Bab 5. Salah Lagi

Matahari mulai naik ke singgasana. Memancarkan kilau sinar keemasan di ufuk timur yang memberikan kehangatan bagi jiwa-jiwa yang semalam dipeluk oleh hawa dingin. Membuat mereka bersemangat untuk mengawali hari baru dengan semangat yang baru pula.

Tubuh Dinda menggeliat kala rasa ada rasa nyeri yang tiba-tiba datang mengusik lelap tidurnya. Ia mengerjapkan mata dan perlahan kelopak mata itu terbuka. Ia sedikit memicingkan mata ketika sinar matahari yang masuk melalui celah gorden mulai terasa menusuk korneanya.

Dinda meraba ke arah samping. Dahinya pun mengernyit ketika tak ia temui sang suami di sisi. Dengan menahan sedikit rasa nyeri di bagian inti, Dinda menggeser tubuhnya untuk bisa bersandar di head board ranjang. Sejenak, ia juga nampak merenggangkan otot-ototnya yang kaku.

Pandangan Dinda terlihat menerawang. Tiba-tiba saja memori otaknya memutar ulang kejadian apa yang semalam ia lakoni bersama Bayu. Tulang pipi wanita itu seakan memerah karena malu jika mengingat bagaiamana permainan ranjang yang ia lakukan bersama sang suami. Ia yang sebelumnya malu-malu sembari menahan sensasi rasa nyeri seketika berubah menjadi jauh lebih berani untuk memanjakan tubuh Bayu. Bahkan ia sampai tiga kali merasakan puncak kenikmatan kala dirinya yang memimpin permainan itu. Pada akhirnya, perkataan orang perihal seorang wanita akan sulit mencapai orgasme di malam pertama, terbantahkan ketika berkali-kali ia merasakan puncak kenikmatan itu.

"Sayang ... kamu sudah bangun?"

Bayu yang masuk ke dalam kamar dengan membawa nampan berisikan susu hangat dan sandwich membuat lamunan Dinda buyar seketika. Ia pun menoleh ke arah sumber suara seraya tersenyum manis menyambut kedatangan Bayu.

"Maaf Mas, aku kesiangan."

Bayu mendaratkan bokongnya di atas ranjang. Ia ulurkan satu gelas susu hangat itu ke arah sang istri. "Tidak masalah Sayang. Wajar kalau kamu sampai kesiangan. Semalam, kamu benar-benar terlihat menggoda dan menggairahkan. Dan ... aku menyukainya Sayang."

Dinda menyeruput pelan susu hangat yang diberikan oleh Bayu. Seutas senyum manis tersungging di bibir tipisnya. Lagi-lagi pipinya menghangat dan memerah karena malu.

"Sudahlah Mas ... jangan menggodaku seperti itu. Aku hanya berusaha untuk mengimbangi permainanmu. Tidak mungkin kan kalau aku terdiam seperti gedebog pisang?"

"Hahahaha ... kamu itu bisa saja Sayang." Bayu merapatkan tubuhnya ke arah Dinda. Ia belai lembut pipi wanitanya ini. "Aku menyukai caramu dalam memanjakanku Sayang. Aku ingin kamu selalu seperti itu jika kita sedang bercinta. Gaya bercintamu di atas ranjang sungguh menjadi candu untukku. Dan terima kasih karena kamu sudah memberikan mahkota terindah yang kamu miliki kepadaku."

Hati Dinda menghangat kala mendengar ucapan terima kasih yang terlontar dari bibir Bayu. Baginya, ucapan terima kasih itu seperti salah satu bentuk bahwa Bayu menghargai apa yang telah ia jaga selama ini. Dan ia merasa tidak salah memberikan mahkotanya kepada Bayu, lelaki pertama yang mengenalkannya tentang cinta.

"Itu sudah menjadi kewajibanku Mas, karena sejak dulu hanya kamu yang aku inginkan untuk menjadi pendamping hidupku, bukan yang lainnya."

Bayu kembali tersenyum. Ia beranjak dari posisi duduknya dan mulai membereskan sprei yang sudah dihiasi oleh bercak warna merah.

"Bersihkan badanmu Sayang agar terasa lebih segar. Aku akan membersihkan bercak merah ini."

"Biarkan aku saja yang membersihkannya Mas sekalian mandi."

Dinda beranjak dari posisinya. Ia tutupi tubuh polosnya dengan selimut. Dengan langkah kaki pelan, ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan mencuci sprei.

***

"Enak ya, baru hari pertama menjadi seorang istri tapi bangunnya sudah kesiangan. Jika terus menerus seperti ini bisa jadi putraku dipecat karena kamu yang lelet dalam mengurus suami."

Sonya menyenderkan tubuhnya di daun pintu yang menjadi penghubung antara dapur dengan halaman belakang sembari menyilangkan kedua tangannya di dada. Suaranya terdengar begitu lantang yang membuat perhatian Dinda yang tengah fokus dengan jemuran menjadi terusik. Dahi wanita itu berkerut dalam seakan menatap penuh tanda tanya wajah mertuanya ini.

"Maksud Ibu apa?"

Dinda meletakkan kembali ember plastik ke tempatnya seraya berjalan menghampiri Sonya. Ia ingin tahu apa yang sebenarnya menjadi maksud dari ucapan sang mertua. Sepertinya ada hal yang harus ia luruskan perihal ucapan Sonya.

Sonya berdecih lirih. "Masih bisa kamu bertanya maksudnya apa. Lihatlah, baru hari pertama kamu menjadi istri putraku saja kamu sudah malas-malasan dengan bangun siang seperti ini. Lalu bagaimana dengan hari-hari selanjutnya?"

"Tapi maaf Bu, aku bangun kesiangan bukan karena malas-malasan. Aku hanya ...."

Dinda memangkas perkataannya kala pikiran warasnya mengingatkannya akan satu hal. Tidak mungkin jika ia mengatakan alasannya kesiangan karena kelelahan setelah menjalani ritual malam pertama. Sungguh sangat tidak etis dan tidak pantas jika sampai didengar oleh orang lain.

"Hanya apa hah? Nyatanya aku melihat putraku yang sibuk membuatkan sarapan untukmu. Bukankah itu sebagai tanda bahwa wanita yang dinikahi oleh putraku itu merupakan seorang pemalas?"

"Bu, aku tidak seperti apa yang ibu pikirkan. Biasanya pagi buta aku sudah bangun dan mulai beraktivitas. Dan ini untuk pertama kalinya aku kesiangan. Masa Ibu tidak paham dengan apa yang aku alami semalaman? Atau haruskah aku menerangkannya secara gamblang kepada Ibu?"

Sonya mengedikkan bahu seraya mengangkat kedua alisnya. Ekspresi wajah wanita ini seakan begitu meremehkan apa yang diucapkan oleh Dinda.

"Aku tidak mau tahu. Aku tidak ingin putraku menjadi babumu karena menyiapkan sarapan untukmu. Meskipun nantinya aku tidak tinggal serumah dengan kalian, tapi akan aku pantau kamu dari kejauhan. Awas saja kalau kamu tidak bisa mengurus putraku dengan baik."

Tanpa aba-aba, Sonya mulai melenggang pergi meninggalkan Dinda. Sedangkan wanita itu hanya bisa menatap punggung sang ibu mertua dengan tatapan sendu. Bisa-bisanya sang ibu mertua memiliki pemikiran yang sempit seperti itu.

Ya Tuhan, apakah berdosa jika saat ini aku meminta kepadaMu agar ibu mertuaku segera pergi dari rumah ini? Rasa-rasanya batinku tidak kuat jika harus satu atap dengannya.

.

.

. bersambung..

Terpopuler

Comments

Lia Yulia

Lia Yulia

q bantu doain jg ya mbak biar cpt pergi dia dr rumah anaknya🤭

2022-07-23

0

☠ᵏᵋᶜᶟբɾҽҽթαlҽsԵíղαKᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ

☠ᵏᵋᶜᶟբɾҽҽթαlҽsԵíղαKᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ

si ibu mertua kek gak pernah muda ajh sih bu bu mau nyari mantu yg kek gmn lg coba gk semua kaya berpendidikan tinggi itu berakhlak 🙁

2022-07-23

3

💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌

💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌

itu mertua GK pernah ngerasain masa muda x yak...

2022-07-16

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pernikahan
2 Bab 2. Ibu Mertua
3 Bab 3. Salah Di Mata Mertua
4 Bab 4. Malam Panjang
5 Bab 5. Salah Lagi
6 Bab 6. Merasa Tersaingi
7 Bab 7. Hari-Hari Indah
8 Bab 8. Hidup Yang Sempurna
9 Bab 9. Doa Seorang Istri
10 Bab 10. Kabar dari Pimpinan
11 Bab 11. Bertemu Teman Lama
12 Bab 12. Mabuk
13 Bab 13. Menguatkan
14 Bab 14. Solusi
15 Bab 15. Kegelisahan Sonya
16 Bab 16. Ikut Hancur
17 Bab 17. Terkejut
18 Bab 18. Kemalangan Yang Bertubi-tubi
19 Bab 19. Pembawa Sial
20 Bab 20. Kepedihan Hati
21 Bab 21. Niat Terselubung
22 Bab 22. Memaafkan
23 Bab 23. Sadar Ditipu
24 Bab 24. Apes Lagi
25 Bab 25. Semakin Tak Mengenali
26 Bab 26. Di Belahan Kota Jakarta
27 Bab 27. Sebuah Tawaran
28 Bab 28. Bertandang
29 Bab 29. Permintaan Dinda
30 Bab 30. Dimanfaatkan?
31 Bab 31. Berangkat
32 Bab 32. Tiba di Ibu Kota
33 Bab 33. Sambutan Hangat
34 Bab 34. Pencuri?
35 Bab 35. Salah Duga
36 Bab 36. Ndoro Putri
37 Bab 37. Kopi Pas di Hati
38 Bab 38. Guru Geografi
39 Bab 39. Protes Erlan
40 Bab 40. Kebohongan Bayu
41 Bab 41. Pingsan
42 Bab 42. Dendam Pribadi?
43 Bab 43. Menguping
44 Bab 44. Celah Bagi Bayu
45 Bab 45. Meragu
46 Bab 46. Maukah?
47 Bab 47. Licik
48 Bab 48. Kesiangan
49 Bab 49. Detak Jantung
50 Bab 50. Lah Kok Ngamuk?
51 Bab 51. Sah
52 Bab 52. Siap-siap
53 Bab 53. Tidak Terasa
54 Bab 54. Pamit
55 Bab 55. Merenungi
56 Bab 56. Drama King
57 Bab 57. Palsu
58 Bab 58. Disiram
59 Bab 59. Tak Dihargai
60 Bab 60. Membangkang
61 Bab 61. Party
62 Bab 62. Angin Surga
63 Bab 63. Dingin
64 Bab 64. Nggak Jadi
65 Bab 65. Tiket Honeymoon
66 Bab 66. Tiga Ratus Ribu
67 Bab 67. Sertifikat
68 Bab 68. Bekas Milik Siapa?
69 Bab 69. Bertemu Calon Besan
70 Bab 70. Semakin Terkesima
71 Bab 71. Liburan ke Eropa
72 Bab 72. Hanyut
73 Bab 73. Sedang Tidak Berhasrat
74 Bab 74. Rencana Menikah
75 Bab 75. Renternir
76 Bab 76. Semakin Lancar
77 Bab 77. Berangkat Liburan
78 Bab 78. Apes
79 Bab 79. Menyusul
80 Bab 80. Mengintai
81 Bab 81. Kita Lihat Nanti
82 Bab 82. O O Kamu Ketahuan
83 Bab 83. Bukan Istriku Lagi
84 Bab 84. Alasan
85 Bab 85. Rencana Pulang
86 Bab 86. Persiapan
87 Bab 87. Tiba di Kampung Halaman
88 Bab 88. Teman Lama
89 Bab 89. Perlahan Terkuak
90 Bab 90. Cerita Sebenarnya
91 Bab 91. Memasang Badan
92 Bab 92. Aku Sudah Siap
93 Bab 93. Apa Kabar Mas Bayu?
94 Bab 94. Atiku Tatag
95 Bab 95. Kembali Miskin Lagi?
96 Bab 96. Keluar dari Istana
97 Rilis Novel Baru..
98 Bab 97. Salah Alamat?
99 Bab 98. Terapi
100 Bab 99. Para Preman
101 Bab 100. Tuan Erlan?
102 Bab 101. Kembali ke Tangan
103 Bab 102. Jadilah Istriku
104 Bab 103. Resmi Menjadi Sepasang Suami-Istri
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1. Pernikahan
2
Bab 2. Ibu Mertua
3
Bab 3. Salah Di Mata Mertua
4
Bab 4. Malam Panjang
5
Bab 5. Salah Lagi
6
Bab 6. Merasa Tersaingi
7
Bab 7. Hari-Hari Indah
8
Bab 8. Hidup Yang Sempurna
9
Bab 9. Doa Seorang Istri
10
Bab 10. Kabar dari Pimpinan
11
Bab 11. Bertemu Teman Lama
12
Bab 12. Mabuk
13
Bab 13. Menguatkan
14
Bab 14. Solusi
15
Bab 15. Kegelisahan Sonya
16
Bab 16. Ikut Hancur
17
Bab 17. Terkejut
18
Bab 18. Kemalangan Yang Bertubi-tubi
19
Bab 19. Pembawa Sial
20
Bab 20. Kepedihan Hati
21
Bab 21. Niat Terselubung
22
Bab 22. Memaafkan
23
Bab 23. Sadar Ditipu
24
Bab 24. Apes Lagi
25
Bab 25. Semakin Tak Mengenali
26
Bab 26. Di Belahan Kota Jakarta
27
Bab 27. Sebuah Tawaran
28
Bab 28. Bertandang
29
Bab 29. Permintaan Dinda
30
Bab 30. Dimanfaatkan?
31
Bab 31. Berangkat
32
Bab 32. Tiba di Ibu Kota
33
Bab 33. Sambutan Hangat
34
Bab 34. Pencuri?
35
Bab 35. Salah Duga
36
Bab 36. Ndoro Putri
37
Bab 37. Kopi Pas di Hati
38
Bab 38. Guru Geografi
39
Bab 39. Protes Erlan
40
Bab 40. Kebohongan Bayu
41
Bab 41. Pingsan
42
Bab 42. Dendam Pribadi?
43
Bab 43. Menguping
44
Bab 44. Celah Bagi Bayu
45
Bab 45. Meragu
46
Bab 46. Maukah?
47
Bab 47. Licik
48
Bab 48. Kesiangan
49
Bab 49. Detak Jantung
50
Bab 50. Lah Kok Ngamuk?
51
Bab 51. Sah
52
Bab 52. Siap-siap
53
Bab 53. Tidak Terasa
54
Bab 54. Pamit
55
Bab 55. Merenungi
56
Bab 56. Drama King
57
Bab 57. Palsu
58
Bab 58. Disiram
59
Bab 59. Tak Dihargai
60
Bab 60. Membangkang
61
Bab 61. Party
62
Bab 62. Angin Surga
63
Bab 63. Dingin
64
Bab 64. Nggak Jadi
65
Bab 65. Tiket Honeymoon
66
Bab 66. Tiga Ratus Ribu
67
Bab 67. Sertifikat
68
Bab 68. Bekas Milik Siapa?
69
Bab 69. Bertemu Calon Besan
70
Bab 70. Semakin Terkesima
71
Bab 71. Liburan ke Eropa
72
Bab 72. Hanyut
73
Bab 73. Sedang Tidak Berhasrat
74
Bab 74. Rencana Menikah
75
Bab 75. Renternir
76
Bab 76. Semakin Lancar
77
Bab 77. Berangkat Liburan
78
Bab 78. Apes
79
Bab 79. Menyusul
80
Bab 80. Mengintai
81
Bab 81. Kita Lihat Nanti
82
Bab 82. O O Kamu Ketahuan
83
Bab 83. Bukan Istriku Lagi
84
Bab 84. Alasan
85
Bab 85. Rencana Pulang
86
Bab 86. Persiapan
87
Bab 87. Tiba di Kampung Halaman
88
Bab 88. Teman Lama
89
Bab 89. Perlahan Terkuak
90
Bab 90. Cerita Sebenarnya
91
Bab 91. Memasang Badan
92
Bab 92. Aku Sudah Siap
93
Bab 93. Apa Kabar Mas Bayu?
94
Bab 94. Atiku Tatag
95
Bab 95. Kembali Miskin Lagi?
96
Bab 96. Keluar dari Istana
97
Rilis Novel Baru..
98
Bab 97. Salah Alamat?
99
Bab 98. Terapi
100
Bab 99. Para Preman
101
Bab 100. Tuan Erlan?
102
Bab 101. Kembali ke Tangan
103
Bab 102. Jadilah Istriku
104
Bab 103. Resmi Menjadi Sepasang Suami-Istri

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!