Arya yang telah sampai di rumah kediaman utama WIJAYA, Ia berdiri di tempat garasi mobil menunggu kedatangan kakaknya Raihan,
sambil menatap layar ponselnya yang sedang mengamati foto anak kecil yang dia ambil secara diam - diam, Arya yakin bahwa anak kecil tersebut darah daging kakaknya Raihan.
“Tanpa harus tes DNA pun Aku yakin bahwa kamu adalah keponakanku, Tapi ngomong - ngomong kenapa aku tidak mencari tau keberadaannya dan mamanya, kenapa aku lupa juga menanyakan namanya, Haiiissss. ck.”Arya bermonolog penasaran wanita mana dan seperti apa yang melahirkan anak yang begitu mirip dengan kakaknya iya juga kesal pada dirinya sendiri karna lupa menanyakan nama anak tersebut.
Arya melangkahkan kakinya masuk kedalam Rumah kediaman WIJAYA. Sambil menghubungi seseorang.
Arya memutuskan menunggu kakaknya diruang makan,disana ia akan memberitahunya dan memperlihatkan foto anak kecil itu kepada kakaknya dan keluarganya.
Saat Arya masuk keruang makan ia melihat senyum bahagia ibunya yang sedang menyiapkan hidangan masakan buatannya sendiri.
“kamu sudah pulang sayang..”ucap anggi saat melihat anak kedua laki - lakinya Arya sedang berdiri di depannya yang sejak tadi memperhatikannya.
Arya berjalan mendekati ibunya lalu memeluknya dari belakang. Membuat anggi sang mama tersenyum,
Arya memang pribadi yang suka bermanja dengannya dibanding Raihan kakaknya. Mengingat Raihan anak sulungnya itu anggi pun bertanya pada Arya,
“ Dimana kakak dan adikmu.? Apa kamu berhasil membujuk kakakmu itu.?”
Arya menghela nafas kesalnya karna ibunya ini selalu lebih menghawatirkan kakaknya dari pada dirinya atau pun adiknya Diana. Tetapi Arya bukan tipe anak yang mempermasalahkan hal itu karna menurutnya ibunya ini menyayangi ketiga anaknya.
“Mam...bisakah sehari saja kau tak menanyakan dia,?”protes Arya.
“Dia adalah kakakmu yang semenjak ia dijodohkan oleh kakekmu dan kejadian lima tahun lalu, kakakmu itu tidak mau pulang kemari. makanya mami selalu mengkhawatirkannya.” ucap anggi dengan menahan isak tangisnya karna mengingat nasib anak sulung dan menantunya yang hancur.
Anggi tidak pernah percaya bahwa menantunya Rosa telah membunuh mantan kekasih anaknya. setau anggi menantunya itu sangat baik, Lembut dan sopan. Entah apa yang sebenarnya terjadi Ia sendiri tidak tau dan tidak bisa ikut campur urusan anak dan menantunya.
Suara perdebatan antara kakak dan adik menyadarkan anggi dari lamunannya,
“kak, Apakah hari ini kau ingin membunuhku,?” suara Diana yang berada digendongan Raihan menggelegar diseluruh ruangan,
Raihan hanya diam karna malas berdebat dengan adiknya yang sialnya sudah sangat merepotkan. Ia melangkah keruang makan dan melihat Anggi maminya dan Arya sedang menatapnya.
Raihan menurunkan tubuh adiknya dikursi lalu Ia menatap Arya dengan tatapan tak bersahabat.
“Kita makan malam dulu, nanti akan q perlihatkan fotonya.” ucap Arya begitu saja karna ia tau apa yang ada dipikiran Raihan.
Raihan pun mau tak mau harus mengikuti permintaan adiknya karna dirinya pun ingin mendapatkan informasi darinya.
Anggi dan Diana saling tukar pandang, mereka bingung dengan ucapan Arya barusan. Merekapun menatap Arya dengan ekspresi meminta penjelasan darinya, Diana yang super kepo tak mau buang - buang waktu ia langsung bertanya dengan kakaknya Arya.
“Foto siapa yang akan kamu perlihat kak.?”
semua orang yang berada diruang makan menatap Arya menunggu jawaban darinya.
Arya menghela nafas kasarnya, ia kesal karna sudah seperti buronan yang tertangkap dan diintrogasi dengan cara ditekan agar bisa membuka suaranya,
sebenarnya ia pun ingin segera memberitahu kakaknya dan ingin mengetahui siapa anak yang begitu mirip dengan kakaknya ini.
Tapi di lain sisi ia ingin masakan ibunya yang sudah terhidang dimeja makan dinikmati terlebih dulu karna ia tak mau setelah memperlihatkan foto anak itu, Raihan justru akan pergi dan hal itu akan merusak acara makan malam keluarganya yang sudah diharapkan ibunya sejak lama.
“Duduklah dulu,,,, lalu kita nikmati dulu masakan mami yang sedari tadi sudah terhidang.” ucap Arya kesal mengingatkan tujuan awalnya.
Raihan pun mau tak mau mengalah dan memutuskan untuk duduk, tak lama kemudian dua laki - laki parubaya yang satu terliat berumur 80 tahun berjalan dengan tongkatnya dan yang satunya masih berumur 55 tahun yang terlihat masih tampan,
mereka berjalan menghampiri meja makan,membuat mereka yang berada di ruangan tersenyum melihatnya, Tapi tidak dengan Raihan Ia diam dan menunjukkan muka datarnya.
setelah kakeknya dan papanya duduk dikursi masing-masing, Barulah Raihan bangkit dari duduknya dan menghampiri kakeknya menarik tangannya dan mencium punggung tangan kakekny, Begitu juga Ia lakukan kepada papanya.
setelah melakukan hal itu Raihan kembali ketempat duduknya dan duduk dengan tenang dengan ekspresi yang masih sama dingin dan Arogan.
“Kau datang malam ini nak..?” tanya Rohman sang papi
“Iya pi.” jawaban singkat Raihan, membuat Rohman menghela napas beratnya.
Rohman tau.... Raihan anaknya ini masih kesal dengan kakeknya, Dirinya juga tidak bisa ikut campur urusan permasalahan anak dan ayahny(kakek anaknya)
Diana yang sadar akan keadaan yang tiba - tiba canggung,ia berinisiatif mencairkan suasana Diana yang sedari tadi berpura - pura sakit langsung berlari kadalam pelukan kakeknya dan bermanja padanya, membuat suasana kembali hangat.
“Kakek... hari ini diana ditabrak oleh seseorang... lihat nih.. kaki cantik dan mulus Diana jadi lecet..” Adu diana kepada sang kakek dengan gaya manjanya.
membuat kakek, papi dan maminya tersenyum melihat tingkah anak perempuannya ini.
“Aduh... kasihan cucu cantik kakek..” ucap sang kakek pada Diana.
Arya yang lihat Diana bisa berlari saat menghampiri kakeknya hanya bisa menahan kesal, karna adeknya ini sewaktu dirumah sakit telah membohonginya, Lalu arya menatap Raihan dan dia tersenyum kemenangan karna saat diana meminta adiknya digendong Ia tak mau dan menolaknya dengan alasan diana berat,
ia merasa bahwa Raihanlah yg sejak tadi dikelabui adiknya,mengingat hal itu Arya ingin menertawakannya tapi ia urungkan karna ia takut jika Raihan murka ancamannya tak main - main, Kakaknya ini akan mengancam dengan mengirimnya ke mesir untuk belajar sopan santun pada unta - unta yang berada dimesir.
“sekarang sudah berkumpul semua mari kita menikmati hidangannya sayang...” Ucap anggi, dan ia duduk disebelah suaminya yang berhadapan langsung kearah Raihan.
Anggi melihat anaknya ini ternyata masih menghargai posisi mantan istrinya Rosa, dilihat ia masih duduk dikursi urutan nomor dua yang lima tahun lalu menantunya itu duduki, Raihan mengkosongkan satu bangku yang dulu biasa ditempati mantan istrinya. membuat Anggi terharu oleh perlakuan Raihan itu.
mereka sekaluargapun menikmati hidangan masakan mamanya yang menurut mereka sangat Lezat.
malam ini adalah malam yang sangat bahagia bagi Anggi semenjak kejadian lima tahun lalu dan malam ini Anak sulungnya baru bersedia pulang kerumah utama WIJAYA untuk makan bersamanya andai menantunya itu pun bisa berkumpul bersamanya itu akan menjadikannya bonusnya, tapi Anggi tak mau berharap banyak, anak sulungnya sudah mau pulang pun itu sudah sangat bersyukur buatnya.
-
-
Disebuah kamar anak - anak dengan desain kartun robot dan interior yang sangat bagus seorang wanita cantik dengan Rambut yang setengan bergelombang yang dibiarkan tergerai dengan pakaian tidurnya, tidak menghilangkan pesona wajah cantik naturalnya, Tangannya yang sedang menopang buku yang sedari tadi ia baca dengan setengah berbaring dan lengan satunya menjadikan tempat bantal kepala sikecil Ransyah yang ternyata sudah tertidur terlelap,
Rosa tersenyum melihat wajah anaknya yang begitu teduh dan menenangkan jiwa untuk dipandangnya. Ia lalu mengecup pipi Ransyah,
Ransyah sedari tadi memang sudah lebih dulu mengantuk dan meminta dirinya untuk menemaninya tidur dengan membacakan buku cerita dongengnya hanya beberapa kalimat saja yang ia bacakan Ransyah sudah tertidur begitu cepat, Rosa fikir mungkin karna efek obat yang sedang anaknya konsumsi maka dari itu Ransyah lebih cepat mengantuk dan beristirahat.
Rosa merapikan selimut untuk menutupi tubuh mungil Ransyah,ia mengubah lampu terangnya menjadi lampu kuning tamarannya dan ia melangkah keluar meninggalkan kamar ransyah, saat Rosa keluar ia melihat Anak satunya Riano masih mengobrol dan bermain dengan kakaknya Nugroho.
“paman,! Riano ingin kelak saat Riano dewasa ingin menjadi seseorang yang hebat seperti paman yang sudah membangun beberapa tempat rumah sakit.” Ucap Riano menatap Nugroho, membuat Nugroho tersenyum.
“Aamiin... semoga ponakan paman ini bisa mewujudkan Cita-citanya..” Balas Nugroho dengan memberikan dukungan pada Riano.
Rosa tersenyum melihat interaksi mereka, Dia bersyukur punya kakak seperti nugroho yang penyayang kepada ponakannya, bahkan Nugroho memperlakukan ponakannya seperti anaknya sendiri.
Rosa menghampiri mereka, ia pun duduk disamping kakaknya dan menyodorkan susu kepada Riano,
“sayang Riano, Susunya diminum dan habiskan dulu nak.” suruh Rosa kepada Riano
“iya mam..”ucap Riano patuh dengan sekali perintahan dari mamanya. Riano meminumnya sampai habis membuat Rosa tersenyum bahagia.
Rosa mengalihkan pandangannya dari Riano beralih menatap kakaknya,
“apakah malam ini.... kakak jadi berangkat kenegara G untuk urusan bisnis..?” tanya Rosa pada kakaknya nugroho,
Nugroho yang ditanya menganggukan kepalanya yang masih memperhatikan Riano yang masih menyusun legonya membentuk pesawat.
Nugroho beralih menatap Rosa dan mengelus puncak kepala adiknya dengan kasih sayang.
“Iya.. saya harap saat saya meninggalkan kalian dirumah ini, Orang itu masih tidak mengetahui keberadaan kalian,,.” Ucap Nugroho dengan datar.
Rosa pun berharap begitu, Tapi ia tak pernah tau takdir kedepannya seperti apa. hanya saja ia harus lebih ekstra hati - hati, Ia pun harus siap saat akan bertemu dengannya nanti. walaupun sejujurnya Ia berharap seumur hidupnya tak ingin bertemu dengannya.
“Kakak tau walupun Ia masih memiliki hak untuk tau keberadaan si kembar, Tapi kakak tidak mau memberi tahunya begitu saja, Kakak ingin tau seberapa berusahanya dia menemukan kalian, disaat dia sudah mengetahui kebenarannya.”Ucap Nugroho dan ia bangkit dari duduknya menuju kamarnya untuk menyiapkan barang bawaannya untuk perjalanan bisnisnya selama satu minggu di negara G.
kalimat yang barusan diucapkan kakaknya Nugroho membuatnya bertanya - tanya apa maksud dari ucapan kakaknya “Kebenaran”,? Kebenaran apa yang sudah Raihan ketahui dan apa kebenaran itu ada hubungannya dengan kasus Lima tahun yang lalu atau kebenaran apa?
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
lovely
bnyak yg di skip bacanya
2022-12-04
1
Defi
Raihan sudah tau bahwasanya bukan Rosa yang membunuh kekasihnya. atau jangan2 org suruhan Kakek Raihan
2022-10-03
1