Satria dan Kania melewati malam indah untuk pertama kalinya. Dari pergumulan panas itu, Kania bisa membuktikan bahwa dia masih perawan, dan itu membuat Satria semakin tertarik dengan Kania.
Satria tertidur pulas setelah melewati malam indah yang sudah lama tidak dia rasakan. Kesibukan istrinya yang sangat jarang ada di rumah membuat laki-laki itu tidak bisa menahan gejolak di hatinya, apalagi saat melihat Kania pertama kali semalam, rasa penasarannya kian besar dan tidak bisa lagi ditahan. Mereka telah memulai pengkhianatan yang fatal di dalam rumah tangga Satria dan istrinya.
Kania yang kini tidak gadis lagi, terbangun dengan rasa perih yang luar biasa di bagian paling sensitif miliknya. Dia melihat laki-laki tampan yang kini menjadi suaminya sedang tertidur nyenyak dengan wajah tenang yang membuat ketampanannya kian bertambah.
Aku tidak menyangka bisa menjadi istri dari bosku sendiri. Ya walau hanya istri kontrak yang tidak ada beda dengan wanita simpanan.
Kania tersenyum memandangi wajah suaminya yang tampan. Hingga tiba-tiba, Satria menarik tubuhnya ke dalam pelukan. Laki-laki itu masih belum mau membuka matanya.
“Tuan, aku harus bersiap untuk bekerja,” kata Kania berusaha melepaskan diri dari dekapan Satria.
“Sudah kubilang jangan panggil Tuan, aku ini suamimu, Sayang,” protes Satria dengan suara seraknya.
Wajah Kania bersemu merah saat Satria memanggilnya Sayang. Walau sejak tadi malam panggilan itu terus keluar dari bibirnya, tapi Kania masih merasa aneh.
“Aku tidak mau istriku curiga kalau nanti aku salah memanggilmu, jadi kamu harus memanggilku sama seperti aku memanggilmu dan Felicia. Kamu mengerti ‘kan, Sayang?” tanya Satria yang diiringi dengan kecupan manis di pipi Kania.
“Iya, aku mengerti. Sayang,” jawab Kania dengan kaku.
Satria kembali tersenyum dan kini mendaratkan bibirnya di bibir Kania. “Aku ingin kamu menjadi sarapan spesialku pagi ini.”
“Tapi, aku harus bekerja, Sayang.”
“Sebentar saja, Sayang.”
Kania tidak bisa menolak keinginan Satria, tetapi kata sebentar yang laki-laki itu maksud malah membuat Kania hampir terlambat sampai di kantor.
...****************...
Semakin hari, Satria dan Kania semakin akrab dan sudah seperti pasangan suami istri yang normal. Kania membuat perut Satria kenyang dan memuaskannya di ranjang. Hal yang tidak dia dapatkan dari sosok istri sahnya, Felicia.
Kania bekerja sebagai staf biasa yang sangat jarang bahkan hampir tidak mungkin bisa berinteraksi dengan para petinggi apalagi CEO seperti Satria. Saat ini, Kania sedang sibuk bekerja, dan Satria mulai sibuk menanyakan kegiatan Kania. Laki-laki itu sudah seperti remaja kasmaran yang selalu ingin dekat dengan Kania.
“Sayang, jangan telfon aku terus, aku lagi kerja,” kata Kania yang akhirnya menjawab panggilan telepon suaminya itu setelah Satria mengirimkan pesan ancaman.
Laki-laki itu dengan gilanya mengatakan akan membeli perusahaan tempat Kania bekerja jika dia tidak mau menjawab telepon dari Satria.
“Aku merindukanmu, Kanya. Memangnya bos kamu sekejam apa sih sampai telfon suami sendiri aja enggak boleh?” tanya Satria kesal.
“Sayang, aku ini cuma pekerja biasa, bukan pemilik perusahaan, sepertimu. Memangnya kamu suka kalau ada pegawai kamu yang telepon di jam kerja. Jangan marah ya, aku akan membahagiakanmu nanti malam,” kata Kania dengan lembut.
“Janji ya, aku akan pulang tepat waktu hari ini.”
“Iya, Sayang.”
“Nia, sedang apa kamu? Bukannya bekerja malah asik teleponan. Kamu mau dipecat?” bentak manajer Kania yang membuat wanita itu gugup dan mematikan teleponnya.
“Maaf, Pak. Pacar saya ....”
“Pacar, pacar! Ini kantor bukan tempat pacaran, kalau mau pacaran keluar saja dari perusahaan ini. Memangnya kamu pikir perusahaan ini milik pacar kamu!” Sang manajer sudah memasang wajah sinis dengan tatapan kesal yang menganggap remeh Kania.
Ya, memang remeh. Siapa yang tahu dia istri pemilik perusahaan itu. Walau hanya istri kontrak alias simpanan.
“Maaf, Pak.” Kania tertunduk. Jika saja dia istri sah Satria, pasti laki-laki dengan perut buncit itu tidak akan berani menghinanya.
***
Hari sudah sore, dua jam lagi Kania akan pulang dan bersiap untuk membahagiakan Satria seperti janjinya. Namun, tiba-tiba saja sang manajer membawa berita bahwa mereka harus lembur karena ada beberapa masalah dalam pencocokan data gudang dengan data komputer.
Kenapa harus lembur di saat seperti ini?
Kania mulai sibuk dengan pekerjaannya karena sang manajer terus mengawasi tanpa berpaling sedikit pun. Oleh karena itulah, Kania tidak sempat memberitahu Satria bahwa dia akan pulang terlambat.
Di tempat lain, Satria sudah pulang dari kerja dan tidak menemukan Kania di apartemennya. Laki-laki itu mengerutkan kening saat menyadari Kania belum pulang. Sambil mendengus kesal, Satria menghubungi istri simpanannya itu, tapi Kania tidak mau menjawab teleponnya.
Kanya, kamu sudah melanggar kontrak kita dengan membuatku menunggu. Ini sudah malam, seharusnya kamu ada di sini.
Satria mulai menyusun banyak kata untuk memarahi Kania jika pulang nanti. Enak saja dia bisa bersikap semaunya. Memangnya dia pikir dia siapa?
Sementara itu, di kantor, Kania mencari cara supaya mereka bisa pulang. Pasalnya sudah hampir jam sembilan dan mereka belum pulang, pasti Satria sudah sangat kesal sekarang.
Berkat idenya mempengaruhi teman-temannya, Kania akhirnya bisa pulang dan segera menemui Satria. Dia sangat takut jika laki-laki itu marah dan meminta ganti rugi uang seperti yang tertera dalam kontrak, sedangkan semua uang pemberian Satria sudah dia pakai untuk membayar utang-utangnya.
Sampai di rumah, Kania menemukan apartemennya dalam keadaan gelap. Dia kecewa pada diri sendiri karena Satria pasti pergi dalam keadaan marah. Dengan langkah gontai, Kania berjalan untuk menyalakan lampu.
Alangkah terkejutnya dia saat melihat Satria sedang duduk di sofa dan menatapnya dengan tampang dinginnya. Kania mendekat dan menyentuh Satria untuk merayunya.
“Maaf, Sayang. Aku tadi lembur dadakan. Manajer aku galak banget deh sampai aku enggak sempat pegang HP,” jelas Kania sambil mengusap celana Satria. “Kamu marah banget ya, Sayang.” Mata Kania bukan tertuju pada wajah suaminya, tapi malah pada benda berharga milik Satria yang selalu terbawa perasaan. Baru disentuh sedikit saja, sudah mulai bangun.
Bukannya marah seperti yang sudah direncanakannya tadi, Satria malah tersenyum saat Kania mulai membuka celana bokser itu dan melakukan aksinya. Satriya terpesona dengan kemampuan Kania merayu. Dia mulai masuk ke dalam pesona wanita yang menjadi istri keduanya itu. Dengan kata lain, Satria telah melanggar kontrak karena menggunakan perasaannya.
“Kamu hebat, Kanya. Kamu bikin aku enggak kuat kalau kayak gini,” kata Satria sambil menahan nikmat akibat ulah Kania.
Wanita itu tidak menjawab karena mulutnya sudah penuh. Dia yang awalnya hanya ingin melunasi utang, sekarang menikmati perannya sebagai istri pemuas.
Ponsel Satria berdering, dia hanya melirik sekilas tanpa berniat menjawab saat tahu peneleponnya adalah sang istri pertama, Felicia. Istri sah dari Satria.
Kania yang terganggu dengan dering ponsel itu, akhirnya melepas milik Satria dan menatap laki-laki itu. “Sayang, istrimu telfon, kenapa tidak dijawab?” tanya Kania mulai ikut campur.
“Biarkan saja, lagipula itu bukan urusanmu, Kanya. Lakukan tugasmu karena aku akan menghukummu malam ini.” Satria meraih wajah Kania dan menciumnya dengan menggebu. Dia sudah mulai mengabaikan istrinya yang hanya sibuk dengan dunianya sendiri.
Di negara lain, Felicia menatap kesal pada layar ponselnya. Pasalnya, Satria tidak mau menjawab panggilan teleponnya.
“Kenapa tidak dijawab? Kamu sedang apa Sat? Apa sesuatu terjadi padamu?” Felicia merasakan hatinya tidak tenang, seperti ada sesuatu yang menimpa suaminya saat ini.
“Haruskah aku pulang dan menemuimu untuk memastikan? Mungkin tiga sampai lima hari tidak masalah. Aku harap kamu menyukai kejutanku, Satria.”
****
Jangan lupa jejaknya biar aku semangat buat lanjut, dan trimakasih yang sudah baca. Bab berikutnya aku jamin lebih seru, jadi jangan sampai ketinggalan 💋💋
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
liberty
kamulah yawwww👻
2024-06-28
0
liberty
hmm yg klepek² elo deh Bang Sat😅🤣
2024-06-28
0
liberty
situ yg bilang loh katanya syaratnya gak pake perasaan 🙃
2024-06-28
0