Episode 9

hari ini di tengah kota yang padat akan penduduk itu dihebohkan lagi dengan penemuan mayat seorang wanita. mayat pertama kali ditemukan oleh seorang penjual roti keliling yang hendak berkeliling untuk menjajakan dagangannya.

"kasian sekali"

"iya kasian sekali"

"padahal cantik banget tapi matinya tragis banget"

"kena begal kayaknya deh"

semua orang yang ada di tempat itu mengerumuni mayat tanpa ada yang berani untuk menyentuhnya.

mayat wanita itu di tusuk dengan besi yang tajam dilehernya hingga tembus di belakang. siapa yang akan hidup dengan keadaan seperti itu. darah terus menetes dari leher si wanita, tidak dapat dibayangkan bagaimana kejinya sang pembunuh.

📞Mahesa

dimana lo Cak...? Mahesa menghubungi teman rekan sesama polisi

📞Cakra

lagi di jalan mau ke kantor, ada apa...?

📞Mahesa

kita ke tengah kota, ada kejadian pembunuhan di sana

📞Cakra

****..... Cakra menginjak rem mobilnya secara mendadak. untungnya tidak ada kendaraan di belakangnya.

lagi...? Cakra bertanya dan mengusap wajahnya dengan kasar

📞Mahesa

sekalian elo hubungi Angga, gue dari tadi mencoba menelponnya tapi nggak tersambung

📞Cakra

ya sudah, kita bertemu di sana

panggilan dimatikan. Cakra membelokkan mobilnya kembali untuk ke tempat yang dimaksud oleh Mahesa. ia juga mencoba untuk menghubungi Angga namun pria yang lebih muda darinya dan juga Mahesa itu, tidak mengangkat panggilannya.

"kemana sih ini anak" gumamnya

Angga adalah polisi termuda dan polisi baru yang bergabung bersama Mahesa dan Cakra untuk mengusut kasus pembunuhan yang terjadi.

"*kalian akan punya teman baru" ucap pimpinan Mahesa dan Cakra

"teman baru...?" kedua kening polisi itu mengkerut

"iya"

Angga masuk ke dalam ruangan setelah dipersilahkan untuk masuk. senyuman pria muda itu menyapa kedua rekannya.

"saya sangat senang bisa masuk ke dalam tim kalian" ucap Angga dengan senyuman lebar*

hampir 30 menit berkendara Cakra tiba di tengah kota, di sana sudah ada Mahesa yang sedang memeriksa keadaan mayat.

"gimana Hes...?" Cakra menghampiri rekannya itu

"ini mayat ke empat yang sadis pembunuhannya dibandingkan ketiga mayat yang kita tangani kemarin" Mahesa memperhatikan benda tajam yang bersarang dileher wanita itu

"hubungi ambulan untuk membawanya ke rumah sakit. kita perlu semua sidik jari yang ada di tubuh wanita ini" perintah Mahesa

"sudah aku hubungi, sedang dalam perjalanan" jawab Cakra

tidak lama ambulan datang dan memasukkan mayat itu ke dalam kantung jenazah kemudian mengangkatnya masuk ke dalam mobil ambulan.

"pelaku kemarin saja belum kita temukan ini sudah ada pelaku yang baru lagi" Cakra menghela nafas panjang

"sebaik-sebaik tupai melompat pasti akan jatuh juga, serapat-rapatnya bangkai disembunyikan pasti baunya akan tercium juga" ucap Mahesa melihat sekeliling tempat kejadian itu

"kita periksa cctv yang ada di sekitar tempat ini" lanjut Mahesa

"oh iya, bagaimana Angga...?" Mahesa menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Cakra

"gue sudah menghubunginya namun nggak diangkat, entah kemana anak itu" jawab Cakra

"ya sudah, periksa cctv, siapa tau ada di sekitar sini" Mahesa kembali melangkah

mereka berdua berpencar untuk mencari jejak si pembunuh. keduanya sibuk memasuki beberapa toko yang terdapat rekaman cctv di halaman mereka karena pembunuhan itu tidak jauh dari beberapa tokoh yang mempunyai cctv yang terpasang di depan.

"gimana Cak...?" tanya Mahesa saat mereka berdua bertemu kembali

"gue hanya menemukan ini" Cakra memperlihatkan video cctv yang ia dapatkan

di dalam video itu nampak seorang wanita menabrak pria yang sedang berjalan berlawanan arah. wanita tersebut kelihatannya dalam keadaan mabuk karena langkahnya gontai dan tidak beraturan. si wanita bahkan memuntahkan isi perutnya di baju pria tersebut.

pria itu hanya diam membiarkan si wanita menyelesaikan muntahnya setelahnya ia membersihkan muntahan si wanita dengan air mineral yang dibawanya. tidak sampai di situ, si pria melepaskan jaketnya dan memakaikan kepada si wanita setelah itu pria itu pergi meninggalkan si wanita yang sedang melambaikan tangan ke arahnya.

"hanya ini...?" tanya Mahesa

"ada lagi"

Cakra membuka video lain. divideo itu si wanita berjalan dengan gaya seperti seseorang yang sedang berdansa, tidak ada orang lain di tempat itu hingga akhirnya si wanita tidak terlihat lagi dari jangkauan cctv.

"hanya ini yang gue dapat" Cakra memasukkan ponselnya ke dalam kantung celana

"di tempat kejadian cctv sepertinya sengaja di rusak karena menurut pemilik toko kemarin cctv itu masih berfungsi" Mahesa memberitahu

"coba putar ulang video yang pertama" ucap Mahesa

Cakra kembali mengambil ponselnya dan memperlihatkan video yang pertama. Mahesa memperhatikan dengan teliti wajah pria tersebut.

"kita cari pria ini" ucap Mahesa

"elo tau dia siapa...?" tanya Cakra mengikuti langkah Mahesa

"bahkan kita pernah bertemu dengannya beberapa waktu lalu, masa elo sudah lupa wajahnya"

"bertemu dengannya...? kapan...?" Cakra mengerutkan keningnya

Mahesa hanya tersenyum dan masuk ke dalam mobilnya, Cakra pun melangkah ke mobilnya dan mengikuti Mahesa dari belakang.

"oi kalian tau nggak, barusan ada lagi berita pembunuhan" Randi membuka percakapan. hari ini adalah hari minggu, semua penghuni kost 010 berkumpul bersama untuk menikmati masa kebersamaan mereka, termasuk Olan yang biasanya sibuk di kantor kini dia sedang bersantai di ruang tamu bersama yang lainnya

"lagi....?" Rahim yang sedang memakan pisang goreng, bertanya

dua piring pisang goreng dan masing-masing kopi panas menemani pagi mereka.

"hal seperti itu memang sudah lumrah terjadi, pembunuhan, kekerasan, pelecehan, pasti di setiap kota ada saja korbannya" Kevin menimpali ucapan Rahim

"Alan takut hal yang seperti itu" Alan berucap, ia duduk di samping Wili

"korbannya siapa lagi kali ini...?" tanya Olan

"seorang wanita" jawab Randi yang memang tau karena subuh tadi ia menonton berita sementara teman-temannya belum menyalakan televisi sejak tadi.

"korbannya wanita terus ya, tapi kali ini bukan lagi di area kampus" Wili berucap

"kasus pembunuhan di kampus sampai sekarang belum ditemukan. sepertinya pelakunya orang yang sudah sangat berpengalaman, sidik jari dan jejak lainnya tidak ia tinggalkan" Ini Mahendra

"sekarang kejadiannya dimana lagi kali ini...?" tanya Iyan

belum sempat Randi menjawab ucapan salam terdengar di depan pintu. Alan yang paling muda beranjak untuk melihat siapa yang datang bertamu pagi-pagi.

"selamat pagi" ucap Mahesa, yang datang bersama Cakra

"pak polisi, selamat pagi pak. ada apa ya...?"

"boleh kami berdua masuk...?" tanya Mahesa

"eh i-iya, silahkan pak" Alan mempersilahkan kedua polisi itu masuk ke dalam

di ruang tamu terdengar gelak tawa dari penghuni kost 010, mereka belum menyadari kedatangan kedua polisi tersebut.

Mahesa dan Cakra serta Alan mendekati mereka semua. Alan ingin memberitahu namun suaranya seakan tertahan di tenggorokan.

"selamat pagi semuanya" sapa Mahesa

mendengar suara yang menyapa mereka, semuanya melihat ke arah Mahesa dan seketika suasana menjadi hening bahkan ada yang raut wajahnya menjadi tegang. apalagi yang terjadi sampai kedua polisi itu mendatangi lagi mereka.

"selamat pagi pak" hanya Rahim dan Olan yang menjawab sapaan kedua polisi itu

"silahkan duduk pak" Iyan mempersilahkan

Mahesa dan Cakra duduk di kursi, begitu juga yang lainnya.

"ada apa ya pak, ada yang bisa kami bantu...? " tanya Olan

"kami ke sini ingin memberitahu tentang wawancara kemarin dengan saudara Mahendra" jawab Cakra

wajah penghuni kost mulai tegang dan bahkan deg degan, Mahendra juga ikut deg degan.

"setelah kami selidiki lagi Mahendra terbukti tidak melakukan tindakan kejahatan itu. semua yang ia jelaskan sama dengan alibi yang dia utarakan" Mahesa memberitahu

semua penghuni kost merasa lega, wajah yang tadinya tegang berubah kembali normal. Mahendra sendiri tersenyum lega dengan pernyataan polisi yang ada di depannya.

"namun kedatangan kami bukan hanya itu, kami datang menemui salah satu dari kalian" lanjut Mahesa

kembali wajah mereka menjadi tegang, apa lagi yang diingkan kedua polisi itu pikir mereka.

"bapak ingin menemui siapa...?" tanya Rahim penasaran

"dia" tunjuk Mahesa ke arah salah satu dari mereka

"saya...?" Kevin menunjuk dirinya

"kenapa dengan Kevin pak, apa yang telah dia lakukan...?" Damar bertanya

"pada pukul 01.00 dini hari, kamu berada di mana...?" Mahesa bertanya

"saya di jalan pulang" jawab Kevin

"pulang darimana dan mau kemana...?"

"dari rumah teman yang berada di jalan Kaligasan, tengah kota"

"siapa nama teman mu...?"

"Rison, dia teman kuliah saya"

"jalan Kaligasan nomor berapa...?" tanya Cakra

"no 10"

"saat perjalan pulang kamu menggunakan kendaraan apa...?" tanya Mahesa. sengaja ia tidak memberitahu secara langsung bahwa mereka melihat rekaman CCTV, Mahesa ingin tau bagaimana jawaban dari Kevin

"dari rumah teman ke jalan raya aku jalan kaki, di jalan raya ojek online yang aku pesan membawaku ke kost ini"

"iya Pak, semalam saya yang melihat Kevin pulang" Damar menimpali

"kenapa ojek online yang kamu pesan harus menunggu mu di jalan raya, tidak langsung di depan rumah temanmu...?" tanya Cakra menatap dingin wajah Kevin

"tidak ada alasan apapun, memang semalam saya hanya ingin menunggu ojeknya di jalan raya namun ternyata malah tukang ojek itu yang menunggu saya karena kejadian saat saya akan ke jalan raya" jawab Kevin bersungguh-sungguh

"kejadian apa...?" tanya Mahesa, padahal sebenarnya ia sudah tau

"seorang wanita yang sepertinya mabuk menabrak saya dan bahkan memuntahi bajuku" jawab Kevin

"lalu...?" tanya Cakra

semua mata menatap ke arah Kevin, bahkan para penghuni kost merasa was was dan takut.

"lalu.... saya membersihkan muntahan wanita itu dengan air minuman yang saya pegang kemudian saya membuka jaket dan memakaikan ke tubuh wanita itu karena pakaiannya sangat terbuka" jawab Kevin

"maaf Pak, sebenarnya ada apa. kenapa saya diinterogasi seperti ini...?" akhirnya karena rasa penasaran, Kevin pun bertanya

"iya Pak, sebenarnya apa yang telah adik saya lakukan...?" kali ini Iyan yang bertanya

"kamu tau, wanita yang menabrak mu tadi malam telah meninggal. dia adalah korban dari pembunuhan" Mahesa akhirnya memberitahu mereka

"jadi yang ada diberita adalah wanita itu...?" ucap Randi

"lalu apa hubungannya dengan saya...?" tanya Kevin

"setiap yang bertemu dengan si korban tadi malam pukul 01.00 dini hari, jelas kami harus menginterogasi dia. bisa jadi dia terlibat atau bahkan dia pelaku pembunuhannya." Mahesa menjawab

"tapi saya tidak membunuhnya" Kevin tidak terima kalau dirinya dicurigai sebagai pembunuh

"akan terbukti nanti kalau semua alibi yang kamu berikan memang benar adanya" Cakra berucap

"dan akan saya pastikan kalau apa yang saya katakan tidak ada kebohongan" Kevin merasa jengkel karena kedua polisi itu seakan menuduhnya

Mahesa dan Cakra pamit setelah menginterogasi Kevin. Rahim mengantar mereka sampai di depan pintu dan kemudian ia menutup pintu dan menguncinya. setelahnya ia berjalan cepat bergabung dengan yang lainnya.

"ini kenapa Mahendra dan Kevin seperti jadi buronan polisi gini sih" Rahim berucap saat bokongnya mendarat di kursi

"tapi Mahendra sekarang dinyatakan tidak memiliki keterlibatan atas kematian Sarah, entah kalau Kevin, bagaimana hasilnya nanti" Randi menimpali

"gue sama sekali nggak melakukan hal keji itu, gue berani sumpah. kalian percaya kan sama gue" ucap Kevin

"bang Iyan percaya kan sama gue, gue nggak mungkin ngelakuin hal seperti itu. gue benar-benar nggak tau apa-apa" Kevin frustasi ketiga abangnya dan teman-temannya akan menuduhnya yang tidak tidak

"tenangkan pikiran elu Vin. seperti Mahendra, tidak akan terjadi apa-apa kalau memang keterangan yang kamu berikan adalah benar" Iyan menepuk pundak Kevin

meskipun sudah ditenangkan namun perasaan Kevin tetap tidak tenang. tidak habis pikir baginya hanya karena tidak sengaja tertabrak oleh wanita yang mabuk, dirinya akan berurusan dengan posisi karena wanita yang menabraknya ditemukan tewas di tengah kota.

sementara Mahesa dan Cakra, menuju ke alamat tempat teman Kevin berada untuk memastikan apakah ucapan Kevin memang benar atau tidak, karena jika ada hal kecil saja yang melenceng dari pernyataan Kevin, Kevin patut untuk dicurigai.

Terpopuler

Comments

anhar005

anhar005

jgn" yg mati kali ini viona

2023-09-23

0

Nur Mutmainna Patta

Nur Mutmainna Patta

Olan hayooooo apakah 🤣

2023-08-13

0

AZKANIA ALTHAFUNISA

AZKANIA ALTHAFUNISA

keren banget sih gila ini ceritanya

2023-04-29

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!