“Hey anak baru,! kejahatan apa yang sudah kamu lakukan sehingga kau masuk kedalam penjara.?” tanya narapidana wanita yang bertubuh besar dengan nada bentak, salah satu sudut bibirnya terangkat dengan sinis.
Rosa hanya meliriknya dan mengalihkan pandangannya kearah lain, Rosa lebih suka diam tak menjawab pertanyaan wanita bertubuh gempal tersebut.
“Apa kau tuli.?!” teriak wanita bertubuh gembal lagi karna pertanyaannya telah diabaikan padahal dirinya salah satu narapi yang ditakuti kawanan lainnya.
karna Ia merasa diremehkan oleh anak baru tak lain adalah Rosa, ia pun menarik rambut Rosa dengan kencang.
“Ah....! Apa yang kamu lakukan” teriak Rosa menahan sakit rambut yang tiba-tiba ditarik kencang oleh wanita gempal. Rosa berusaha melepaskan rambutnya dari cengkraman wanita gempal tersebut tapi justru Rosa mendapatkan serangan dari kawanannya.
“Kalian jangan diam saja bantu saya untuk memberikan dia pelajaran dan menyelesaikan misi untuk membunuhnya.!”perintah wanita gempal pada kawanannnya dan mereka memegang kedua tangan Rosa, mencengkramnya dengan kuat sampai-sampai Rosa merasakan kuku-kuku mereka menancap pada kulitnya yang mengakibatkan luka.
“siapa yang menyuruhmu membunuhku.?” Tanya rosa dengan berusaha melawan kawanan narapidana lainnya, Rosa penasaran ia menebak bahwa raihanlah yang ingin membunuhnya.
“Kau tak perlu tau wanita malang karna kau sebentar lagi akan mati, tapi sebelumnya kita bersenang-senang dulu untuk menyiksamu hahaha..” ucap wanita gempal dengan tawa sarkasnya. membuat Rosa ketakutan ia tak menyangka akan mengalami hal seperti ini.
mereka pun mulai menyiksa Rosa dari menampar, memukul, menendang sampai pada dimana salah satu jari tangan Rosa yang memakai cincin dijari tersebut pun putus, mereka merampas cincin pernikahan Rosa dan Raihan dengan cara sadis.
“Aaaaaaaaa..!” teriak rosa bersimbab darah yang keluar dari lukanya dan Air matanya mengalir begitu deras isak tangis yang tak bisa lagi keluar suara dan tak bisa lagi memminta pertolongan Orang lain yang mungkin bisa menolongnya, Rosa merasakan amat sangat sakit dari siksaan mereka,
Terutama saat mereka mengambil paksa cincin pernikahannya dengan memotong jarinya seketika hidupnya tak berarti lagi, Rosa tak menyangka nasibnya hancur dan akan semalang ini, tangan yang ia banggakan biasa Rosa gunakan untuk mendesain gaun-gaun indah hancur sudah impiannya karna sudah meraka patahkan.
Rosa berharap bisa bertahan hidup dan membalas dendam pada mereka yang sudah menyiksanya, terutama orang yang sudah menginginkan kabar kematiannya. Rosa terkulai lemas dan telungkup ditanah bagaikan bangkai yang hanya perlu dibuang begitu saja.
“Kembalikan... kembalikan cincinku.. kembalikan.!.” Ucap Rosa masih dengan mata terpejam suara lemahnya terus menerus meminta seseorang mengambalikan cincinnya.
suara rancauan Rosa membuat Raihan yang sedang duduk disofa mengalihkan pandangannya dari laptop dan berkas laporan kearah sumber suara. saat Raihan bangkit dan melangkah mendekati Rosa, baru ia tau bahwa Rosa sedang mengigau dalam tidurnya.
“kembalikan cincinku..” Suara Rosa kembali terdengar dengan suara lemah dan napas yang tersenggal-senggal disertai isak tangisnya yang begitu pilu membuat orang yang mendengarnya tak tega dan ikut merasa kesedihannya.
Raihan yang sejak tadi sudah sampai di ruang perawatan istrinya, dan saat Raihan sedang sibuk dengan ipadnya, Raihan dibikin terkejut dan tak tega mendengar rintihan Rosa yang ternyata masih terpejam,
Raihan dibikin bingung dengan kalimat Rosa yang meminta seseorang untuk mengembalikan cincin kepunyaanya.
“Sebenarnya Cincin Apa yang dia minta.” Gumamnya
Raihan pun naik keranjang pasien berbaring di sebelah tubuh Rosa, pelan-pelan menarik tubuh Rosa kedalam pelukannya dan memeluk tubuh Rosa untuk menenangkannya.
Raihan menepuk-nepuk punggung Rosa dengan lembut, disertai kalimat,
“tenanglah... cincin itu akan segera dikembalikan padamu...”ucap Raihan dengan nada begitu lembut, Padahal sebelumnya ia tak pernah melakukan kelembutanya pada Rosa, bahkan tak pernah ia lakukan pada orang lain sekalipun.
“Kau tak akan pernah kehilangan cincin itu, jadi tidurlah yang nyenyak... dan mimpilah yang indah.” Ucap Raihan menenangkan Rosa dan mengecup kening Rosa.
Raihan memandangi wajah pucat Rosa dengan sendu... dan ia mengingat perlakuan kasarnya pada istrinya di lima tahun yang lalu.. Raihan pun tiba-tiba merasakan sesak didadanya seakan akan kekurangan pasokan udara, ia pun meneteskan air mata penyesalannya kepada istrinya Rosa.
“Maafkan aku... maafkan aku sayang.”ucap Raihan masih dengan air mata yang mengalir dan mempererat pelukannya.
karnanya yang telah menjebloskan kedalam penjara Rosa mengalami penganiayaan dan penderitaan yang sangat panjang sampai-sampai Rosa mengalami depresi berat.
Dosa Raihan kepada Rosa memang begitu banyak maka ia berusaha untuk menebusnya kepada Rosa istrinya, Raihan berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan selalu melindungi Rosa dan anak-anaknya
***********
“Mami... kakak....” teriakan Ransyah memanggil mami dan kakaknya yang tak kunjung terlihat.
“Tuan muda.. besok kita cari Mami sama kakak tuan muda ya.. tuan muda sekarang tidur dulu.” Bujuk bi wati yang tau kemana perginya nona dan tuan muda kecilnya Riano,
sebelum Rosa mengejar mobil yang ditumpangi Raihan dan Riano, Rosa berpesan pada bi wati untuk menjaga Ransyah.
Bi wati khawatir keadaan Nonanya yang sudah selarut ini bahkan Nona mudanya itu belum kunjung pulang.
“Mami sama kakak Riano kemana bi.?” tanya Ransyah pada bi wati.
“Mami dan kakak Riano sedang keluar sebentar tuan muda, katanya mami tuan muda, kalau tuan muda merasa ngantuk tidur dulu.” bohong Bi wati pada Ransyah, agar Ransyah tak mencarinya lagi.
“Baiklah, Bibi temenin Ransyah bobo ya...?” Ucap Ransyah mengajak bi wati untuk menemani tidurnya, Ransyah memang tidak akan bisa tidur jika tidak ada yang menemaninya, bahkan saat Rosa belum keluar penjara Ransyah setiap harinya akan ditemani pamannya, berbeda dengan kakaknya Riano yang justru lebih menyukai memeluk boneka gajahnya atau gulingnya.
“Iya tuan muda, ayo... bibi temenin.” ucap Bi wati Lega karna Ransyah tak sesulit membujuk Riano, menurut Bi wati Ransyah anak yang penuh kelembutan, dan sopan santun berbeda dengan Riano sang kakak yang begitu tegas, dingin dan datar, Riano juga anak yang tidak gampang untuk dibohongi, tapi dua anak kembar itu menurutnya sama-sama baik dan penurut.
Beberapa menit kemudian Ransyah pun tidur dengan memeluk boneka gajahnya dan ditemani oleh bi wati. mungkin karna efek obat yang masih dikonsumsi, Ransyah mudah mengantuk dan cepat tertidur.
*******
Rosa perlahan membuka matanya, Ia melihat sekelilingnya, Rosa melihat dipunggung tangannya terpasang jarum infus, dan Rosa tersadar bahwa dirinya telah berada dirumah sakit, ia menghela napasnya dan memijit hidung manacungnya dan keningnya, Seketika matanya terbelalak saat mengingat sesuatu
“Riano...!” Teriaknya,
Saat rosa ingin bangun, kebetulan Raihan masuk kekamar dan Raihan menghalau Rosa yang berusaha ingin bangun dari ranjang pasien.
“Kau harus istirahat dulu..” Ucap Raihan dengan lembut
“Aku tidak mau.!” teriak Rosa ia membrontak tangannya memukul badan Raihan yang berusaha memeluknya untuk menenangkannya.
“Dokter menyarankanmu untuk istirahat,Rosa.!” Ucap Raihan masih dengan kelembutannya, Namun Rosa masih memukulnya.
“Riano baik-baik saja.”Ucap Raihan dengan nada lembut.
“kau bawa kemana Anakku.?” teriak Rosa pada Raihan dengan tatapan tajam, mata yang memerah berkaca-kaca penuh kebencian melihat dirinya,
Raihan pun menghela nafas beratnya melihat keadaan Rosa seperti ini.
“Apa kau sangat membenciku,..? hingga kau pun tak mempercayaiku bahwa Riano dalam keadaan baik-baik saja saat bersama ayah kandungnya sendiri.?” pertanyaan Raihan seketika membuat Rosa semakin muak dengan yang Raihan ucapkan.
“hahhhh... Bagaimana aku bisa mempercayainya,? bahwa ayah kandungnya sendiri pun tak menginginkannya.!”tawa pahit Rosa dan pertanyaannya membuat Raihan kalah telak.
Raihan gemetaran saat mengingat Ia memperlakukan Rosa dengan buruk selama satu tahun.
Raihan pada saat bersama Annya dia bahkan tak menginginkan anak dari Rosa dia bahkan mengabaikan Rosa yang menunggunya dimalam pertamanya, ia bahkan meninggalkan Rosa seorang diri dan dirinya justru pergi melakukan perjalanan liburan bersama annya dan teman lainnya.
“Maafkan Aku.”ucap Raihan
Membuat Rosa terbelalak dan membuatnya semakin tersiksa hatinya seperti disayat ribuan pisau, Rosa tak percaya bahwa seorang tuan WIJAYA mengatakan kata maaf.
Rosa menepuk-nepuk dadanya dengan tangannya yang terkepal disertai tangisannya.
Raihan yang melihat hal itu pun ia berusaha sekuat tenaga menghentikan aksinya dan memeluk Rosa yang tengah menangis terseduh-seduh.
(“saat aku memiliki pertahanan yang kuat untuk melawanmu, kenapa kau justru memperlihatkan kelemahanmu, Raihan... Kau seharusnya Arogan dan sombong seperti dulu agar aku bisa membalas dendamku padamu”).Batin Rosa
ditengah-tengah tangisan Rosa, Raihan terus menerus mengatakan semua kata-kata penyesalannya, membuat tangisan Rosa semakin kencang dan tersedu-sedu didalam pelukannya.
“Maafkan aku,,, maafkan aku Rosa, Penderitaanmu semua memang karnaku.” Ucap Raihan dengan bergetar menahan sesak didada.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
kalea rizuky
murahan klo mau balikan kayak g da laki lain aja
2024-05-05
0
Li5naJait
menjijikkan, dan murahan,
2022-09-27
1
Li5naJait
ayolah Rosa, jgn trlalu naif, gampang bgt maafinnya, 5thn kamu dihum dan disiksa atas perbuatan yg tdk kamu lakukan, Reihan dgn mudahnya datang dan mengambil anakmu, buatbdirimu berharga, jgn bodoh
2022-09-27
1