Setelah kepergian Satria dari apartemen untuk mengejar Feli, Kania jadi semakin sadar posisi. Tujuannya sebelum masuk dalam kehidupan Satria adalah melunasi semua utang. Setelah semua utang itu lunas, seharusnya dia juga pergi dari hidup Satria, karena Satria sudah menikahi Feli bahkan jauh sebelum mengenalnya.
Kania tidak sanggup lagi terjebak di antara suami istri yang mungkin sudah ia rusak rumah tangganya. Meski berat karena perasaan cintanya, tapi Kania harus pergi untuk mengembalikan lagi Satria pada istri sahnya.
Dia mengemasi pakaiannya sambil mengusap air mata yang tidak bisa ditahan lagi. Semua harus berakhir sekarang. Hubungan yang mereka jalani karena saling menguntungkan saja, memang tidak akan bisa bertahan lama.
Selesai mengemasi bajunya, Kania merasa pusing dan mual itu kembali datang. Dengan cepat dia masuk kamar mandi dan mengeluarkan isi perutnya yang kosong. Dia belum sarapan sama sekali, karena itulah dia merasa lemas dan mual.
Kania ke dapur untuk memakan apa saja yang bisa dimakan, setelah itu dia menghampiri lagi kopernya. Dia menatap sekeliling dan mengingat semua kenangannya bersama Satria di setiap sudut ruangan.
Perlahan dia menghela napas dan mensugesti diri untuk melupakan Satria. Semua pasti baik-baik saja, sama seperti saat sebelum mereka bertemu.
Dengan langkah berat, Kania menyeret koper sambil mengusap air mata. Dia tidak membawa apa pun pemberian Satria, selain pakaian, alat make up, dan beberapa lembar uang tunai yang kemarin baru diambilnya. Dia meninggalkan semuanya, kunci mobil yang bahkan belum pernah dia pakai, ponsel, kartu kredit dan debit pemberian Satria, semua ia tinggalkan di sana.
Dia pergi membawa cintanya sendiri, tanpa pamit tanpa permisi. Walau tujuannya belum pasti, tapi Kania bertekad akan meninggalkan kota ini. Kota yang penuh kenangan, bersama Satria dan almarhum ibunya.
***
***
Kania menghentikan sebuah taksi yang kebetulan lewat dan langsung masuk sebelum ada yang melihatnya. Dia tidak mau ketahuan siapa pun bahwa dia telah pergi.
“Mau ke mana, Non?” tanya sopir taksi.
“Ke terminal, Pak.”
“Baik, Non.”
Kania menatap ke luar kaca, menikmati rasa sedihnya yang harus meninggalkan Satria tanpa mengucapkan salam perpisahan. Tiba-tiba dia merasa haus dan meminta sopir untuk berhenti sebentar di mini market.
Kania langsung membeli minuman dan juga makan ringan untuk bekalnya. Saat melihat proomo produk pembalut, Kania langsung teringat bahwa dia belum mendapatkan tamu bulanannya.
Kenapa aku belum datang bulan ya? Apa aku hamil? Bagaiamana kalau hamil? Aku sudah bertekad untuk meninggalkannya, tidak mungkin aku kembali.
Setelah berpikir jernih, dia memutuskan untuk membeli sebuah alat tes kehamilan. Bagaimanapun juga dia harus tetap mengeceknya untuk memastikan hasilnya.
***
Kania telah sampai di terminal. Sekarang dia bingung, harus pergi ke mana? Akan tetapi, rasa penasarannya tentang kehamilan membuatnya lebih dulu mengecek dengan alat itu, sebelum memutuskan akan pergi ke mana.
Dengan ragu-ragu, Kania menuju toilet lalu membuka bungkus alat tes itu. Ia lalu mengeluarkan alat serta cup yang digunakan untuk menampung air seni.
Semoga aku tidak hamil.
Kania lalu membaca dengan teliti langkah demi langkah yang harus ia lewati untuk mendapatkan hasil yang akurat. Meski sebenarnya waktu terbaik adalah pagi hari, tapi Kania ingin mencoba.
Dia melakukan semua petujuk yang tertulis di kemasan itu. Lalu, saat harus menunggu hasilnya, Kania memejamkan mata sambil mengatur napas yang semakin terasa sesak.
Jangan hamil, jangan hamil. Aku mohon jangan hamil. Aku tidak mau hamil tanpa suami. Kalau kemarin-kemarin aku sangat berharap, sekarang aku tidak mau lagi. Aku mohon jangan!
Kania lalu membuka mata dan mengambil alat tersebut. Saat dia melihat hasilnya, air matanya langsung mengalir deras begitu saja. Dia bahkan menutup seluruh wajahnya dengan tangan yang masih memegang alat tes kehamilan. Sesak yang dia rasa membuat Kania berpikir.
Apakah ini takdir yang harus aku jalani? Apa ini juga karma dari perbuatanku?
Kembang kopinya banyakin dulu 😂😂
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
Eti Alifa
cinta dan bodoh beda tipis,
2025-02-15
0
Morgan Nero
wah bodoh km Kania seharusnya kartu nya km bawa toh buat menghidupi km dan anakmu besok
2023-04-27
5
Borahe 🍉🧡
sampai tahap ini ttp kmu yg salah jg kania. apapun alasannya mengambil miliki org lain itu ttp salah
2023-03-02
0