Setelah dua kali menuntaskan kebutuhan biologisnya, Satria tidak lantas tertidur di samping Kania seperti biasa. Ia meraih ponsel dan melihat jam. Ternyata, malam berlalu dengan sangat cepat. Dia terburu-buru memakai pakaian dan bersiap untuk pulang pada Felicia.
“Kamu tidak menginap?” tanya Kania sambil meraih selimut untuk menutup tubuh polosnya.
“Feli sudah menungguku, Kanya. Jangan mempersulit keadaanku,” jawab Satria yang masih membenarkan celananya.
“Ya sudahlah terserah. Kapan istrimu kembali?” tanya Kania yang terdengar lirih. Suaranya lebih seperti orang bergumam karena sebenarnya ia pun tidak begitu yakin pertanyaan itu bisa keluar dari mulutnya.
“Ya, mungkin minggu depan. Kenapa? Kamu kesepian tanpa aku ya,” goda Satria sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Kania. Bajunya yang belum terkancing membuat dada bidangnya terpampang nyata.
Di mata Kania, Satria terlihat sangat tampan saat ini. Pesona suami memang tiada dua. Sayangnya, itu tidak menjadi milik Kania sepenuhnya.
“Tidak,” jawab Kania yang membuat kening Satria berkerut.
“Lalu, kenapa tanya kapan Feli pulang?” tanya Satria yang kini sudah berdiri sambil merapikan kancing kemeja dan memakai jasnya.
“Karena aku mulai sering merindukanmu,” jawab Kania. Dia memakai selimut dan turun dari ranjang.
Kanya, kalau kamu mengatakan itu saat sebelum aku menyukaimu, aku pasti akan mengingatkanmu soal perjanjian kita. Tapi, sekarang semua berbeda, aku bahagia karena kamu memakai perasaan dalam hubungan ini.
“Aku pulang dulu,” kata Satria. Dia memberikan pelukan mesra sebelum akhirnya keluar dari apartemen Kania.
***
***
Ibu kandung Feli tiba-tiba menyusul putrinya. Wanita yang sangat mendukung karier putrinya itu tiba-tiba mengajak Feli bertemu di sebuah hotel karena ingin membicarakan masalah yang sangat serius.
“Mama, kenapa menyusul ke sini sih? Minggu depan ‘kan aku balik?” tanya Felicia pada satu-satunya orang tua yang ia miliki itu.
“Dasar bodoh! Apa kamu bermain api di belakang suami kamu?” tanya wanita dengan pakaian glamor itu.
Dia melemparkan sebuah foto Felicia yang sedang mabuk di bar dengan seorang laki-laki yang tidak kalah tampan dari Satria. Tidak hanya satu, ada beberapa foto juga yang diambil diam-diam saat dia dan pria itu pergi nonton ke bioskop.
Wanita itu menetap di luar negeri bersama putrinya, Felicia. Dia tidak ingin Feli sampai tergoda laki-laki lain dan menghancurkan rumah tangganya sendiri. Akan tetapi, ternyata Feli berselingkuh dengan model lain tanpa sepengetahuan ibunya.
Feli menelan ludahnya dengan susah payah. Foto yang mamanya dapatkan adalah bukti kuat yang mengungkap perselingkuhannya. Akan tetapi, dari mana sang ibu tahu mengenai hubungannya itu?
“Mama, dapat dari siapa?” tanya Feli dengan bibir bergetar. Dia tahu mamanya pasti sangat marah karena sudah berani menyelingkuhi Satria, menantu idaman mamanya dari awal.
“Tidak penting dapat dari siapa, yang jelas kamu terlalu bodoh Feli. Kurang apa suamimu itu? Dia mengizinkan kamu kejar impian, dia setia menunggu kamu. Mama sudah pastikan kesetiaannya dari awal. Kamu tidak akan menemukan laki-laki lain yang lebih kaya darinya, Feli,” kata ibu Feli sambil berteriak.
Wanita itu memang selalu mengawasi Satria dan memastikan tidak ada wanita lain yang dekat menantunya. Sayangnya, dua tahun lebih mengawasi sang menantu, pengawasan mertua Satria itu jadi menurun dan akhirnya gagal mengetahui pernikahan kedua Satria.
Felicia memejamkan mata. Sejak awal memang mamanya yang memaksa Felicia untuk menikah muda padahal dia sendiri masih ingin mengejar karier. Ya, meskipun sebenarnya Feli memang mencintai Satria. Namun, rasa cinta yang jarang dipupuk itu perlahan-lahan mulai luntur dan dia mulai tergoda oleh pesona laki-laki lain saat jauh dari Satria.
“Aku harus bagaimana, Ma? Aku sudah memastikan tidak menimbulkan kecurigaan. Buktinya Satria sampai sekarang tidak tahu, ‘kan? Padahal sekretarisnya itu pasti punya mata-mata.” Felicia sangat yakin dan percaya diri.
“Putuskan laki-laki itu, dan fokuslah pada suamimu! Mama akan urus pekerjaanmu di sana. Lebih baik membayar denda daripada kamu kehilangan kekayaan Satria. Jangan bermimpi bisa menjadi top model dunia kalau kamu belum memberikan Satria keturunan!” ancam mama Feli diiringi dengusan kesal.
Felicia memegangi kepalanya yang berdenyut nyeri. Bisakah dia memutuskan selingkuhannya dan fokus pada Satria?
Melihat putrinya yang hanya diam saja karena bingung dengan perasaannya, mama Feli akhirnya mengambil ponsel sang putri dan mengirimkan pesan pada laki-laki itu.
“Mama, kenapa terburu-buru? Aku ingin putus dengan baik-baik, Ma.”
“Terlalu lama, Fel. Semakin lama kamu mengambil keputusan, hati kamu akan ikut bermain dan akhirnya kamu sendiri yang menyesal. Sebelum Satria mengetahui masalah ini, kamu sudah harus hamil,” kata mama tanpa bisa dibantah lagi.
Saat dalam perjalanan pulang ke rumah, laki-laki yang menjadi selingkuhan Felicia itu menghubunginya. Dengan menyiapkan mental yang kuat, Felicia akhirnya menjawab panggilan itu.
“Halo, Feli! Apa aku tidak salah baca pesan yang kamu kirimkan?” tanya laki-laki itu dengan nada bicara yang terdengar marah.
“Tidak, Andrew, aku memang ingin mengakhiri hubungan kita karena aku ingin setia dengan suamiku. Menjadi istri yang baik dan bahagia dengan keluargaku. Jadi, lupakan saja aku, Andrew!” jawab Felicia dengan mata berkaca-kaca. Dia tidak ingin menangis sekarang karena tidak mau membuat Andrew semakin mengejarnya.
“Oh ya, istri yang baik. Aku bahkan sudah menikmati tubuhmu. Kalau aku memberitahu suamimu apa kamu akan tetap menjadi istri yang baik?”
“Jangan menggangguku kalau kamu memang mencintaiku, Andrew!”
Felicia mematikan panggilannya sepihak. Dia lalu menangis karena hubungannya dengan Andrew harus benar-benar berakhir.
***
Felicia sampai di rumah bersamaan dengan Satria yang juga baru pulang usai menemui Kania.
“Baru pulang?” tanya Satria saat mereka akan memasuki rumah.
“Iya, Mama baru aja ngajak ketemu,” jawab Felicia yang berusaha menyembunyikan kesedihannya.
“Mama ikut pulang? Kok enggak ke sini?”
Satria melihat wajah sedih istrinya yang berusaha ditutupi. Dia selalu bisa membaca raut wajah Feli sekalipun wanita itu tidak mengatakan apa-apa.
“Mama menginap di hotel, Sayang. Ke sini cuma kasih kabar buruk aja,” kata Feli sambil bermanja di lengan Satria.
“Kenapa?” Kali ini Satria khawatir, takut jika mertuanya itu tahu mengenai perselingkuhannya.
“Mama ingin menimang cucu darimu, makanya Mama ingin aku berhenti jadi model. Mama bilang, enggak baik menunda terlalu lama, kita sudah tiga tahun menikah dan sudah saatnya aku menjadi istri yang baik buatmu, Sat.”
“Sayang, aku bahkan belum memikirkan soal anak. Tidak apa kalau kamu mau mengejar impianmu.”
Satria bimbang, antara bahagia mendengar keputusan Feli, atau malah sedih karena itu berarti dia tidak bisa bersama Kania.
“Enggak, Sayang. Aku akan fokus untuk memberimu anak,” putus Felicia pada akhirnya.
Kembang kopinya jangan lupa 💋💋 sampai bab ini, siapa yang kalian dukung 😄😄😄
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 105 Episodes
Comments
💘Ƴᾰуᾰ💘✨
wahh... sama2 selingkuh
2024-04-01
1
Izza Driani
sama sama selingkuh ternyata....
2023-08-18
0
Dewi Soraya
td byj nih yg dukung feli.klo q dr awl si kania dong
2023-07-20
0