Bi Marni kaget mendengar kabar bahwa Maura dan teman-temannya berada di rumah sakit karena baru mengalami kecelakaan mobil saat berangkat ke sekolah tadi.
Pak Irwan langsung menelpon bi Marni saat mendengar kabar tentang kecelakaan itu, saat Angga mengetahui kabar itu dia langsung menelpon Dhania dan pergi bersama ke rumah sakit tempat adik mereka dirawat.
"Aku harus pergi melihat mereka, ini pasti ada hubungannya dengan roh bayangan yang dibicarakan Gerald tadi" ujar bi Marni.
Saat bi Marni bersiap untuk pergi, Gerald menghampirinya.
"Aku ikut denganmu, aku ingin tahu apa yang terjadi. Setidaknya aku ingin menjaga mereka di sana" pinta Gerald.
"Tidak usah, kau tunggu saja disini. Nanti aku ceritakan apa yang terjadi saat kecelakaan itu. Dan ada aku menjaganya," jawab bi Marni.
"Biarkan aku ikut, aku ingin membawa Camelia ke sana. Katanya dia ingin melihat seseorang di sana," pinta Gerald lagi.
"Baiklah kalau begitu, saat di sana nanti jangan berkeliaran kemana-mana tetaplah bersamaku," ujar bi Marni sambil menggendong Gerald.
*
Saat di rumah sakit.
Ketiga sahabat itu dirawat di UGD, untungnya luka-luka mereka tidak parah, hanya beberapa lecet saja. Hanya meninggalkan trauma.
"Katakan apa yang terjadi, kenapa kalian bisa mengalami hal ini?" tanya Dhania khawatir melihat keadaan adiknya itu.
"Aku ga tau Kak, tiba-tiba saja ada segerombolan burung gagak menyerang mobil kami," jawab Kevin.
"Untungnya aku membawa mobil tidak terlalu kencang, sehingga kecelakaan ini tidak terlalu parah" sambung Kevin lagi.
"Tidak terlalu parah apanya, lihat kening mu itu! Sudah berapa jahitan di sana!" Dhania marah dan kesal melihat adiknya itu, Kevin terlihat santai padahal dia baru saja mengalami kecelakaan.
Maura berbaring di bangsal samping Kevin sebelahnya Maurice.
"Kalian berdua bagaimana, ga apa-apa kan?" tanya Angga pada Maura dan Maurice.
"Yah, sedikit benjol aja Kak. Paling kaki sama tangan masih sakit nih" jawab Maura.
Selang beberapa kemudian pak Irwan sampai bersama orang tua Kevin.
"Kevin! Kamu ga kenapa-kenapa kan Nak, ya ampun! Lihat Pah, anakku" kata mama Kevin sambil menangis melihat Kevin, Dhania yang ada di sana langsung memeluk mamanya untuk menenangkannya.
"Kevin baik-baik saja Mah, lihat dia langsung bisa duduk tuh" kata Dhania.
"Iya Mah, lihat Kevin" kata Kevin seraya mengangkat kedua tangannya untuk memamerkan otot-otot lengannya, menandakan dia baik-baik saja.
"Kamu ini, orang tua lagi khawatir kamu malah bercanda" ujar mama Kevin sambil merengut disambut canda tawa lainnya.
Maurice melihat pemandangan itu menjadi sedih, karena dari tadi tidak satupun dari keluarganya datang menjenguknya.
Angga melihatnya begitu langsung menghampirinya.
"Kita semua disini adalah keluarga, dan kamu sudah menjadi bagian dari keluarga kami." Kata Angga sambil mengelus kepala Maurice, dia sudah dianggap seperti adiknya sendiri.
"Iya Maurice" sahut Maura yang disampingnya sambil memegang tangan Maurice.
Semua orang di ruangan itu menjadi terharu dan kasihan melihat Maurice.
"Tadi aku sudah menelpon orang tuamu, mereka lagi diperjalanan pulang untuk kemari. Jadi kamu sabar aja yah" kata pak Irwan yang tadi hanya diam saja melihat keadaan anak-anak itu.
Saat itu, pak Wisnu papanya Kevin langsung menarik tangan pak Irwan keluar ruangan.
Mereka berbicara di koridor samping ruangan anak-anak itu dirawat.
"Aku sudah memperingatkan kamu waktu itu, tapi lihat yang terjadi!" bentak pak Wisnu ke pak Irwan.
Pak Irwan hanya menunduk saja diam membisu, seperti ada rasa bersalah yang amat dalam di sana.
"Ingat Wan, aku tidak akan mengampuni mu jika ini terjadi lagi. Kalau ini terulang kembali, aku akan menarik anak-anakku dari sisimu dan keluargamu." Mendengar itu pak Irwan kaget.
"Kamu jangan melibatkan anak-anak dengan masalah ini Nu, mereka ga ada hubungannya" jawab pak Irwan tidak terima.
"Ga ada hubungannya katamu?! Lihat apa yang terjadi Wan! Lihat!" teriak pak Wisnu sambil menunjuk kedalam ruangan Kevin dirawat.
Angga dari tadi mendengar percakapan pak Wisnu dan pak Irwan dibalik pintu hanya terdiam, dia sedih bagaimana kalau masalah ini bisa merusak hubungannya dengan Dhania.
Bi Marni baru sampai di rumah sakit, saat melihat pertengkaran antara pak Wisnu dan pak Irwan dia langsung menghampiri.
"Sudah, sudah! Kenapa kalian bertengkar diluar! Apa tidak malu dilihatin orang?!" kata bi Marni dengan kesal.
Saat itu Gerald yang digendong bi Marni langsung melompat kebawah, dan langsung berjalan keruangan di samping UGD tempat Maura dengan teman-temannya dirawat.
Dia melihat seorang wanita duduk di bangku tunggu diluar ruangan itu, dan roh Camelia keluar dari tubuh Gerald.
"Mama ..." kata Camelia lirih.
......................
bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 294 Episodes
Comments
Inru
Maaf, Kak baru mampir lagi. Lagi kejar kata ini, Kak🤭
2022-09-21
0
Bintang kejora
Sebenarnya apa yg di ribut kan oleh Pak Irawan & Pak Wisnu??
Apakah keluarga Kevin sebenarnya tau sesuatu??
2022-08-09
2
Azka Ibrahim
yang kuat ya kalian berdua, Maura.. Maurice.
2022-08-09
4