Bab 19. Pembawa Sial

"Ya Tuhan .... mengapa ini semua bisa terjadi Bu? Mengapa Ibu sampai tertipu oleh Angelica?"

Bayu yang terduduk di lantai, menyenderkan kepalanya di permukaan dinding. Berkali-kali ia mengacak rambutnya dan membuang napas kasar. Dari ekspresi wajahnya terlihat jelas bahwa lelaki itu tengah frustrasi.

"Ibu juga tidak paham Bay ... Angelica yang Ibu kenal bukanlah seperti itu. Dia sahabat karib Ibu semasa SMA. Perangainya begitu baik, dan Ibu rasa dia tidak sampai hati jika melakukan hal ini. Tapi kenyataannya dia tega menipu Ibu."

Tak jauh berbeda dari Bayu, Sonya juga terlihat begitu frustrasi. Entah sudah berapa kali ia memijit-mijit pelipisnya yang terasa begitu nyeri. Dua kabar buruk yang ia dapatkan di hari ini sungguh sangat memporak-porandakan hati. Wanita itu seakan tidak memiliki gairah untuk hidup di dunia lagi. Semua yang ada di dalam genggaman tangannya terlepas dan tidak akan mungkin bisa kembali lagi.

Sedangkan Dinda, wanita itu juga hanya terduduk lesu di sebuah kursi yang terbuat dari kayu. Entah apa yang salah dalam keluarganya ini, sehingga ia dan keluarga harus merasakan ujian serta kemalangan hidup yang bertubi-tubi.

Ya Allah .... aku hanya minta, tolong beri aku kekuatan sehingga aku bisa kuat dalam menjalani segala ketetapan yang sudah Engkau gariskan.

Dinda tiada henti merapalkan doa dalam hati. Doa yang ia panjatkan untuk meminta kekuatan kepada Ilahi Rabbi sehingga ia tetap berada di jalan yang lurus dan di ridhoi. Ia percaya bahwa ia sanggup untuk menghadapi serta menjalani.

Bayu bangkit dari posisi duduknya di atas lantai. Ia berjalan ke arah sang ibu dan duduk di tepian ranjang. "Apakah Ibu sudah berusaha mencari keberadaan Angelica di rumahnya? Ibu tahu tempat tinggal Angelica bukan? Ibu sudah cari di sana? Barangkali Angelica masih bersembunyi di rumah!"

Bayu berupaya mati-matian mencari celah untuk bisa keluar dari permasalahan yang tengah dihadapi oleh sang ibu. Lelaki itu mempertanyakan tempat tinggal Angelica yang mungkin dari sana bisa didapatkan jalan keluarnya.

Sonya menggelengkan kepala pelan. "Tidak bisa Bay ... sudah sejak lama Angelica tidak tinggal di kota ini. Dia tinggal luar kota."

Bayu semakin terhenyak dan terperanjat setengah mati. Perkataan ibunya ini sudah cukup menjadi firasat kecil bahwa keberadaan Angelica akan sulit dilacak. Namun tiba-tiba saja ia teringat akan satu hal.

"Atau mungkin Ibu memiliki scan KTP Angelica yang dikirimkan via WhatsApp? Dari sana kita mungkin bisa mencari keberadaan Angelica?"

Lagi, Bayu mencoba untuk menanyakan segala celah yang mungkin bisa menjadi peluang dalam menemukan keberadaan Angelica. Namun sayang seribu sayang, wanita paruh baya itu lagi-lagi hanya menggelengkan kepala.

"Tidak Bay, Ibu sama sekali tidak memiliki data diri Angelica, termasuk KTP nya, Ibu tidak memiliki."

"Astaga Bu .... lalu bagaimana Ibu bisa dengan mudah percaya pada Angelica jika dia sama sekali tidak berani memberikan jaminan apapun? Jaminan bahwa ia bukanlah seorang penipu. Bahkan uang yang disetorkan bukanlah uang dalam nominal kecil, seharusnya Ibu meminta data diri yang dimiliki oleh sahabat Ibu itu," tanya Bayu dengan intonasi yang sedikit tinggi.

"Ibu juga tidak tahu Bay. Ibu merasa sudah begitu percaya pada Angelica. Maka dari itu, Ibu merasa tidak perlu repot-repot meminta KTP nya." Sonya menjawab dengan suara lirih. Nampaknya, wanita paruh baya itu juga merasa takut melihat air wajah sang putra yang berubah seperti seseorang yang sedang menahan amarah itu.

Bayu menghela napas panjang dan perlahan ia hembuskan untuk menghalau emosi yang mulai merajai hati. Bagaimanapun juga, yang berada tepat di depan matanya ini adalah wanita yang telah mengandung, melahirkan, mendidik serta membesarkannya sehingga tidak pantas jika sampai terlontar kata-kata kasar yang mungkin akan keluar dari bibirnya karena dibelenggu oleh emosi itu.

"Atau mungkin, Ibu memiliki surat perjanjian dengan Angelica? Surat perjanjian yang menyatakan bahwa Angelica bukanlah penipu dan akan siap bertanggungjawab sepenuhnya jika sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti ini?"

Sonya kembali menggelengkan kepala. "Tidak Bay, Ibu sama sekali tidak memiliki surat perjanjian apapun."

"Astaga, jadi selama ini Ibu dan Angelica berkomunikasi dengan cara bagaimana?"

"Ibu dan Angelica hanya berkomunikasi via chatting dan video call melalui whatsapp, Bay..."

"Ya Tuhan...," lirih Bayu dengan memijit pelipisnya. "Jika seperti ini akan sulit untuk menemukan keberadaan Angelica, Bu. Lagipula mengapa Ibu begitu mudah percaya dengan Angelica tanpa meminta jaminan apapun? Meskipun dia adalah sahabat karib Ibu, tapi tidak menutup kemungkinan dia bisa menipu Ibu. Terlebih dalam kehidupan yang serba sulit seperti ini. Siapapun bisa berubah menjadi orang jahat karena keadaan yang semakin menghimpit seperti ini," sambung Bayu pula yang dari nada bicaranya terdengar seperti seseorang yang sedang kecewa berat.

"Kamu jangan seperti itu Bay, dimana ucapanmu itu seakan menumpukan semua kesalahan kepada Ibu, padahal belum tentu keadaan yang kita alami ini karena kesalahan Ibu," ucap Sonya yang tidak ingin sepenuhnya disalahkan atas apa yang menimpanya ini.

Kepala Bayu yang sebelumnya menunduk, kini ia tegakkan. Pandangannya pun bersiborok dengan netra milik sang ibu. "Jika bukan kesalahan Ibu lalu kesalahan siapa lagi Bu? Yang terlibat di sini adalah Ibu sendiri yang mudah ditipu oleh seseorang yang Ibu anggap sebagai sahabat sendiri yang pada akhirnya dia menjadi seseorang yang paling tega menipu Ibu."

Pandangan Sonya yang sebelumnya lurus ke depan, kini sedikit ia geser ke arah samping di mana Dinda berada. Wanita paruh baya itu seakan dengan sinis menatap wajah menantunya ini. Sepersekian menit Sonya menatap Dinda, kemudian ia kembali menatap ke arah sang putra. Sedangkan Dinda hanya bisa menyipitkan mata, tidak paham dengan apa maksud yang tersirat melalui tatapan sang ibu mertua.

"Bisa jadi semua kemalangan yang menimpa keluarga kita ini karena istrimu Bay. Bisa jadi istrimu ini yang menjadi akar dari kepelikan-kepelikan hidup yang kita alami."

Perkataan yang terlontar dari bibir Sonya, sukses membuat Dinda dan juga Bayu terkejut. Dinda hampir saja mengeluarkan suara untuk menanyakan apa maksud sang ibu mertua dengan ucapannya ini. Namun ia urungkan ketika sang suami sudah membuka suara terlebih dahulu.

"Karena Dinda? Apa hubungannya dengan Dinda Bu? Di sini Dinda tidak terlibat apapun, bagaimana bisa Ibu menyalahkan Dinda?" tanya Bayu dengan kernyitan di dahi. Perkataan sang ibu sungguh membuatnya semakin tidak mengerti akan apa maksud semua ini.

Sonya kembali menoleh ke arah Dinda. Kali ini, kilatan rasa benci, rasa marah nampak jelas dari sorot mata wanita paruh baya itu. "Bisa jadi istrimu ini pembawa sial untuk kehidupan kita Bay. Dia istri pembawa sial!"

.

.

. bersambung...

Terpopuler

Comments

Rumini Parto Sentono

Rumini Parto Sentono

benar benar tajam tuh lidah mertua, kesalahan sendiri malah menyalahkan orang lain menantu sendiri pula. Hdhhh.... 🤦‍♀️🤦‍♀️

2022-07-29

0

🥜⃫⃟⃤🍀⃟🦘𝙼𝙰𝙼 ᶠᵉⁿᶦ 𒈒⃟ʟʙ

🥜⃫⃟⃤🍀⃟🦘𝙼𝙰𝙼 ᶠᵉⁿᶦ 𒈒⃟ʟʙ

Idih... ada ya manusia macam si buson gtu...
Bodoh di pelihara, glran susah aja bawa² anak mantu nya, bahkan dgn ga tau malu nya mlhan mengkambinghitamkan sang menantu atas kesalahan nya sendiri, astaghfirullah tolong Tuhan buru2 cabut dah tu nyawa si buson.... 😤😤

Enak bnr ngatain si dinda istri pembawa sial, ada jg lo ibu pembawa sial buat anak nya 😤😤

2022-07-28

0

🥜⃫⃟⃤🍀⃟🦘𝙼𝙰𝙼 ᶠᵉⁿᶦ 𒈒⃟ʟʙ

🥜⃫⃟⃤🍀⃟🦘𝙼𝙰𝙼 ᶠᵉⁿᶦ 𒈒⃟ʟʙ

astaga manusia yg ga pernah mengaca diri seperti ini nih, dia yg 10000% salah, tp mlahan menyalahkan orang lain yg bahkan ga tau apa2... 😌😌

2022-07-28

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pernikahan
2 Bab 2. Ibu Mertua
3 Bab 3. Salah Di Mata Mertua
4 Bab 4. Malam Panjang
5 Bab 5. Salah Lagi
6 Bab 6. Merasa Tersaingi
7 Bab 7. Hari-Hari Indah
8 Bab 8. Hidup Yang Sempurna
9 Bab 9. Doa Seorang Istri
10 Bab 10. Kabar dari Pimpinan
11 Bab 11. Bertemu Teman Lama
12 Bab 12. Mabuk
13 Bab 13. Menguatkan
14 Bab 14. Solusi
15 Bab 15. Kegelisahan Sonya
16 Bab 16. Ikut Hancur
17 Bab 17. Terkejut
18 Bab 18. Kemalangan Yang Bertubi-tubi
19 Bab 19. Pembawa Sial
20 Bab 20. Kepedihan Hati
21 Bab 21. Niat Terselubung
22 Bab 22. Memaafkan
23 Bab 23. Sadar Ditipu
24 Bab 24. Apes Lagi
25 Bab 25. Semakin Tak Mengenali
26 Bab 26. Di Belahan Kota Jakarta
27 Bab 27. Sebuah Tawaran
28 Bab 28. Bertandang
29 Bab 29. Permintaan Dinda
30 Bab 30. Dimanfaatkan?
31 Bab 31. Berangkat
32 Bab 32. Tiba di Ibu Kota
33 Bab 33. Sambutan Hangat
34 Bab 34. Pencuri?
35 Bab 35. Salah Duga
36 Bab 36. Ndoro Putri
37 Bab 37. Kopi Pas di Hati
38 Bab 38. Guru Geografi
39 Bab 39. Protes Erlan
40 Bab 40. Kebohongan Bayu
41 Bab 41. Pingsan
42 Bab 42. Dendam Pribadi?
43 Bab 43. Menguping
44 Bab 44. Celah Bagi Bayu
45 Bab 45. Meragu
46 Bab 46. Maukah?
47 Bab 47. Licik
48 Bab 48. Kesiangan
49 Bab 49. Detak Jantung
50 Bab 50. Lah Kok Ngamuk?
51 Bab 51. Sah
52 Bab 52. Siap-siap
53 Bab 53. Tidak Terasa
54 Bab 54. Pamit
55 Bab 55. Merenungi
56 Bab 56. Drama King
57 Bab 57. Palsu
58 Bab 58. Disiram
59 Bab 59. Tak Dihargai
60 Bab 60. Membangkang
61 Bab 61. Party
62 Bab 62. Angin Surga
63 Bab 63. Dingin
64 Bab 64. Nggak Jadi
65 Bab 65. Tiket Honeymoon
66 Bab 66. Tiga Ratus Ribu
67 Bab 67. Sertifikat
68 Bab 68. Bekas Milik Siapa?
69 Bab 69. Bertemu Calon Besan
70 Bab 70. Semakin Terkesima
71 Bab 71. Liburan ke Eropa
72 Bab 72. Hanyut
73 Bab 73. Sedang Tidak Berhasrat
74 Bab 74. Rencana Menikah
75 Bab 75. Renternir
76 Bab 76. Semakin Lancar
77 Bab 77. Berangkat Liburan
78 Bab 78. Apes
79 Bab 79. Menyusul
80 Bab 80. Mengintai
81 Bab 81. Kita Lihat Nanti
82 Bab 82. O O Kamu Ketahuan
83 Bab 83. Bukan Istriku Lagi
84 Bab 84. Alasan
85 Bab 85. Rencana Pulang
86 Bab 86. Persiapan
87 Bab 87. Tiba di Kampung Halaman
88 Bab 88. Teman Lama
89 Bab 89. Perlahan Terkuak
90 Bab 90. Cerita Sebenarnya
91 Bab 91. Memasang Badan
92 Bab 92. Aku Sudah Siap
93 Bab 93. Apa Kabar Mas Bayu?
94 Bab 94. Atiku Tatag
95 Bab 95. Kembali Miskin Lagi?
96 Bab 96. Keluar dari Istana
97 Rilis Novel Baru..
98 Bab 97. Salah Alamat?
99 Bab 98. Terapi
100 Bab 99. Para Preman
101 Bab 100. Tuan Erlan?
102 Bab 101. Kembali ke Tangan
103 Bab 102. Jadilah Istriku
104 Bab 103. Resmi Menjadi Sepasang Suami-Istri
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1. Pernikahan
2
Bab 2. Ibu Mertua
3
Bab 3. Salah Di Mata Mertua
4
Bab 4. Malam Panjang
5
Bab 5. Salah Lagi
6
Bab 6. Merasa Tersaingi
7
Bab 7. Hari-Hari Indah
8
Bab 8. Hidup Yang Sempurna
9
Bab 9. Doa Seorang Istri
10
Bab 10. Kabar dari Pimpinan
11
Bab 11. Bertemu Teman Lama
12
Bab 12. Mabuk
13
Bab 13. Menguatkan
14
Bab 14. Solusi
15
Bab 15. Kegelisahan Sonya
16
Bab 16. Ikut Hancur
17
Bab 17. Terkejut
18
Bab 18. Kemalangan Yang Bertubi-tubi
19
Bab 19. Pembawa Sial
20
Bab 20. Kepedihan Hati
21
Bab 21. Niat Terselubung
22
Bab 22. Memaafkan
23
Bab 23. Sadar Ditipu
24
Bab 24. Apes Lagi
25
Bab 25. Semakin Tak Mengenali
26
Bab 26. Di Belahan Kota Jakarta
27
Bab 27. Sebuah Tawaran
28
Bab 28. Bertandang
29
Bab 29. Permintaan Dinda
30
Bab 30. Dimanfaatkan?
31
Bab 31. Berangkat
32
Bab 32. Tiba di Ibu Kota
33
Bab 33. Sambutan Hangat
34
Bab 34. Pencuri?
35
Bab 35. Salah Duga
36
Bab 36. Ndoro Putri
37
Bab 37. Kopi Pas di Hati
38
Bab 38. Guru Geografi
39
Bab 39. Protes Erlan
40
Bab 40. Kebohongan Bayu
41
Bab 41. Pingsan
42
Bab 42. Dendam Pribadi?
43
Bab 43. Menguping
44
Bab 44. Celah Bagi Bayu
45
Bab 45. Meragu
46
Bab 46. Maukah?
47
Bab 47. Licik
48
Bab 48. Kesiangan
49
Bab 49. Detak Jantung
50
Bab 50. Lah Kok Ngamuk?
51
Bab 51. Sah
52
Bab 52. Siap-siap
53
Bab 53. Tidak Terasa
54
Bab 54. Pamit
55
Bab 55. Merenungi
56
Bab 56. Drama King
57
Bab 57. Palsu
58
Bab 58. Disiram
59
Bab 59. Tak Dihargai
60
Bab 60. Membangkang
61
Bab 61. Party
62
Bab 62. Angin Surga
63
Bab 63. Dingin
64
Bab 64. Nggak Jadi
65
Bab 65. Tiket Honeymoon
66
Bab 66. Tiga Ratus Ribu
67
Bab 67. Sertifikat
68
Bab 68. Bekas Milik Siapa?
69
Bab 69. Bertemu Calon Besan
70
Bab 70. Semakin Terkesima
71
Bab 71. Liburan ke Eropa
72
Bab 72. Hanyut
73
Bab 73. Sedang Tidak Berhasrat
74
Bab 74. Rencana Menikah
75
Bab 75. Renternir
76
Bab 76. Semakin Lancar
77
Bab 77. Berangkat Liburan
78
Bab 78. Apes
79
Bab 79. Menyusul
80
Bab 80. Mengintai
81
Bab 81. Kita Lihat Nanti
82
Bab 82. O O Kamu Ketahuan
83
Bab 83. Bukan Istriku Lagi
84
Bab 84. Alasan
85
Bab 85. Rencana Pulang
86
Bab 86. Persiapan
87
Bab 87. Tiba di Kampung Halaman
88
Bab 88. Teman Lama
89
Bab 89. Perlahan Terkuak
90
Bab 90. Cerita Sebenarnya
91
Bab 91. Memasang Badan
92
Bab 92. Aku Sudah Siap
93
Bab 93. Apa Kabar Mas Bayu?
94
Bab 94. Atiku Tatag
95
Bab 95. Kembali Miskin Lagi?
96
Bab 96. Keluar dari Istana
97
Rilis Novel Baru..
98
Bab 97. Salah Alamat?
99
Bab 98. Terapi
100
Bab 99. Para Preman
101
Bab 100. Tuan Erlan?
102
Bab 101. Kembali ke Tangan
103
Bab 102. Jadilah Istriku
104
Bab 103. Resmi Menjadi Sepasang Suami-Istri

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!