IKPH . Bab 3

Felicia pulang dari luar negeri dan bermaksud untuk memberi kejutan pada suaminya. Tanpa mengindahkan sambutan pelayan-pelayan, dia berjalan cepat menaiki tangga menuju kamar yang sudah enam bulan ini dia tinggalkan. Dengan penuh percaya diri, Feli membuka pintu kamar yang ternyata tidak dikunci.

“Surprise!” Raut wajah Feli mendadak berubah. Suaminya tidak ada di rumah yang membuatnya mengerutkan kening, kecewa.

Dia lalu memeriksa kamar mandi, dan tidak juga menemukan laki-laki itu. Di manakah Satria?

Dengan kesal, Feli menuruni anak tangga dan menemui para pelayan yang masih setia menundukkan kepala.

“Di mana suamiku?” tanya Feli pada para pelayan.

Salah seorang dari mereka mengangkat wajah dan mulai bicara. “Maaf, Nyonya. Tuan sudah jarang pulang beberapa minggu ini.”

Seolah tidak percaya dengan informasi yang didapat dari pelayan, Feli mengambil ponselnya dan mendengus kesal. Dia lalu mencari kontak Satria dan menghubunginya.

Terdengar nada tunggu berbunyi beberapa kali, tapi tapi Satria belum juga menjawab sampai akhirnya telepon berakhir.

“Ke mana sih dia? Apa sudah ke kantor?” gumam Feli sembari mencoba menghubungi Satria lagi.

Sementara itu di apartemennya, Kania sedang mengeringkan rambut dengan handuk mandi yang melekat di tubuhnya. Dia berjalan mendekati ponsel Satria yang terus menyala tanpa suara maupun getaran.

Wanita itu lalu melihat nama si penelepon yang ternyata adalah Felicia, istri sah suaminya. Dia mengabaikan ponsel itu dan hendak ke meja rias. Akan tetapi, tangan Satria tiba-tiba menariknya hingga terjatuh di kasur dan menimpa tubuh kekar laki-laki itu.

“Kamu ngapain, sayang? Bangunin aku pakai wangi tubuh kamu.” Satria membuka mata, tangannya bergerak membuka tali handuk yang mengikat di pinggang Kania.

“Aku tadi enggak sengaja lihat handphone kamu nyala terus, Sayang,” jawab Kania sembari memosisikan tubuh supaya nyaman.

Satria sudah berhasil mengeluarkan dua benda kenyal milik Kania dan menikmati itu, seperti bayi yang kelaparan saat bangun dari tidur.

“Istri kamu telepon lagi, Sayang. Kayaknya ada hal penting,” kata Kania. Dia melihat ponsel suaminya yang kembali menyala, dan lagi-lagi Felicia menelepon.

Satria terpaksa melepaskan aset berharga milik Kania dari mulutnya. Dengan kesal dia meraih ponselnya. “Kenapa lagi sih dia, pasti ada tas atau sepatu yang mau dia beli.”

Kania merapikan pakaiannya, tapi Satria menahan gerakannya. Laki-laki itu masih ingin bermain dengan milik Kania.

“Halo.”

“Honney, kamu ke mana saja? Aku telepon enggak diangkat terus?” tanya Felicia dari seberang sana.

“Aku baru bangun tidur, Sayang. Ada apa? Minta uang lagi?” Satria masih sibuk memainkan benda kenyal Kania yang membuat wanita itu menggigit bibir bawahnya menahan kenikmatan.

“Kamu tidur di mana? Aku di rumah tapi kamu tidak ada,” kata Felicia terdengar kesal.

“Apa!?” Satria langsung terduduk dan mengusap wajahnya dengan kasar.

Kania sampai terkejut melihat tingkah Satria. Dia buru-buru merapikan kembali pakaiannya saat Satria bergerak turun dari ranjang.

“Aku di rumah kita, kata pelayan kamu sudah lama enggak pulang. Kamu di mana sih?”

“A-aku di apartemen, Sayang. Aku cuma ingin menyendiri karena pekerjaan yang bikin stres, aku butuh suasana baru,” jelas Satria yang kemudian memakai pakaiannya. “Kapan kamu sampainya, Sayang?”

Kania sekarang paham bahwa Felicia sudah ada di rumah. Itu artinya tugasnya akan sedikit berkurang. Dia berharap Felicia akan tinggal lama supaya dia bisa bebas dari Satria.

“Baru saja aku sampai rumah. Kamu di apartemen mana, biar aku ke sana?”

“Enggak usah, Sayang. Aku lagi siap-siap mau pulang ini,” cegah Satria. “Aku matikan dulu ya, sampai ketemu di rumah, istriku. I love you.” Satria lalu mematikan teleponnya.

Kini, laki-laki itu menatap Kania yang masih memakai handuk mandinya.

“Sepertinya kita akan berpisah dulu. Aku pasti akan merindukanmu, Sayang.” Satria mencium bibir Kania dan memainkan kedua aset kembar itu dengan kedua tangannya. Tak lama, dia pun melepaskan ciumannya.

“Kabari aku kalau kamu ke sini,” kata Kania. Senyum cantik terukir di bibir itu membuat Satria merasa berat meninggalkannya.

“Hem. Jangan macam-macam di belakangku ya. Dan jangan menelepon kalau aku tidak menelepon lebih dulu,” balas Satria lalu mengusap kepala Kania dan berpamitan untuk pergi.

Kania mengangguk dan mengantarkan laki-laki itu sampai pintu apartemen. Lalu, dia menutup pintu dan menguncinya.

Setelah kepergian Satria, Kania bersorak dan menari-nari. Malam ini dia bisa tidur dengan baik tanpa harus bekerja keras, ya walau sebenarnya dia juga menikmatinya.

****

Malam ini, Kania benar-benar tidur dengan nyenyak. Dia bebas menguasai kasur berukuran besar itu sendirian. Tanpa ada tangan jahil yang tiba-tiba membangunkannya untuk bekerja.

Lain halnya dengan Satria, laki-laki itu sedang menatap istrinya yang tidur membelakanginya. Walaupun dia juga mendapatkan haknya dari Felicia, tapi Feli berbeda dengan Kania yang biasanya akan bermanja-manja di dadanya.

Feli langsung tertidur tanpa mau bercerita kegiatannya di luar negeri, berbeda dengan Kania yang biasa menceritakan banyak hal setelah mereka bercinta. Satria malah mulai memikirkan cara agar Felicia segera pergi lagi dan dia bisa bebas bersama Kania.

***

Selama di rumah, Satria sama sekali tidak menghubungi Kania. Hanya di kantor saja dia berani menghubungi istri kontraknya itu. Namun, tentu saja itu menjadi masalah besar bagi Kania yang harus bekerja. Dia harus sembunyi-sembunyi saat menerima telepon dari Satria.

“Halo, kamu sedang apa?” tanya Satria dengan datar. Dia akan pergi dengan sekretarisnya untuk menghadiri rapat di luar kantor.

Kania yang juga dari luar kantor, menerima panggilan itu. Selama tidak ketahuan oleh manajernya, dia masih bisa menjawab panggilan telepon Satria.

“Aku di kantor, Sayang. ‘Kan masih jam kerja,” jawab Kania. Dia berjalan menuju lift dan langsung berbalik badan saat tahu Satria ada di lift itu.

Matilah aku.

“Kenapa wanita itu?” tanya Satria pada sekretarisnya. Dia berjalan keluar dari lift, dan memperhatikan Kania yang membelakanginya.

Penampilan Kania saat di kantor memang biasa saja. Rambut diikat rapi, dengan make up tipis dan juga kacamata yang membuat penampilannya berbeda.

Jantung Kania berdebar keras saat tahu Satria sedang memperhatikannya.

“Saya kurang tahu, Tuan. Apa perlu saya suruh menemui Tuan?” tanya laki-laki yang merupakan sekretaris Satria.

“Tidak perlu, kita ada rapat yang lebih penting.” Satria memilih untuk mengabaikan Kania yang masih mematung di tempatnya. Dia lalu kembali fokus pada teleponnya. “Halo, kamu masih di sana?”

Kania menghela napas lega karena berhasil menghindari Satria. Akan tetapi, laki-laki itu masih bersuara di ponselnya.

“Iya, Sayang. Tadi ada bos aku. Kamu kenapa telepon? Kangen ya?” goda Kania yang kini sudah masuk ke lift.

“Ya, begitulah. Feli masih di rumah, aku tidak bisa menemuimu, Kanya.”

****

Lima hari sudah Felicia di rumah. Sikap Satria terbilang normal, tidak ada yang perlu dicurigai. Feli merasa itu hanya pikiran buruknya saja karena menurutnya, Satria masih setia dengannya. Wanita itu lalu memutuskan untuk kembali ke luar negeri karena manajernya sudah mengingatkan untuk pemotretan majalah terkemuka di sana.

Satriya kini kembali bebas, dia bisa menemui istri keduanya dan menyalurkan kerinduannya selama beberapa hari berpisah. Laki-laki itu mendatangi apartemen Kania dan langsung menciumnya dengan mesra. Sedangkan Kania, dia menyambut kepulangan Satria dengan cinta karena kini tugasnya kembali aktif.

“Aku merindukan sentuhanmu, Kanya.” Satria tidak pernah memanggil Kania dengan benar, baginya nama Kanya jauh lebih seeksi dibandingkan nama asli Kania.

“Aku juga merindukan senjatamu, Sayang,” balas Kania. Dia menuntun Satria ke ranjang dan melakukan tugasnya dengan sangat baik.

Satria merasakan hal yang sangat berbeda aaat bersama Kania. Dia merasa Kania benar-benar sosok istri yang sempurna untuknya.

Kanya, kamu memang selalu mengerti aku. Suatu hari nanti, aku akan menceraikan Felicia dan hidup bahagia denganmu.

Kembang kopinya jangan lupa 💋💋

tambahan karena ada komentar yg kurang mengena di hatiku.. dari awal novel ini menceritakan pelakor sesuai event konflik rumah tangga ya.. Yang mengharuskan ceritanya benar-benar jadi pelakor, so yang anti selingkuh, atau benci pelakor jangan lanjut..

alasan selingkuh ada di bab bab selanjutnya.. So, yang penasaran, lanjut aja Sayang 🥰🥰🥰 aku jamin seru sampai ending 💋💋

Terpopuler

Comments

Yaya Gea

Yaya Gea

istrie penggoda

2024-03-24

0

Yaya Gea

Yaya Gea

gaya kania udh benar-benar kayak pelakor

2024-03-24

0

Yaya Gea

Yaya Gea

manten baru gini nih

2024-03-23

0

lihat semua
Episodes
1 IKPH . Bab 1
2 IKPH . Bab 2
3 IKPH . Bab 3
4 IKPH . Bab 4
5 IKPH . Bab 5
6 IKPH . Bab 6
7 IKPH . Bab 7
8 IKPH . Bab 8
9 IKPH . Bab 9
10 IKPH . Bab 10
11 IKPH . Bab 11
12 IKPH . Bab 12
13 IKPH . Bab 13
14 IKPH . Bab 14
15 IKPH . Bab 15
16 IKPH . Bab 16
17 IKPH . Bab 17
18 IKPH . Bab 18
19 IKPH . Bab 19
20 IKPH . Bab 20
21 IKPH . Bab 21
22 IKPH . Bab 22
23 IKPH . Bab 23
24 IKPH . Bab 24
25 IKPH . Bab 25
26 IKPH . Bab 26
27 IKPH . Bab 27
28 IKPH . Bab 28
29 IKPH . Bab 29
30 IKPH . Bab 30
31 IKPH . Bab 31
32 IKPH . Bab 32
33 IKPH . Bab 33
34 IKPH . Bab 34
35 IKPH . Bab 35
36 IKPH . Bab 36
37 IKPH . Bab 37
38 IKPH . Bab 38
39 IKPH . Bab 39
40 Hasrat Penggoda By Ntaamelia
41 IKPH . Bab 40
42 IKPH . Bab 41
43 IKPH . Bab 42
44 IKPH . Bab 43
45 IKPH . Bab 44
46 My Geeky Doctor by Lunoxs
47 IKPH . Bab 45
48 IKPH . Bab 46
49 IKPH . Bab 47
50 IKPH . Bab 48
51 IKPH . Bab 49
52 IKPH . Bab 50
53 IKPH . Bab 51
54 IKPH . Bab 52
55 IKPH . Bab 53
56 IKPH . Bab 54
57 IKPH . Bab 55
58 IKPH . Bab 56
59 IKPH . Bab 57
60 IKPH . Bab 58
61 Penggoda King Mafia by DHEVIS JUWITA
62 IKPH . Bab 59
63 IKPH . Bab 60
64 IKPH . Bab 61
65 IKPH . Bab 62
66 IKPH . Bab 63
67 IKPH . Bab 64
68 IKPH . Bab 65
69 IKPH . Bab 66
70 IKPH . Bab 67
71 IKPH . Bab 68
72 IKPH . Bab 69
73 IKPH . Bab 70
74 IKPH . Bab 71
75 IKPH . Bab 72
76 IKPH . Bab 73
77 IKPH . Bab 74
78 IKPH . Bab 75
79 IKPH . Bab 76
80 IKPH . Bab 77
81 IKPH . BAB 78
82 IKPH . Bab 79
83 IKPH . Bab 80
84 IKPH . Bab 81
85 IKPH . Bab 82
86 IKPH . Bab 83
87 IKPH . Bab 84
88 IKPH . Bab 85
89 IKPH . Bab 86
90 IKPH . Bab 87
91 IKPH . Bab 88
92 Pesona Tuan Amnesia by Itta Haruka07
93 IKPH . Bab 89
94 IKPH . Bab 90
95 IKPH . Bab 91
96 IKPH . Bab 92
97 IKPH . Bab 93
98 Bonus 1
99 Bonus 2
100 Hasrat Tuan Impoten By Itta Haruka07
101 Asmara Terlarang By Itta Haruka07
102 Novel Baru : Rahasia Istri Culun By Itta Haruka07
103 Bad Boy and His Secret Wife By Itta Haruka07
104 Biarkan Aku Melayanimu, Pangeran! By Itta Haruka07
105 Terpaksa Kembali By Itta Haruka07
Episodes

Updated 105 Episodes

1
IKPH . Bab 1
2
IKPH . Bab 2
3
IKPH . Bab 3
4
IKPH . Bab 4
5
IKPH . Bab 5
6
IKPH . Bab 6
7
IKPH . Bab 7
8
IKPH . Bab 8
9
IKPH . Bab 9
10
IKPH . Bab 10
11
IKPH . Bab 11
12
IKPH . Bab 12
13
IKPH . Bab 13
14
IKPH . Bab 14
15
IKPH . Bab 15
16
IKPH . Bab 16
17
IKPH . Bab 17
18
IKPH . Bab 18
19
IKPH . Bab 19
20
IKPH . Bab 20
21
IKPH . Bab 21
22
IKPH . Bab 22
23
IKPH . Bab 23
24
IKPH . Bab 24
25
IKPH . Bab 25
26
IKPH . Bab 26
27
IKPH . Bab 27
28
IKPH . Bab 28
29
IKPH . Bab 29
30
IKPH . Bab 30
31
IKPH . Bab 31
32
IKPH . Bab 32
33
IKPH . Bab 33
34
IKPH . Bab 34
35
IKPH . Bab 35
36
IKPH . Bab 36
37
IKPH . Bab 37
38
IKPH . Bab 38
39
IKPH . Bab 39
40
Hasrat Penggoda By Ntaamelia
41
IKPH . Bab 40
42
IKPH . Bab 41
43
IKPH . Bab 42
44
IKPH . Bab 43
45
IKPH . Bab 44
46
My Geeky Doctor by Lunoxs
47
IKPH . Bab 45
48
IKPH . Bab 46
49
IKPH . Bab 47
50
IKPH . Bab 48
51
IKPH . Bab 49
52
IKPH . Bab 50
53
IKPH . Bab 51
54
IKPH . Bab 52
55
IKPH . Bab 53
56
IKPH . Bab 54
57
IKPH . Bab 55
58
IKPH . Bab 56
59
IKPH . Bab 57
60
IKPH . Bab 58
61
Penggoda King Mafia by DHEVIS JUWITA
62
IKPH . Bab 59
63
IKPH . Bab 60
64
IKPH . Bab 61
65
IKPH . Bab 62
66
IKPH . Bab 63
67
IKPH . Bab 64
68
IKPH . Bab 65
69
IKPH . Bab 66
70
IKPH . Bab 67
71
IKPH . Bab 68
72
IKPH . Bab 69
73
IKPH . Bab 70
74
IKPH . Bab 71
75
IKPH . Bab 72
76
IKPH . Bab 73
77
IKPH . Bab 74
78
IKPH . Bab 75
79
IKPH . Bab 76
80
IKPH . Bab 77
81
IKPH . BAB 78
82
IKPH . Bab 79
83
IKPH . Bab 80
84
IKPH . Bab 81
85
IKPH . Bab 82
86
IKPH . Bab 83
87
IKPH . Bab 84
88
IKPH . Bab 85
89
IKPH . Bab 86
90
IKPH . Bab 87
91
IKPH . Bab 88
92
Pesona Tuan Amnesia by Itta Haruka07
93
IKPH . Bab 89
94
IKPH . Bab 90
95
IKPH . Bab 91
96
IKPH . Bab 92
97
IKPH . Bab 93
98
Bonus 1
99
Bonus 2
100
Hasrat Tuan Impoten By Itta Haruka07
101
Asmara Terlarang By Itta Haruka07
102
Novel Baru : Rahasia Istri Culun By Itta Haruka07
103
Bad Boy and His Secret Wife By Itta Haruka07
104
Biarkan Aku Melayanimu, Pangeran! By Itta Haruka07
105
Terpaksa Kembali By Itta Haruka07

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!