Selepas bekerja, Kania langsung pulang untuk beristirahat. Sudah tiga hari sejak Felicia pulang, Satria tidak mengunjunginya, bahkan menelepon pun tidak. Ya, meski kadang merasa kesepian, Kania tidak pernah sekali pun untuk mencoba menelepon atau mengirimkan pesan pada Satria. Dia sadar, posisinya hanyalah teman tidur, dan saat ini, teman tidur Satria yang sah sudah kembali.
Wanita itu berjalan santai seperti biasa, membayangkan setelah ini akan berendam air hangat untuk melepaskan rasa lelah. Menjadi istri simpanan seorang bos, tentu saja fasilitas yang didapat Kania juga bukan kelas biasa. Karena fasilitas yang digunakan Kania juga digunakan oleh Satria.
Secara tidak sengaja, Kania melihat Satria yang merangkul pinggang Feli dan tertawa mesra. Dia lalu bersembunyi di balik tanaman besar yang ada di dalam lobi.
Tanpa bisa dikontrol, mata Kania mulai memanas melihat kemesraan suaminya dengan perempuan lain. Satria melihat Kania yang bersembunyi di balik tanaman. Sementara Feli tidak menyadari bahwa tangan Satria sudah lepas dari pinggangnya karena dia asik bercerita.
Aku juga istrinya, tapi di depan umum, kami bahkan seperti orang asing. Tidak bisa saling menyapa, saling menggenggam, apalagi saling bermesraan. Ini memang nasib yang harus aku jalani, menjadi istri kontrak yang hanya dibutuhkan untuk menghangatkan ranjang suamiku.
Kania mungkin tidak sadar jika dia sudah melibatkan hatinya dalam hubungan kontrak ini. Meski dia menyadari posisinya dan paham konsekuensi, tapi Kania juga wanita biasa yang tidak bisa mengontrol hatinya. Tidak bisa memilih pada siapa dia menjatuhkan cintanya.
Egoiskah aku jika aku menginginkan posisi yang sama dengan Felicia saat ini?
***
***
Kania menghabiskan akhir pekan dengan melakukan perawatan diri. Semenjak bertemu dengan Felicia, dia jadi tidak mau kalah dari wanita itu.
Pada dasarnya Kania sudah cantik, hanya saja jika dibandingkan dengan Feli, tentu Kania kalah cantik. Akan tetapi, tidak semua laki-laki memandang kecantikan fisik saja, ‘kan?
Lima hari sudah Satria tanpa kabar, rasa rindu di hati Kania kian menggebu. Apalagi, setelah pulang kerja di hari senin yang melelahkan ini.
Berkali-kali Kania mengetik sesuatu di ponselnya, tapi selalu dia hapus sebelum berani menekan tombol kirim. Menjadi simpanan ternyata tidak semudahnyang dia bayangkan.
Dia menatap ponsel di meja itu sambil duduk memeluk lutut. Tiba-tiba, bukan bunyi ponsel yang membuatnya bersorak, tapi suara pintu terbukalah yang membuatnya girang bukan kepalang.
Diam-diam, Satria menemui Kania dan langsung memeluk istri kontraknya itu. Laki-laki itu juga merasakan rindu yang sama yang saat ini dirasakan Kania. Pelukan hangat itu, meleburkan dua hati mereka yang sama-sama saling merindukan.
“Kamu kok enggak ada ke sini sama sekali sih, Sayang?” tanya Kania berusaha untuk tidak menangis. Dia menghirup dalam-dalam aroma tubuh sang suami yang beberapa hari ini tidak ia rasakan.
“Maaf, Kanya. Kamu tahu ‘kan Feli ada di rumah?” Satria langsung mencium bibir Kania dan merasakan benda kenyal yang beberapa hari ini dia dapatkan dari wanita yang berbeda.
Ciuman Satria kian menuntut, dia berhasil membawa Kania ke tempat tidur dan menuntaskan hassratnya. Dengan Kania, Satria memang merasakan kepuasan yang berbeda dengan saat bersama Felicia.
Hentakan keras dari tubuh Satria membawa mereka sama-sama menikmati nirwana. Satria pun merebahkan tubuhnya di samping Kania setelah menyiramkan benih-benihnya di rahim sang istri kedua.
“Sayang, harusnya kamu mengirim pesan, atau menelepon saat di kantor. Apa kamu tidak merindukanku?” tanya Kania sambil memainkan ujung jari telunjuknya di dada Satria.
“Kanya Sayang, pekerjaan di kantor lagi padat-padatnya. Kamu kenapa sih? Yang penting ‘kan kamu selalu ada uang,” jawab Satria. Dia memainkan rambut Kania dengan menggulungnya dengan jari lalu melepaskannya.
Mendengar jawaban Satria, Kania tiba-tiba merajuk. Dengan bibirnya yang manyun, wanita itu bertanya, “Apa kamu tidak memiliki perasaan apa pun sama aku, setelah kebersamaan kita selama ini?”
Satria terdiam, dia tidak ingin menjawab apa pun. Meski di hati kecilnya Satria juga menaruh hati pada Kania, tapi Felicia juga sama pentingnya.
Dia selalu ingat. Jika malam itu tidak bertemu dengan Kania, dia pasti akan tetap setia dengan Feli sampai detik ini. Satria bukan sengaja ingin berselingkuh, tapi melihat Kania pertama kali di malam itu, membuatnya ingin menyelamatkan Kania dari dunia malam yang menghancurkan masa depannya.
Satria mencium lagi Kania dengan mesra. Dia pikir, dengan perlakuan itu, Kania bisa mengetahui apa yang tidak bisa Satria jelaskan.
Namun, hal itu diartikan lain oleh Kania. Dia kembali disadarkan oleh keadaan, bahwa dia hanyalah istri kontrak pemuas hassrat. Selamanya, cinta Satria hanya untuk Felicia.
Apa sebaiknya aku lari saja? Tapi, bagaimana dengan sisa hutangku? Aku tidak mungkin menghabiskan seluruh uang darinya untuk menutup semua hutang itu.
“Kanya, walau nanti kontrak kita berakhir, aku ingin memperpanjangnya. Karena kamu lebih hebat dari istriku,” kata Satria sambil kembali mendorong tubuhnya memasuki Kania.
“Nikmati saja aku sampai kamu bosan, karena aku memang pemuasmu,” balas Kania.
Tapi, saat aku tidak bisa mengontrol perasaan ini lagi, aku pastikan akan meninggalkanmu, suamiku.
***
Kembang kopinya jangan lupa 💋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
Jeissi
mending kania fokus aja kumpulin uang biar bisa sukses sendiri.
2024-11-20
0
liberty
dan sàat itu terjadi Bang Sat bakal gilaa🤪
2024-06-28
0
liberty
trs kamu gak ada bedanya gitu?!🙄
2024-06-28
0