Bab 14. Solusi

"Mas!!!"

Tubuh Dinda terperanjat seketika saat melihat Bayu yang tiba-tiba beranjak dari posisinya. Tiba-tiba saja lelaki itu berdiri, melangkahkan kaki menuju cermin. Tanpa basa-basi Bayu memukul cermin itu hingga hanya menyisakan puing-puing yang berserakan di lantai.

"Aaarrrggggghhhh .... aku tidak mau miskin Tuhan. Aku tidak mau!!"

Dinda mendekat ke arah Bayu. Gegas, wanita itu memeluk tubuh sang suami dengan erat. Berupaya untuk menghentikan kekalapan Bayu.

"Ya Allah ... cukup Mas, jangan seperti ini!"

Bak tanggul yang dihantam oleh banjir bandang, air mata Dinda mengalir deras membanjiri bingkai wajahnya. Hatinya serasa semakin pilu ketika melihat darah yang sudah merembes dari sela-sela jemari tangan Bayu. Tubuhnya seakan ikut remuk redam melihat sang suami yang hancur seperti ini.

"Mengapa ini semua terjadi kepadaku? Baru satu tahun aku merasakan karierku yang memuncak, tapi mengapa secepat ini Engkau mengambilnya Tuhan?"

Bugghhh!!!

"Cukup Mas. Istighfar!"

Jika sebelumnya cermin yang menjadi incaran Bayu dalam melampiaskan amarahnya, kini dinding kokoh kamar ini yang menjadi sasaran. Tubuh Bayu meronta hingga bisa mendekat ke arah dinding dan tanpa berpikir panjang, lelaki itu memukul dinding di depannya.

"Aaarrrggggghhhh ... aku tidak bisa terima semua ini Tuhan. Aku tidak bisa terima!"

Tubuh Bayu sedikit melemah hingga kini ia meluruh dan bersimpuh di atas lantai. Sedangkan Dinda, wanita itu masih menangis tergugu sembari memeluk tubuh kekar Bayu.

"Istighfar Mas ... istighfar! Astaghfirullahalazim ... Astaghfirullahalazim .... Kumohon jangan seperti ini Mas. Ini bukan kamu!"

Dengan erat, Dinda mendekap tubuh Bayu untuk berupaya menenangkan lekaki itu. Menjadi air untuk memadamkan api amarahnya. Dan menjadi pengingat akan keberadaan Tuhan. Tubuh Bayu benar-benar seperti kerasukan setan yang membuatnya kalap seperti ini.

Dinda melerai pelukannya. Ia seka air mata yang masih membanjiri pipi dan ia tatap lekat wajah Bayu yang terlihat begitu sayu itu. Kini, ia geser pandangan matanya ke arah telapak tangan Bayu dan terlihat darah itu masih mengalir deras di sana.

"Mas Bayu duduk tenang di sini, aku ambilkan kotak obat. Aku khawatir lukanya akan bertambah parah kalau tidak segera diobati."

Lagi, Bayu hanya terdiam dan membisu tanpa sedikitpun merespon ucapan Dinda. Namun Dinda tidak peduli, meskipun Bayu mengacuhkannya, ia tetap melenggang pergi untuk mengambil kotak obat.

****

"Sabar Mas ... semua ujian hidup yang kita jalani, pasti akan ada jalan keluarnya. Bukankah Allah tidak akan pernah menguji hambaNya di luar batas kesanggupan? Itu berarti kita sanggup untuk melewatkan ujian ini Mas."

Dengan tutur bahasa yang lembut, Dinda mencoba untuk berbicara dari hati ke hati dengan sang suami. Tangan wanita itupun juga tidak berhenti beraktivitas untuk membalut telapak tangan Bayu dengan perban. Luka di tangan Bayu sungguh terlihat begitu ngeri. Karena amarah yang menguasai, ia sampai hati melukai dirinya sendiri dengan cara seperti ini.

"Tapi mengapa Tuhan harus memberikanku ujian seperti ini Din? Baru sebentar aku merasakan berada di puncak karier tapi dalam waktu sekejap semua itu sirna dengan penutupan pabrik itu."

Bayu mencoba untuk menanggapi perkataan Dinda meskipun pandangannya juga masih terlihat kosong. Lelaki itu masih saja menatap ke arah luar jendela dengan sorot mata yang sulit untuk diartikan.

Dinda mengulas senyum manis di bibirnya. Ia mengusap pipi Bayu dengan lembut dan penuh perasaan. "Mas, semua harta dan jabatan yang kita miliki hanyalah sebuah titipan. Jadi terserah Allah, kapan Ia akan mengambilnya kembali. Siap tidak siap kita harus ikhlas jika kapanpun Allah akan mengambilnya."

"Tapi jika seperti ini kita akan jatuh miskin Din. Tidak akan pernah ada pekerjaan yang bisa memberiku gaji sebesar gajiku di PT Kayu Perkasa. Setelah ini hidup kita pasti akan blangsak."

Dinda menghela napas panjang untuk kemudian ia hembuskan perlahan. Rupa-rupanya suaminya ini takut miskin hingga membuatnya gelap mata dan tega menganiaya dirinya sendiri. Dinda masih mencoba untuk memberikan senyuman terbaik yang ia miliki.

"Mas, kita tidak akan pernah menjadi miskin jika kita gigih dalam bekerja. Aku percaya bahwa kamu akan kembali berada di puncak kesuksesan Mas, asalkan kamu tidak pernah berhenti untuk bekerja keras."

Bayu menggeleng-gelengkan kepalanya sembari menjambak rambutnya sendiri dengan kuat. "Lalu, setelah ini kita akan tinggal di mana Din? Rumah inipun juga akan dikembalikan ke perusahaan."

Dinda tersenyum. Kini, wanita itupun juga sudah bisa mengendalikan perasaan yang bergejolak di dalam dada. Bayu yang sudah bisa sedikit lebih tenang, juga menjadi energi positif pula untuknya. Dinda memegang kedua bahu milik dengan Bayu dan menatap lekat netra suaminya ini.

"Apakah kamu lupa bahwa aku masih memiliki rumah peninggalan orang tuaku Mas? Meskipun rumah itu tidak semewah dan sebesar rumah ini, namun kita bisa menjadikan rumah itu sebagai tempat awal bagi kita untuk menata kembali kehidupan kita Mas. Pastinya dengan kehidupan yang lebih sederhana."

Bayu menyipitkan mata seraya memandang Dinda. "Kamu serius kita akan tinggal di sana? Lalu, nanti apa kata orang Din? Tidak ada dalam kamus hidupku tinggal di rumah istriku."

"Mas, untuk kali ini buang jauh gengsi dan juga ambisimu untuk selalu hidup dalam kemewahan materi. Kini, waktunya kita untuk berbenah agar bahtera rumah tangga kita ini tidak akan pernah karam meskipun badai dan ombak besar datang menghantam."

Bayu masih menatap wajah Dinda tanpa mengatakan apapun. Nampaknya lelaki itu sedang menimbang-nimbang perkataan yang terlontar dari bibir sang istri.

.

.

bersambung...

Terpopuler

Comments

Rumini Parto Sentono

Rumini Parto Sentono

kayak nya kurang sedekah nih si Bayu....

2022-07-29

0

Rumini Parto Sentono

Rumini Parto Sentono

kamus apa yu... yu... tinggal di rumah istri atau suami itu sama saja, asal kan bahagia gak ada salahnya. Ya gak Kak Rasti.....

2022-07-29

0

☠ᵏᵋᶜᶟբɾҽҽթαlҽsԵíղαKᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ

☠ᵏᵋᶜᶟբɾҽҽթαlҽsԵíղαKᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ

oalah bay2 pantes ajh allah ambil lg titipan nya wong km nya ternyata kufur nikmat gt😒😪😒

2022-07-24

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pernikahan
2 Bab 2. Ibu Mertua
3 Bab 3. Salah Di Mata Mertua
4 Bab 4. Malam Panjang
5 Bab 5. Salah Lagi
6 Bab 6. Merasa Tersaingi
7 Bab 7. Hari-Hari Indah
8 Bab 8. Hidup Yang Sempurna
9 Bab 9. Doa Seorang Istri
10 Bab 10. Kabar dari Pimpinan
11 Bab 11. Bertemu Teman Lama
12 Bab 12. Mabuk
13 Bab 13. Menguatkan
14 Bab 14. Solusi
15 Bab 15. Kegelisahan Sonya
16 Bab 16. Ikut Hancur
17 Bab 17. Terkejut
18 Bab 18. Kemalangan Yang Bertubi-tubi
19 Bab 19. Pembawa Sial
20 Bab 20. Kepedihan Hati
21 Bab 21. Niat Terselubung
22 Bab 22. Memaafkan
23 Bab 23. Sadar Ditipu
24 Bab 24. Apes Lagi
25 Bab 25. Semakin Tak Mengenali
26 Bab 26. Di Belahan Kota Jakarta
27 Bab 27. Sebuah Tawaran
28 Bab 28. Bertandang
29 Bab 29. Permintaan Dinda
30 Bab 30. Dimanfaatkan?
31 Bab 31. Berangkat
32 Bab 32. Tiba di Ibu Kota
33 Bab 33. Sambutan Hangat
34 Bab 34. Pencuri?
35 Bab 35. Salah Duga
36 Bab 36. Ndoro Putri
37 Bab 37. Kopi Pas di Hati
38 Bab 38. Guru Geografi
39 Bab 39. Protes Erlan
40 Bab 40. Kebohongan Bayu
41 Bab 41. Pingsan
42 Bab 42. Dendam Pribadi?
43 Bab 43. Menguping
44 Bab 44. Celah Bagi Bayu
45 Bab 45. Meragu
46 Bab 46. Maukah?
47 Bab 47. Licik
48 Bab 48. Kesiangan
49 Bab 49. Detak Jantung
50 Bab 50. Lah Kok Ngamuk?
51 Bab 51. Sah
52 Bab 52. Siap-siap
53 Bab 53. Tidak Terasa
54 Bab 54. Pamit
55 Bab 55. Merenungi
56 Bab 56. Drama King
57 Bab 57. Palsu
58 Bab 58. Disiram
59 Bab 59. Tak Dihargai
60 Bab 60. Membangkang
61 Bab 61. Party
62 Bab 62. Angin Surga
63 Bab 63. Dingin
64 Bab 64. Nggak Jadi
65 Bab 65. Tiket Honeymoon
66 Bab 66. Tiga Ratus Ribu
67 Bab 67. Sertifikat
68 Bab 68. Bekas Milik Siapa?
69 Bab 69. Bertemu Calon Besan
70 Bab 70. Semakin Terkesima
71 Bab 71. Liburan ke Eropa
72 Bab 72. Hanyut
73 Bab 73. Sedang Tidak Berhasrat
74 Bab 74. Rencana Menikah
75 Bab 75. Renternir
76 Bab 76. Semakin Lancar
77 Bab 77. Berangkat Liburan
78 Bab 78. Apes
79 Bab 79. Menyusul
80 Bab 80. Mengintai
81 Bab 81. Kita Lihat Nanti
82 Bab 82. O O Kamu Ketahuan
83 Bab 83. Bukan Istriku Lagi
84 Bab 84. Alasan
85 Bab 85. Rencana Pulang
86 Bab 86. Persiapan
87 Bab 87. Tiba di Kampung Halaman
88 Bab 88. Teman Lama
89 Bab 89. Perlahan Terkuak
90 Bab 90. Cerita Sebenarnya
91 Bab 91. Memasang Badan
92 Bab 92. Aku Sudah Siap
93 Bab 93. Apa Kabar Mas Bayu?
94 Bab 94. Atiku Tatag
95 Bab 95. Kembali Miskin Lagi?
96 Bab 96. Keluar dari Istana
97 Rilis Novel Baru..
98 Bab 97. Salah Alamat?
99 Bab 98. Terapi
100 Bab 99. Para Preman
101 Bab 100. Tuan Erlan?
102 Bab 101. Kembali ke Tangan
103 Bab 102. Jadilah Istriku
104 Bab 103. Resmi Menjadi Sepasang Suami-Istri
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1. Pernikahan
2
Bab 2. Ibu Mertua
3
Bab 3. Salah Di Mata Mertua
4
Bab 4. Malam Panjang
5
Bab 5. Salah Lagi
6
Bab 6. Merasa Tersaingi
7
Bab 7. Hari-Hari Indah
8
Bab 8. Hidup Yang Sempurna
9
Bab 9. Doa Seorang Istri
10
Bab 10. Kabar dari Pimpinan
11
Bab 11. Bertemu Teman Lama
12
Bab 12. Mabuk
13
Bab 13. Menguatkan
14
Bab 14. Solusi
15
Bab 15. Kegelisahan Sonya
16
Bab 16. Ikut Hancur
17
Bab 17. Terkejut
18
Bab 18. Kemalangan Yang Bertubi-tubi
19
Bab 19. Pembawa Sial
20
Bab 20. Kepedihan Hati
21
Bab 21. Niat Terselubung
22
Bab 22. Memaafkan
23
Bab 23. Sadar Ditipu
24
Bab 24. Apes Lagi
25
Bab 25. Semakin Tak Mengenali
26
Bab 26. Di Belahan Kota Jakarta
27
Bab 27. Sebuah Tawaran
28
Bab 28. Bertandang
29
Bab 29. Permintaan Dinda
30
Bab 30. Dimanfaatkan?
31
Bab 31. Berangkat
32
Bab 32. Tiba di Ibu Kota
33
Bab 33. Sambutan Hangat
34
Bab 34. Pencuri?
35
Bab 35. Salah Duga
36
Bab 36. Ndoro Putri
37
Bab 37. Kopi Pas di Hati
38
Bab 38. Guru Geografi
39
Bab 39. Protes Erlan
40
Bab 40. Kebohongan Bayu
41
Bab 41. Pingsan
42
Bab 42. Dendam Pribadi?
43
Bab 43. Menguping
44
Bab 44. Celah Bagi Bayu
45
Bab 45. Meragu
46
Bab 46. Maukah?
47
Bab 47. Licik
48
Bab 48. Kesiangan
49
Bab 49. Detak Jantung
50
Bab 50. Lah Kok Ngamuk?
51
Bab 51. Sah
52
Bab 52. Siap-siap
53
Bab 53. Tidak Terasa
54
Bab 54. Pamit
55
Bab 55. Merenungi
56
Bab 56. Drama King
57
Bab 57. Palsu
58
Bab 58. Disiram
59
Bab 59. Tak Dihargai
60
Bab 60. Membangkang
61
Bab 61. Party
62
Bab 62. Angin Surga
63
Bab 63. Dingin
64
Bab 64. Nggak Jadi
65
Bab 65. Tiket Honeymoon
66
Bab 66. Tiga Ratus Ribu
67
Bab 67. Sertifikat
68
Bab 68. Bekas Milik Siapa?
69
Bab 69. Bertemu Calon Besan
70
Bab 70. Semakin Terkesima
71
Bab 71. Liburan ke Eropa
72
Bab 72. Hanyut
73
Bab 73. Sedang Tidak Berhasrat
74
Bab 74. Rencana Menikah
75
Bab 75. Renternir
76
Bab 76. Semakin Lancar
77
Bab 77. Berangkat Liburan
78
Bab 78. Apes
79
Bab 79. Menyusul
80
Bab 80. Mengintai
81
Bab 81. Kita Lihat Nanti
82
Bab 82. O O Kamu Ketahuan
83
Bab 83. Bukan Istriku Lagi
84
Bab 84. Alasan
85
Bab 85. Rencana Pulang
86
Bab 86. Persiapan
87
Bab 87. Tiba di Kampung Halaman
88
Bab 88. Teman Lama
89
Bab 89. Perlahan Terkuak
90
Bab 90. Cerita Sebenarnya
91
Bab 91. Memasang Badan
92
Bab 92. Aku Sudah Siap
93
Bab 93. Apa Kabar Mas Bayu?
94
Bab 94. Atiku Tatag
95
Bab 95. Kembali Miskin Lagi?
96
Bab 96. Keluar dari Istana
97
Rilis Novel Baru..
98
Bab 97. Salah Alamat?
99
Bab 98. Terapi
100
Bab 99. Para Preman
101
Bab 100. Tuan Erlan?
102
Bab 101. Kembali ke Tangan
103
Bab 102. Jadilah Istriku
104
Bab 103. Resmi Menjadi Sepasang Suami-Istri

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!