Setelah mengurus prosedur kepulangan Rosa dan mengantongi izin surat pernyataan kondisi Rosa yang sudah dibolehkan pulang oleh dokter, Kini Raihan melangkah kembali ke dalam kamar rawat inap istrinya Rosa,
Saat Raihan masuk ia disuguhi pemandangan indah, yang membuat kedua matanya tak bisa berkedip atau mengalihkan tatapannya kearah lain,
Rosa yang merasa ada seseorang yang telah masuk ke delam kamar rawatnya ia pun menoleh kebelakang dan mendapati Raihan yang tengah berdiri diambang pintu menatap kearahnya.
“Mas Raihan,!” panggil Rosa dengan suara lembutnya sesekali merapikan penampilannya dan mengenakan belt di pakaian dressnya dan ia kesusahan untuk memakainya.
Raihan yang sejak masuk melihat kecantikan istrinya, ia bagaikan dibius oleh Kecantikan dan penampilan wanita yang ada di depan matanya tak lain istrinya sendiri,
Raihan bergeming tak bergerak, sampai-sampai ia pun menghiraukan panggilan dari Rosa, saat ia melihat Rosa sedang kesusahan mengenakan belt, barulah ia malangkah mendekatinya.
“Apa perlu aku bantu sayang.” Ucap Raihan menawarkan bantuan pada istrinya.
“Bolehkah? Aku kesusahan memakai beltnya.” tanya rosa ragu-ragu dan mengeluhkan beltnya pada Raihan
Raihan tersenyum dan meraih belt dari tangan Rosa.
“sepertinya belt itu kebesaran untuk pinggangku, jadi aku berusaha mengurangi Ring goldnya.” Ucap Rosa mengeluhkan beltnya yang kebesaran, melihat Raihan yang sedang mengotak atik ring beltnya.
“Bukan beltnya yang kebesaran tapi badan kamu yang terlalu kurus.” Ucap Raihan menatap istrinya, ia mengatakan sejujurnya bahwa Rosa istrinya ini memang terlalu kurus, Raihan merasa bahwa belt yang ia pesan tadi termasuk ukuran terkecil, tapi nyatanya hal itu masih kebesaran untuk dipasang dibadan istrinya.
“Sini sayang, biar mas yang make'in, sudah pas atau blum dibadanmu.” Ucap Raihan menyuruh Rosa untuk mendekat,
setelah membuang beberapa ring beltnya ia menarik pergelangan tangan Rosa dan memakaikan beltnya di pinggang Rosa,
Hal itu membuat jantung Rosa seketika berdetak kencang tak beraturan, Rosa pun mengedip - ngedipkan matanya beberapa kali, karna menerima perlakuan manis dari Suaminya, Dulu saat tinggal bersama Raihan, Suaminya ini tak pernah sekalipun melakukannya hal Romantis atau perlakuannya dengan lembut padanya.
posisi Raihan yang sedang duduk diatas ranjang pasien dan Rosa yang berdiri dihadapan Raihan yang sedang memegang belt yang akan dipasangkan dipinggang dirinya.
Rosa melihat wajah tampan suaminya Raihan dari atas yang dimana wajah Raihan tepat didepan memasangkan belt untuknya, Rosa merasa bahwa ayah dari anak kembarnya ini semakin tampan dari lima tahun yang lalu.
“Sudah puas memandang wajah tampan suamimu ini.?” tanya Raihan lembut ia mengadahkan kepalanya menatap kearah wajah cantik istrinya.
Rosa yang ketahuan sedang menikmati ketampanan suaminya, menjadi salah tingkah membuat Raihan ingin melanjutkan untuk menggoda istrinya.
“Apa kita tak perlu pergi untuk rapat saja, dan mencari tempat hotel yang nyaman untuk kita hari ini.?” Ucap Raihan menggoda sang istri,
membuat Rosa seketika membuka mulutnya dan membelalakkan mata indanya, terkaget karna ia tak menyangka suaminya ini bisa mengucapkan hal seperti itu.
Cup...!
Raihan tak tahan untuk mencium istrinya yang membuka mulutnya.
“Mas Raihan.!” Ucap Rosa kesal yang sejak tadi digoda oleh suaminya.
“Iya sayangku...” jawab Raihan tersenyum senang berhasil menggoda istrinya.
“Mas jangan bercanda donk.. hari ini aku harus rapat, bukankah hari ini mas juga harus pergi rapat.” Ucap Rosa mengingatkan jadwal rapatnya dan diangguki oleh Raihan suaminya yang tiba-tiba menjadi pribadi yang jail.
“Okey,Selesai.., ” Ucap Raihan setelah memasangkan belt goldnya dipinggang ramping Rosa.
“terima kasih.” Ucap Rosa dan ia mengambil blazer untuk menutupi lengannya karna model dress yang Raihan belikan bermodel lengan pendek, sehingga ia harus memakai blazer yang ternyata Raihan membelikannya satu set dengan dresnya, membuat tampilannya semakin terlihat cantik dan berwibawa.Raihan memang mahir dalam memilih Fashion.
Raihan yang masih melihat penampilan istrinya membuatnya semakin jatuh cinta dan ingin membuatnya mengurung istrinya di kamar saja.
Entah kenapa Raihan merasa tak rela istrinya bekerja, Raihan ingin Rosa menghabiskan waktunya hanya untuk mengurus dan memperhatikan dirinya juga anaknya, padahal dulu ia bahkan tak memperdulikan Rosa dan acuh tak acuh padanya, mengingat hal itu membuatnya tersenyum.
(“Tuhan maha membolak - balikan hati hambanya, maka Raihan ingin hatinya tetap mencintai istrinya dan bisa menemani dirinya sampai akhir khayatnya, karna istrilah yang akan setia menemaninya dalam suka maupun duka, sakit dan sehat kita.”)
“Apa kau sudah sarapan sayang,?” Ucap Raihan menanyakan sarapan pagi istrinya, Raihan melihat jatah sarapan dari rumah sakit sepertinya belum disentuh oleh istrinya, Raihan juga sesekali mengelus kepala Rosa dan merapikan rambut gelombangnya yang indah.
“Belum.. aku tak berselera makan, makanan rumah sakit.”Ucap Rosa dengan nada lembutnya bahwa dirinya tak menyukai hidangan makanan yang rumah sakit sediakan.
“Kalau begitu mau makan apa,sayang.?” tanya Raihan
“Apakah mas akan membelikannya untukku?” Ucap Rosa dan ragu-ragu ia bertanya.
“Tentu, jadi mau makan apa? hmm?” Ucap Raihan, mematap Rosa dan bertanya dengan lembut.
“Aku hanya ingin Kopi Latte dan bubur ayam.” ucap Rosa dengan menundukkan kepalanya, Rosa takut permintaannya akan memberatkan Raihan. Karna ini pertama kalinya Rosa meminta sesuatu pada Raihan.
Raihan yang melihat tingkah Rosa yang ragu-ragu dan takut dirinya akan menolaknya, ia pun menarik Rosa kedalam pelukannya.
“Jika kau ingin sesuatu maka katakanlah... aku akan mengabulkannya, terkecuali kau menginginkan aku pergi dari hidupmu maka hal itu tidak akan bisa ku kabulkan, tidak akan bisa..ingat itu.” Ucap Raihan dengan suara lembutnya dan menekankan setiap kalimatnya, membuat Rosa yang mendengarnya terharu,
Ternyata Raihan Suaminya yang dulu tak pernah perhatian dan acuh tak acuh sekarang justru memperlakukan dirinya dengan sangat baik, penuh perhatian dan kasih sayang.
Seketika membuat mata rosa memerah dan berkaca-kaca karna rasa harunya. Raihan yang melihat ekspresi wajah Rosa yang seperti itu pun perlahan menciumnya lagi bibir Rosa yang sejak tadi selalu menggodanya dan menjadi candunya.
suara deringan telvon menghentikannya aktifitas ciumannya, Raihan mengambil benda pipihnya yang berada didalam saku celananya.
Raihan melihat ID penelpon ternyata Maminya.
“Tunggu sebentar mami telvon,” Ucap Raihan meberi tau Rosa siapa yang menelevonnya, Raihan mengangkat panggilan tersebut.
Mami :(“Hallo nak..”)
Raihan :(“Hallo,! iya mi... ada apa.?”
Mami :(“Cucu mami Riano tidak mau makan nak, Riano bilang dia hanya ingin makan masakan maminya. jadi gimana ini nak.?”)
Raihan menghela nafas dan ia melirik Rosa,
Rosa yang masih didalam pelukan, posisi kepala Rosa yang bersandar didada Raihan hanya diam dan samar-samar mendengar suara mami mertuanya tapi tak mendengar begitu jelas yang dibicarakan,
Rosa mendongak menatap wajah Raihan yang dari tadi diam, Rosa pun penasaran dan bertanya.
“Ada apa..? Apa terjadi sesuatu pada Riano.?” Tanya Rosa khawatir, melihat ekspresi suaminya.
“Riano tidak mau makan, masakan mami. Riano bilang dia ingin makan masakanmu.” Ucap Raihan dengan tenang.
Rosa pun sudah akan menebak hal itu kedua anaknya memang sudah terbiasa tidak makan sembarangan masakan orang lain selain bukan masakan dirinya dan kakaknya Nugroho.
“Boleh aku berbicara dengan Riano?” tanya Rosa dan diangguki oleh Raihan
Raihan :(“Mi, bisahakah telvonnya kasih ke Riano, Maminya ingin berbicara dengannya.”)
Mami :(“Baik nak, ”) Riano sini nak mami mau ngomong sama kamu.”
Setelah benda pipih berada ditangan Riano, anak itupun langsung bersuara.
Riano :(“Mami..!”)
Rosa :(“Riano sayang,”)
Riano :(“Mami, Mami dimana”)
Rosa :(“Mami pergi kerja sayang, Riano kenapa gak mau makan,? kan oma sudah masakin khusus buat Riano, masa Riano pintar gak bisa menghargai masakan buatan oma.?,”) Ucap Rosa membujuk Riano dengan lembut.
Riano :(“Riano mau makan masakannya mami.”)
Rosa :(“pagi ini Riano makan masakannya oma dulu ya sayang..., Mami janji... nanti malam Mami akan masakin buat Riano, okey..?”)
Riano :(“Baiklah..”) jawab Riano dengan suara lemas. membuat Rosa yang mendengar suara Riano yang tak bertenaga itu menjadi tak tega.
telvon genggamnya pun Riano serahkan pada omanya.
Mami:(“pulanglah nak.. nanti malam ke kediaman Utama dan kita bisa kumpul bersama.”)
Rosa :(“i..iya Mi.) jewab Rosa dengan tergagap
Mami :(Kami akan sangat bahagia jika kamu kembali ke kediaman utama.”)
Rosa :(“Baik Mi...)
Raihan :(“udah ya mi... kami mau kerja, ngobrolnya lanjut nanti malam saja.”)
Mami:(“iya.. ya udah nak.. jangan lupa nanti malam bawa menantu kesayangan mami pulang,”)
Raihan:(“Okey mih..bye Mi..”)
mami:(“bye nak..”)
setelah berpamitan sambungan telvon pun terputus.
Raihan menatap Rosa... dan meraih pinggang Rosa.
“Apakah kau sudah selesai..?” tanya Raihan
“Sudah,” balas Rosa
“Kalau gitu ayo kita pergi ke perusahaan ORBIET.TEC, untuk melakukan rapat.” Ucap Raihan dan mereka melangkah keluar, meninggalkan rumah sakit.
Raihan mengendarai mobil Rolls Roycenya bersama Rosa menuju perusahaan ORBIET.TEC.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Noviana Sundari
mudah sekali memaafkan setelah begitu banyak kelakuan yg dibuatnya
2024-05-04
1
Anas Warti
tidak bisakah Risa punya harga diri Thor.
jangan merusak Marwah wanita. novel ya novel tapi jangan di bikin goblok dong
2022-10-13
1
Ken Ken
wes ta terserah yng bikin crita aku manut wae
2022-10-11
1