Sinar matahari pagi yang menyinari belahan dunia yang begitu menghangatkan, menemani aktifitas dipagi hari semua manusia,
Disebuah ruang perawatan seorang pasien tampan, Tapi sayangnya ketampaannya harus tertutupi dengan beberapa luka dan lebam diwajahnya,
Raihan terlihat sedang duduk termenung di atas ranjang pansien dengan fokus menatap benda pipihnya yang ia pegang sejak ia terbangun beberapa menit yang lalu,
“Dia benar - benar mirip denganku..” Raihan bermonolog sendiri, Ia tersenyum menatap foto Ransyah yang ada di galeri handponenya,
“Wah... apakah suasana hatimu sudah baikan..?, sehingga kau senyum - senyum sendiri dipagi hari yang cerah ini.” Suara dari arah pintu ruang perawatan, Raihan mengalihkan pandangan dari benda pipihnya kesumber suara.
Raihan melihat disana seorang laki - laki tampan dengan baju formalnya, kaca mata yang bertengker dihidung mancungnya dengan ekspresi mengejek kearahnya, membuat Raihan ingin sekali memukul wajahnya dengan sekali pukulan kerasnya, tapi sialnya wajah tampannya begitu mirip dengan wajah dirinya.
“Mami menyuruhku membawakan ini untukmu,” Ucap Arya yang melangkah mendekati kakaknya dan menyerahkan sarapan buatan mamanya.
“Bisa kau ceritakan kak... kenapa kau bisa luka seperti ini..? Apa benar... kau mendapatkan luka ini saat kau menemui kakak iparmu.?” Arya yang tabiatnya sama seperti adik perempuannya Diana dan sang maminya Anggi dengan kekepoannya ia pun mengajukan segudang pertanyaan pada Raihan sang kakak.
“Huff... Kau tak usah tau urusanku, berhentilah untuk ikut campur dan pergilah dari sini.” ucap Raihan dengan dingin
Raihan malas untuk ngobrol atau berbagi cerita maupun masalah dengan adiknya atau orang lain, Raihan lebih suka ia menangani masalahnya seorang diri baginya jika orang lain ikut campur urusannya malah akan memperumit masalahnya. ia pun mengusir adiknya yang menurutnya sangat menyebalkan.
“Kau ini kak.! tega sekali mengusirku,” ucap Arya yang merasa selalu diusir oleh keluarganya entah itu maminya atau kakaknya, namun tidak dengan adik dan papinya.
“Sebelum aku pergi, Aku ingin memastikan kau makan, makannan buatan mami dulu,” sambil mulutnya ngoceh Arya membantu Raihan menyiapkan sarapan buatan mamanya yang ia bawa dari rumah.
“Apa kau tidak bekerja,?” tanya Raihan yang sedang menyendok bubur ayam buatan maminya yang termasuk salah satu kesukaannya.
“Tentu saja kerja, kenapa kau menanyakan itu..? apa kamu pikir aku seorang pengacara.?” Arya menjawab pertanyaan kakaknya dengan sebal dan mengangkat satu alisnya.
“Aku ingin kau mengambil alih untuk mengurus proyek yang cukup besar di sulawesi, aku ingin tau kemampuanmu bisa diandalkan atau tidak.” Ucap Raihan sambil menikmati sarapannya.
“Apa kau sedang meremehkan keahlianku..?” Arya sebal dengan Raihan, kemampuannya mengatasi proyek diremehkan oleh iblis yang sayangnya iblis ini adalah kakaknya sendiri. Padahal jelas - jelas ia sering berhasil melakukannya dengan baik tapi ternyata kemampuannya masih diragukan Olehnya.
“Saya hanya menawarkan, Apakah kamu mau atau tidak, atau kau lebih menyukai aku mengirimmu kemesir.?” Ucap Raihan pada arya dengan ancama yang selalu membuat adiknya langsung menurut.
(“Mulai deh mengancam.”) batin Arya
Raihan suka menggoda adiknya, dengan sedikit Ancaman pada adiknya ini, Raihan berhasil membuatnya takut, baginya adiknya ini adalah mainannya. Raihan tersenyum melihat kekesalan adiknya.
“oh ya kak,! Apa perusahaanmu benar - benar akan bekerja sama dengan perusahaan NUGROHO GROUP ? Aku dengar perusahaan itu di dua tahun ini naik pesat dan menduduki urutan nomor dua dibawah perusahaan keluarga kita, perusahaanmu saja kalah tersaingi olehnya.” Ucap Arya dengan ekspresi seseorang yang sedang berfikir keras.
“Aku penasaran siapa pemimpin NUGROHO GROUP itu, bahkan Aku tidak tau identitasnya. dia sangat menyembunyikan identitasnya cukup baik sampai - sampai para anak buah pun tidak bisa mendapatkan infomasi tentangnya.” Ocehan Arya mampu membuat Raihan juga penasaran dengan yang adiknya bicarakan.
Raihan juga penasaran dengan kakak iparnya lima tahun yang lalu membuat kehancuran pada perusahaan keluarga istrinya WICAKSONO GROUP. tapi semalam Raihan melihat penampilan menawan kakak iparnya yang seperti seorang kaisar dengan beberapa anak buahnya. Raihan bertanya - tanya pada dirinya sendiri
(“Apakah Dia sudah bangkit dari keterpurukan.?”) Batin arya
tangan Arya yang menghalau didepan wajahnya membuyarkan lamunannya.
“Diajak bicara kau malah melamun, Apa otakmu masih ada yang tertinggal ditempat kejadian.?” tanya arya sedikit mengejek kakaknya.
“Sialan, beresin ini semua dan pergi mengurus perusahaanku dengan baik.!” usir Raihan pada sang adik Arya yang baginya menyebalkan.
Arya pun membereskan tempat sisa makanan kakaknya setelahnya Arya pun pergi keperusahaan kakaknya untuk menghandel semua pekerjaan kakanya.
-
-
Didalam sebuah mobil mercy berwana hitam melaju membelah jalanan kota besar dipagi yang cerah,
Rosa beserta kedua anak kembarnya yang duduk dikursi penumpang sedangkan Rosa duduk dikursi kemudi yang sedang fokus mengemudikan mobilnya dan sesekali ia akan melirik kedua anak kembarnya dari kaca sepion.
“Mami kapan Paman Nugroho akan kembali.?” Tanya sikecil Ransyah, Ransyah memang anak yang suka bertanya dibandingkan Riano kakaknya yang lebih suka banyak diam.
“Paman akan kembali setelah urusan bisnisnya selesai sayang..” ucap Rosa dengan nada lembutnya menjawab pertanyaan Ransyah.
“Kalau begitu apakah paman kembalinya akan lama.?” tanya Ransyah dengan muka cemberutnya, karna pamannya pergi tanpa berpamitan dulu dengannya.
“Paman bilang dia hanya satu minggu meninggalkan kita.” Ucap Riano
“kakak tau darimana kalau paman pergi hanya satu minggu.?” Tanya Ransyah penasaran pada Riano kakaknya.
“Semalam, saat kau pergi tidur dengan mami, dan paman memberitau ku akan pergi selama satu minggu, dan paman juga menugaskanku untuk menjagamu dan mami.” ucap Riano yang memberitahukan kepergian pamannya pada Ransyah adiknya.
Ucapan Riano pun diangguki oleh Ransyah yang mengerti penjelasan dari kakaknya.
dan mereka pun melanjutkan pembahasan tentang pelajaran sekolahnya.
Rosa yang mendengar percakapan anak-anaknya tersenyum, salama ia tidak berada didekatnya memang kakaknya lah yang selama ini mengurus mereka, jadi ia bisa memaklumi kedekatan kedua anak kembarnya dengan kakaknya Nugroho, mereka sudah menganggap pamannya itu seperti ayah kandungnya sendiri.
Setelah sampai didepan sekolah mereka turun dari mobil dan melangkah menuju gerbang sekolahan.
“Anak-anak ingat,! sebelum mami datang menjemput kalian jangan pernah keluar kelas, Apa kalian ngerti.?”Ucap Rosa memperingati kedua anak kembarnya.
“kami mengerti mami..” jawab kedua anak kembar Riano dan Ransyah.
“Bagus, kalian memang anak yang pintar.” ucap Rosa disertai ciuman pada pipi kedua anak kembarnya.
Riano dan Ransyah pun meraih tangan Rosa dan mencium punggung tangannya dan melangkah masuk menuju kelasnya meninggalkan Rosa yang masih berdiri melihat kedua anaknya yang semakin jauh dan menghilang dari pandangnnya.
Rosa pun berbalik dan melangkahkan kakinya menuju mobilnya dan meninggalkan sekolahan anaknya.
-
-
“Apa kau benar - benar melihatnya.?” tanya Raihan pada sipenelpon tak lain anak buahnya yang ditugaskan untuk mencari keberadaan anaknya dan Istrinya.
“iya tuan, saya melihatnya dan saya pun diam - diam mengambil foto mereka,dan juga nomor plat mobil yang ditumpangi mereka ” ucap sipenelpon
“kalau gitu kirim kan padaku bukti bahwa kau melihatnya.” Ucap Raihan dengan dingin
“baik tuan.” jawab sipenelpon dan mengakhiri panggilannya, ia pun mengirim foto Rosa dan Riano yang masih berdiri dipintu gerbang sekolah Riano,
“Ternya kau menyembunyikan kehamilanmu dan anakku selama ini dariku.!” ucap Raihan dengan ekspresi menahan kemarannya dan mengepalkan tangannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 81 Episodes
Comments
Lita Chandra
jangan mau balikkan sama Raihan Rosa.walau dia nangis bombay.
ingatlah ke kejaman nya demi belain prempuan lain.istri sendiri di aniaya.demi selingkuhan.tiada maaf untukmu rayhan.
2022-10-04
6
💖Chacha~Q®F💖
Raihan otaknya bener² geser😏😏sini tak gethok biar sadar
2022-10-04
1
YuWie
kenapa marahhhh..wong ya cuman nyentuh sekali dan terus kamu singkirin...situ warasss. kenapa sih penyesalan Raihan gak ikhlas bangettt..gantian buat hancur lah dia...
2022-09-25
1