Setelah Anggi menidurkan Riano dikamar Raihan, Anggi pun melangkahkan kakinya keluar dari kamar tersebut.
Anggi masih memikirkan menantunya tak lain adalah Rosa. Ya... Anggi tau, bahwa selama ini Rosa menikah dengan anaknya Raihan, yang tak pernah melihat Raihan memperlakukan Rosa dengan baik, ataupun memperlakukannya dengan istimewah layaknya suami pada istrinya. Bahkan saat menikah pun Raihan sang anak tidak mau dibuatkan acara resepsi pernikahan. Padahal biasanya seorang mempelai wanita, pastinya akan lebih menyukai hari istimewahnya seperti pernikahannya dibuat pesta yang sangat meriah. Itulah mimpi dan harapan para wanita.
Tapi karna perjodohan yang tak di inginkan Raihan, Rosa menjadi korban keegoisan anaknya, bahkan Anggi mendengar saat setelah ijab qobul malamnya Raihan sang anak pergi meninggalkan Rosa menantunya seorang diri, bepergian menemani temannya berlibur dan lebih parahnya saat setelah menjalani pernikahan selama satu tahun bersama anaknya, Anggi mendengar kabar bahwa menantunya Rosa dijebloskan kedalam sel tahanan oleh anaknya sendiri, bahkan kabar perceraian itu sampai ketelinga Anggi, saat mendengar kabar tersebut Anggi sangat murka pada Raihan sampai-sampai ia menamparnya, dan itu adalah tamparan pertama selama menjadi seorang ibu.
Tapi tak lama setelah Rosa dijebloskan kepenjara Anggi mendengar kabar bahwa anaknya Raihan membatalkan perceraiannya , Dan justru sedang mencari keberadaan istrinya tak lain adalah menantunya Rosa, Anggi bingung dengan Raihan atas pencarian Rosa, karna Raihanlah yang menjebloskan ke sel tahanan tapi Raihan anaknya itu justru kehilangan keberadaan menantunya itu sendiri. selama lima tahun itulah Raihan sibuk mencari keberadaan Rosa dan tak pernah pulang ke kediaman Utama lagi, sampai beberapa hari yang lalu mereka baru bisa berkumpul makan malam bersama.
Sekarang Anggi melihat perubahan anaknya Raihan setelah menemukan menantunya dan kedua cucunya.
Anggi melangkah menuruni anak tangga dan ia melihat suaminya dan mertuanya sedang mengabrol dan menikmati teh.
“Apakah Riano sudah tidur.?” Tanya Rohman sang suami saat Anggi baru saja duduk di sebelahnya.
“Sudah.! Aku tak menyangka mas, ternyata kita sudah mempunyai dua cucu yang sangat tampan.”Ucap anggi
“Iya... kau benar sayang, kita sudah menjadi kakek dan nenek.” Ucap Rohman menyutujui ucapan sang istri, Ia pun mencium pipi istrinya.
“Anak kurang ajar, jika ingin bermesraan pergi ke kamar.” Ucap purnomo sang ayah pada anaknya yang tak tau tempat dan melemparkan bantal sofanya kearah Rohman.
“aw....!” teriak Rohman
“pah.. jika papah iri bilang aja.., Rohman melakukukan ini pada istri sah adalah Hal yang wajib kita lakukan sebagai suami istri agar rumah tanggaku langgeng, ya gak mi.?” Ucap Rohman pada purnomo yang semakin kesal pada anaknya yang menurutnya benar-benar sebelas dua belas dengan cucunya Arya. Anggi hanya bisa diam melihat perdebatan ayah dan anak ini.
“Kau ini sama seperti anak keduamu Arya yang sukanya ngelawan dan gak sopan.”Ucap Purnoma dengan kesal dan ia mengambil cangkir tehnya dan meminumnya.
“wah... berarti benar ya.. kek, Arya ini mirip Papi.” Ucap suara bariton yang baru saja memasuki Ruang keluarga tak lain pemilik suara tersebut adalah suara Arya.
“ Kau sudah pulang sayang.” Ucap anggi tersenyum melihat Arya sang anak kesayangannya yang tampan nomor duanya.
“Iya mi..” ucap Arya dan menghampiri mereka bertiga dan mencium punggung tangan kakek dan kedua orang tuanya, kegiatan mencium punggung tangan orang yang lebih tua adalah hal yang biasa dilakukan di keluarganya.
“Apa kamu lapar sayang.? mami hari ini ada buat masakan kesukaanmu kebetulan hari ini ada Riano, dan juga selera makanan kalian sama.” Ucap Anggi pada Arya yang duduk disampingnya dan bergelayutan memeluk maminya dengan manja, membuat Purnomo dan Rohman tersenyum.
“Siapa Riano Mi..?” tanya Arya
“ponakanmu Riano.” ucap Anggi
“ponakanku..?” tanya Arya mengerutkan keningnya.
“iya.. sayang ponakanmu, fto yang kamu tunjukan ke mami waktu itu, dia namanya Riano anak dari kakakmu.” Ucap Anggi panjang lebar pada Arya.
“Yakin Mi anak manis itu ponakanku.?” tanya Arya terkejut dan bahagia karna ia mempunyai ponakan yang begitu Sopan,baik dan manis baginya.
“iya.!” balas anggi
“Lalu dimana dia sekarang mi..?” tanya Arya ia pun berdiri tak sabar ingin menamuinya.
“ ssstttt..! sini dulu. Riano ponakanmu sedang tidur... jangan diganggu.” Ucap Anggi memberitahu Arya bahwa Cucunya itu baru saja tidur.
“Kamu gak lapar sayang...? mau makan dulu gak..? baru nanti kamu bisa bangunin Riano. Untuk Beberapa hari kedepan mereka akan menginap disini sebelum kakakmu selesai dengan urusannya.”Ucap Anggi
“Wah.. benarkah.? rumah ini bakalan rame donk.” ucap Arya bersemangat, Arya memang sangat menyukai anak-anak, persis seperti Rohman papinya.
“kek.. pi... gimana rasanya punya Cucu tampan dan manis seperti Riano.?”tanya Arya menaik-naikkan kedua alisnya.
“tentu senang dan bangga walaupun tatapannya dingin dan Angkuh persis seperti kakakmu Raihan, Tapi kami sangat menyukainya.”Ucap purnomo
“Dan Dia sangat pendiam. tidak banyak berbicara,” Ucap papinya Rohman menambahkan kalimat kakeknya.
Arya yang mendengar penuturan kakek dan papinya ternyata tak sesuai ekspetasinya, Arya fikir kakek dan papinya akan sangat mengagumi keponakannya.
karna yang Arya tau ponakannya itu sangat baik, sopan, Ramah dan berwajah berseri yang membuatnya semakin manis. tapi tak disangka kakek dan papinya mengatakan yang sebaliknya, Arya pun dibikin pusing oleh penuturan kedua paruhbaya ini, pada akhirny ia tak mempedulikan penilaian kakek dan papinya yang tak sama peneliannya dengan dirinya.
“Mi.. Arya mandi dulu, setelah mandi Arya akan turun dan makan.”Ucap Arya pada maminya ia pun mencium pipi maminya
“Baiklah sayang, Mami panaskan dulu makanannya buat kamu ya..”Ucap Anggi tersenyum mendapat ciuman dua kali dari dua laki-laki tercintanya.
“Okey.!” teriak arya yang sudah melangkah menaiki anak tangga menuju kamarnya yang berada dilantai dua bersebelahan dengan kamar kakaknya Raihan.
Setelah mandi Arya memutuskan masuk kedalam kamar kakaknya, ingin melihat Riano keponakannya. setelah masuk ia melihat Riano yang sedang tidur di tengah ranjang yang berukuran besar. Arya memutuskan untuk naik keranjang dan mendekati wajahnya pada wajah Riano yang masih terlelap.
“Dia benar - benar tampan dan menggemaskan,” ucap arya yang sedang mengelus pipi Riano dan diselingi cekikikannya.
membuat si empunya pipi terganggu dan terbangun,
“Orang jahat..!” teriak Riano, dan sepontan Riano memukul wajah Arya dengan cukup keras yang membuat arya terjungkal kebelakang dan terjatuh kebawah dari ranjang yang lumayan tinggi.
“Awwww......!” Teriak Arya kesakitan karna kena pukulan ponakannya dan terjatuh dari ranjang yang membuat pinggangnya sakit.
“sayang apa yang terjadi..!” tanya Anggi dengan khawatir dan panik. ia berlari saat mendengar teriakan dari dalam kamar Raihan, Anggi takut terjadi apa-apa dengan cucunya.
tapi setelah dibuka justru yang ia dapatkan Arya yang terkapar dilantai dan meronta kesakita sedangkan Riano berdiri di atas tempat tidur.
“Oma.. ada orang jahat..” teriak Riano saat melihat kedatangan Anggi.
“Orang jahat apaan ini paman kamu.. aw..” Ucap arya yang masih kesakitan.
“Riano sayang, kamu sudah bangun..? itu paman kamu bukan orang jahat.” Ucap Anggi memberitahu Riano,
Anggi menghampiri Riano dan menggendongnya.
“Apakah paman mengganggu tidurmu,” Tanya Anggi pada sang cucu.
Riano yang masih menatapnya dengan tajam dan dingin memancarkan aura permusuhan pun membuat Arya bergidik ngeri.
Arya tak menyangka dengan perubahan ponakannya ini di pertemuan kedua kalinya, yang ternyata tidak ada kesan manisnya justru malah kesan paitnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments