Setelah mengantar kedua anak kembarnya pergi sekolah. Rosa pun melanjutkan perjalanannya menuju kantor perusahaan kakaknya.
Rosa ditugaskan oleh kakaknya untuk sementara mengambil alih perusahaan saat dia pergi keluar negri untuk urusan bisnisnya.
Saat diperjalanan Rosa menemukan kedai caffe yang sepertinya baru dibuka oleh pemiliknya, Rosa memang penggemar minuman kopi, Dan kebetulan Saat itu Rosa ingin mencoba kopi yang disediakan kedai caffe tersebut,
Rosa telah memesan kopinya dan kue cheesecake kesukaannya, sebenarnya caffe tersebut menyediakan berbagai menu cake yang enak untuk dinikmati, Namun Rosa hanya menyukai cheesecake buatan caffe tersebut dibanding kue yang lainnya dengan alasan ingin mencoba cheesecake kedai caffe tersebut.
Saat akan keluar seorang wanita tak sengaja menabrak Rosa,cake yang Rosa pegang pun terjatuh.
“Maaf.. maaf nona saya tidak sengaja menabrakmu, akan saya ganti kue itu untukmu.” Ucap wanita yang tak sengaja menabraknya.
“Tidak apa-apa kau tak usah menggantikannya. aku masih bisa menikmatinya lain kali.” ucap Rosa, Ia masih menunduk mengambil cake yang sudah tidak bisa dimakan lagi dan akan membuangnya.
Saat ia bangkit ia terkejut menatap perempuan yang telah menabraknya ternyata Adik perempuan dari mantan suaminya Diana.
“Kau.!” ucap keduanya dengan ekspresi terkejut.
“Kakak ipar.! Kakak ipar apa kabar.?” Ucap Diana, ia pun langsung memeluk Rosa dengan erat, Diana sudah lama merindukan Rosa, Baginya rosa adalah kakak perumpuannya, Rosa yang masih dalam keadaan bingung karna tiba-tiba ia berjumpa dengan wanita yang ingin ia hindari.
Saat kejadia lima tahun lalu Rosa memutuskan untuk membenci semua keluarga WIJAYA. karna baginya mereka semua yang sudah menghancurkan keluarganya dan kehidupannya.
“Maaf saya harus pergi.” ucap Rosa acuh tak acuh membuat diana sedih.
Diana tak menyangka Rosa akan bersikap acuh tak acuh dan dingin dengannya.
“Kakak ipar tunggu... bisakah kita bicara dulu.?” ajak Diana pada Rosa sang kakak ipar yang sudah lama tidak berjumpa.
Rosa melangkahkan kakinya berusaha pergi dan mengacuhkan ajakan diana, tapi tangan kanannya dicekal oleh Diana dengan erat, sehingga Rosa reflek berbalik menatap Diana dengan tajam.
“ Apa kakak benci dengan kami.?” tanya Diana sedih, kakak iparnya dulu adalah pribadi yang lembut namun yang Diana rasakan sekarang kakak iparnya justru menjadi pribadi acuh tak acuh, bahkan tatapan tajamnya menyiratkan kebencian.
Diana mengalihkan tatapannya kearah tangan yang sedang menggenggam tangan Rosa, Diana pun terkejut ia mengamati tangan kakak iparnya dan menyadari salah satu jari Rosa hilang satu, Diana pun tersentak dengan yang ia lihat
Rosa berusaha melepaskan tangannya dari Diana dan berhasil ia lepas walau dengan cara kasar.
“Apa yang sebenarnya terjadi kak.?”tanya Diana ia penasaran kenapa jari kakak iparnya ini hilang satu.
“Tanyakan saja pada kakakmu, bukankah ini adalah hadia yang ingin ia berikan padaku.”Ucap Rosa dengan dingin lalu ia melangkah pergi meninggalkan Diana yang masih dengan keterkejutannya.
“gak mungkin... ini pasti bukan keinginan kak Raihan.” Diana berguman sendiri ia pun menghubungi kakaknya,ingin menanyakan langsung pada kakaknya. tapi sayangnya panggilannya tidak dijawab. Diana pun memutuskan untuk keapartemen tempat tinggal kakaknya.
-
Raihan yang baru keluar dari kamar mandi dan melihat ada beberapa notif panggilan tak terjawab dari adik perempuannya pun Raihan mengernyitkan dahinya. Raihan pun menghubungi adiknya, setelah beberapa menit panggilan barulah tersambung.
“Hallo kak, ada yang ingin ku tanyakan padamu, aku sedang menuju ke tempat apartemenmu.” Ucap Diana panjang kali lebar tanpa memberikan waktu Raihan untuk menjawabnya.
“Kamu ini kebiasaan telvon baru diangkat main ngegas saja, kakak sedang tidak berada di apartemen din.” jawab Raihan kesal dengan tingkah adiknya.
“kalau gitu aku akan mendatangi kantormu.” ucap Diana lagi sambil fokus nyetir mobilnya.
“ kakak juga tidak sedang berada dikantor.” ucap Raihan
“ terus kak lagi dimana.?” tanya Diana dwngan nada kesal
“lagi dirumah sakit.” jawab Raihan dengan membaringkan badannya diatas ranjang.
“Apa.! sejak kapan kak, kakak masuk rumah sakit.?”tanya Diana
Raihan yang kesal sama ocehan dan pertanyaan adiknya pun menyuruhnya datang kerumah sakit karna ia malas berbicara dengannya lewat telvon.
“Kamu sekarang sedang menyetir, jadi matikan telvonnya kakak akan kirim via pesan sekarang kakak sedang dirawat dirumah sakit mana.” Ucap Raihan dan mematikan panggilannya. setelah mengirim pesan pada adiknya
Ia pun mulai membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya.
sekelebat ingatannya dengan kejadian semalam pun terlintas, Dimana kakak iparnya itu tidak akan menghalanginya lagi jika dirinya sudah menyesali perbuatannya, tapi kakak iparnya itu tidak yakin dengan perasaan adiknya tak lain adalah perasaan Rosa yang sudah ia hancurkan.
(“ Akan ku pastikan akan mendapatkannya kembali, walaupun dia begitu benci padaku, Aku tidak akan melepaskannya.”) Batin Raihan
suara pintu membuyarkan lamunannya Raihan mengalihkan pandangannya ke arah pintu dan muncul lah gadis kepo yang ia tadi menyuruhnya untuk datang.
“Kak.!” nada panggilannya yang terkejut melihat keadaan Raihan yang memprihatinkan dengan beberapa luka dan lebam di wajahnya tapi kakaknya ini masih tetap terlihat tampan baginya.
“Ya ampun kak... apa yang terjadi dengan mukamu kak..?” tanya Diana penasaran dengan keadaan kakaknya.
Dan hal itu mulai membuatnya kesal dengan kambuhnya penyakit kekepoan adiknya.
“Ada apa kamu mencariku,?” tanya rehan mengalihkan pertanyaan adiknya.
“kau ini,! Aku mencarimu ada yang ingin kuceritakan.” ucap Diana dengan semangat melihat kakaknya dengan ekspresi penasaran. ia pun duduk diranjang rawat kakaknya. raihan yang tadinya berbarin pun bangkit duduk untuk mendengarkan cerita adiknya.
“Tentang Apa.?” Raihan pun akhirnya penasaran dan bertanya
“Tadi sebelum aku menghubungimu, aku tak sengaja menabrak seseorang.” ucap Diana. yang membuat Moodnya raihan seketika berubah yang tadinya ingin mendengarkan cerita jadi malas untuk mendengarkannya.
“jika kau ingin menceritakan seseorang yang tidak penting sebaiknya kamu pulang.!” usir Raihan pada Diana.
“Kak, Aku baru mulai cerita kau malah seenaknya mengusirku.” Diana kesal karna kakaknya tidak mau mendengarkan cerita yang ingin ia sampaikan, padahal apa yang ingin ia sampaikan berhubungan dengan Istrinya yang selama ini kakanya cari.
“ini ada berhubungan dengan orang yang selama ini kau cari.” Ucap Diana bangkit dari ranjang kakaknya, Dan seketika ucapan Diana menarik perhatian Raihan
“Apa kamu bilang tadi.?” tanya Raihan
“orang yang tak sengaja aku tabrak saat Aku mengunjungi caffe temenku itu adalah kakak ipar, dan Aku tak sengaja menjatuhkan cake kepunyaannya, saat aku meraih tangannya q melihat kakak ipar kehilangan satu jarinya, Dan saat Aku menanyakan apa yang sebenarnya terjadi padanya, kakak ipar justru acuh tak acuh dengan ekspresi penuh kebencian dan kakak ipar mengatakan itu adalah hadiah darimu.” Adu Diana pada sang kakak dan menceritakan semua pertemuannya yang tak terduga dengan kakak iparnya.
“Kak aku tau pada saat itu kamu membencinya, tapi Apa kamu sekejam itu sampai melakukan penganiayaan terhadapnya?, sedangkan kau tau sendiri bukan kakak ipar yang melakukan pembunuhan itu.” Ucapan Diana yang disertai kemarahannya kepada sang kakaknya Raihan, tidak tau apa yang sebenarnya terjadi pada Rosa sampai-sampai dua orang sekaligus menuduh dirinya yang telah melakukan hal keji pada Rosa.
“Apa yang kamu katakan sampai-sampai kau dan dia menuduhku yang melakukan hal sekejam itu pada istriku sendiri. jelas-jelas kau tau bahwa aku bahkan setengah mati mencari keberadaannya.”jelas Raihan bahwa dirinya pun tidak tau menahu apa yang sebenarnya terjadi pada istrinya Rosa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
lovely
dihhh masih aja ngelak bukanya instrospeksi Lo Reyhan yg uda bikin Rosa di penjara 😡
2022-12-06
3
amalia gati subagio
zalim songong dungu absurd !!!!
2022-09-04
1