“Ray..! Apa benar kamu punya anak.?” tanya Anggi pada anak sulungnya Raihan.
Raihan yang baru keluar dari kamarnya terkejut saat mendapati maminya dan adik perempuannya Diana datang ke apartemennya.
“Loh, kok mami sama kamu din yang kesini,? kan Raihan minta salah satu maid Rumah utama kesini untuk nemenin anak aku mi..?” tanya arya mengalihkan pertanyaan maminya.
“ Biar mami aja yang jagain, Ray.. emang bener itu anak kamu sama Rosa.?” Ucap Anggi dan maminya yang super ingin mengetahui cucunya pun balik tanya pada anaknya Raihan.
Diana yang dari tadi menahan kekesalannya melihat ibu dan anak saling melempar pertanyaan tanpa salah satu dri mereka untuk mengalah,
Diana yang dari tadi juga penasaran dan ingin melihat keponakannya pun menerobos masuk melihat Riano yang sedang tidur diatas ranjang tempat tidur kakaknya dengan wajah lelahnya dan sembab karna terus-terusan menangis.
“wah... kak, dia benar-benar mirip denganmu.” Ucap Diana memuji kemiripan anak kecil yang terbaring diranjang kakaknya pada Raihan setelah melihat wajah Riano. Dan dibalas senyuman menawan Raihan pada adiknya yang sudah lama tidak ia tunjukkan.
“mih..! cepat sini deh mih, Mami punya cucu yang begitu tampan dan mirip dengan iblis tak tau malu itu, hihihi....” dengan suara dan cekikikan lirihnya Diana memanggil maminya untuk mendekat dan melihat cucunya yang sedang tidur.
“Diana, kamu itu... iblis-iblis gini dia kakakmu, Coba mami mau liat cucu mami.” Ucap Anggi dengan suara lirih agar ia tak mengganggu tidur cucuya,
Anggi pun masuk melewati Raihan yang sedari tadi berdiri disebelahnya, Anggi menghampiri ranjang tempat dimana Riano sedang tidur pulas dengan muka sembabnya.
“Apa dia habis menangis.?” tanya Anggi melihat wajah cucunya yang sembab dan ada bekas air mata dipipi Riano membuat anggi penasaran.
“iya... disepanjang perjalanan dia menangisi maminya.” balas Raihan dengan datar dan menatap kearah Riano.
“Apa yang terjadi dengan Rosa maminya.?”tanya Anggi penasaran pada anak sulungnya itu.
“Dia pingsan setelah berusaha mengejar mobil yang kami tumpangi, Untuk mendapatkan Riano dari tanganku.” Ucap Raihan dengan rasa bersalah karna mengambil kepunyaan Rosa dengan cara paksa.
“Oh.. jadi namanya Riano. nama yang Bagus” Ucap Diana menyukai Nama ponakannya itu.
“Bukankah kakek sudah mengatakan bahwa harus dengan cara baik-baik. kenapa kamu malah melukainya lagi Raihan.?” Anggi sangat marah dengan apa yang dilakukan anak kesayangannya itu.
“Aku tau caraku salah mih, tapi hal itu cara yang baik untuk Rosa mau kembali denganku.” Ucap raihan dengan datar dan tatapannya masih kearah Riano dan ia pun ingat pada tujuannya.
“lalu dimana Rosa sekarang.?” tanya Anggi masih menatap anak sulungnya.
“Dia dirumah sakit, Raihan menyuruh salah satu anak buah untuk berjaga disana.” Ucap Raihan dengan datar, berdiri masih menatap anaknya Riano.
Anggi yang tidak ingin mengganggu tidur sang cucu ia pun keluar menarik pergelangan tangan anak sulungnya Raihan keruang tamu apartemen anaknya.
“Apa benar, kamu belum bercerai dengan Rosa.?” tanya Anggi penasaran,
Anggi memang menyayangi anak sulungnya tapi ia tak pernah tau yang terjadi sebenarnya dan Anggi pun tak pernah ikut campur urusan anak sulung kesayangannya, Anggi berharap anak laki-lakinya maupun anak perempuannya itu tetap mempunyai sifat tanggung jawab untuk menjalani kehidupannya.
“Belum Mih,! Kami sebenarnya belum cerai.”Ucap Raihan menatap maminya.
“Apapun rencanamu untuk kembali pada Rosa, mami akan mendukung kalian.” ucap Anggi, ia pun memeluk anak sulung kesayangannya itu
“Terima kasih mih.”Ucap Raihan
Raihan mangalihkan pandangannya kearah pintu kamar dimana anaknya itu ia tidurkan.
Raihan melepaskan pelukan maminya dan berkata,
“Mi.., Raihan nitip Riano dulu sama mami. Raihan malam ini mau nemenin Rosa dirumah sakit, mungkin sampai besok jika keadaan istri Raihan masih belum membaik.” Ucap Raihan pada Anggi,
“Apa Rosa... menantu mami itu baik-baik saja sekarang Ray.? mami dengar dari cerita adikmu Diana, kalau salah satu dari jari tangan Rosa hilang, Apa itu benar?” Anggi bertanya lagi keadaan menantu kesayangannya dan perihal salah satu jari Rosa yang putus, Anggi menatap anak sulungnya menunggu jawaban darinya.
Raihan yang ditatap maminya dengan perasaan bersalah pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban petanyaan dari maminya.
seketika membuat Anggi terenyuh mengetahui kebenaran bahwa menantunya itu benar-benar bernasib malang, padahal jelas - jelas dirinya sudah berjanji pada kawannya akan melindungi anaknya, Namun karna ulah anaknya pula ia melanggar janjinya,
Seketika dadanya merasakan sesak yang teramat menyakitkan, matanya memerah dan berkaca-kaca,
“Siapa yang melakukan hal kejam dan sadis seperti itu Raihan..?” Tanya Anggi lagi dengan perasaan hancur mendengar keadaan menantu kesayangannya itu, Ia pun meneteskan air matanya karna sudah tak bisa menahannya lagi, isak tangisnya pun mulai terdengar diseluruh Ruangan.
Raihan kembali memeluk Maminya untuk menenangkannya.
“Raihan juga tidak tau mih, Apa yang terjadi pada Rosa, saat berada disel tahanan Raihan benar-benar tidak tau, tapi yang pasti ada orang yang telah menganiayanya, Raihan akan berusaha menemukan orang yang sudah berani menganiayanya.
Sekarang yang bisa Raihan perbuat hanya ingin menebus dosa Raihan pada istri Raihan sendiri, Raihan akan melindunginya, dan akan membahagiakannya, hidup bersamanya dan membesarkan anak-anak.” ucap Raihan dengan harapannya bisa hidup bahagia disisa umur hidupnya bersama Rosa istrinya.
Anggi yang masih terisak dipelukan anak sulungnya Raihan hanya bisa menganggukkan kepalanya menyutujui keinginan anaknya.
Setelah dirasa tangis maminya sudah reda barulah Raihan melepaskan pelukannya, Raihan menatap maminya dan menghapus sisa air matanya.
“Raihan pergi dulu mih, Raihan nitip Riano.” ucap Raihan mencium punggung tangan Anggi maminya, Lalu ia melangkah menuju kamar dimana Riano ditidurkan, Raihan dengan pelan -pelan masuk dan mendekatinya lalu mencium pipi dan kening Riano yang sudah masuk kedunia mimpinya,
Raihan tersenyum melihat anaknya yang begitu mirip dengannya, tertidur pulas, wajah polosnya membuat Raihan semakin ingin membawa anak dan istrinya mengisi dan menikmati rumah barunya.
Raihan meninggalkan Apartemennya menuju rumah sakit dimana sang istri Rosa dirawat.
Raihan membelah jalanan disuasana malam dengan mobil Rolls Royce'nya yang berwarna hitam. tatapan tajamnya menahan amarah setelah melihat keadaan Rosa, Raihan tersenyum sinis ia berfiki ternyata ada seseorang yang ingin bermain dengannya selama menikah dengan Rosa.
Raihan akan menemukan siapa dalang yang ingin menghancurkan rumah tangganya selama ini, Setelah menemukan dalang yang sudah melakukan kekerasan dan penganiayaan pada istrinya,
Raihan akan membalas dendam sampai keakar-akarnya, Setelah itu barulah ia bisa menikmati kebersamaan dengan keluarga kecil dan hidup bahagia.
Raihan sekarang memang hanya ingin hidup dengan keluarga kecilnya bersama Rosa dan anaknya, Tapi Raihan tau untuk meyakinkan bahwa dirinya menyesali perbuatannya di lima tahun lalu sepertinya sangat susah untuk mendapatkan kepercayaan istrinya Rosa,
Rosa benar-benar membangun benteng pertahanan yang begitu kokoh. sehingga Raihan tidak mampu untuk menembus ke pertahanannya. walaupun tahu kenyataannya seperti itu Raihan tak akan pernah putus asa untuk bisa mendapatkan hatinya kembali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
kalea rizuky
males baca kalo. balikan seakan Rosa. bodoh bgt
2024-05-05
1
Roudhotul Imamah
males baca kalo balik sama raihan
2022-10-03
4
YuWie
baru mau membalas dendammmm...hloooooo itu pacarmu sdh lari ke luar negri berapa tahunnnnn..ckckckxkkk
2022-09-25
1