Bab 17. Terkejut

Sonya memacu motor matic yang dikendarainya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan beraspal di siang hari ini. Panas terik pancaran sinar matahari yang terasa menyengat pori-pori kulit sungguh tidak ia pedulikan sama sekali. Setelah disidang di rumah Pak RT, akhirnya ia mendapatkan sebuah penyelesaian, yakni ia harus mengganti rugi semua uang yang telah dikeluarkan oleh ibu-ibu komplek untuk sebuah berlian limited edition yang ditawarkan oleh Angelica. Saat ini, tidak ada tempat bagi Sonya untuk berkeluh kesah selain kepada Bayu, sang putra.

Sonya mengarahkan laju motornya memasuki sebuah gang yang akan mengantarkannya ke kediaman Bayu. Tak selang lama, wanita paruh baya itu pun tiba di depan sebuah bangunan dengan desain minimalis yang didominasi oleh cat berwarna putih-abu itu. Ia mematikan mesin motor dan bergegas memasuki area dalam rumah.

"Bayu .... Bayu .... Bayu ... tolong Ibu Nak. Tolong Ibu!"

Di ruang tengah Sonya berteriak lantang memanggil nama sang putra. Wanita itu sedikit keheranan karena kondisi rumah terlihat begitu sepi. Ia mengedarkan pandangannya ke arah sekeliling, mencoba mencari di mana keberadaan sang putra dan sang menantu.

"Ibu!"

Suara bariton yang tiba-tiba muncul dari arah tangga, membuat Sonya terhenyak. Ia berbalik badan dan nampak anak dan menantunya menuruni tangga dengan membawa koper.

"Bayu!" pekik Sonya. Wanita itu berjalan mendekat ke arah sang putra dengan kerutan di dahinya, sebagai isyarat bahwa ia dihinggapi oleh tanda tanya. "Ini apa-apaan Yu? Mengapa kamu dan istrimu menggeret koper seperti ini? Mau kemana kalian? Apa kalian mau liburan?"

Bayu dan Dinda saling bertatap netra dan sama-sama membuang napas sedikit kasar. Sepasang suami-istri itu seakan kebingungan bagaimana caranya menjelaskan perihal kepelikan hidup yang tengah mereka hadapi. Namun, bagaimanapun juga mereka harus menyampaikan kabar kurang baik ini kepada Sonya.

"Tidak Bu, aku dan Dinda tidak berencana untuk liburan. Kami akan pindah rumah," ujar Bayu menjelaskan.

"Pindah rumah?" tanya Sonya memastikan dan hanya dijawab dengan anggukan kepala oleh Bayu.

"Ya Tuhan ... Ibu benar-benar bangga padamu Yu. Kamu pasti akan pindah ke rumah yang jauh lebih mewah dan lebih besar daripada rumah ini bukan? Itu artinya kamu bekerja maksimal sehingga membuat atasanmu puas terhadap kinerjamu dan pada akhirnya kamu diberikan fasilitas rumah yang jauh lebih segalanya dari ini. Benar kan?"

Sejenak, Sonya seakan lupa bahwa kedatangannya ke rumah Bayu dengan membawa ujian kehidupan. Ia yang sebelumnya menampakkan wajah yang dipenuhi oleh kekalutan kini seakan sirna dan berubah dengan binar-binar bahagia. Bahagia karena bangga akan keberhasilan yang diraih oleh sang putra. Ia benar-benar bangga dengan apa yang menjadi hasil didikannya selama ini.

Bayu berdecak lirih sembari memijit pelipisnya yang sedikit berdenyut nyeri. Ucapan sang ibu justru semakin menyeretnya ke dalam perasaan kikuk yang tiada bertepi.

"Bukan Bu. Aku dan Dinda tidak akan pindah ke rumah yang jauh lebih besar dan mewah. Kami akan pindah ke rumah Dinda."

Sonya terhenyak dengan dua bola mata yang membulat sempurna. "Pindah ke rumah Dinda? Maksud kamu apa Bay? Kamu sudah gila? Mengapa kamu malah justru pindah ke rumah Dinda yang persis dengan gubuk derita itu?"

Rentetan pertanyaan meluncur bebas dari bibir Sonya dan membuat hati Dinda seakan ditikam oleh pisau tak kasat mata. Sebuah ucapan yang tidak seharusnya keluar dari bibir sang mertua karena sungguh terasa begitu menyayat jiwa.

"Bu maaf, tapi tidak seharusnya Ibu mengatakan bahwa rumah milikku adalah gubuk derita karena rumah itu dibangun oleh almarhum ayahku dengan penuh perjuangan. Dan di dalam rumah itu selalu ada bahagia dan tidak ada sedikitpun penderitaan."

"Cih ... kamu ini memang sudah gila Din. Bahagia dari mana? Rumah persis kandang ayam seperti itu saja kamu bangga-banggakan. Apa yang kamu lakukan sampai-sampai Bayu mengikuti kemauanmu untuk pindah ke gubuk derita itu hah? Padahal sudah jelas lebih terjamin hidup di rumah ini."

"Tapi Bu ..."

Tok ... tok... tok ...

Suara pintu yang diketuk membuat ucapan Dinda terpangkas. Tiga orang itu sama-sama menoleh ke arah sumber suara dan bergegas menuju pintu depan. Perlahan, Bayu membuka pintu dan terlihat tiga orang berbadan kekar, berdiri di teras rumah.

"Selamat siang Pak Bayu," ucap salah satu pria berbadan kekar itu.

"Siang Pak. Maaf, Anda-Anda ini siapa ya? Dan ada kepentingan apa Anda datang kemari?"

Bayu sedikit keheranan dengan kedatangan tiga pria yang nampak begitu asing di penglihatannya. Tiga pria ini persis debtcollector yang sedang menagih hutang.

"Maaf Pak Bayu, saya dan kedua teman saya ini diutus oleh pak Anton. Hari ini merupakan hari terakhir pak Bayu dan keluarga menempati rumah ini. Dan kami harap pak Bayu dan yang lainnya segera pergi dari rumah ini."

"Tunggu, tunggu, tunggu .... ini maksudnya bagaimana Pak? Mengapa putra saya diminta untuk meninggalkan rumah ini?"

"Maaf Bu, kalau untuk hal itu saya tidak tahu karena saya hanya diutus oleh pak Anton agar pak Bayu segera meninggalkan rumah ini."

Sonya terkesiap. Buru-buru ia menautkan pandangannya ke arah Bayu. "Bay, ini sebenarnya ada apa? Mengapa kamu diusir dari rumah ini? Ada apa ini Bay, ada apa?"

Bayu menghela napas panjang untuk kemudian ia hembuskan perlahan. Ia usap wajahnya kasar. Ia tidak pernah menyangka bahwa puncak karirnya hanya bisa ia rasakan dalam waktu yang sekejap saja.

"Perusahaan tempat Bayu bekerja kolaps Bu. Hal itulah yang membuat pak Anton menutup perusahaan. Dan itu artinya mulai satu minggu yang lalu, Bayu adalah pengangguran."

"Apa? K-kamu pengangguran?" pekik Sonya dengan raut wajah yang dipenuhi oleh keterkejutan.

Jantung Sonya berdetak kencang tiada beraturan seakan memompa darahnya lebih cepat. Tiba-tiba saja rasa pening menyerang kepalanya. Dunia yang ada di sekelilingnya seakan berputar-putar. Gelap, semakin gelap hingga akhirnya....

Brukkkk!!!

"Ibu!!!!"

.

.

. bersambung...

Terpopuler

Comments

☠ᵏᵋᶜᶟբɾҽҽթαlҽsԵíղαKᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ

☠ᵏᵋᶜᶟբɾҽҽթαlҽsԵíղαKᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ

bu bu datang kerumah orang tuh biasakan ucap salam bkn nya teriak² kaya di hutan 🙄🙄 nahhh lho kaget kn bu gk menerima kenyataan sm kaya anakmu🤣

2022-07-24

3

🥜⃫⃟⃤🍀⃟🦘𝙼𝙰𝙼 ᶠᵉⁿᶦ 𒈒⃟ʟʙ

🥜⃫⃟⃤🍀⃟🦘𝙼𝙰𝙼 ᶠᵉⁿᶦ 𒈒⃟ʟʙ

Kaget ya bu.. niat hati mau minta bantuan bayu buat ngeganti rugi uang ibu2 komplek, eh mlhan dpt kbr yg bkn jantungan🤭. Habis sadar dr pingsan nya pasti yg bklan di salahkan si dinda dah, yg di blg bgni lah bgtu lah... yakin dah..

2022-07-22

1

Maulana ya_Rohman

Maulana ya_Rohman

bu sonya sakit lalu siapa yang ngerawat🤔
pastinya dinda donk....😌
lalu siapa lagi....😏

2022-07-21

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pernikahan
2 Bab 2. Ibu Mertua
3 Bab 3. Salah Di Mata Mertua
4 Bab 4. Malam Panjang
5 Bab 5. Salah Lagi
6 Bab 6. Merasa Tersaingi
7 Bab 7. Hari-Hari Indah
8 Bab 8. Hidup Yang Sempurna
9 Bab 9. Doa Seorang Istri
10 Bab 10. Kabar dari Pimpinan
11 Bab 11. Bertemu Teman Lama
12 Bab 12. Mabuk
13 Bab 13. Menguatkan
14 Bab 14. Solusi
15 Bab 15. Kegelisahan Sonya
16 Bab 16. Ikut Hancur
17 Bab 17. Terkejut
18 Bab 18. Kemalangan Yang Bertubi-tubi
19 Bab 19. Pembawa Sial
20 Bab 20. Kepedihan Hati
21 Bab 21. Niat Terselubung
22 Bab 22. Memaafkan
23 Bab 23. Sadar Ditipu
24 Bab 24. Apes Lagi
25 Bab 25. Semakin Tak Mengenali
26 Bab 26. Di Belahan Kota Jakarta
27 Bab 27. Sebuah Tawaran
28 Bab 28. Bertandang
29 Bab 29. Permintaan Dinda
30 Bab 30. Dimanfaatkan?
31 Bab 31. Berangkat
32 Bab 32. Tiba di Ibu Kota
33 Bab 33. Sambutan Hangat
34 Bab 34. Pencuri?
35 Bab 35. Salah Duga
36 Bab 36. Ndoro Putri
37 Bab 37. Kopi Pas di Hati
38 Bab 38. Guru Geografi
39 Bab 39. Protes Erlan
40 Bab 40. Kebohongan Bayu
41 Bab 41. Pingsan
42 Bab 42. Dendam Pribadi?
43 Bab 43. Menguping
44 Bab 44. Celah Bagi Bayu
45 Bab 45. Meragu
46 Bab 46. Maukah?
47 Bab 47. Licik
48 Bab 48. Kesiangan
49 Bab 49. Detak Jantung
50 Bab 50. Lah Kok Ngamuk?
51 Bab 51. Sah
52 Bab 52. Siap-siap
53 Bab 53. Tidak Terasa
54 Bab 54. Pamit
55 Bab 55. Merenungi
56 Bab 56. Drama King
57 Bab 57. Palsu
58 Bab 58. Disiram
59 Bab 59. Tak Dihargai
60 Bab 60. Membangkang
61 Bab 61. Party
62 Bab 62. Angin Surga
63 Bab 63. Dingin
64 Bab 64. Nggak Jadi
65 Bab 65. Tiket Honeymoon
66 Bab 66. Tiga Ratus Ribu
67 Bab 67. Sertifikat
68 Bab 68. Bekas Milik Siapa?
69 Bab 69. Bertemu Calon Besan
70 Bab 70. Semakin Terkesima
71 Bab 71. Liburan ke Eropa
72 Bab 72. Hanyut
73 Bab 73. Sedang Tidak Berhasrat
74 Bab 74. Rencana Menikah
75 Bab 75. Renternir
76 Bab 76. Semakin Lancar
77 Bab 77. Berangkat Liburan
78 Bab 78. Apes
79 Bab 79. Menyusul
80 Bab 80. Mengintai
81 Bab 81. Kita Lihat Nanti
82 Bab 82. O O Kamu Ketahuan
83 Bab 83. Bukan Istriku Lagi
84 Bab 84. Alasan
85 Bab 85. Rencana Pulang
86 Bab 86. Persiapan
87 Bab 87. Tiba di Kampung Halaman
88 Bab 88. Teman Lama
89 Bab 89. Perlahan Terkuak
90 Bab 90. Cerita Sebenarnya
91 Bab 91. Memasang Badan
92 Bab 92. Aku Sudah Siap
93 Bab 93. Apa Kabar Mas Bayu?
94 Bab 94. Atiku Tatag
95 Bab 95. Kembali Miskin Lagi?
96 Bab 96. Keluar dari Istana
97 Rilis Novel Baru..
98 Bab 97. Salah Alamat?
99 Bab 98. Terapi
100 Bab 99. Para Preman
101 Bab 100. Tuan Erlan?
102 Bab 101. Kembali ke Tangan
103 Bab 102. Jadilah Istriku
104 Bab 103. Resmi Menjadi Sepasang Suami-Istri
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1. Pernikahan
2
Bab 2. Ibu Mertua
3
Bab 3. Salah Di Mata Mertua
4
Bab 4. Malam Panjang
5
Bab 5. Salah Lagi
6
Bab 6. Merasa Tersaingi
7
Bab 7. Hari-Hari Indah
8
Bab 8. Hidup Yang Sempurna
9
Bab 9. Doa Seorang Istri
10
Bab 10. Kabar dari Pimpinan
11
Bab 11. Bertemu Teman Lama
12
Bab 12. Mabuk
13
Bab 13. Menguatkan
14
Bab 14. Solusi
15
Bab 15. Kegelisahan Sonya
16
Bab 16. Ikut Hancur
17
Bab 17. Terkejut
18
Bab 18. Kemalangan Yang Bertubi-tubi
19
Bab 19. Pembawa Sial
20
Bab 20. Kepedihan Hati
21
Bab 21. Niat Terselubung
22
Bab 22. Memaafkan
23
Bab 23. Sadar Ditipu
24
Bab 24. Apes Lagi
25
Bab 25. Semakin Tak Mengenali
26
Bab 26. Di Belahan Kota Jakarta
27
Bab 27. Sebuah Tawaran
28
Bab 28. Bertandang
29
Bab 29. Permintaan Dinda
30
Bab 30. Dimanfaatkan?
31
Bab 31. Berangkat
32
Bab 32. Tiba di Ibu Kota
33
Bab 33. Sambutan Hangat
34
Bab 34. Pencuri?
35
Bab 35. Salah Duga
36
Bab 36. Ndoro Putri
37
Bab 37. Kopi Pas di Hati
38
Bab 38. Guru Geografi
39
Bab 39. Protes Erlan
40
Bab 40. Kebohongan Bayu
41
Bab 41. Pingsan
42
Bab 42. Dendam Pribadi?
43
Bab 43. Menguping
44
Bab 44. Celah Bagi Bayu
45
Bab 45. Meragu
46
Bab 46. Maukah?
47
Bab 47. Licik
48
Bab 48. Kesiangan
49
Bab 49. Detak Jantung
50
Bab 50. Lah Kok Ngamuk?
51
Bab 51. Sah
52
Bab 52. Siap-siap
53
Bab 53. Tidak Terasa
54
Bab 54. Pamit
55
Bab 55. Merenungi
56
Bab 56. Drama King
57
Bab 57. Palsu
58
Bab 58. Disiram
59
Bab 59. Tak Dihargai
60
Bab 60. Membangkang
61
Bab 61. Party
62
Bab 62. Angin Surga
63
Bab 63. Dingin
64
Bab 64. Nggak Jadi
65
Bab 65. Tiket Honeymoon
66
Bab 66. Tiga Ratus Ribu
67
Bab 67. Sertifikat
68
Bab 68. Bekas Milik Siapa?
69
Bab 69. Bertemu Calon Besan
70
Bab 70. Semakin Terkesima
71
Bab 71. Liburan ke Eropa
72
Bab 72. Hanyut
73
Bab 73. Sedang Tidak Berhasrat
74
Bab 74. Rencana Menikah
75
Bab 75. Renternir
76
Bab 76. Semakin Lancar
77
Bab 77. Berangkat Liburan
78
Bab 78. Apes
79
Bab 79. Menyusul
80
Bab 80. Mengintai
81
Bab 81. Kita Lihat Nanti
82
Bab 82. O O Kamu Ketahuan
83
Bab 83. Bukan Istriku Lagi
84
Bab 84. Alasan
85
Bab 85. Rencana Pulang
86
Bab 86. Persiapan
87
Bab 87. Tiba di Kampung Halaman
88
Bab 88. Teman Lama
89
Bab 89. Perlahan Terkuak
90
Bab 90. Cerita Sebenarnya
91
Bab 91. Memasang Badan
92
Bab 92. Aku Sudah Siap
93
Bab 93. Apa Kabar Mas Bayu?
94
Bab 94. Atiku Tatag
95
Bab 95. Kembali Miskin Lagi?
96
Bab 96. Keluar dari Istana
97
Rilis Novel Baru..
98
Bab 97. Salah Alamat?
99
Bab 98. Terapi
100
Bab 99. Para Preman
101
Bab 100. Tuan Erlan?
102
Bab 101. Kembali ke Tangan
103
Bab 102. Jadilah Istriku
104
Bab 103. Resmi Menjadi Sepasang Suami-Istri

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!