gertak bi Marni, semua terdiam.
"kita tunggu dulu" sambung bi Marni.
"Tapi Bi bagaimana kalo benar-benar ada orang ingin bertamu?" sanggah Angga.
"Mana ada orang bertamu yang terus-menerus pencet bel seperti itu, kecuali orang gila," bantah bi Marni.
Mereka pikir ada benarnya juga, beberapa selang kemudian. Keadaan kembali hening dan sepi.
"Sepertinya sudah aman, Bi" kata Kevin seraya berjalan kearah pintu.
"Mau kemana kamu, jangan buka pintu itu!" perintah bi Marni.
Kevin sedikit ciut mendengar suara bi Marni yang lantang.
"Aku mengintip sebentar di lubang pintu yah" pinta Kevin dengan nada sedikit memelas, karena dia penasaran ada apa dibalik pintu itu, bi Marni hanya diam saja.
Kevin nekat mengintip diluar, ternyata tidak ada siapa-siapa di sana.
"Sial, sepertinya kami dikerjain sama gedung ini atau ulang orang iseng saja?! Akh sial, waktuku bersama Maurice jadi kacau gara-gara setan brengsek ini!" kata Kevin dalam hati, dia nampak kesal sekali.
Diluar sana, makhluk itu masih menunggu dan menanti kesempatan untuk masuk, dia tidak bisa menerobos masuk kedalam.
Karena seperti ada sesuatu yang menjadi tameng penghalang rumah itu, diujung lorong koridor, ada sosok mahkluk lain yang memperhatikannya dari tadi, dari sorot matanya, terlihat menahan amarah kepada makhluk kabut hitam itu.
"Setan laknat! Kau menyerupai diriku untuk mencelakai manusia lain! Kini aku mati sia-sia karena ulahmu! Tidak akan kubiarkan orang lain bernasib sama seperti diriku."
Makhluk itu terlihat begitu marah pada sosok kabut hitam itu, langkahnya gontai menuju si kabut hitam puncak kemarahannya memuncak, ketika si kabut hitam melesat melayang tinggi pergi keluar gedung. Sepertinya menyadari kehadirannya.
"Mau kemana kau bangs*at?! Jangan kabur kau!!"
Makhluk itu menyusul Si kabut hitam terbang keluar gedung.
Ternyata si kabut hitam menantinya diluar sana, melayang-layang di udara.
"Aku sudah menunggu dari tadi kenapa kau baru muncul?! Mari bersama kita kuasai gedung ini... Untuk ukuran orang yang baru mati, kekuatanmu cukup hebat juga. Haha!" Wanita itu tidak menanggapi sosok kabut hitam itu, dia langsung menyerangnya.
Dhuaaaagghh!
Tepat ditengah dia menendang sosok kabut itu, suaranya menggelegar seperti suara kilat menyambar.
Tiba-tiba cuaca di langit malam tambah berkabut, tadinya cuaca malam tampak cerah disinari bulan terang.
Sekarang cuaca bertambah gelap dengan suara guntur bergemuruh.
......................
bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 294 Episodes
Comments
Estin Toisuta
ini cerita horor kah?
2022-10-31
2
Nenie desu
sudah aq favoritkan, like, komen kak 😇🙏🤗
2022-08-21
1
Siti H
aku mampir thor... jangan lupa mampir lagi ya..
di ~pemikat sukma ~ kuntilanak pemakan janin~ hati yang tersakiti
2022-08-18
1