Cerita Nenek 1: Tuah Akar Mimang

Semasa anak-anak, nenek tinggal di sebuah desa kecil bersama ayah dan ibunya, yaitu kakek dan nenek buyutku. Tidak hanya mereka, di rumah itu ada pula seorang gadis kecil yang seumuran nenek. Dia bernama Yurah, anak dari seorang wanita yang pernah bekerja untuk kakek dan nenek buyutku.

Aku sendiri belum pernah bertemu dengan kakek dan nenek buyut, karena mereka sudah tidak ada di dunia ini ketika aku lahir. Akan tetapi, nenek kerap kali bercerita tentang kakek buyutku. Ada banyak pengalamannya yang seru dan aneh di luar nalar. Orang-orang memanggil dia Mbah Kinar.

Desa kecil yang ditempati nenek dan Mbah Kinar sangatlah terpencil. Jarak antar satu rumah ke rumah lainnya pun berjauhan. Kira-kira butuh lima menit berjalan kaki untuk menuju rumah tetangga terdekat.

Mereka juga perlu pergi ke kota besar untuk membeli barang-barang kebutuhan, seperti obat-obatan misalnya. Sementara itu, untuk pergi ke kota besar, harus melewati hutan yang dianggap angker oleh banyak orang.

Meskipun banyak cerita seram di hutan itu, nenek selalu senang ketika diajak pergi ke kota besar. Banyak barang-barang yang bisa dilihatnya. Biasanya, Mbah Kinar akan membelikannya baju baru ketika mereka pergi ke sana.

Jika harus pergi ke kota besar, mereka menempuh perjalanan dengan sepeda. Bersepeda di hutan itu pun harus ekstra hati-hati. Kalau terlalu mengebut bisa terjatuh tersandung akar dan bebatuan atau bisa menabrak pohon besar.

Konon katanya, pohon-pohon besar yang ada di dalamnya juga merupakan tempat berkumpulnya makhluk halus. Menurut orang-orang yang tinggal di sekitar hutan, makhluk halus yang ada di dalam hutan itu kadang ada yang suka mengganggu. Misalnya, jika ada seseorang yang melangkahi oyot (akar) mimang, maka orang itu akan tersesat. Entah karena linglung atau lupa arah jalan, sehingga berputar-putar lagi ke jalan yang telah dilaluinya.

***

Oyot mimang adalah akar pohon Dewandaru. Akar pohonnya besar dan menonjol di permukaan tanah. Jangkauannya bisa melebar ke mana-mana hingga jauh dari pohonnya. Akar ini dianggap bertuah bagi banyak orang. Sementara itu, beberapa juga ada yang percaya kalau tuah akar mimang ini bisa bemanfaat untuk mengusir roh jahat, bahkan dapat mencegah niat orang yang hendak mencuri. Konon katanya, energi dari akar mimang akan membuat linglung si pencuri dan dia baru akan sadar bila si pemilik rumah menepuk pundaknya.

Banyak cerita mistis yang melingkupi oyot mimang. Kisahnya diturunkan secara lisan dari mulut ke mulut. Bukan hanya dari orang tua, tapi banyak juga anak muda yang menceritakan pengalamannya.

***

Suatu pagi, Mbah Kinar berangkat dari rumah menuju kota besar dengan sepeda. Dia sengaja berangkat sejak pagi-pagi buta agar bisa kembali pulang di sore hari sebelum langit menjadi gelap.

Akan tetapi hingga tengah malam, Mbah Kinar belum juga pulang. Dia baru sampai di rumah pada pagi keesokan harinya. Sesampainya di rumah, Mbah Kinar terlihat sangat lelah dan kuyu sekali. Setelah sarapan dan beristirahat sejenak, dia pun mulai bercerita tentang alasannya terlambat pulang.

"Waktu di kota, sepeda bapak rusak, jadi harus diperbaiki dulu baru bisa pulang," kata Mbah Kinar. "Baru masuk hutan pas sudah gelap. Bapak tidak sadar kalau sudah melangkahi akar mimang."

***

Ternyata, Mbah Kinar sebetulnya sudah dalam perjalanan pulang dari kota sejak sore menjelang malam hari sebelumnya. Waktu itu, sesampainya di tepi hutan, langit sudah hampir gelap. Ditambah lagi, tidak ada cahaya yang menerangi hutan. Hanya ada pohon-pohon besar yang terlihat di dalamnya. Tapi dia tetap melanjutkan perjalanan karena merasa sudah hafal dengan daerah tersebut.

Tidak berapa lama kemudian setelah dia masuk ke hutan, sepedanya macet. Dipikirnya, sepeda Mbah Kinar rusak lagi. Dengan terpaksa, dia harus turun dan memperbaikinya terlebih dahulu. Ternyata, ada sebuah batu agak besar yang tertancap di tanah dan mengganjal sepedanya. Mbah Kinar pun menyongkel batu itu, sehingga mengakibatkan lubang yang cukup besar di tanah.

Setelah itu, Mbah Kinar kembali melanjutkan perjalanan dengan agak terburu-buru tapi tetap hati-hati. Kala itu, hari sudah malam. Lama dia mengayuh pedal sepedanya, tidak tahu sudah berapa menit atau jam waktu berlalu.

"Aku sudah merasa lelah, tapi belum juga keluar dari hutan ini. Bukankah jaraknya seharusnya tidak sejauh ini?" Pikir Mbah Kinar. Sambil melamun, Mbah Kinar terus mengayuh pedal sepedanya.

Tiba-tiba pedalnya kembali macet. Mbah Kinar menebak, mungkin karena tersangkut batu lagi. Dia pun turun dari sepedanya dan meraba-raba ban untuk mencari batu yang mengganjal. Kali ini, rupanya bukan batu, melainkan akar besar yang menyembul dari tanah.

"Apa mungkin tanpa sadar aku telah melangkahi akar mimang?" Kata Mbah Kinar dalam hati.

Tetap dalam posisi jongkok, dia meraba-raba tanah di dalam gelapnya hutan itu. Kemudian, dia menemukan sebuah lubang. Ukurannya sama dengan lubang bekas batu yang dicongkelnya tadi.

"Wah, ini dia batu yang tadi aku congkel. Tanpa sadar aku hanya betputar-putar di sini," kata Mbah Kinar dalam hati.

Entah sudah berapa kali Mbah Kinar berputar-putar melewati tempat ini. Dia pun sudah terlalu lelah untuk melanjutkan perjalanan dan duduk di gundukan akar itu. Tidak menyangka bahwa dia akan tersesat di hutan yang telah puluhan bahkan ratusan kali dilewatinya.

Saat Mbah Kinar sedang melamun, tanpa sadar dia tertidur. Lalu, dia terbangun karena mendengar suara sayup-sayup orang yang sedang mengobrol. Mbah Kinar pun menuntun sepedanya ke arah sumber suara. Tidak lama kemudian terlihat lampu obor yang berasal dari perumahan warga sekitar hutan.

"Oh syukurlah... rupanya aku sudah berada di jalan menuju keluar dari hutan ini," kata Mbah Kinar.

Mbah Kinar pun mulai mengayuh sepedanya menuju ke arah obor tersebut. Benar saja, sampailah Mbah Kinar di tepi hutan menuju desa tempatnya tinggal. Ternyata, matahari sudah mulai terbit dan langit yang semula gelap berangsur-angsur menjadi terang.

"Padahal hanya tinggal beberapa ratus meter dari tempatku menyongkel batu besar itu. Tapi, aku butuh semalaman untuk bisa keluar dari hutan ini," pikir Mbah Kinar.

***

Sesampainya di rumah, hari sudah terang. Anggota keluarga yang sudah menunggu kepulangan Mbah Kinar dengan cemas, akhirnya bisa bernapas lega.

Mbah Kinar pun pulang dengan membawa cerita aneh yang dialaminya saat di hutan. Kisah ini kemudian diceritakan oleh nenek kepadaku.

Ada banyak kisah pengalaman Mbah Kinar lainnya. Aku memang belum pernah mengenalnya. Tapi, melalui kisah-kisah yang diceritakan oleh nenek, aku jadi merasa dekat dengan kakek buyutku itu.

Terpopuler

Comments

Hapsari

Hapsari

Terimakasih ya sudah membaca🤗

2023-01-06

0

Head Hunter ---ay...

Head Hunter ---ay...

memaknai cerita jadul

2023-01-06

1

cerita lisan menarik untuk dibaca. semangat ya

2023-01-06

3

lihat semua
Episodes
1 Ireng
2 Rumah Nenek
3 Hantu Toilet
4 Kinasih
5 Firasat - Bagian 1
6 Firasat - Bagian 2
7 Hantu Hotel
8 Pohon di Taman Komplek
9 Pelet
10 Kebaya Kesukaan Nenek
11 Pesan di Hari ke-40
12 Kisah Tragis Pak Priyo - Bagian 1
13 Kisah Tragis Pak Priyo - Bagian 2
14 Kisah Kak Luni di Hotel Berhantu
15 Cerita Nenek 1: Tuah Akar Mimang
16 Cerita Nenek 2: Misteri Sumur Tua
17 Cerita Nenek 3: Rumah Masa Kecil
18 Cerita Nenek 4: Hantu Persimpangan Jalan
19 Sosok Misterius di Pesta Pernikahan
20 24⁰C
21 Di Balik Tembok - Bagian 1
22 Di Balik Tembok - Bagian 2
23 Arlo
24 Aciel
25 Akhir Pekan yang Menyenangkan
26 Penari di Sanggar Kosong - Bagian 1
27 Penari di Sanggar Kosong - Bagian 2
28 Lukisan
29 Tanpa Kata-Kata
30 Penari di Sanggar Kosong - Bagian 3
31 Penari di Sanggar Kosong - Bagian 4
32 Penari di Sanggar Kosong - Bagian 5
33 Naya - Bagian 1
34 Naya - Bagian 2
35 Naya - Bagian 3
36 Naya - Bagian 4
37 Kiko - Bagian 1
38 Kiko - Bagian 2
39 Kiko - Bagian 3
40 Tempat Bermain Hantu Anak Kecil - Bagian 1
41 Tempat Bermain Hantu Anak Kecil - Bagian 2
42 Misteri di Balik Musibah - Bagian 1
43 Misteri di Balik Musibah - Bagian 1
44 Misteri di Balik Musibah - Bagian 2
45 Misteri di Balik Musibah - Bagian 3
46 Misteri di Balik Musibah - Bagian 4
47 Misteri di Balik Musibah - Bagian 5
48 Misteri di Balik Musibah - Bagian 6
49 Misteri di Balik Musibah - Bagian 7
50 Misteri di Balik Musibah - Bagian 8
51 Misteri di Balik Musibah - Bagian 9
52 Misteri di Balik Musibah - Bagian 10
53 Misteri di Balik Musibah - Bagian 11
54 Rombongan Manten - Bagian 1
55 Rombongan Manten - Bagian 2
56 Rombongan Manten - Bagian 3
57 Rombongan Manten - Bagian 4
58 Rombongan Manten - Bagian 5
59 Rombongan Manten - Bagian 6
60 Rombongan Manten - Bagian 7
61 Rombongan Manten - Bagian 8
62 Rombongan Manten - Bagian 9
63 Rombongan Manten - Bagian 10
64 Pelet Cinta Tertukar - Bagian 1
65 Pelet Cinta Tertukar - Bagian 2
66 Pelet Cinta Tertukar - Bagian 3
67 Pelet Cinta Tertukar - Bagian 4
68 Pelet Cinta Tertukar - Bagian 5
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Ireng
2
Rumah Nenek
3
Hantu Toilet
4
Kinasih
5
Firasat - Bagian 1
6
Firasat - Bagian 2
7
Hantu Hotel
8
Pohon di Taman Komplek
9
Pelet
10
Kebaya Kesukaan Nenek
11
Pesan di Hari ke-40
12
Kisah Tragis Pak Priyo - Bagian 1
13
Kisah Tragis Pak Priyo - Bagian 2
14
Kisah Kak Luni di Hotel Berhantu
15
Cerita Nenek 1: Tuah Akar Mimang
16
Cerita Nenek 2: Misteri Sumur Tua
17
Cerita Nenek 3: Rumah Masa Kecil
18
Cerita Nenek 4: Hantu Persimpangan Jalan
19
Sosok Misterius di Pesta Pernikahan
20
24⁰C
21
Di Balik Tembok - Bagian 1
22
Di Balik Tembok - Bagian 2
23
Arlo
24
Aciel
25
Akhir Pekan yang Menyenangkan
26
Penari di Sanggar Kosong - Bagian 1
27
Penari di Sanggar Kosong - Bagian 2
28
Lukisan
29
Tanpa Kata-Kata
30
Penari di Sanggar Kosong - Bagian 3
31
Penari di Sanggar Kosong - Bagian 4
32
Penari di Sanggar Kosong - Bagian 5
33
Naya - Bagian 1
34
Naya - Bagian 2
35
Naya - Bagian 3
36
Naya - Bagian 4
37
Kiko - Bagian 1
38
Kiko - Bagian 2
39
Kiko - Bagian 3
40
Tempat Bermain Hantu Anak Kecil - Bagian 1
41
Tempat Bermain Hantu Anak Kecil - Bagian 2
42
Misteri di Balik Musibah - Bagian 1
43
Misteri di Balik Musibah - Bagian 1
44
Misteri di Balik Musibah - Bagian 2
45
Misteri di Balik Musibah - Bagian 3
46
Misteri di Balik Musibah - Bagian 4
47
Misteri di Balik Musibah - Bagian 5
48
Misteri di Balik Musibah - Bagian 6
49
Misteri di Balik Musibah - Bagian 7
50
Misteri di Balik Musibah - Bagian 8
51
Misteri di Balik Musibah - Bagian 9
52
Misteri di Balik Musibah - Bagian 10
53
Misteri di Balik Musibah - Bagian 11
54
Rombongan Manten - Bagian 1
55
Rombongan Manten - Bagian 2
56
Rombongan Manten - Bagian 3
57
Rombongan Manten - Bagian 4
58
Rombongan Manten - Bagian 5
59
Rombongan Manten - Bagian 6
60
Rombongan Manten - Bagian 7
61
Rombongan Manten - Bagian 8
62
Rombongan Manten - Bagian 9
63
Rombongan Manten - Bagian 10
64
Pelet Cinta Tertukar - Bagian 1
65
Pelet Cinta Tertukar - Bagian 2
66
Pelet Cinta Tertukar - Bagian 3
67
Pelet Cinta Tertukar - Bagian 4
68
Pelet Cinta Tertukar - Bagian 5

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!