Dua Laki - laki Tampan yang sedang berdiri dihapan wanita cantik yang sedang duduk diatas brankar rumah sakit, setelah mendapatkan perawatan dari dokter,
wanita cantik itu tak lain adalah adik perempuan dari Raihan Abi wijaya dan Arya brama wijaya,
Diana merasa hawa ruangan mendadak pengap dan mencekam, Ia melirik ke dua kakaknya yang sedang menatapnya dengan tatapan tak bersahabat,
“ck.! mau sampai kapan kalian menatapku seperti itu..?”ucap Diana yang terlebih dahulu membuka suaranya.
Arya dengan posisi salah satu tangan berada disaku menatapnya dengan mengintimidasi, sedangkan Raihan bersedekap meletakan kedua tangan di depan dadanya dengan tatapan elangnya yang begitu menakutkan menunggu penjelasan dari adiknya.
“Laki - laki mana, dan seperti apa yang sudah menabrakmu dan sekarang justru kau malah menyuruhnya pergi begitu saja, sebelum kami datang kesini.!?” tanya arya dengan raut muka kesalnya.
Dengan ekspresi gugup Diana mengalihkan topiknya, dengan berpura - pura lukanya sakit
“Aduh duh.. duh. kak Sakit.!” keluh diana yang begitu menyedihkan.
Dan benar saja dua kakaknya yang menyayanginya langsung panik. Terutama arya dia adalah laki - laki penyayang, Melihat adiknya yang kesakitan membuatnya tak tega dan langsung menanyakan keadaannya.
“mana yang sakit Din,? kamu nginep dirumah sakit dulu aja yah..?”ucap arya dengan raut wajah khawatir
Tapi orang yang sedang dikhawatirkan malah tersenyum licik, Diana berhasil mengelabui kakaknya.
“Gak mau.! malam ini mami mengadakan acara makan bersama, Aku gak apa - apa jadi buat apa nginep, dan kak.!
namaku Diana, jadi jangan panggil q dengan sebutan Din.!” kesal Diana dengan kakaknya yang selalu memanggilnya Din
Entah kenapa kakaknya ini selalu gak bisa mengubah nama panggilannya.dan hal itu selalu membuatnya kesal.
“sama saja.!,” jawab arya dan Raihan bersamaan.
jawaban kedua kakaknya membuatnya frustasi Diana pun menghela napas kesalnya.
“terserah...,”,Ucap Diana dengan ekspresi muka yang sudah cemberut dan murung.
“kapan nih kita pulang kak... kakek,mami sama papi pasti dah nunggu kita dirumah.”ucap Diana mengingatkan kedua kakak.
“yah sudah kita pulang,” ucap Raihan
“Gendong...” ucap Diana dengan cara manjanya
“kamu aja kak yang gendong diana, aku gak kuat gendong dia berat.”ucap arya pada Raihan untuk mengngkat adek nya karna dia sedang malas dengan adek manjanya satu ini.
“Enak aja kalau ngomong, BB ku hanya 48 kg kak arya,,, Kak Arya bohong kak Raihan, jangan percaya sama dia.” Balas Diana tak terima dikatain berat oleh Arya kakaknya.
Raihan yang sedari tadi hanya menyaksikan perdebatan kedua adeknya hanya diam saja, Ia malas berdebat dengan kedua adeknya dan ia pun menggendong diana dari brankar ke tempat mobilnya. Sedangkan Arya pergi menyelesaikan prosedur pembayaran pengobatan adiknya.
Raihan melajukan mobilnya dan meninggalkan rumah sakit Nugroho.
Raihan tak pernah tau bahwa Rumah Sakit NUGROHO milik kakak iparnya, kakak kandung Rosa istrinya.
Raihan yang saat ini sedang fokus mengendarai mobilnya terganggu oleh beberapa notif telvon genggamnya,
Ia pun membuka pesan yang dikirim oleh Arya saat lampu merah.
(“ARYA : kak, apakah selama ini kau bermain wanita dan menebarkan benihmu kepada wanita - wanita yang kau maini.?”)
(“RAIHAN :Apa kau ingin sekali aku kirim kau ke mesir untuk belajar sopan santu.?!”) kesal Raihan
(“ARYA : Jangan emosi dulu, aku menanyakan hal ini karna aku bertemu dengan seorang anak laki - laki yang sangat tampan dan dia mirip sepertimu, makanya aku penasaran dan bertanya kepadamu seperti itu.”)
Raihan terkejut saat mendapati pesan dari adiknya yang melihat seorang anak laki - laki mirip dengannya, dan ia pun teringat sewaktu dirumah sakit dia sendiri juga sepintas melihat seorang anak laki - laki yang berada digendongan seorang wanita yang sangat familiar baginya dia merasa anak kecil itu juga sangat mirip dengannya, Raihan fikir Apakah yang dikatakan Arya itu ada kaitanya dengan istrinya.
(“Arya: Setelah sampai Rumah aku akan memperlihatkan foto anak kecil padamu yang tadi aku lihat di rumah sakit kak.”)
Saat mendapatkan pesan terakhir adiknya ia pun menambahkan kecepatan berkendaranya
membuat Diana yang satu mobil dengan Raihan terkejut dan takut terjadi kecelakaan.
-
-
Ditempat lain disebuah ruang makan tepatnya dikediaman Nugroho keluarga kecil sedang menikmati hidangan makan malamnya,
Rosa melihat anak kembarnya dengan sangat lahap menikmati hidangan yang ia masak sendiri, ia merasa sangat bahagia akhirnya bisa memasakan makanan favorit mereka, anaknya yang sakit Ransyah pun dengan lahap memakan makananya dengan sangat tenang.
“bagaimana sayang rasanya, enak tidak..?” tanya Rosa pada anaknya yang dengan lahap menyantap hidangan masakannya.
“Enak mami, masakan mami paling enak paling juara. iya kan kak..?” Ucap Ransyah diangguki oleh Riano tanda menyetujui ucapan adiknya.
“kalau gitu makan yang banyak dan dihabiskan.” ucap Rosa menyuruh anaknya makan lebih banyak selagi mereka bisa menikmatinya.
Rosa tersenyum melihat mereka bisa hidup berkecukupan dari bantuan kakaknya,
Rosa tak pernah tau jika hidup tanpa bantuan kakaknya, mungkin akan sangat kekurangan untuk memenuhi hidup si kembar.
Rosa berharap ia bisa mempunya rumah sendiri untuk ia tempati bersama kedua jagoannya.
Ia juga berharap semoga tak pernah dipertemukan dengan Raihan mantan suaminya. Walaupun harus dipertemukan lagi dengan Raihan ia berharap Raihan tak memisahkan dirinya dengan kedua anaknya.
setelah menikmati makan malamnya Rosa menyuruh anaknya untuk bersih-bersih dan menggantikan bajunya dengan baju tidur mereka.
“jangan lupa gosok gigi sayang..” Ucap Rosa mengingatkan sikembar
“Iya mami..” jawab sikembar yang berada didalam kamar.
Rosa selalu mendisiplinkan anak kembarnya sejak dini agar kelak mereka menjadi anak yg tetap patuh pada aturan.
dan bersyukurnya anaknya selalu mengerti dan sangat patuh dengannya.
setelah kedua anak kembarnya selesai dengan berganti baju dan membersihkan giginya, Rosa tiba - tiba ingin mengambil foto mereka untuk mengisi Album kenangannya.
Rosa sangat suka mengambil foto kedua anaknya, selama ia didalam sel tahanan ia juga suka mengingatkan kakaknya untuk mengambil foto sikembar untuk diperlihatkan padanya dan Rosa berhasil mengumpulkan beberapa foto anak kembarnya menjadikan sebuah album.
jika sewaktu-waktu ia kangen masa - masa kecil anak kembarnya ia bisa melihatnya kembali.
“sini sayang mama foto kalian dulu.” ucap Rosa bersemangat menyuruh anaknya berpose.
cekrek....!
“Sudah...” ucapnya lagi saat berhasil mengambil gambar si kembar.
Rosa sangat beruntung mendapatkan anak kembar yang sangat identik, yang bisa membedakan mana Riano dan mana Ransyah adalah dirinya, kakaknya dan bu Ningrum.
Melihat anak kembarnya yang identik, Mengingatkan Rosa dengan wanita parubaya bernama bu Ningrum.
selama Rosa didalam penjara suka duka Rosa hanya Ibu ningrumlah yang selalu ada disisinya.
Rosa seketika merindukan bu ningrum.
“Bu ningrum apa kabarnya, Apakah beliau masih sehat..”Rosa begumam sendiri.
Nugroho yang sedari tadi memperhatikan Rosa yang terlihat sedih pun menanyakannya
“Kamu kenapa Ros..?”
Rosa yang tadi melamun pun tersadarkan oleh pertanyaan kakaknya.
“Rosa sedang memikirkan bu Ningrum kak.. Apakah kakak tau keadaan bu ningrum sekarang.?” jawab Rosa dengan menanyakan balik kekakaknya.
Dahi Nugroho pun mengkerut...
“Apa kamu merindukannya..?”
pertanyaan Nugroho seketika dijawab oleh anggukan Rosa, Nugroho tau selama Rosa berada didalam penjara ia hanya mengandalkan bantuan dari bu ningrum pada saat ingin mengeluarkan bayi kembar itu pun nugroho memperjuangkan mati - matian untuk mengeluarkan mereka dan berkat bantuan bu ningrumlah anak kembar itu bisa kluar.
“kakak akan berusaha mencarinya, kamu fokus saja merawat si kembar kakak akan membatumu mencari bu Ningrum sampai bertemu denganmu.”ucap Nugroho meyakinkan adik kesayangannya.
“Apakah tidak merepotkanmu..?” tanya Rosa
Rosa tidak mau merepotkan kakaknya lagi, Ia sudah bnyak merepotkan kakaknya selama bertahun - tahun.
bahkan kakaknya saat ini masih sendiri tidak memikirkan untuk mencari pasangan hidupnya,
“kakak tidak merasa direpotkan oleh kalian, kakak justru akan merasa bersalah jika tak bisa membantu kalian.”jelas Nugroho pada adiknya Rosa
(“padahal aku ingin sekali melihatnya mempunyai pasangan hidup dan kau hidup bahagia bersama anak - anakmu kak.”) Batin Rosa
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Wardah Juri
ceritanya bagus aku suka
terus berkarya ya selalu sukses
2022-09-26
3
🌷Tuti Komalasari🌷
lutu amat cih kamu Ransyah & Riano 😍
2022-09-24
2