Sementara itu.
Pak Irwan mengantarkan makan malam ke kamar bi Marni. Dia mengetuk pintu terdengar suara bi Marni mempersilakan masuk pak Irwan.
"Yuk, ini aku menyiapkan makan malam buat Ayuk. Dimakan yah" kata pak Irwan, dia menyiapkan sendiri makan malamnya.
"Wah harum sekali aroma makananmu Wan, ini pasti enak sekali" jawab bi Marni sambil tersenyum senang melihat makanan yang dibawa pak Irwan.
"Iya, alakadarnya Yuk... Cuma ini yang bisa ku masak" kata pak Irwan sambil menyodorkan makanannya ke bi Marni,
Bi Marni bersusah payah bangun karena kakinya masih sakit. Melihat itu pak Irwan membantunya untuk bangun.
"Makannya pelan-pelan aja, Yuk" kata pak Irwan lagi.
"Yuk, jangan katakan apapun tentang kejadian yang lalu kepada Maura, aku takut itu memacu ingatannya kembali" kata pak Irwan.
"Iya saya tahu, tapi Wan. Akhir-akhir ini sudah mulai ada kejadian kejadian aneh lagi seperti dulu," sahut bi Marni.
"Aku pikir bukan aku saja mengalaminya, kau dan Maura pasti sudah mengalami kejadian aneh hari ini. Jangan sampai Angga dan Tari juga kena imbasnya," kata bi Marni.
"Kenapa Ayuk berpikir seperti itu? Apa yang terjadi ini bukan karena masa lalu itu. Ini hanya kebetulan saja," kata pak Irwan menyangkal.
"Lagian, bagaimana Ayuk tahu apa yang aku dan Maura alami hari ini?" sambung pak Irwan.
"Jangan pura-pura tidak tahu, alasan kamu membawaku kemari bukan hanya semerta-merta untuk menjaga anak-anakmu saja, kau tahu betul itu." Jawab bi Marni dengan nada sinis, dia mulai teringat lagi kejadian lalu.
"Kalau bukan karena anak-anak ini, aku tak ingin ikut kamu kesini Wan, aku menyayangi kalian dengan tulus.Tapi aku menyayangkan perbuatan mu terhadap anakmu sendiri. Tari, Angga dan Maura" ujar bi Marni dalam hati.
Dia bisa merasakan semua apa yang terjadi, ada energi negatif mengelilingi apartemen ini.
Sosok kabut hitam, wanita bergaun hitam itu hanya dua diantara makhluk yang ada di gedung ini, dan biasanya mereka tidak memperdulikan manusia penghuni apartemen ini.
Tapi semenjak Maura beranjak remaja, mereka mulai tertarik padanya. Seperti ada yang memberi perintah kepada mereka.
Karena bi Marni memiliki keistimewaan ini dapat merasakan dan melihat mereka, pak Irwan mengajaknya ke Amerika untuk melindungi anak-anaknya.
Itu adalah salah satu alasan lainnya kenapa bi Marni ada bersama mereka.
Sementara itu diperjalanan pulang Angga, Kevin dan Maurice.
"Aku telpon papa dulu yah, kita lagi dijalan mau pulang," kata Angga kepada Kevin dan Maurice, mereka hanya mengangguk saja.
"Halo Pa, aku sebentar lagi nyampe apartemen. Nanti aku pulangnya bersama Kevin dengan Maurice," kata Angga kepada pak Irwan.
Pak Irwan mendengar hal itu heran Kevin dan Maurice bersama Angga bukannya mereka sudah pulang. Itupun berlawanan arah dengan mereka jalannya.
"Baiklah, sebenarnya Papa bingung kenapa mereka bisa bersamamu, bukannya mereka tadi sudah pulang?" tanya pak Irwan heran.
"Nanti aku jelasin di rumah ya Pa kalo udah nyampe rumah," kata Angga sambil menutup telponnya.
Sementara itu mahkluk kabut hitam masih mengikuti mereka dari tempat kecelakaan sampai saat ini. Telpon pak Irwan berbunyi lagi, kali ini dari papa Kevin.
"Wan, ini aku Wisnu" kata pak Wisnu, papa Kevin.
"Ya Nu, ada apa? Nanyain Kevin yah? Tadi Angga nelpon katanya Kevin sama dia sekarang lagi menuju apartemenku," sahut pak Irwan
"Biarkan dia menginap semalam saja, tadi ada kecelakaan dijalan sehingga mereka harus memutar jalan, kasian sudah malam-" belum selesai pak Irwan bicara sudah dipotong omongannya oleh pak Wisnu.
"Masalah itu aku sudah tahu Wan, yang aku tanyakan adalah penyebab kecelakaan yang terjadi itu apa?" jawab pak Wisnu geram
"Kau tahu kecelakaan itu bisa jadi merenggut nyawa anak-anak kita," kata pak Wisnu dengan suara bergetar, dia menahan amarahnya kepada pak Irwan.
Pak Wisnu sedikit banyaknya sudah tahu masa lalu pak Irwan dan keluarganya, termasuk kejadian yang menimpa istri pak Irwan mamanya Maura yang juga sahabat pak Wisnu.
Dia masih menyalahkan pak Irwan atas kematian sahabatnya itu, selama ini dia perbuat baik pada pak Irwan dan keluarganya karena masih mengingat kebaikan mendiang sahabatnya itu, tiba-tiba.
"Aakh!"
Terdengar teriakan suara Maura didalam kamarnya.
......................
bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 294 Episodes
Comments
Sang
jangan ngomong masak mie instan loh kak othor 🤔🤔
2022-12-01
1
Bintang kejora
Ada apa dg Maura?? Mengapa dia berteriak, mgknkah dia melihat sesuatu??
2022-07-31
1
Dian Sandarangin Mekarsakti
semangat ya Thor..💪🙏
2022-07-30
4