Bab 10. Kabar dari Pimpinan

Dinda berbalik badan untuk kembali masuk ke dalam rumah setelah bayang mobil yang dikemudikan oleh Bayu sudah tak lagi nampak di penglihatan. Ia berjalan gontai kala menyusuri tiap sudut ruangan. Pikirannya ikut kalut kala teringat air wajah sang suami yang menunjukkan rona kekhawatiran dan juga kepanikan. Entah mengapa, ia merasa ada hal buruk yang akan terjadi di kantor yang menjadi tempat Bayu menjemput rezeki.

Dinda masuk ke dalam kamar dan memilih untuk duduk di tepian ranjang. Saat ini hati dan perasaannya benar-benar tidak bisa dikendalikan. Ia merasakan resah dan gelisah yang dia sendiripun tidak tahu apa penyebabnya. Pandangan mata Dinda tertuju pada mukena yang menggantung di belakang pintu kamar. Ia pun memilih untuk beranjak dari posisinya, menuju kamar mandi mengambil air wudhu dan berencana menunaikan shalat Dhuha.

Kemana lagi tempat bagi seorang hamba untuk mengadu selain kepada Sang Maha penggenggam kehidupan? Kemana lagi tempat paling nyaman bagi seorang hamba untuk mencurahkan segala keresahan selain kepada Yang Maha membolak-balikan hati? Dan kemana lagi tempat untuk kembali mencari ketenangan batin selain kepada Sang Maha Agung? Ya, Dinda berpikir dengan menunaikan salah satu shalat sunnah ini bisa sedikit meredam keresahan dan kegalauan hati yang tengah ia rasakan. Wanita itu dengan tumaknimah menyelesaikan ritual ibadahnya. Selesai salam, ia menunduk takdzim, mengadu kepada Yang Maha Kuasa tentang keresahan hati yang begitu terasa membelenggu jiwa.

***

Bayu berjalan dengan tergesa-gesa menyusuri lorong-lorong kantor. Lelaki itu seakan berpacu dengan waktu untuk bisa segera tiba di ruang meeting, di mana di sana kepala pimpinan pusat telah menunggu. Dengan prasaan yang bercampur aduk, ia memilih untuk lebih dahulu berdiri di depan pintu. Mengatur napas dan menetralisir segala kepanikannya. Setelah merasa sedikit lebih tenang, ia memutar knop pintu dan masuk ke dalam ruangan.

"Selamat siang Pak Anton, maaf saya sedikit terlambat."

Bayu menghampiri lelaki paruh baya dengan pakaian formal yang tengah duduk di atas kursi ergonomis yang tersedia di ruangan ini. Tak lupa, Bayu juga menjabat tangan Anton sebagai salah satu bentuk rasa hormatnya kepada pimpinan pusat.

"Siang Pak Bayu. Tidak mengapa. Mari silakan duduk."

Sosok lelaki penuh kharisma itu mempersilakan Bayu untuk duduk di hadapannya. Jika dilihat dari cara Anton berbicara saat ini tidak sepanik saat lelaki itu berbicara melalui via telepon. Hal itulah yang membuat hati Bayu sedikit lebih tenang. Ia semakin yakin bahwa tidak ada hal buruk yang terjadi pada PT Kayu Perkasa ini.

Bayu menganggukkan kepala sebagai isyarat rasa terima kasihnya. Ia mendaratkan bokong di kursi dan bersiap untuk mendengar dengan saksama semua hal yang akan disampaikannya oleh pimpinannya ini.

"Jadi bagaimana Pak Bayu perihal progres PT ini? Apakah semua berjalan lancar? Ataukah ada kendala dalam operasionalnya?"

Dengan penuh perhatian, Bayu mencerna setiap kata yang diucapkan oleh Anton. Sejatinya saat ini pabrik memang sedang tidak baik-baik saja karena ada kendala dalam hal pengiriman bahan baku.

"Untuk progres sebenarnya cukup baik Pak, karena hampir setiap hari selalu ada permintaan dari para konsumen. Namun selama dua bulan terakhir ini, saya dan tim kesulitan untuk mencari bahan baku. Kalaupun bahan baku tersedia, jumlah yang dikirimkan tidak bisa mencover permintaan yang masuk. Sehingga membuat kami juga terlambat untuk mendistribusikannya kepada konsumen. Hal itulah yang membuat mereka sedikit kecewa dengan pelayanan kita."

Anton mengangguk-anggukkan kepala sembari mengetuk-ngetuk sebuah pena di atas meja. Nampaknya, ia sudah paham dengan kendala apa yang tengah dialami oleh PT ini.

"Ya Pak Bayu, saya tahu semua tentang kendala yang tengah melilit perusahaan. Dan karena hal itu pula lah saya sempatkan datang kemari untuk meeting dadakan bersama Pak Bayu yang mana sebagai kepala cabang di kota ini."

"Jadi bagaimana Pak? Sebenarnya apa yang membuat PT sebesar PT Kayu Perkasa ini sampai kesulitan untuk mendapatkan bahan baku? Padahal sebelum-sebelumnya kita tidak pernah mengalami hal demikian."

Bayu sekan sudah tidak sabar untuk mendengar apa yang sebenarnya terjadi. Ia juga ingin segera mengetahui jalan apa yang harus ditempuh pimpinan pusat untuk bisa keluar dari kasus ini.

Anton tersenyum getir. Sejatinya ada rasa berat hati kala harus menyampaikan keadaan yang sebenarnya tengah dialami oleh perusahaan yang sudah sejak puluhan tahun yang lalu ia rintis. Namun sepertinya tidak bisa untuk ia tutup-tutupi lagi. Semua pekerja di kantor pusat telah lebih dulu mendapatkan kabar buruk ini. Kini, giliran kantor cabang yang harus mendengarnya.

"Sejatinya jumlah bahan baku tidak pernah kekurangan, Pak Bayu. Namun saat ini ada pesaing bisnis kita yang berbuat curang. Mereka berani membeli bahan baku lima kali lipat dari harga yang biasa kita berikan. Hal itulah yang membuat penyedia bahan baku tergiur untuk bekerja sama dengan pesaing bisnis kita."

Kedua bola mata Bayu terbelalak sempurna. Ia tidak menyangka bahwa ada hal sepelik ini yang tidak ia ketahui. "Lima kali lipat? Tapi Pak, meskipun pesaing bisnis kita bisa menawarkan harga lima kali lipat, bukankah penyedia bahan baku tidak bisa secara sepihak membatalkan kerjasama? Bukankah diantara PT dengan mereka juga sudah terikat oleh MoU?"

"Itu benar sekali Pak Bayu. Namun ada hal yang harus Pak Bayu ingat bahwa setiap dua tahun sekali MoU itu diperbaharui. Bulan ini merupakan bulan terakhir mereka terilat kontrak dengan kita dan mereka memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan kerja sama ini."

Bak dihantam sebuah batu, tiba-tiba saja kepala Bayu terasa begitu pusing dan pening. Bayang-bayang gelap tentang kariernya seakan tergambar jelas di depan matanya. Ia merasa sudah seperti berada di ujung tanduk.

"Tapi Pak? Bukankah ada banyak para penyedia bahan baku yang bisa kita ajak bekerja sama? Jadi, kita bisa mendapat bahan baku dari yang lainnya bukan?"

Bayu seakan tidak ingin menyerah oleh keadaan. Ia merasa masih banyak jalan lain yang bisa ditempuh untuk keluar dari permasalahan ini. Jika tidak lagi bekerja sama dengan penyedia bahan baku sebelumnya, ia berpikir masih bisa bekerja sama dengan penyedia bahan baku lainnya.

Lagi-lagi Anton hanya tersenyum kecil dan justru membuat Bayu semakin pesimis. Anton menghela napas sedikit dalam dan perlahan ia hembuskan.

"Hal itu juga sudah saya pikirkan sebelumnya Pak. Namun ternyata pesaing bisnis kita juga telah melobi para penyedia bahan baku yang lainnya. Intinya, mereka tahu di mana saja kita bekerja sama dan mereka juga menawarkan harga jauh lebih tinggi dari kita."

Bayu masih terdiam untuk mencoba memahami perkataan Anton. Namun, sejenak kemudian ia mengeluarkan suaranya. "Itu artinya sudah tidak ada lagi para penyedia bahan baku yang mau bekerja sama dengan perusahaan kita, begitu Pak?"

Anton mengangguk pelan. "Ya, memang seperti itu Pak Bayu."

"Dan itu artinya....?"

.

.

. bersambung...

Terpopuler

Comments

indriyani

indriyani

ujian dimulai 🥱🥱

2022-07-17

0

Rona Jingga

Rona Jingga

apakah bangkrut kak? aduhh kasian Dinda 🙃🙃🙃

2022-07-15

0

𖣤​᭄ اندي وحي الد ين

𖣤​᭄ اندي وحي الد ين

Musim hujannya sepertinya akan segera di mulai ya! Siapin tisu takut banjir💦💦😁

2022-07-15

4

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pernikahan
2 Bab 2. Ibu Mertua
3 Bab 3. Salah Di Mata Mertua
4 Bab 4. Malam Panjang
5 Bab 5. Salah Lagi
6 Bab 6. Merasa Tersaingi
7 Bab 7. Hari-Hari Indah
8 Bab 8. Hidup Yang Sempurna
9 Bab 9. Doa Seorang Istri
10 Bab 10. Kabar dari Pimpinan
11 Bab 11. Bertemu Teman Lama
12 Bab 12. Mabuk
13 Bab 13. Menguatkan
14 Bab 14. Solusi
15 Bab 15. Kegelisahan Sonya
16 Bab 16. Ikut Hancur
17 Bab 17. Terkejut
18 Bab 18. Kemalangan Yang Bertubi-tubi
19 Bab 19. Pembawa Sial
20 Bab 20. Kepedihan Hati
21 Bab 21. Niat Terselubung
22 Bab 22. Memaafkan
23 Bab 23. Sadar Ditipu
24 Bab 24. Apes Lagi
25 Bab 25. Semakin Tak Mengenali
26 Bab 26. Di Belahan Kota Jakarta
27 Bab 27. Sebuah Tawaran
28 Bab 28. Bertandang
29 Bab 29. Permintaan Dinda
30 Bab 30. Dimanfaatkan?
31 Bab 31. Berangkat
32 Bab 32. Tiba di Ibu Kota
33 Bab 33. Sambutan Hangat
34 Bab 34. Pencuri?
35 Bab 35. Salah Duga
36 Bab 36. Ndoro Putri
37 Bab 37. Kopi Pas di Hati
38 Bab 38. Guru Geografi
39 Bab 39. Protes Erlan
40 Bab 40. Kebohongan Bayu
41 Bab 41. Pingsan
42 Bab 42. Dendam Pribadi?
43 Bab 43. Menguping
44 Bab 44. Celah Bagi Bayu
45 Bab 45. Meragu
46 Bab 46. Maukah?
47 Bab 47. Licik
48 Bab 48. Kesiangan
49 Bab 49. Detak Jantung
50 Bab 50. Lah Kok Ngamuk?
51 Bab 51. Sah
52 Bab 52. Siap-siap
53 Bab 53. Tidak Terasa
54 Bab 54. Pamit
55 Bab 55. Merenungi
56 Bab 56. Drama King
57 Bab 57. Palsu
58 Bab 58. Disiram
59 Bab 59. Tak Dihargai
60 Bab 60. Membangkang
61 Bab 61. Party
62 Bab 62. Angin Surga
63 Bab 63. Dingin
64 Bab 64. Nggak Jadi
65 Bab 65. Tiket Honeymoon
66 Bab 66. Tiga Ratus Ribu
67 Bab 67. Sertifikat
68 Bab 68. Bekas Milik Siapa?
69 Bab 69. Bertemu Calon Besan
70 Bab 70. Semakin Terkesima
71 Bab 71. Liburan ke Eropa
72 Bab 72. Hanyut
73 Bab 73. Sedang Tidak Berhasrat
74 Bab 74. Rencana Menikah
75 Bab 75. Renternir
76 Bab 76. Semakin Lancar
77 Bab 77. Berangkat Liburan
78 Bab 78. Apes
79 Bab 79. Menyusul
80 Bab 80. Mengintai
81 Bab 81. Kita Lihat Nanti
82 Bab 82. O O Kamu Ketahuan
83 Bab 83. Bukan Istriku Lagi
84 Bab 84. Alasan
85 Bab 85. Rencana Pulang
86 Bab 86. Persiapan
87 Bab 87. Tiba di Kampung Halaman
88 Bab 88. Teman Lama
89 Bab 89. Perlahan Terkuak
90 Bab 90. Cerita Sebenarnya
91 Bab 91. Memasang Badan
92 Bab 92. Aku Sudah Siap
93 Bab 93. Apa Kabar Mas Bayu?
94 Bab 94. Atiku Tatag
95 Bab 95. Kembali Miskin Lagi?
96 Bab 96. Keluar dari Istana
97 Rilis Novel Baru..
98 Bab 97. Salah Alamat?
99 Bab 98. Terapi
100 Bab 99. Para Preman
101 Bab 100. Tuan Erlan?
102 Bab 101. Kembali ke Tangan
103 Bab 102. Jadilah Istriku
104 Bab 103. Resmi Menjadi Sepasang Suami-Istri
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1. Pernikahan
2
Bab 2. Ibu Mertua
3
Bab 3. Salah Di Mata Mertua
4
Bab 4. Malam Panjang
5
Bab 5. Salah Lagi
6
Bab 6. Merasa Tersaingi
7
Bab 7. Hari-Hari Indah
8
Bab 8. Hidup Yang Sempurna
9
Bab 9. Doa Seorang Istri
10
Bab 10. Kabar dari Pimpinan
11
Bab 11. Bertemu Teman Lama
12
Bab 12. Mabuk
13
Bab 13. Menguatkan
14
Bab 14. Solusi
15
Bab 15. Kegelisahan Sonya
16
Bab 16. Ikut Hancur
17
Bab 17. Terkejut
18
Bab 18. Kemalangan Yang Bertubi-tubi
19
Bab 19. Pembawa Sial
20
Bab 20. Kepedihan Hati
21
Bab 21. Niat Terselubung
22
Bab 22. Memaafkan
23
Bab 23. Sadar Ditipu
24
Bab 24. Apes Lagi
25
Bab 25. Semakin Tak Mengenali
26
Bab 26. Di Belahan Kota Jakarta
27
Bab 27. Sebuah Tawaran
28
Bab 28. Bertandang
29
Bab 29. Permintaan Dinda
30
Bab 30. Dimanfaatkan?
31
Bab 31. Berangkat
32
Bab 32. Tiba di Ibu Kota
33
Bab 33. Sambutan Hangat
34
Bab 34. Pencuri?
35
Bab 35. Salah Duga
36
Bab 36. Ndoro Putri
37
Bab 37. Kopi Pas di Hati
38
Bab 38. Guru Geografi
39
Bab 39. Protes Erlan
40
Bab 40. Kebohongan Bayu
41
Bab 41. Pingsan
42
Bab 42. Dendam Pribadi?
43
Bab 43. Menguping
44
Bab 44. Celah Bagi Bayu
45
Bab 45. Meragu
46
Bab 46. Maukah?
47
Bab 47. Licik
48
Bab 48. Kesiangan
49
Bab 49. Detak Jantung
50
Bab 50. Lah Kok Ngamuk?
51
Bab 51. Sah
52
Bab 52. Siap-siap
53
Bab 53. Tidak Terasa
54
Bab 54. Pamit
55
Bab 55. Merenungi
56
Bab 56. Drama King
57
Bab 57. Palsu
58
Bab 58. Disiram
59
Bab 59. Tak Dihargai
60
Bab 60. Membangkang
61
Bab 61. Party
62
Bab 62. Angin Surga
63
Bab 63. Dingin
64
Bab 64. Nggak Jadi
65
Bab 65. Tiket Honeymoon
66
Bab 66. Tiga Ratus Ribu
67
Bab 67. Sertifikat
68
Bab 68. Bekas Milik Siapa?
69
Bab 69. Bertemu Calon Besan
70
Bab 70. Semakin Terkesima
71
Bab 71. Liburan ke Eropa
72
Bab 72. Hanyut
73
Bab 73. Sedang Tidak Berhasrat
74
Bab 74. Rencana Menikah
75
Bab 75. Renternir
76
Bab 76. Semakin Lancar
77
Bab 77. Berangkat Liburan
78
Bab 78. Apes
79
Bab 79. Menyusul
80
Bab 80. Mengintai
81
Bab 81. Kita Lihat Nanti
82
Bab 82. O O Kamu Ketahuan
83
Bab 83. Bukan Istriku Lagi
84
Bab 84. Alasan
85
Bab 85. Rencana Pulang
86
Bab 86. Persiapan
87
Bab 87. Tiba di Kampung Halaman
88
Bab 88. Teman Lama
89
Bab 89. Perlahan Terkuak
90
Bab 90. Cerita Sebenarnya
91
Bab 91. Memasang Badan
92
Bab 92. Aku Sudah Siap
93
Bab 93. Apa Kabar Mas Bayu?
94
Bab 94. Atiku Tatag
95
Bab 95. Kembali Miskin Lagi?
96
Bab 96. Keluar dari Istana
97
Rilis Novel Baru..
98
Bab 97. Salah Alamat?
99
Bab 98. Terapi
100
Bab 99. Para Preman
101
Bab 100. Tuan Erlan?
102
Bab 101. Kembali ke Tangan
103
Bab 102. Jadilah Istriku
104
Bab 103. Resmi Menjadi Sepasang Suami-Istri

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!