Sepasang telapak kaki berbalut sepatu pantofel warna hitam, menyusuri jalanan berpaving block yang sudah terlihat lenggang di pukul delapan malam seperti ini. Langkah kaki sosok lelaki itu nampak gontai dengan pandangan yang tiada fokus akan jalan yang ia lewati. Rambutnya pun nampak sedikit acak-acakan seperti mengabarkan kepada dunia bahwa ia sedang kacau saat ini. Berkali-kali, ia juga mengusap wajahnya dengan kasar untuk membuang segala hal yang membuat pikirannya semakin gusar.
Bayu mengedarkan pandangannya ke arah sekitar. Suasana nampak begitu sepi, hanya terlihat kumpulan bapak-bapak yang pulang dari tahlilan. Ia pun memilih untuk sejenak menepi di pos ronda yang berada tak jauh dari tempatnya berada. Ia menyenderkan kepalanya pada sebuah tiang yang terbuat dari kayu dan lagi-lagi ia hanyut dalam pikirannya sendiri.
Saya benar-benar minta maaf ya Pak Bayu. Dengan adanya situasi seperti ini, saya memutuskan untuk menutup pabrik. Sedangkan profit yang kita dapatkan selama tiga bulan terakhir, akan saya gunakan sebagai uang pesangon bagi para karyawan. Dan dengan berat hati, saya juga minta maksimal satu minggu, semua fasilitas kantor dikembalikan. Mulai dari mobil dan juga rumah.
Bak dihantam oleh gelombang air pasang, perkataan yang terlontar dari pimpinan pusat membuat sendi-sendi tubuh Bayu melemas seketika. Ia seakan terhempas di tengah lautan yang entah bagaimana caranya bisa kembali ke tepi. Berita yang disampaikan oleh pimpinan perusahaan sungguh hanya bisa membuat tubuhnya kehilangan gairah untuk melanjutkan hidup karena hanya suasana gelap yang terpampang jelas di depan matanya. Gelap, karena mulai hari ini ia resmi menjadi pengangguran yang mungkin akan kesulitan untuk mencari pekerjaan.
"Aaaarrrgggghhhh ... mengapa ini bisa terjadi kepadaku Tuhan? Jika sudah seperti ini aku harus bagaimana?"
Bayu berteriak lantang dengan menjambak rambutnya. Lelaki itu terlihat begitu kacau dan frustrasi. Kehilangan pekerjaan, sungguh sudah seperti kehilangan arah hidupnya. Pandangannya kembali menerawang jauh kala teringat baru satu tahun belakangan ia berada di puncak karir. Tidak pernah ia sangka jika semua akan berakhir dalam waktu yang sangat singkat seperti ini.
"Sekarang, aku harus bagaimana? Bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku? Bagaimana aku bisa menafkahi keluargaku? Bagaimana aku bisa memenuhi kebutuhan hidup ibu dan juga istriku? Bagaimana Tuhan? Bagaimana? Baru sebentar aku merasakan berada di posisi puncak karir, tapi mengapa secepat ini pula itu semua berakhir?"
Bayu kembali bermonolog. Suaranya yang cukup memekak telinga membuat beberapa orang yang tengah melintas di depan Bayu, memandang penuh tanya ekpresi wajah lelaki itu. Antara keheranan dan juga kasihan. Karena wajah lelaki itu benar-benar terlihat kacau. Pakaiannya yang sudah berantakan juga seakan mempertegas perannya sebagai salah satu potret seorang karyawan yang tengah kehilangan pekerjaan.
"Bayu!"
Suara bariton yang tiba-tiba terdengar merembet masuk ke dalam indera pendengaran membuat Bayu terhenyak seketika. Kesadarannya seakan ditarik paksa dari sebelumnya yang entah berkelana kemana. Bayu menoleh ke arah sumber suara dan nampak sosok lelaki berpawakan tegap dan tinggi dan memakai jaket kulit warna hitam mendekat ke arah Bayu.
Dahi Bayu sedikit mengernyit. Ia seperti mengingat-ingat nama lelaki yang berdiri di hadapannya ini. Wajah lelaki ini. seakan tidak begitu asing di dalam memori otaknya. "Sony?"
Lelaki bernama Sony itu tersenyum simpul seraya mendaratkan bokongnya di samping Bayu. "Hey, whats up Bro? Why your face look so kacau balau seperti ini, hemmmm??"
Menggunakan bahasa campur aduk layaknya gado-gado, lelaki bernama Sony itu menepuk-nepuk pundak Bayu. Kehadirannya seakan menjadi energi positif bagi lelaki yang tengah dirundung kesedihan itu.
Bayu membuang napas kasar untuk melepaskan belenggu rasa pelik dan pahit yang mendekap erat tubuhnya. "Aku sedang bingung Son. Rasanya aku sudah tidak memiliki gairah untuk melanjutkan hidup."
Kini, giliran dahi Sony yang berkerut dalam. "Wait, wait, wait ... Are you stressed? Are you crazy? Atau apa? Mengapa kamu terlihat seperti seseorang yang sedang hopeless seperti ini?"
"Ya, aku memang sedang stress Son. Perusahaan tempatku bekerja kolaps, dan mengadakan PHK masal. Sekarang ini aku pengangguran Son!"
Tanpa menatap lawan bicara, Bayu mencurahkan segala isi dalam hati. Meskipun sudah lama ia tidak bertemu dengan Sony, namun dulu mereka pernah menjadi sahabat karib ketika duduk di bangku SMP. Oleh karenanya, ia merasa nyaman dalam menceritakan kepelikan hidup yang sedang ia alami.
"Ulalala ... pas sekali. Inilah yang dinamakan setelah kesusahan pasti akan selalu ada kemudahan. Dan sepertinya aku dipertemukan denganmu untuk bisa menolongmu, Bay!"
Bayu yang sebelumnya menatap ke sembarang arah kini mulai sedikit tertarik dengan apa yang diucapkan oleh Sony. Lelaki itu menggeser manik matanya ke arah Sony.
"Memolongku? Maksud kamu apa Son? Tolong jangan berputar-putar. Aku sedang bingung!"
"Hahahaha ... santai Bro, santa!" Sony tertawa terbahak seraya menepuk pundak Bayu. Ia dekatkan bibirnya ke arah telinga Bayu. "Bagaimana kalau kamu ikut caraku? Pasang modal sedikit namun jika goal, apa yang kita dapatkan bisa sampai berkali-kali lipat."
Bayu terhenyak. Hatinya diliputi oleh berbagai macam pertanyaan. Zaman sekarang, mana ada usaha dengan modal sedikit namun bisa meraup keuntungan yang banyak.
"Apa itu Son?"
Sony berbisik lirih namun terdengar begitu jelas di telinga Bayu, yang membuat lelaki itu terperanjat seketika. "Apa? Judi online yang kamu tawarkan kepadaku? Gak salah kamu Son?"
"Jelas tidak Bay. Percaya sama aku. Dengan modal sedikit saja kamu bisa mendapatkan hasil yang banyak apalagi kalau modalmu besar, keuntungan pasti semakin besar. Percayalah, hidupmu akan jauh lebih bergelimang harta dengan judi online ini!"
.
.
. bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
Rumini Parto Sentono
wah wah hati hati ya Bayu sama teman gak ada akhlak tuhh, judi.... nanti di marahin bang Haji lho.....
2022-07-29
0
☠ᵏᵋᶜᶟբɾҽҽթαlҽsԵíղαKᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ
teman sesat gk ada akhlak jgn mau bay mana ada org yg kaya krn judi yg ada nambah sengsara hidupmu 😒😒
2022-07-23
3
Fumiko Sora
sepertinya Sony bukan merupakan teman yang positif vibes 🤪
2022-07-18
0