Makhluk wanita itu melihatnya dengan pandangan heran, seperti tidak percaya apa yang dilihatnya, dia langsung menghampiri sosok tersebut, sambil memeluknya dan menangis pilu.
"Gerald, kau disini? Apa kau mencari ku? Maafkan aku harus pergi meninggalkanmu sendirian," katanya sambil menangis.
Sosok yang dipanggil Gerald itu adalah kucing Anggora berbulu putih yang ditemukan Maura di kamarnya tadi.
Kemunculan Gerald ditempat Maura bukanlah kebetulan, dia ke sana mencari pertolongan, Gerald tau ada seseorang yang bisa.
"Gerald, apa maksudnya aku harus ke rumah apartemen itu? Petunjuk apa yang kau berikan padaku? Aku masih tidak mengerti" kata makhluk itu.
"Nanti kau pun tahu, tapi sebelum itu kau harus minta izin dulu untuk masuk. Tanpa seizinnya kau tak bisa masuk seperti makhluk tadi" ujar Gerald.
"Terus bagaimana caranya aku meminta izin? Secara aku adalah roh tak mungkin mereka bisa melihatku. Kalaupun bisa lihat mereka sudah pasti pingsan duluan" ujar makhluk itu sambil mengeluh.
"Masuk ke tubuhku, dan ikuti saja aku. Setelah sampai ikuti juga arahan ku" kata Gerald, si kucing Anggora.
Makhluk wanita itu setuju lalu masuk ke tubuhnya, lalu Gerald melesat pergi menuju apartemennya Maura. Kucing itu melompat tinggi memanjat dinding luar apartemen dari jendela lantai bawah langsung loncat ke jendela lantai atas, begitu gesit dan cekatan seolah-olah sudah terlatih.
Sesampainya dilantai 8, tepat didepan jendela kamar Maura. Gerald berhenti dan mencoba masuk lewat celah jendela.
Gerald berjalan menuju tempat tidur Maura, dia memandangi Maura dan Maurice sedang tertidur lelap.
"Kau lihat wanita berambut panjang lurus itu, namanya Maura... Dia anak istimewa, kau harus mendekatinya. Mintalah izin berteman dengannya dulu," kata Gerald kepada makhluk didalam tubuhnya.
Gerald berjalan menuju Maura dan duduk dihadapannya, ketika matanya tertutup ada sesuatu yang keluar dari tubuhnya berbentuk asap putih dan memasuki tubuh Maura lewat kepalanya.
Sementara itu didalam mimpi Maura.
Maura berada ditengah tengah hutan Pinus, dia berjalan menyusuri jalan setapak yang tidak ada ujungnya, ketika dia kelelahan dia melihat di samping hutan Pinus itu ada danau kecil yang cukup luas.
Dia menghampiri danau itu untuk meminum airnya untuk menghilangkan rasa hausnya. Setibanya di sana dia melihat diseberang tepi danau ada taman bunga yang indah, dan anehnya Maura tidak asing dengan tempat itu.
Yah benar saja, taman bunga itu yang ada didalam mimpi Maura sebelumnya. Tapi ada yang berbeda dari yang dia lihat sebelumnya, waktu itu dia melihat bunga aneh berwarna merah.
Tapi kali ini dia tidak melihat bunga itu lagi, ditengah danau ada jembatan penghubung antara hutan Pinus dengan taman itu.
Maura melihat ada sosok wanita cantik yang berdiri di sana memperhatikan Maura sedari tadi.
Wanita itu nampak cantik dan anggun dengan gaun hitamnya, sepatu high heels merah terang begitu mencolok di kaki jenjangnya, senyum manis merekah dibibir **** nya berwarna merah maroon, dia menghampiri Maura dan menyapanya.
"Hai, kamu ngapain disini sendirian?" Kata wanita itu dengan ramahnya.
"Iya, aku kelelahan ingin beristirahat dulu.." Kata Maura tanpa curiga sedikitpun.
"Emang kamu darimana, sampai kelelahan begitu?" Kata wanita itu mulai sok akrab.
"Aku juga ga tau, dari tadi muter-muter aja didalam hutan ini... Aku mau keluar tapi ga tau jalannya" kata Maura dengan nada sedih.
"Mau aku bantu kamu keluar?" kata wanita itu.
"Memangnya kamu tau jalan kita keluar?" tanya Maura kurang yakin.
"Aku tau jalannya, ayo ikut kita kembali ke hutan lagi" seraya nya sambil berlalu, Maura sedikit berlari mengejar wanita itu, yang berjalannya cukup cepat.
"Kamu yakin kita bisa menemukan jalannya, dari tadi aku berputar mengelilingi jalan ini, tidak ketemu juga jalan keluarnya sampai aku ketemu danau tadi" kata Maura agak pesimis.
"Aku rasa kamu belum benar-benar mencobanya, makanya belum ketemu" kata wanita tadi.
"Aku sudah mencobanya, sampai kakiku lecet! Kenapa kita tidak kembali ke danau, sepertinya diseberang danau itu ada jalan keluarnya" ada sedikit nada kesalnya, karena diremehkan wanita itu.
Langkah wanita itu terhenti, lalu menoleh ke arah Maura, menatap tajam.
"Jangan coba-coba untuk pergi kesitu, menjauh lah dari tempat itu jika kamu masih ingin kembali ke keluargamu," katanya menyakinkan Maura.
Melihat itu nyali Maura sedikit ciut dan takut lalu memilih mengikuti wanita itu pergi. Sesampainya ditengah hutan Pinus tadi Maura melihat ada jalan bercabang dua, Maura heran dari tadi dia tidak melihat atau menemukan jalan itu.
"Ikuti terus jalan itu, jangan pernah kembali kesini nanti kamu tersesat lagi" kata wanita itu sambil tersenyum ramah.
"Jika kamu tidak sengaja kembali lagi kesini, panggil saja namaku... Aku akan datang menemui mu" katanya lagi.
Maura melihat ada ketulusan di sana, lalu mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.
"Maura, namaku Maura... Terima kasih sudah membantuku" ujarnya sambil tersenyum.
"Camelia, namaku Camelia... Senang bisa membantu" katanya sambil menyambut tangan Maura.
"Apakah kita bisa berteman Maura?" tanya Camelia.
"Tentu saja, aku bisa mengenalkan mu dengan keluargaku juga sahabatku yang lainnya.
Mereka pasti senang bertemu denganmu," kata Maura tanpa sedikitpun rasa curiga dan aneh.
Maura melambaikan tangannya pada Camelia sambil berpamitan, dia menyusuri jalan setapak yang ditujukan Camelia tadi.
Saat itu, di samping Camelia ada sosok kucing putih. Gerald di sana.
"Akhirnya aku mendapatkan izinnya untuk berteman, semoga ini awal yang bagus dari rencana ku" ujarnya sambil tersenyum sinis.
......................
bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 294 Episodes
Comments
Nenie desu
jangan lupa mampir di novel aq kak 😇🤗🙏😇
2022-08-21
2
Dian Sandarangin Mekarsakti
kok ngeri ngeri sedap yah,membayangkan visualnya camelia.cantik tapi mengerikan...
2022-08-06
2
Amri AlaSha
lanjuut👍💪
2022-08-05
2