Srengggg!!!!
Harum aroma bawang putih yang masuk ke dalam minyak panas, menyeruak, masuk ke dalam indera penciuman. Seketika, tiap sudut dapur dipenuhi oleh kepulan asap yang muncul dari tumisan bumbu itu.
Dengan cekatan, Dinda memasukkan bumbu dan sayuran yang sudah ia persiapkan sebelumnya. Wajahnya nampak berbinar bahagia, sebahagia kehidupan rumah tangga yang sudah ia lewati bersama sang suami selama empat bulan ini.
"Hmmmmmm ... harum sekali aroma masalah ini, masak apa kamu Din?"
Bayu yang sudah nampak rapi dengan pakaian kerjanya, menghampiri Dinda yang masih berdiri di depan kompor. Lelaki itu melingkarkan lengan tangannya di pinggang Dinda dan memeluk tubuh sang istri dari belakang. Tanpa berpikir panjang, lelaki itu meletakkan kepalanya di ceruk leher Dinda dan menciuminya dengan intens.
"Mas .... jangan seperti ini dong. Aku sedang memasak."
Dinda menggigit bibir bawahnya sembari memejamkan mata kala merasakan hembusan napas sang suami yang membuat bulu kuduknya meremang seketika. Hembusan napas suaminya ini terasa begitu sensual di tubuhnya. Yang memantik hasrat yang ada di dalam dada.
"Aku tahu kalau kamu sedang memasak, Dinda. Tapi masak apa kamu hari ini? Mengapa aromanya nikmat sekali?"
"Ssshhhh ... ah, Mas .... jangan seperti ini dong. Eemmpphh..."
Tubuh Dinda meliuk-liuk kala tangan kokoh Bayu mulai nakal dengan bergerilya ke bagian sintal milik wanita itu. Bayu serasa semakin bersemangat untuk mere*mas-re*mas bagian tubuh yang menjadi favoritnya ini. Entah apa yang merasukinya yang membuat ia teramat bergairah pagi hari ini. Sudah seperti kerasukan arwah kakek Sugiono saja hingga membuatnya begitu bernafsu seperti ini. Padahal semalaman, ia dan istri menghabiskan malam panjang dengan bercinta.
"Memang kenapa Sayang? Aku justru lebih senang jika seperti ini. Karena seperti ini terasa begitu membahagiakan."
Klik...
Bayu memutar kenop kompor hingga api yang sebelumnya menyala, kini padam seketika. Ia membalikkan tubuh Dinda dan kini keduanya saling berhadapan dengan netra yang saling bersiborok.
Bayu dekatkan bibirnya ke arah daun telinga Dinda dan berbisik lirih di sana. "Kita olahraga sebentar yuk Sayang. Biar tubuhku semakin bugar."
Dinda terhenyak. "Tapi Mas, kamu sudah rapi dan tinggal berangkat ke kantor. Masa iya mau basah-basahan lagi?"
Bayu menyeringai nakal. Dengan gerak cepat ia membopong tubuh Dinda yang membuat wanita itu terkejut setengah mati.
"Mas ...., kamu itu mau berangkat kerja!"
"Tidak masalah Sayang. Tidak akan kena sanksi kok kalau alasannya untuk menyenangkan hati istri. Dan perihal aku harus mandi lagi, itu semua tidak masalah karena stok air kita masih banyak. Jadi, mau sesering apapun aku mandi, tidak akan jadi masalah besar."
Dinda hanya bisa tersipu malu. Jika sudah seperti ini tidak ada yang bisa ia lakukan selain hanya menuruti apa yang menjadi kemauan sang suami. Dan bukankah bercinta itu merupakan salah satu ladang pahala? Eiittsss ... tapi hanya untuk pasangan suami istri loh ya... ☺☺☺
Dengan hati-hati, Bayu membopong tubuh sang istri untuk menaiki anak tangga. Ia gunakan kakinya untuk membuka pintu kamar miliknya. Dan ...
Brak!!!!
Pintu terhempas dengan kasar, seperti mengisyaratkan bahwa lelaki itu sudah tidak sabar untuk segera mereguk manis madu yang berada di setiap lekuk tubuh sang istri. Mencurahkan segala rasa cinta dan kasih sayang yang ia miliki untuk Dinda, dan menjadi salah satu tanggung jawabnya sebagai seorang suami bahwa bukan hanya nafkah jasmani saja yang harus ia berikan, namun juga nafkah rohani.
.
.
. bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
☠ᵏᵋᶜᶟբɾҽҽթαlҽsԵíղαKᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ
wahhhh ada apakah gerangan thor bawa² kakek moyang🤣🤣🤣 elah bay itu dinda abs pegang cabe bawang udh cuci tangan blm 🤭🤭🤭🤭
2022-07-23
4
💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌
pengantin baru mah, dunia asa milik berdua 🤣🤣🤣🤣, pengalaman pribadi 🤭🤭🤭🤭
2022-07-16
0
𖣤᭄ اندي وحي الد ين
Yang Jombloooo melipir dulu😇😈
2022-07-15
1