Saat ini Rosa sudah berada di Rumah sakit yang didirikan oleh kakaknya, kakaknya ini memang begitu hebat bisa membangun kerajaan bisnisnya dibeberapa bidang.
pada saat dirinya masuk kedalam penjara keadaan kluarganya hancur tak tersisa sidikit harta pun,
Tapi dalam waktu tiga tahun kakaknya bisa bangkit dan mendirikan perusahaannya sendiri atas bantuan teman - temannya yang ikut membantu mendirikan perusahaan dan menginvestasikan sebagian kekayaan mereka kepada perusahaan kakaknya.
Tubuh Ransyah sudah agak membaik saat dokter menyuntikkan obat pada tubuhnya, Rosa bersyukur karna Ransyah tidak Sakit yang begitu serius.
saat ini Rosa sedang menunggu antrian pengambilan obat, dan setelahnya Ia akan segera pulang.
dering telvon yang ada di genggamannya mengalihkan pandangannya dari Ransyah yang sedang bermain ke benda pipih yang digenggamnya,
Disana tertera nama kakaknya NUGROHO, Rosa pun langsung menjawab panggilan televonnya,
“Hallo, kak.”
“Ros, Gimana Ransyah.? Dokter ada bilang apa tidak sama kamu mengenai keadaan Ransyah.?”
Rosa tersenyum mendengar kekhawatiran kakaknya kepada anaknya, kakaknya ini memang sangat penyayang terhadap keluarganya, sampai - sampai Ros merasa terlalu membebani kakaknya.
“Kata dokter Ransyah hanya kecapean dan Ransyah hanya perlu Cukup istirahat saja,
Apakah kakak bersama Riano?”
“Iya,, kakak habis jemput Riano,dan dia ketiduran sekarang, Apa kakak perlu menjemput kalian.?”ucap Nugroho disebrang telvon
Rosa tersenyum,mungkin anaknya itu kecapean dengan aktivitasnya hari ini yang cukup padat.
dengan suara lembutnya “Tidak perlu kak, biar pak supir yang mengantar kami,”
Rosa pun langsung menolak tawaran kakaknya karna ia tak mau merepotkan kakaknya lagi, sedangkan sekarang matahari sudah mulai sedikit demi sedikit tenggelam,menyisakan cahaya senja yang membuat semua orang menyukai cahaya itu. kakaknya pasti sudah capek karna seharian kerja ditambah antar jemput Riano.
Ransyah merasa badannya sudah enakan ia bermain di area dekat mamanya yang sedang menunggu antrian pengambilan obatnya,
dan ia tak sengaja menabrak kaki jenjang seorang laki - laki tampan.
Ransyah yang mempunyai sifat sopan santun dan lembut pun mengucapkan penyesalannya karna sudah menabraknya,
“maaf kan saya tuan, sungguh saya tidak sengaja menabrak anda.”ucap Ransyah dengan suara lembutnya.
dengan segala penyesalannya dan kepalanya menunduk karna ia takut orang tersebut akan memarahinya.
“Tidak apa - apa, seharusnya saya juga meminta maaf karna saya juga tidak terlalu fokus dengan jalanan sampai menabrak tubuhmu,”ucapnya
Saat dirasa Ransyah mendapatkan perminta maafnya ia mendongakkan kepalanya menatap orang yang tak sengaja ia tabrak,
Dan pada saat itu juga orang tersebut terkejut saat melihat wajah anak tersebut yang begitu mirip dengan kakaknya,
Ternyata orang yang tak sengaja Ransyah tabrak adalah ARYA BRAMA WIJAYA adik RAIHAN ABY WIJAYA.
Arya tersentak saat melihat anak ini begitu mirip dengan Kakaknya Raihan, Arya diam - diam mengambil foto Ransyah dengan ponselnya.
“dimana orang tua mu,?”tanya arya
“mamaku sedang menunggu antrian pengambilan obat paman,”jawab Ransyah dengan kalimat sopannya,
Arya tersenyum, Ia berfikir jika anak laki - laki ini adalah ponakannya maka ia akan sangat menyayanginya, anak ini sungguh baik dan punya sopan santun, wajahnya yang lembut dan tatapannya yang teduh membuat arya menyukai anak kecil yang berada dihadapannya.
Arya penasaran siapa kedua orang tua anak tersebut, Arya pun bertanya lagi,
“lalu papamu dimana,?”
Ransyah diam dan Ia menundukkan kepalanya, karna ia pun tak tahu dimana ayahnya.
melihat anak ini yang tiba - tiba saja terlihat sedih seketika Arya menduga, apakah kakaknya suka menebar benih terhadap wanita, dan anak ini hasil benih yang di tebarkan kakaknya.
Arya sibuk dengan fikirannya, suara panggilan Ransyah pun membuyarkan fikirannya. Arya lalu menatap Ransyah.
“Paman,! sekali lagi saya minta maaf sudah menabrakmu dan saya harus segera kembali, saya takut mama mencariku.”
“Oh..!? Baiklah, sampai jumpa anak manis,”ucap Arya dan melambaikan tangannya pada Ransyah..
Ransyah pun melangkah pergi meninggalkan arya yang sedang melihat punggung anak kecil itu dan menghilang dri hadapannya,
ponselnya tiba - tiba berdering, saat dilihat siapa penelphonenya arya langsung mengangkat dan melangkah pergi menuju ruang Emergency menghampiri adik perempuan kesayangannya.
-
-
Setelah percakapan Rosa dengan Kakaknya nugroho selesai ia pun bergegas menuju loker pengambilan obat Raihan yang sudah diresepkan oleh dokter.
Rosa melihat Ransyah yang berlari menghampiri dirinya lalu memeluknya, Rosa tersenyum senang melihat putranya yang sekarang keadaannya sudah membaik, tidak seperti sebelumnya yang terlihat begitu menahan sakit dan hal itu selalu membuat Rosa sedih dan khawatir jika salah satu anaknya sakit.
“Ransyah kemana saja,,, hm..?”tanya rosa dan mengangkat tubuh mungil anaknya untuk digendongnya.
Ransyah tidak menjawab pertanyaan mamanya ia hanya menatap mamanya dan mencium pipinya, Seketika Rosa merasa bahagia dengan perlakuan manis dari anaknya.
Rosa melangkahkan kakinya keluar rumah sakit saat tiba di pintu utama rumah sakit seorang laki - laki tampan melintas, Sekilas memandang Ransyah dan wanita yang menggendong anak kecil yang sekilas terlihat mirip dengannya.
Raihan tersentak, dengan apa yang barusan ia lihat, Ia pun menoleh kebelakang tapi dirinya tak menemukan orang yang sedang ia cari.
Ia tadi tak salah liat kan... Apa matanya yang sedang bermasalah, jelas-jelas ia melihat orang yang begitu familiar.
seketika kepala Raihan sakit, karna mengingatkan orang yang baru saja melintas yang berkaitan dengan kejadian Lima tahun yang lalu.
Dering ponselnya seketika membuyarkan fikirannya,
“hallo,”
“.......”
“okey, aku akan segera kembali setelah urusan adikku selesai.” ucap Raihan yang mengerutkan keningnya,
“.......”
“Apa yang kau lihat yakin..?”
“..........”
“okey, selidiki lebih lanjut, saya ingin tau seberapa hebatnya dan lelahnya mereka berdrama.”ucap Raihan memutuskan panggilannya darinya. ia pun melangkah menemui adiknya.
-
-
“mama...”
Riano yang sedang bermain dengan nugroho yang sedang menemaninya tadi di taman kediamannya berlari menghampiri Rosa dan Ransyah yang berada di gendongannya, yang baru keluar dari mobil mercy'nya,
Rosa tersenyum bahagia melihat Riano yang menghampirinya dan Ia membungkukkan setengah badannya yang masih menggendong Ransyah, Riano pun berhambur kepelukan Rosa.
“mama, Apa Ransyah sudah membaik.?” Tanya Riano yang menghawatirkan keadaan adiknya.
Rosa mengecup pipi Riano dan ia mengatakan bahwa keadaan adiknya sudah sedikit membaik.
Rosa sangat beruntung Riano anak yang mempunyai sifat peduli walaupun terkadang ia bersikap cuek dan dingin dengan orang yang menurutnya tidak penting.
“Apa kalian lapar.. ?” tanya rosa melihat hari sudah semakin sore dan mengingat Ransyah yang hari ini makan dengan porsi sangat sedikit ia khawatir ia kelaparan karna tubuhnya yang sudah membaik, ia pun ingin memasakkan makanan kesukan mereka.
“Aku mau makan,ikan gurame asam manis mama.”ucap Ransyah yang begitu lembut membuat Rosa tersenyum senang, karna akhirnya anaknya mengajukan permintaan makanan yang ingin ia makan.
“Aku ingin ikan tim,dan puyung hai mama.”kini suara Riano yang begitu semangat mengajukan menu makanan yang ingin ia makan.
Nugroho yang melihat interaksi ponakan dan adiknya tersenyum bahagia.
Rosa memang mahir dalam memasak, bahkan semua masakan yang ia masak menurut anak - anaknya dan kakaknya adalah yang terlezat,
Riano dan Ransyah selalu menceritakan pada teman - teman sekolahnya bahwa apapun masakan yang dibuat oleh mamanya, Mereka akan mengatakan masakan mamanya jauh lebih enak dari restoran mana pun, Mereka akan mengatakan masakan ibu adalah masakan yang terlezat didunianya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Diandra
Ibu yang tangguh
2022-09-26
4
🌷Tuti Komalasari🌷
udah 5 tahun aja dan Rosa udah punya anak kembar 🤔
2022-09-24
2
Sari Dewi
ibu teladan
2022-08-28
2