Hantu Toilet

Banyak orang yang percaya kalau hantu itu ada di mana-mana. Hal itulah yang membuat sosok ini selalu dikait-kaitkan dengan sebuah tempat. Hantu toilet misalnya.

Menurutku, toilet menjadi tempat yang cukup sering menjadi tempat munculnya makhluk halus. Aku yakin, beberapa di antara pembaca pun ada yang pernah mengalaminya. Atau setidaknya, pernah mendengar cerita hantu toilet.

Aku pun pernah mengalaminya. Bukan di rumah nenek kali ini, tapi di mal. Ya, di mal! Bayangkan saja, di tempat ramai begitu, sempat-sempatnya ada hantu yang mengganggu.

***

Pada suatu Minggu, aku pergi ke mal bersama kedua temanku, Ara dan Monet, untuk mengisi waktu libur. Mal yang kami tuju cukup besar dan merupakan salah satu mal yang paling terkenal di kota ini. Elit, bisa dibilang. Yang berbelanja di sana, hanya orang-orang berkantong tebal saja. Barang-barang yang dijual semua 'branded', alias barang mahal dengan merek terkenal.

Sebagai anak sekolahan, tentu saja aku dan teman-teman hanya berniat untuk nongkrong dan cuci mata. Maklum saja, kami belum punya cukup uang untuk belanja barang-barang mahal.

Waktu menunjukkan pukul dua belas siang. Saat kami sedang asyik melihat-lihat barang diskon, Monet tiba-tiba mengeluh sakit perut.

"Haduh, mules nih. Aku ke toilet dulu ya. Tememin yuk!" Kata Monet. Aku dan Ara meng-iya-kan ajakan Monet. Kami pun langsung berjalan menuju toilet. Sesampainya di sana, ternyata toilet ramai dan antre.

"Duh, udah ngga tahan. Kita ke toilet lantai dua aja, yuk," kata Monet.

"Kalau ke lantai dua, aku ngga ikut ya. Masih mau liat-liat diskon nih," kataku.

"Oke, ngga apa-apa kita berdua aja," kata Ara.

Saat itu, kami berada di lantai satu. Untuk menuju toilet lantai dua, Monet dan Ara naik eskalator. Lantai dua memang lebih sepi pengunjung. Mungkin karena toko-toko diskon ada di lantai satu, jadi hampir seluruh pengunjung mal berkumpul di sana. Untung saja, toiletnya berada dekat dengan eskalator dan balkon. Aku bisa melihat mereka dari toko diskon di lantai satu.

Saat sedang memperhatikan Ara dan Monet yang berjalan menuju toilet, tiba-tiba ada sekelebat bayangan melayang di plafon mal. Sosok tersebut seperti memakai setelan baju hitam ketat terbungkus hingga kaki. Kepalanya pun juga tertutup kain hitam. Makhluk tersebut melayang turun dari plafon sambil berjoget mengikuti alunan musik di mal. Seluruh tubuhnya pun ikut bergoyang.

"Makhluk apa itu? Kok lucu ya, ngga seram, tumben," pikirku bingung.

Aku pun penasaran dan kemudian naik ke lantai dua dengan eskalator. Ketika aku sampai di ujung eskalator lantai 2, Monet dan Ara hampir sampai di lorong toilet. Ara menunggu di mulut lorong sambil bermain HP, sedangkan Monet berjalan melewati lorong menuju toilet.

Sosok itu terus melayang sambil berjoget ke arah toilet dengan posisi membelakangiku. Aku terus menatapnya, sontak, sosok itu menoleh ke arahku yang masih berada di ujung eskalator lantai dua. Dia menoleh, TANPA menggerakkan badannya. Kepalanya berputar 180 derajat, sedangkan tubuhnya masih membelakangiku.

Saat sosok itu menoleh, wajahnya sangat seram. Dia menyeringai. Tampak giginya yang besar dan bertaring. Matanya tidak berkelopak, dan rambutnya tidak terlihat karena terbungkus kain hitam.

Aku dan makhluk itu berjarak sekitar tujuh meter. Sedangkan Ara, yang berjarak lebih dekat dengan makhluk tersebut, terlihat biasa saja. Sepertinya dia tidak bisa melihatnya. Jika Ara atau Monet melihatnya, pasti mereka sudah berteriak ketakutan. Aku pun sebetulnya takut. Tapi karena sering melihat makhluk tak kasat mata di rumah nenek, aku jadi sedikit terbiasa.

"Ternyata seram juga, aku pikir lucu," pikirku dalam hati.

Meskipun Ara adalah gadis pemberani, aku tetap merasa kasihan jika dia diganggu oleh makhluk tersebut. Jadi, aku putuskan untuk menemaninya. Rupanya, makhluk tersebut langsung menghilang ketika aku menghampiri Ara.

Ara yang sedang bermain game di HP, kaget melihat aku tiba-tiba ada di sampingnya. Aku tidak menceritakan kejadian yang baru kualami. Kami mengobrol, dan saat melihat jam ternyata sudah cukup lama kami menunggu Monet. Kira-kira sudah 15 menit, Monet belum juga keluar dari toilet itu.

Kami pun memutuskan untuk ke toilet dan melihat keadaan Monet. Saat Ara membuka pintu toilet, kami melihat Monet sedang berdiri di balik pintu masuk.

"Ngapain kamu? Kok bukannya keluar, malah berdiri di situ?" Tanya Ara yang kebingungan.

Selama beberapa saat, Monet memandangi kami secara bergantian. Setelah itu, Monet bergegas keluar dan menarik tangan kami. Dia memberi isyarat agar kami cepat pergi dari tempat itu.

Terlihat jelas, Ara tampak kebingungan. Sedangkan aku sudah curiga, pasti ada yang tidak beres.

"Mungkinkah dia diganggu makhluk yang tadi?" pikirku dalam hati.

Sesampainya di luar toilet, Monet berhenti berjalan dan berusaha untuk mulai menjelaskan. Dengan suara tersendat, dia menceritakan kejadian yang dialaminya di toilet itu.

"Pas baru masuk, aku emang agak takut karena sepi banget. Aku sendirian di dalam toilet itu," Monet mulai bercerita. "Jadi aku pastikan untuk masuk ke bilik pertama yang dekat dengan pintu masuk. Supaya pas selesai, aku bisa langsung cepat keluar."

Monet menekankan bahwa dia ingat semua yang ada di toilet itu, mulai dari letak pintu keluar, wastafel, dan juga bilik-biliknya.

"Pertama, aku melihat ada empat bilik di dalam toilet, dua di sisi kanan dan dua di sisi kiri. Dekat pintu masuk, terdapat bak kecil untuk menyimpan alat kebersihan, seperti sapu, sikat panjang dan cairan pembersih. Nah, aku menggunakan toilet di bilik kiri depan," lanjutnya.

Kemudian, Monet menjelaskan bahwa setelah selesai buang air besar, dia langsung buru-buru keluar bilik. Tapi anehnya, dia tidak bisa menemukan gagang pintu yang menuju keluar toilet.

"Pas keluar dari bilik, aku langsung menuju pintu keluar. Tapi, pintu keluarnya ngga ada! Aku raba-raba temboknya, tapi pintunya ngga ada, HILANG! Padahal, aku yakin pintunya ada di sini. Pas lihat sekeliling pun, aku tetep ngga nemu pintu keluarnya, cuma ada dinding putih aja," ucap Monet sambil sedikit berkaca-kaca.

Monet bercerita, dia mulai merinding ketakutan saat itu. Tiba-tiba, dia mendengar suara laki-laki yang berkata: no way out. Dia melihat kanan kiri, atas bawah, tapi tetap tidak bisa menemukan sumber suara.

"Aku yakin ngga ada orang. Terus, suara itu muncul lagi sampai tiga kali!" lanjutnya. "Aku tambah takut, jadilah aku cuma diam berdiri sambil baca doa. Sampai akhirnya, kalian jemput aku di toilet. Aku lega banget. Terima kasih ya Ara dan Alit."

Monet masih gemetar saat dia menyelesaikan ceritanya. Ara pun langsung mengelus punggungnya.

"Udah tenang aja, sekarang udah aman, ada kita-kita," kata Ara.

"Oh iya, dan benar kan, tembok yang aku raba-raba itu emang tempat pintu keluar. Untung ada kalian. Kalau ngga, aku bisa kejebak di sini," ujar Monet.

Mendengar cerita Monet, aku jadi berpikir, apa mungkin itu ulah hantu yang tadi? Berarti dugaanku benar, hantu tersebut memang mencari sasaran orang yang berada di toilet.

Sejak itulah, aku, Ara, dan Monet, jadi percaya bahwa hantu toilet itu memang ada.

Terpopuler

Comments

Minaa Lee💅

Minaa Lee💅

sering parno kalau aku ma Thor 😂😂😂

2022-12-30

1

lihat semua
Episodes
1 Ireng
2 Rumah Nenek
3 Hantu Toilet
4 Kinasih
5 Firasat - Bagian 1
6 Firasat - Bagian 2
7 Hantu Hotel
8 Pohon di Taman Komplek
9 Pelet
10 Kebaya Kesukaan Nenek
11 Pesan di Hari ke-40
12 Kisah Tragis Pak Priyo - Bagian 1
13 Kisah Tragis Pak Priyo - Bagian 2
14 Kisah Kak Luni di Hotel Berhantu
15 Cerita Nenek 1: Tuah Akar Mimang
16 Cerita Nenek 2: Misteri Sumur Tua
17 Cerita Nenek 3: Rumah Masa Kecil
18 Cerita Nenek 4: Hantu Persimpangan Jalan
19 Sosok Misterius di Pesta Pernikahan
20 24⁰C
21 Di Balik Tembok - Bagian 1
22 Di Balik Tembok - Bagian 2
23 Arlo
24 Aciel
25 Akhir Pekan yang Menyenangkan
26 Penari di Sanggar Kosong - Bagian 1
27 Penari di Sanggar Kosong - Bagian 2
28 Lukisan
29 Tanpa Kata-Kata
30 Penari di Sanggar Kosong - Bagian 3
31 Penari di Sanggar Kosong - Bagian 4
32 Penari di Sanggar Kosong - Bagian 5
33 Naya - Bagian 1
34 Naya - Bagian 2
35 Naya - Bagian 3
36 Naya - Bagian 4
37 Kiko - Bagian 1
38 Kiko - Bagian 2
39 Kiko - Bagian 3
40 Tempat Bermain Hantu Anak Kecil - Bagian 1
41 Tempat Bermain Hantu Anak Kecil - Bagian 2
42 Misteri di Balik Musibah - Bagian 1
43 Misteri di Balik Musibah - Bagian 1
44 Misteri di Balik Musibah - Bagian 2
45 Misteri di Balik Musibah - Bagian 3
46 Misteri di Balik Musibah - Bagian 4
47 Misteri di Balik Musibah - Bagian 5
48 Misteri di Balik Musibah - Bagian 6
49 Misteri di Balik Musibah - Bagian 7
50 Misteri di Balik Musibah - Bagian 8
51 Misteri di Balik Musibah - Bagian 9
52 Misteri di Balik Musibah - Bagian 10
53 Misteri di Balik Musibah - Bagian 11
54 Rombongan Manten - Bagian 1
55 Rombongan Manten - Bagian 2
56 Rombongan Manten - Bagian 3
57 Rombongan Manten - Bagian 4
58 Rombongan Manten - Bagian 5
59 Rombongan Manten - Bagian 6
60 Rombongan Manten - Bagian 7
61 Rombongan Manten - Bagian 8
62 Rombongan Manten - Bagian 9
63 Rombongan Manten - Bagian 10
64 Pelet Cinta Tertukar - Bagian 1
65 Pelet Cinta Tertukar - Bagian 2
66 Pelet Cinta Tertukar - Bagian 3
67 Pelet Cinta Tertukar - Bagian 4
68 Pelet Cinta Tertukar - Bagian 5
Episodes

Updated 68 Episodes

1
Ireng
2
Rumah Nenek
3
Hantu Toilet
4
Kinasih
5
Firasat - Bagian 1
6
Firasat - Bagian 2
7
Hantu Hotel
8
Pohon di Taman Komplek
9
Pelet
10
Kebaya Kesukaan Nenek
11
Pesan di Hari ke-40
12
Kisah Tragis Pak Priyo - Bagian 1
13
Kisah Tragis Pak Priyo - Bagian 2
14
Kisah Kak Luni di Hotel Berhantu
15
Cerita Nenek 1: Tuah Akar Mimang
16
Cerita Nenek 2: Misteri Sumur Tua
17
Cerita Nenek 3: Rumah Masa Kecil
18
Cerita Nenek 4: Hantu Persimpangan Jalan
19
Sosok Misterius di Pesta Pernikahan
20
24⁰C
21
Di Balik Tembok - Bagian 1
22
Di Balik Tembok - Bagian 2
23
Arlo
24
Aciel
25
Akhir Pekan yang Menyenangkan
26
Penari di Sanggar Kosong - Bagian 1
27
Penari di Sanggar Kosong - Bagian 2
28
Lukisan
29
Tanpa Kata-Kata
30
Penari di Sanggar Kosong - Bagian 3
31
Penari di Sanggar Kosong - Bagian 4
32
Penari di Sanggar Kosong - Bagian 5
33
Naya - Bagian 1
34
Naya - Bagian 2
35
Naya - Bagian 3
36
Naya - Bagian 4
37
Kiko - Bagian 1
38
Kiko - Bagian 2
39
Kiko - Bagian 3
40
Tempat Bermain Hantu Anak Kecil - Bagian 1
41
Tempat Bermain Hantu Anak Kecil - Bagian 2
42
Misteri di Balik Musibah - Bagian 1
43
Misteri di Balik Musibah - Bagian 1
44
Misteri di Balik Musibah - Bagian 2
45
Misteri di Balik Musibah - Bagian 3
46
Misteri di Balik Musibah - Bagian 4
47
Misteri di Balik Musibah - Bagian 5
48
Misteri di Balik Musibah - Bagian 6
49
Misteri di Balik Musibah - Bagian 7
50
Misteri di Balik Musibah - Bagian 8
51
Misteri di Balik Musibah - Bagian 9
52
Misteri di Balik Musibah - Bagian 10
53
Misteri di Balik Musibah - Bagian 11
54
Rombongan Manten - Bagian 1
55
Rombongan Manten - Bagian 2
56
Rombongan Manten - Bagian 3
57
Rombongan Manten - Bagian 4
58
Rombongan Manten - Bagian 5
59
Rombongan Manten - Bagian 6
60
Rombongan Manten - Bagian 7
61
Rombongan Manten - Bagian 8
62
Rombongan Manten - Bagian 9
63
Rombongan Manten - Bagian 10
64
Pelet Cinta Tertukar - Bagian 1
65
Pelet Cinta Tertukar - Bagian 2
66
Pelet Cinta Tertukar - Bagian 3
67
Pelet Cinta Tertukar - Bagian 4
68
Pelet Cinta Tertukar - Bagian 5

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!