Di Sebuah Ruang keluarga dengan design dan interior yang bernuasa bergaya Eropa di lengkapi dengan berbagai macan bunga yang dipasang di tengah Meja dan dibeberapa sudut ruangan, ditambah dengan Lampu kristal yang bergelantung ditengah ruangan, membuat Ruangan tersebut terlihat semakin mewah, Siapa saja orang yang berada didalam ruangan tersebut akan merasa betah berlama - lama menghabiskan waktunya diruangan supernyaman nyaman tersebut.
Setelah menyantap hidangan makan malamnya bersama keluarga, Raihan yang sejak tadi dengan sabar menunggu Janji sang adik memutuskan menyuruh sang adik Arya untuk membicarakannya diruang kerja ayahnya.
“Arya, ikutlah denganku sebentar,” Panggil sang kakak Raihan dengan dingin.
“Disini sajalah kak, lagi pula semuanya sedang berkumpul diruangan ini bukan..?!.” Ucap Arya menantang perintah sang kakak Raihan, Arya bangkit dari duduknya dan melangkah ketengah - tengah mereka diruang keluarga tersebut.
“kek, pi ,mi dengerin cerita dari Arya, mungkin cerita yang akan Arya sampaikan akan membuat kalian semua terkejut.”ucap arya dengan semangat 45 nya menatap kakek papi dan maminya bergantian.
“Mau cerita apa kak,? paling juga habis Cerita ujung - ujungnya minta menangani proyek yang ada dikalimantan ya kan...? hu.. dah bisa ketebak wbee...” Ejek Diana yang sudah tau tabiat sang kakak.
“Sialan kamu Din, sama kakak sendiri gak ada sopan santunnya.” kesal Arya dan melempar bantal sofa kearahnya dan mengenai muka diana.
mereka semua tertawa melihat tingkah adik kakak yang tidak pernah akur. Raihan yang sedang duduk dikursi tunggal melihat tingkah adiknya hanya menghela napas karna sudah mengulur waktunya.
“Adik perempuanmu itu kak, yang seharusnya kamu kirim ke mesir agar bisa belajar sopan santun dengan para unta yang berada disana.” keluh Arya pada sang kakak Raihan.
membuat alis Raihan pun terangkat satu dan menatap Diana.
“hahaha... kak Raihan, kau ingin mengirim kak Arya ke mesir hanya untuk belajar sopan santun.?” tanya Diana pada Raihan yang diangguki olehnya
“hahhah... kak arya, kau bukannya belajar sopan santun pada unta malah kau justru akan disuruh belajar berternak dan memeras susu para unta disana. hahah......” Ucap Diana disertai suara tawanya yang terbahak - bahak membuat semua orang yang diruangan juga ikut tertawa, terkecuali Raihan yang masih setia diam seribu bahasa.
“kurang ajar kamu din masih mau menertawakan kakakmu.” Ucap Arya sambil melempar beberapa bantal sofa kearahnya berkali-kali.
“Ampun kak.. Ampun... kak Ampun hahahha. Okey, I'm sorry.. sekarang coba kak Arya ceritakan, yang tadi katanya ingin kak Arya ceritakan kepada kami.” Ucap Diana yang merasa capek yang sedari tadi menertawakan kebodohan kakaknya arya.
Arya pun menceritakan kejadian dirumah sakit saat ia bertemu dangan seorang kecil yang mirip dengan sang kakaknya Raihan.
Arya pun menunjukkan foto Ransyah kepada keluarganya terutama kepada kakaknya Raihan, yang ia ambil tanpa sepengetahuan sikecil Ransyah.
“mirip banget kan..? dia bahkan sangat sopan denganku dan dia sangat manis dan baik. aku berharap itu adalah anakmu kak, dan andai itu benar aku sangat beruntung mempunyai ponakan seperti dia, Dia akan ku sayang sepanjang hari.” Ucap Arya menatap Raihan dengan harapannya yang semakin menggunung.
(“Apakah dia anakku, anak ini benar - benar mirip denganku, tapi dia ada kemiripan sedikit dengan wanita itu, dan aku hanya melakukannya dengan dia itu pun hanya satu kali, Apa mingkin.?”) Batin Raihan melihat foto Ransyah yang ada di dalam benda pipih milik adiknya Arya.
kakek,papi,mami,dan diana begitu terkejut melihat Foto yang Arya tunjukkan kepada mereka, Tak lain halnya Raihan, Ia begitu kaget saat melihat foto anak tersebut ia pun ingat kejadian saat diRumah sakit
Dalam pikirannya pun Raihan menduga - duga dan ia mengaitkan dengan wanita yang ia jebloskan kedalam penjara Lima tahun yang lalu, Dan jika dihitung masa tahanan wanita itu memang sudah selesai dari satu minggu yang lalu,
Raihan pun menduga bahwa anak kecil itu memang anaknya dan wanita yang melintas saat dirumah sakit mungkin adalah istrinya, lalu siapa yang sakit, istrinya kah? atau anaknya? fikiran raihan pun seketika kacau dengan beberapa pertanyaannya sendiri.
“Wah... benar.! dia sangat mirip denganmu kak.” Ucap Diana menyetujui ucapan Arya menatap kakak sulungnya yang masih bergeming.
“Jika anak itu benar anakmu dengannya, Maka kau harus memperlakukannya dengan baik.” Ucap laki - laki parubaya tak lain suara dari kakeknya, membuyarkan lamunan Raihan yang sejak tadi memikirkan istri dan anaknya.
“Aku tidak seperti anda yang sudah menyembunyikan kebenaran, hanya karna untuk merebut kekuasaan.” ucar Raihan kepada sang kakek dengan dingin.
“Paling tidak saya melakukannya untuk menyelamatkan perusahaan temanku.” ucap sang kakek membela diri
“itu menurut anda tanpa anda berfikir panjang efek dari perbuatan anda hubungan saya bersama istri saya pun hancur.” Ucap Raihan dengan dingin rahangnya mengeras karna menahan Emosinya.
“Raihan,! bisakah kau berbicara sopan pada kakekmu,?” Ucap Rohman dengan tegas melihat Raihan yang ternyata masih marah pada kakeknya sendiri.
Seketika Suasana ruangan keluarga pun berubah mencekam, Arya dan Diana hanya bisa diam melihat kemarahan papinya kepada kakak sulungnya.
“Bukankah kau juga punya andil dalam kehancuran hubunganmu sendiri dengan istrimu karna kecerobohanmu,? kau yang terlalu terobsesi dengan wanita ****** itu, sehingga kau kehilangannya selama lima tahun ini.” Ucap Rohman lagi mengingatkan anaknya Raihan,
Anggi yang mendengar ucapan suaminya tidak paham apa yang mereka bicarakan dan hanya diam melihat perdebatan sang mertua, suami dan anak sulungnya.
Raihan yang sekarang berdiri denga rahangnya yang masih mengeras karna menahan amarahnya pun mulai mengendur, Ucapan ayahnya membuatnya tertampar.
Sekelebat ingatannya muncul dimana dirinya menggila saat mengetahui Anya wanita yang dicintainya mati dan menuduh Rosa istrinya sendiri yang membunuh,
tapi saat mengetahui bahwa wanita yang dicintainya itu ternyata tidak mati dan menipunya disitulah Raihan tersadar ia merasa bahwa dirinya terlalu terobsesi pada Anya yang selama ini menipu dirinya dengan maksud ingin menguasai harta keluarganya ia justru menyia-nyiakan permatanya yaitu Rosa istrinya sendiri.
“ya... anda benar, andai saya tidak terobsesi dengan wanita itu dan menerima istriku sendiri, mungkin hal ini tidak akan terjadi. semua ini memang berawal dari kesalahanku.” Ucap Raihan dengan penyesalan yang telah terjadi dimasa lalu ternyata karna kebodohannya yang sudah menghancurkan hubungan dirinya dan istrinya Rosa,
setelah menyelesaikan kalimatnya Raihan melangkah keluar dari kediaman utama WIJAYA dengan menghubungi orang kepercayaannya untuk mencari tau keberadaan Rosa mantan istrinya dan anaknya.
Raihan masuk kedalam mobilnya dan duduk bersandar, ia memejamkan matanya dan sekelebat ingatannya muncul dimana saat dimalam sebelum penangkapan Rosa istrinya.
Tak lama kemudian sudut mata Raihan mengeluarkan cairan bening dan menetes semakin banyak, nafasnya menjadi sesak setiap kali mengingat istrinya itu.
“Rosa, Kau benar.. bahwa Aku lah yang akan menyesali perbuatanku sendiri kepadamu,, kamulah yang menang Rosa,, kumohon muncul lah kehadapanku... Maafkan aku Rosa.. maaf kan Aku.” setelah mengatakan hal itu Raihan menangis tersedu - sedu seorang diri didalam mobilnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Raihan April
balas dendam dulu Ros, jangan kasih kendor
2023-02-18
2
lovely
jangan mudah memaafkan rosa
2022-12-04
0
yenni
lha klo sdh tahu ditipu krkasihnya, kenapa mantan istri rosa tetap dipenjara selama 5 tahun dan tidak ada usaha raihan untuk memperbaiki keadaan??? way??
lanjut dah baca maratonnya.
2022-10-12
3