Bab 11. Bertemu Teman Lama

Sepasang telapak kaki berbalut sepatu pantofel warna hitam, menyusuri jalanan berpaving block yang sudah terlihat lenggang di pukul delapan malam seperti ini. Langkah kaki sosok lelaki itu nampak gontai dengan pandangan yang tiada fokus akan jalan yang ia lewati. Rambutnya pun nampak sedikit acak-acakan seperti mengabarkan kepada dunia bahwa ia sedang kacau saat ini. Berkali-kali, ia juga mengusap wajahnya dengan kasar untuk membuang segala hal yang membuat pikirannya semakin gusar.

Bayu mengedarkan pandangannya ke arah sekitar. Suasana nampak begitu sepi, hanya terlihat kumpulan bapak-bapak yang pulang dari tahlilan. Ia pun memilih untuk sejenak menepi di pos ronda yang berada tak jauh dari tempatnya berada. Ia menyenderkan kepalanya pada sebuah tiang yang terbuat dari kayu dan lagi-lagi ia hanyut dalam pikirannya sendiri.

Saya benar-benar minta maaf ya Pak Bayu. Dengan adanya situasi seperti ini, saya memutuskan untuk menutup pabrik. Sedangkan profit yang kita dapatkan selama tiga bulan terakhir, akan saya gunakan sebagai uang pesangon bagi para karyawan. Dan dengan berat hati, saya juga minta maksimal satu minggu, semua fasilitas kantor dikembalikan. Mulai dari mobil dan juga rumah.

Bak dihantam oleh gelombang air pasang, perkataan yang terlontar dari pimpinan pusat membuat sendi-sendi tubuh Bayu melemas seketika. Ia seakan terhempas di tengah lautan yang entah bagaimana caranya bisa kembali ke tepi. Berita yang disampaikan oleh pimpinan perusahaan sungguh hanya bisa membuat tubuhnya kehilangan gairah untuk melanjutkan hidup karena hanya suasana gelap yang terpampang jelas di depan matanya. Gelap, karena mulai hari ini ia resmi menjadi pengangguran yang mungkin akan kesulitan untuk mencari pekerjaan.

"Aaaarrrgggghhhh ... mengapa ini bisa terjadi kepadaku Tuhan? Jika sudah seperti ini aku harus bagaimana?"

Bayu berteriak lantang dengan menjambak rambutnya. Lelaki itu terlihat begitu kacau dan frustrasi. Kehilangan pekerjaan, sungguh sudah seperti kehilangan arah hidupnya. Pandangannya kembali menerawang jauh kala teringat baru satu tahun belakangan ia berada di puncak karir. Tidak pernah ia sangka jika semua akan berakhir dalam waktu yang sangat singkat seperti ini.

"Sekarang, aku harus bagaimana? Bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku? Bagaimana aku bisa menafkahi keluargaku? Bagaimana aku bisa memenuhi kebutuhan hidup ibu dan juga istriku? Bagaimana Tuhan? Bagaimana? Baru sebentar aku merasakan berada di posisi puncak karir, tapi mengapa secepat ini pula itu semua berakhir?"

Bayu kembali bermonolog. Suaranya yang cukup memekak telinga membuat beberapa orang yang tengah melintas di depan Bayu, memandang penuh tanya ekpresi wajah lelaki itu. Antara keheranan dan juga kasihan. Karena wajah lelaki itu benar-benar terlihat kacau. Pakaiannya yang sudah berantakan juga seakan mempertegas perannya sebagai salah satu potret seorang karyawan yang tengah kehilangan pekerjaan.

"Bayu!"

Suara bariton yang tiba-tiba terdengar merembet masuk ke dalam indera pendengaran membuat Bayu terhenyak seketika. Kesadarannya seakan ditarik paksa dari sebelumnya yang entah berkelana kemana. Bayu menoleh ke arah sumber suara dan nampak sosok lelaki berpawakan tegap dan tinggi dan memakai jaket kulit warna hitam mendekat ke arah Bayu.

Dahi Bayu sedikit mengernyit. Ia seperti mengingat-ingat nama lelaki yang berdiri di hadapannya ini. Wajah lelaki ini. seakan tidak begitu asing di dalam memori otaknya. "Sony?"

Lelaki bernama Sony itu tersenyum simpul seraya mendaratkan bokongnya di samping Bayu. "Hey, whats up Bro? Why your face look so kacau balau seperti ini, hemmmm??"

Menggunakan bahasa campur aduk layaknya gado-gado, lelaki bernama Sony itu menepuk-nepuk pundak Bayu. Kehadirannya seakan menjadi energi positif bagi lelaki yang tengah dirundung kesedihan itu.

Bayu membuang napas kasar untuk melepaskan belenggu rasa pelik dan pahit yang mendekap erat tubuhnya. "Aku sedang bingung Son. Rasanya aku sudah tidak memiliki gairah untuk melanjutkan hidup."

Kini, giliran dahi Sony yang berkerut dalam. "Wait, wait, wait ... Are you stressed? Are you crazy? Atau apa? Mengapa kamu terlihat seperti seseorang yang sedang hopeless seperti ini?"

"Ya, aku memang sedang stress Son. Perusahaan tempatku bekerja kolaps, dan mengadakan PHK masal. Sekarang ini aku pengangguran Son!"

Tanpa menatap lawan bicara, Bayu mencurahkan segala isi dalam hati. Meskipun sudah lama ia tidak bertemu dengan Sony, namun dulu mereka pernah menjadi sahabat karib ketika duduk di bangku SMP. Oleh karenanya, ia merasa nyaman dalam menceritakan kepelikan hidup yang sedang ia alami.

"Ulalala ... pas sekali. Inilah yang dinamakan setelah kesusahan pasti akan selalu ada kemudahan. Dan sepertinya aku dipertemukan denganmu untuk bisa menolongmu, Bay!"

Bayu yang sebelumnya menatap ke sembarang arah kini mulai sedikit tertarik dengan apa yang diucapkan oleh Sony. Lelaki itu menggeser manik matanya ke arah Sony.

"Memolongku? Maksud kamu apa Son? Tolong jangan berputar-putar. Aku sedang bingung!"

"Hahahaha ... santai Bro, santa!" Sony tertawa terbahak seraya menepuk pundak Bayu. Ia dekatkan bibirnya ke arah telinga Bayu. "Bagaimana kalau kamu ikut caraku? Pasang modal sedikit namun jika goal, apa yang kita dapatkan bisa sampai berkali-kali lipat."

Bayu terhenyak. Hatinya diliputi oleh berbagai macam pertanyaan. Zaman sekarang, mana ada usaha dengan modal sedikit namun bisa meraup keuntungan yang banyak.

"Apa itu Son?"

Sony berbisik lirih namun terdengar begitu jelas di telinga Bayu, yang membuat lelaki itu terperanjat seketika. "Apa? Judi online yang kamu tawarkan kepadaku? Gak salah kamu Son?"

"Jelas tidak Bay. Percaya sama aku. Dengan modal sedikit saja kamu bisa mendapatkan hasil yang banyak apalagi kalau modalmu besar, keuntungan pasti semakin besar. Percayalah, hidupmu akan jauh lebih bergelimang harta dengan judi online ini!"

.

.

. bersambung...

Terpopuler

Comments

Rumini Parto Sentono

Rumini Parto Sentono

wah wah hati hati ya Bayu sama teman gak ada akhlak tuhh, judi.... nanti di marahin bang Haji lho.....

2022-07-29

0

☠ᵏᵋᶜᶟբɾҽҽթαlҽsԵíղαKᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ

☠ᵏᵋᶜᶟբɾҽҽթαlҽsԵíղαKᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ

teman sesat gk ada akhlak jgn mau bay mana ada org yg kaya krn judi yg ada nambah sengsara hidupmu 😒😒

2022-07-23

3

Fumiko Sora

Fumiko Sora

sepertinya Sony bukan merupakan teman yang positif vibes 🤪

2022-07-18

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pernikahan
2 Bab 2. Ibu Mertua
3 Bab 3. Salah Di Mata Mertua
4 Bab 4. Malam Panjang
5 Bab 5. Salah Lagi
6 Bab 6. Merasa Tersaingi
7 Bab 7. Hari-Hari Indah
8 Bab 8. Hidup Yang Sempurna
9 Bab 9. Doa Seorang Istri
10 Bab 10. Kabar dari Pimpinan
11 Bab 11. Bertemu Teman Lama
12 Bab 12. Mabuk
13 Bab 13. Menguatkan
14 Bab 14. Solusi
15 Bab 15. Kegelisahan Sonya
16 Bab 16. Ikut Hancur
17 Bab 17. Terkejut
18 Bab 18. Kemalangan Yang Bertubi-tubi
19 Bab 19. Pembawa Sial
20 Bab 20. Kepedihan Hati
21 Bab 21. Niat Terselubung
22 Bab 22. Memaafkan
23 Bab 23. Sadar Ditipu
24 Bab 24. Apes Lagi
25 Bab 25. Semakin Tak Mengenali
26 Bab 26. Di Belahan Kota Jakarta
27 Bab 27. Sebuah Tawaran
28 Bab 28. Bertandang
29 Bab 29. Permintaan Dinda
30 Bab 30. Dimanfaatkan?
31 Bab 31. Berangkat
32 Bab 32. Tiba di Ibu Kota
33 Bab 33. Sambutan Hangat
34 Bab 34. Pencuri?
35 Bab 35. Salah Duga
36 Bab 36. Ndoro Putri
37 Bab 37. Kopi Pas di Hati
38 Bab 38. Guru Geografi
39 Bab 39. Protes Erlan
40 Bab 40. Kebohongan Bayu
41 Bab 41. Pingsan
42 Bab 42. Dendam Pribadi?
43 Bab 43. Menguping
44 Bab 44. Celah Bagi Bayu
45 Bab 45. Meragu
46 Bab 46. Maukah?
47 Bab 47. Licik
48 Bab 48. Kesiangan
49 Bab 49. Detak Jantung
50 Bab 50. Lah Kok Ngamuk?
51 Bab 51. Sah
52 Bab 52. Siap-siap
53 Bab 53. Tidak Terasa
54 Bab 54. Pamit
55 Bab 55. Merenungi
56 Bab 56. Drama King
57 Bab 57. Palsu
58 Bab 58. Disiram
59 Bab 59. Tak Dihargai
60 Bab 60. Membangkang
61 Bab 61. Party
62 Bab 62. Angin Surga
63 Bab 63. Dingin
64 Bab 64. Nggak Jadi
65 Bab 65. Tiket Honeymoon
66 Bab 66. Tiga Ratus Ribu
67 Bab 67. Sertifikat
68 Bab 68. Bekas Milik Siapa?
69 Bab 69. Bertemu Calon Besan
70 Bab 70. Semakin Terkesima
71 Bab 71. Liburan ke Eropa
72 Bab 72. Hanyut
73 Bab 73. Sedang Tidak Berhasrat
74 Bab 74. Rencana Menikah
75 Bab 75. Renternir
76 Bab 76. Semakin Lancar
77 Bab 77. Berangkat Liburan
78 Bab 78. Apes
79 Bab 79. Menyusul
80 Bab 80. Mengintai
81 Bab 81. Kita Lihat Nanti
82 Bab 82. O O Kamu Ketahuan
83 Bab 83. Bukan Istriku Lagi
84 Bab 84. Alasan
85 Bab 85. Rencana Pulang
86 Bab 86. Persiapan
87 Bab 87. Tiba di Kampung Halaman
88 Bab 88. Teman Lama
89 Bab 89. Perlahan Terkuak
90 Bab 90. Cerita Sebenarnya
91 Bab 91. Memasang Badan
92 Bab 92. Aku Sudah Siap
93 Bab 93. Apa Kabar Mas Bayu?
94 Bab 94. Atiku Tatag
95 Bab 95. Kembali Miskin Lagi?
96 Bab 96. Keluar dari Istana
97 Rilis Novel Baru..
98 Bab 97. Salah Alamat?
99 Bab 98. Terapi
100 Bab 99. Para Preman
101 Bab 100. Tuan Erlan?
102 Bab 101. Kembali ke Tangan
103 Bab 102. Jadilah Istriku
104 Bab 103. Resmi Menjadi Sepasang Suami-Istri
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1. Pernikahan
2
Bab 2. Ibu Mertua
3
Bab 3. Salah Di Mata Mertua
4
Bab 4. Malam Panjang
5
Bab 5. Salah Lagi
6
Bab 6. Merasa Tersaingi
7
Bab 7. Hari-Hari Indah
8
Bab 8. Hidup Yang Sempurna
9
Bab 9. Doa Seorang Istri
10
Bab 10. Kabar dari Pimpinan
11
Bab 11. Bertemu Teman Lama
12
Bab 12. Mabuk
13
Bab 13. Menguatkan
14
Bab 14. Solusi
15
Bab 15. Kegelisahan Sonya
16
Bab 16. Ikut Hancur
17
Bab 17. Terkejut
18
Bab 18. Kemalangan Yang Bertubi-tubi
19
Bab 19. Pembawa Sial
20
Bab 20. Kepedihan Hati
21
Bab 21. Niat Terselubung
22
Bab 22. Memaafkan
23
Bab 23. Sadar Ditipu
24
Bab 24. Apes Lagi
25
Bab 25. Semakin Tak Mengenali
26
Bab 26. Di Belahan Kota Jakarta
27
Bab 27. Sebuah Tawaran
28
Bab 28. Bertandang
29
Bab 29. Permintaan Dinda
30
Bab 30. Dimanfaatkan?
31
Bab 31. Berangkat
32
Bab 32. Tiba di Ibu Kota
33
Bab 33. Sambutan Hangat
34
Bab 34. Pencuri?
35
Bab 35. Salah Duga
36
Bab 36. Ndoro Putri
37
Bab 37. Kopi Pas di Hati
38
Bab 38. Guru Geografi
39
Bab 39. Protes Erlan
40
Bab 40. Kebohongan Bayu
41
Bab 41. Pingsan
42
Bab 42. Dendam Pribadi?
43
Bab 43. Menguping
44
Bab 44. Celah Bagi Bayu
45
Bab 45. Meragu
46
Bab 46. Maukah?
47
Bab 47. Licik
48
Bab 48. Kesiangan
49
Bab 49. Detak Jantung
50
Bab 50. Lah Kok Ngamuk?
51
Bab 51. Sah
52
Bab 52. Siap-siap
53
Bab 53. Tidak Terasa
54
Bab 54. Pamit
55
Bab 55. Merenungi
56
Bab 56. Drama King
57
Bab 57. Palsu
58
Bab 58. Disiram
59
Bab 59. Tak Dihargai
60
Bab 60. Membangkang
61
Bab 61. Party
62
Bab 62. Angin Surga
63
Bab 63. Dingin
64
Bab 64. Nggak Jadi
65
Bab 65. Tiket Honeymoon
66
Bab 66. Tiga Ratus Ribu
67
Bab 67. Sertifikat
68
Bab 68. Bekas Milik Siapa?
69
Bab 69. Bertemu Calon Besan
70
Bab 70. Semakin Terkesima
71
Bab 71. Liburan ke Eropa
72
Bab 72. Hanyut
73
Bab 73. Sedang Tidak Berhasrat
74
Bab 74. Rencana Menikah
75
Bab 75. Renternir
76
Bab 76. Semakin Lancar
77
Bab 77. Berangkat Liburan
78
Bab 78. Apes
79
Bab 79. Menyusul
80
Bab 80. Mengintai
81
Bab 81. Kita Lihat Nanti
82
Bab 82. O O Kamu Ketahuan
83
Bab 83. Bukan Istriku Lagi
84
Bab 84. Alasan
85
Bab 85. Rencana Pulang
86
Bab 86. Persiapan
87
Bab 87. Tiba di Kampung Halaman
88
Bab 88. Teman Lama
89
Bab 89. Perlahan Terkuak
90
Bab 90. Cerita Sebenarnya
91
Bab 91. Memasang Badan
92
Bab 92. Aku Sudah Siap
93
Bab 93. Apa Kabar Mas Bayu?
94
Bab 94. Atiku Tatag
95
Bab 95. Kembali Miskin Lagi?
96
Bab 96. Keluar dari Istana
97
Rilis Novel Baru..
98
Bab 97. Salah Alamat?
99
Bab 98. Terapi
100
Bab 99. Para Preman
101
Bab 100. Tuan Erlan?
102
Bab 101. Kembali ke Tangan
103
Bab 102. Jadilah Istriku
104
Bab 103. Resmi Menjadi Sepasang Suami-Istri

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!