Pagi itu suasana nampak cerah sekali, semuanya berkumpul untuk sarapan pagi bersama.
"Hemm, sarapannya enak ini beli atau masak?" tanya Angga.
"Masak dong!" jawab Maura sambil melirik Maurice dan bi Marni dengan mengedipkan matanya.
"Kamu yang masak? Kayaknya enggak deh, masakan kamu lebih parah dibanding Papa" jawab Angga tersenyum ngeledek adiknya itu.
"Alahhh, kayak bisa aja" sahut Maura tidak mau mengalah dengan kakaknya itu.
"Bisa dong, bisa makan." Jawab Angga sambil cengengesan.
"Yang masak Bi Marni, kita juga bantuin kok" jawab Maurice.
"Kalo Maurice yang jawab aku percaya" kata Angga sambil melirik adiknya lagi, Maura bersungut-sungut saat digoda kakaknya terus.
"Sudah, sudah... Habiskan sarapannya, nanti langsung berangkat sekolah ya" sahut pak Irwan yang sedari tadi diam melihat suasana ceria dirumahnya.
Meoong! Meoong!
Ada Gerald menghampiri mereka, dia mendekati bi Marni. Gerald ingin membicarakan kalau ada bahaya yang mengintai mereka, dan salah satu anak gadis disini dalam bahaya.
"Loh, kucingnya masih disini? Maura, ingat yah kata Papa semalam. Kembalikan kucing itu kepada pemiliknya" kata pak Irwan.
"Baik Pa, tapi sehabis pulang sekolah yah?" sahut Maura, pak Irwan mengangguk setuju.
Sementara itu Gerald terus berisik mencoba memberitahukan sesuatu ke bi Marni.
"Bi, itu kucing kayaknya laper juga deh. Ntar minta tolong dikasih juga makannya yah," pinta Maura. Bi Marni mengangguk sambil menggendongnya keluar.
"Kamu kenapa berisik sekali?!" tanya bi Marni pada Gerald.
"Aku ingin memberitahumu bahwa ada ancaman dari luar, aku ingin orang-orang disini untuk tidak pergi dari rumah ini" pinta Gerald.
"Bahaya apa maksudmu? Tidak bisa, mereka mempunyai aktivitas sendiri diluar dan itu urusan penting," jawab bi Marni
"Penting mana, urusan diluar atau nyawamu sendiri?" tanya Gerald.
"Sudah katakan saja, apa maksudmu?" tanya bi Marni tak sabar.
"Diluar ada makhluk bayangan yang sedang mengintai rumah ini sedari tadi, dia mengincar Maura dan teman wanitanya itu" jawab Gerald.
mendengar jawaban gerald bi Marni jadi was-was dan khawatir.
"Baiklah, sepertinya aku juga harus bersiap siap, jangan sampai ada korban lagi. Aku tak ingin Maura dan temannya mengalami nasib yang tragis seperti mendiang mamanya" ucap bi Marni dalam hati.
Setelah itu bi Marni menghampiri mereka dimeja makan, sambil berbicara.
"Sebelum berangkat kerja dan sekolah, kalian berdoa aja dulu supaya selamat selama diperjalanan," kata bi Marni, dan dijawab anggukan mereka.
Hal itu sudah biasa bagi keluarga Maura tapi tidak bagi Kevin dan Maurice, karena tidak ada kebiasaan seperti itu di keluarganya.
Tapi mereka mencoba juga ingin berdoa sesuai keyakinan mereka sendiri. Keluarga Maura Muslim, sedangkan keluarga Kevin dan Maurice Katolik.
Selama mereka berdoa sambil memejamkan mata, bi Marni mengucapkan beberapa ayat-ayat suci dan meniup ke tangannya lalu diusapkan ke kening Maura, Angga dan pak Irwan. Tidak lupa juga buat Kevin dan Maurice.
Kevin dan Maurice kaget ada yang menyentuh keningnya, melihat itu Maura dan Angga tersenyum melihat tingkah mereka.
"Ga apa, itu caranya Bi Marni mendoakan kita supaya selamat sampai tujuan kita," kata Angga menjelaskan.
"Takhayul banget, apa-apaan ini keningku disentil begitu. Ada-ada aja Bi Marni," ujarnya dalam hati Kevin, dan Maurice mencoba tuk memahaminya.
Mereka sudah siap-siap mau berangkat sekolah dan pak Irwan juga Angga sudah berangkat kerja sedari tadi.
Tiba-tiba bi Marni memberikan sesuatu kepada mereka.
"Tunggu dulu, kalian harus membawa ini, satu orang satu. Jangan dilepas apalagi dibuang," kata bi Marni seraya mengulurkan tangannya.
Ditangan bi Marni ada tiga buah batu kerikil kecil berwarna putih.
"Bi, apa-apaan sih ini? Udah jangan berlebihan, kalo Maura saja ga apa. Ini ga enak sama Kevin dan Maurice, masa' dikasih beginian" jawab Maura merengek, dia malu dengan tingkah bi Marni yang menurutnya sudah berlebihan.
"Sudah jangan membantah, turuti saja kataku" perintah bi Marni.
"Tapi Bi..." sahut Maura.
"Dengar, taruh batu dikantong pakaian kalian. Jangan sampai hilang, oke?!" tegas bi Marni memberi tahu mereka.
Kevin dan Maurice hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah bi Marni dan Maura.
"Ya udah ga apa May, ayo berangkat nanti telat loh" sahut Maurice.
Akhirnya mereka pergi dan mengalah dengan bi Marni seraya membawa batu kecil itu disaku baju mereka.
Disaat didalam mobil, diperjalanan menuju sekolah mereka.
"Bi Marni ini ternyata masih kolot dan percaya aja sama takhayul, udah jauh-jauh datang ke Amerika masih saja melakukan hal-hal yang tak berguna macam itu," kata Kevin.
"Jangan gitu Vin, kita harus menghargai setiap kepercayaan orang lain. Kalau kamu tidak setuju cukup diam saja, apalagi dengan bi Marni. Dia orang tua, kita harus hormati dia meskipun keyakinannya bertentangan dengan kita" kata Maura membela bi Marni. Sedangkan Maurice dari tadi memperhatikan batu kecil itu ditangannya sambil menatap heran.
"Emang betul batu kecil ini bisa melindungi kita?" Tanyanya bingung.
"Hehe, anggap saja aksesoris" jawab Kevin, dia tidak memperhatikan kalau sedari tadi Maurice memakai gelang silver itu.
Tiba-tiba saja ada burung gagak menabrak pintu kaca jendela mobil Kevin, dan itu bukan hanya satu atau dua burung yang menabrakkan diri ke mobil itu.
Sepertinya ada puluhan burung yang menyerang mobil yang mereka tumpangi itu.
Maura dan Maurice berteriak ketakutan, sementara Kevin berusaha mengimbangi laju mobilnya.
Dia berusaha fokus menyetir mobilnya meskipun kaca depan mobilnya terhalang oleh puluhan burung gagak itu.
Mobil terhenti saat Kevin tak sengaja menabrak tiang rambu lalu lintas, mereka kaget dan syok tidak percaya apa yang barusan mereka alami tadi.
Itu benar-benar aneh, datang darimana puluhan burung tersebut?
Di kejauhan, ada sosok bayangan hitam bermata merah sedang mengawasi mereka.
"Untuk sementara cukup ini dulu, hehe!"
katanya sambil terbang melesat tinggi menjauh dari mereka.
Sementara itu, orang-orang yang melihat ada kecelakaan mobil langsung menghampiri untuk menolong mereka.
......................
bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 294 Episodes
Comments
Inru
Maaf ya thor, belum bisa nyimak lagi.
2022-08-26
1
Bintang kejora
Ayo Kevin, gak ada salahnya jg tuk percaya. Lg pula gak berat ini cm ngantongin batu kecil dlm saku bajumu.
2022-08-09
1
Azka Ibrahim
semoga maura dan yang lain bisa bertahan...
2022-08-09
2