Bab 2. Ibu Mertua

Pesta telah usai, namun semua aktivitas masih terekam jelas di luar sana. Nampak beberapa orang berlalu lalang, membongkar tenda yang sebelumnya terpasang di depan kediaman Bayu.

"Bagaimana? Kamu bahagia bukan pada akhirnya bisa menjadi istri putraku satu-satunya?"

Gelombang suara seorang wanita merembet masuk ke dalam indera pendengaran membuat Dinda yang tengah berdiri di balik gorden, terperanjat. Pandangan mata yang sebelumnya ia arahkan ke arah sang suami yang sedang berada di depan teras berbincang-bincang dengan koleganya, kini ia arahkan ke arah samping. Sonya, wanita yang masih nampak cantik di usia paruh bayanya itu berjalan mendekati Dinda.

Dinda mengangguk pelan seraya tersenyum simpul. "Iya Bu, aku bahagia bisa menjadi istri mas Bayu. Karena pada akhirnya, kisah cinta kami berakhir di dalam ikatan pernikahan."

Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi seorang wanita lajang selain rajutan kisah asmara yang telah terjalin selama tiga tahun itu berakhir dalam sebuah pernikahan. Sejak Dinda berusia tujuh belas tahun dan duduk di bangku kelas dua SMA, Bayu membuktikan rasa cinta yang dimiliki dengan bekerja keras untuk nantinya bisa menghidupi Dinda dengan layak.

Kini, semua terbukti dengan diangkatnya Bayu sebagai kepala cabang pabrik kayu yang berada di kota ini. Dan pembuktian itu juga dilakukan oleh Bayu dengan menikahi gadis yang sudah sejak lama ia cintai.

"Ya, ya, ya, siapapun pasti akan bahagia menjadi istri putraku. Dia seorang kepala cabang pabrik kayu terkenal di kota ini. Penghasilannya besar dan pastinya siapapun yang menjadi pendamping hidup putraku akan bergelimang dengan harta."

Meskipun halus, namun entah mengapa ucapan Sonya terdengar sedikit mencubit seonggok daging benyawa yang bersemayam dalam dada milik Dinda. Tutur kata wanita paruh baya ini seakan menggiring sebuah opini bahwa Dinda beruntung menjadi istri seorang Bayu karena lelaki itu memiliki jabatan tinggi dan membuatnya akan hidup dengan gelimang harta juga kemewahan.

"Tapi Bu, aku bersedia menjadi istri mas Bayu bukan karena jabatan ataupun harta yang ia miliki. Aku menikah dengan mas Bayu karena sudah sejak lama kami merajut jalinan kasih dan aku juga sudah berjanji akan menunggu mas Bayu sampai ia siap untuk menikahiku."

Senyum tipis terbit di bibir Sonya. Wanita itu juga tengah sibuk memperhatikan orang-orang yang tengah berlalu lalang di depan halaman.

"Tapi seandainya Bayu tidak menjadi seorang kepala cabang, aku rasa kamu juga tidak akan pernah mau menikah dengan putraku. Benar begitu bukan?"

Dinda menggelengkan kepala. "Tidak Bu, itu sama sekali tidak benar. Aku menunggu mas Bayu sampai ia benar-benar siap menikahiku bukan sampai ia sukses dalam kariernya. Andaikan saat ini mas Bayu menikahiku dalam posisi sebagai karyawan biasa akupun juga tida mengapa. Aku bisa menerima apapun keadaan mas Bayu."

Entah apa yang ada di dalam pikiran Sonya. Sang ibu mertua seakan meragukan apa yang menjadi ketulusan dan kesetiaannya kepada Bayu. Padahal selama ia menjalin hubungan dengan Bayu, ia tidak pernah menuntut apapun dari lelaki itu.

"Ya, semoga apa yang kamu ucapkan itu bukan hanya pemanis bibir semata. Zaman sekarang, mana ada seorang wanita yang tidak memandang calon suaminya dari materi yang ia punyai? Tak terkecuali kamu, bukan?"

"Bagiku, yang paling penting mas Bayu bisa bertanggung jawab terhadap keluarganya, Bu. Meskipun tidak memiliki jabatan tinggi, asalkan ia gigih dalam bekerja, itu semua sudah cukup bagiku. Karena jabatan tinggi hanya merupakan bonus yang diberikan oleh Allah kepada hambaNya yang telah bekerja keras."

Kekehan lirih terdengar dari bibir Sonya. Ia menutupi mulutnya dengan jemarinya seakan menertawakan apa yang diucapkan oleh Dinda.

"Ucapanmu ini sungguh terdengar sangat menggelitik telinga. Tapi sudahlah, semoga apa yang terlisan dari bibirmu itu bukanlah omong kosong belaka. Dan semoga putraku tidak keliru dalam memilihmu sebagai istrinya. Padahal aku rasa, dia seharusnya bisa mendapatkan seorang istri yang lebih segala-galanya daripada kamu. Lebih cantik, lebih kaya dan pastinya lebih memiliki background pendidikan yang jauh lebih tinggi daripada kamu."

Sonya menghentikan ucapannya. Wanita itu kemudian melenggang pergi meninggalkan Dinda yang masih dalam mode terdiam, terpaku dan membeku. Otak dan hatinya seakan dipaksa untuk mencerna setiap kata yang keluar dari bibir sang ibu mertua. Mencari makna dan maksud apa yang tersirat di dalam ucapan wanita yang kini juga menjadi orang tuanya itu. Namun, semakin ia mencoba untuk menyelaminya, justru hanya ada kebuntuan yang temukan.

Dinda menghela napas dalam dan kemudian ia hembuskan perlahan. Tidak ingin membebani hati dan juga pikirannya dengan apa yang diucapkan oleh sang ibu mertua, ia pun memilih untuk mengabaikan saja. Ia kembali menatap ke arah beranda di mana sang suami masih larut dalam obrolannya bersama kolega. Gurat-gurat ketampanan terukir jelas di wajah suaminya itu.

Aku benar-benar bersyukur menjadi istrimu, Mas. Aku benar-benar bersyukur. Saat ini akulah yang menjadi wanita yang paling bahagia di dunia karena dipersunting oleh sosok lelaki sepertimu.

.

.

.bersambung...

Terpopuler

Comments

Hulapao

Hulapao

su udzon nih ibu mertuanya

2022-09-15

0

❁︎⃞⃟ʂ𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺 ᴀᷟmdani🎯™

❁︎⃞⃟ʂ𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺 ᴀᷟmdani🎯™

mampukah bertahan dengan ibu mertua yang seperti ini...

2022-08-22

0

Nyai💔

Nyai💔

semangat othor

2022-08-22

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pernikahan
2 Bab 2. Ibu Mertua
3 Bab 3. Salah Di Mata Mertua
4 Bab 4. Malam Panjang
5 Bab 5. Salah Lagi
6 Bab 6. Merasa Tersaingi
7 Bab 7. Hari-Hari Indah
8 Bab 8. Hidup Yang Sempurna
9 Bab 9. Doa Seorang Istri
10 Bab 10. Kabar dari Pimpinan
11 Bab 11. Bertemu Teman Lama
12 Bab 12. Mabuk
13 Bab 13. Menguatkan
14 Bab 14. Solusi
15 Bab 15. Kegelisahan Sonya
16 Bab 16. Ikut Hancur
17 Bab 17. Terkejut
18 Bab 18. Kemalangan Yang Bertubi-tubi
19 Bab 19. Pembawa Sial
20 Bab 20. Kepedihan Hati
21 Bab 21. Niat Terselubung
22 Bab 22. Memaafkan
23 Bab 23. Sadar Ditipu
24 Bab 24. Apes Lagi
25 Bab 25. Semakin Tak Mengenali
26 Bab 26. Di Belahan Kota Jakarta
27 Bab 27. Sebuah Tawaran
28 Bab 28. Bertandang
29 Bab 29. Permintaan Dinda
30 Bab 30. Dimanfaatkan?
31 Bab 31. Berangkat
32 Bab 32. Tiba di Ibu Kota
33 Bab 33. Sambutan Hangat
34 Bab 34. Pencuri?
35 Bab 35. Salah Duga
36 Bab 36. Ndoro Putri
37 Bab 37. Kopi Pas di Hati
38 Bab 38. Guru Geografi
39 Bab 39. Protes Erlan
40 Bab 40. Kebohongan Bayu
41 Bab 41. Pingsan
42 Bab 42. Dendam Pribadi?
43 Bab 43. Menguping
44 Bab 44. Celah Bagi Bayu
45 Bab 45. Meragu
46 Bab 46. Maukah?
47 Bab 47. Licik
48 Bab 48. Kesiangan
49 Bab 49. Detak Jantung
50 Bab 50. Lah Kok Ngamuk?
51 Bab 51. Sah
52 Bab 52. Siap-siap
53 Bab 53. Tidak Terasa
54 Bab 54. Pamit
55 Bab 55. Merenungi
56 Bab 56. Drama King
57 Bab 57. Palsu
58 Bab 58. Disiram
59 Bab 59. Tak Dihargai
60 Bab 60. Membangkang
61 Bab 61. Party
62 Bab 62. Angin Surga
63 Bab 63. Dingin
64 Bab 64. Nggak Jadi
65 Bab 65. Tiket Honeymoon
66 Bab 66. Tiga Ratus Ribu
67 Bab 67. Sertifikat
68 Bab 68. Bekas Milik Siapa?
69 Bab 69. Bertemu Calon Besan
70 Bab 70. Semakin Terkesima
71 Bab 71. Liburan ke Eropa
72 Bab 72. Hanyut
73 Bab 73. Sedang Tidak Berhasrat
74 Bab 74. Rencana Menikah
75 Bab 75. Renternir
76 Bab 76. Semakin Lancar
77 Bab 77. Berangkat Liburan
78 Bab 78. Apes
79 Bab 79. Menyusul
80 Bab 80. Mengintai
81 Bab 81. Kita Lihat Nanti
82 Bab 82. O O Kamu Ketahuan
83 Bab 83. Bukan Istriku Lagi
84 Bab 84. Alasan
85 Bab 85. Rencana Pulang
86 Bab 86. Persiapan
87 Bab 87. Tiba di Kampung Halaman
88 Bab 88. Teman Lama
89 Bab 89. Perlahan Terkuak
90 Bab 90. Cerita Sebenarnya
91 Bab 91. Memasang Badan
92 Bab 92. Aku Sudah Siap
93 Bab 93. Apa Kabar Mas Bayu?
94 Bab 94. Atiku Tatag
95 Bab 95. Kembali Miskin Lagi?
96 Bab 96. Keluar dari Istana
97 Rilis Novel Baru..
98 Bab 97. Salah Alamat?
99 Bab 98. Terapi
100 Bab 99. Para Preman
101 Bab 100. Tuan Erlan?
102 Bab 101. Kembali ke Tangan
103 Bab 102. Jadilah Istriku
104 Bab 103. Resmi Menjadi Sepasang Suami-Istri
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1. Pernikahan
2
Bab 2. Ibu Mertua
3
Bab 3. Salah Di Mata Mertua
4
Bab 4. Malam Panjang
5
Bab 5. Salah Lagi
6
Bab 6. Merasa Tersaingi
7
Bab 7. Hari-Hari Indah
8
Bab 8. Hidup Yang Sempurna
9
Bab 9. Doa Seorang Istri
10
Bab 10. Kabar dari Pimpinan
11
Bab 11. Bertemu Teman Lama
12
Bab 12. Mabuk
13
Bab 13. Menguatkan
14
Bab 14. Solusi
15
Bab 15. Kegelisahan Sonya
16
Bab 16. Ikut Hancur
17
Bab 17. Terkejut
18
Bab 18. Kemalangan Yang Bertubi-tubi
19
Bab 19. Pembawa Sial
20
Bab 20. Kepedihan Hati
21
Bab 21. Niat Terselubung
22
Bab 22. Memaafkan
23
Bab 23. Sadar Ditipu
24
Bab 24. Apes Lagi
25
Bab 25. Semakin Tak Mengenali
26
Bab 26. Di Belahan Kota Jakarta
27
Bab 27. Sebuah Tawaran
28
Bab 28. Bertandang
29
Bab 29. Permintaan Dinda
30
Bab 30. Dimanfaatkan?
31
Bab 31. Berangkat
32
Bab 32. Tiba di Ibu Kota
33
Bab 33. Sambutan Hangat
34
Bab 34. Pencuri?
35
Bab 35. Salah Duga
36
Bab 36. Ndoro Putri
37
Bab 37. Kopi Pas di Hati
38
Bab 38. Guru Geografi
39
Bab 39. Protes Erlan
40
Bab 40. Kebohongan Bayu
41
Bab 41. Pingsan
42
Bab 42. Dendam Pribadi?
43
Bab 43. Menguping
44
Bab 44. Celah Bagi Bayu
45
Bab 45. Meragu
46
Bab 46. Maukah?
47
Bab 47. Licik
48
Bab 48. Kesiangan
49
Bab 49. Detak Jantung
50
Bab 50. Lah Kok Ngamuk?
51
Bab 51. Sah
52
Bab 52. Siap-siap
53
Bab 53. Tidak Terasa
54
Bab 54. Pamit
55
Bab 55. Merenungi
56
Bab 56. Drama King
57
Bab 57. Palsu
58
Bab 58. Disiram
59
Bab 59. Tak Dihargai
60
Bab 60. Membangkang
61
Bab 61. Party
62
Bab 62. Angin Surga
63
Bab 63. Dingin
64
Bab 64. Nggak Jadi
65
Bab 65. Tiket Honeymoon
66
Bab 66. Tiga Ratus Ribu
67
Bab 67. Sertifikat
68
Bab 68. Bekas Milik Siapa?
69
Bab 69. Bertemu Calon Besan
70
Bab 70. Semakin Terkesima
71
Bab 71. Liburan ke Eropa
72
Bab 72. Hanyut
73
Bab 73. Sedang Tidak Berhasrat
74
Bab 74. Rencana Menikah
75
Bab 75. Renternir
76
Bab 76. Semakin Lancar
77
Bab 77. Berangkat Liburan
78
Bab 78. Apes
79
Bab 79. Menyusul
80
Bab 80. Mengintai
81
Bab 81. Kita Lihat Nanti
82
Bab 82. O O Kamu Ketahuan
83
Bab 83. Bukan Istriku Lagi
84
Bab 84. Alasan
85
Bab 85. Rencana Pulang
86
Bab 86. Persiapan
87
Bab 87. Tiba di Kampung Halaman
88
Bab 88. Teman Lama
89
Bab 89. Perlahan Terkuak
90
Bab 90. Cerita Sebenarnya
91
Bab 91. Memasang Badan
92
Bab 92. Aku Sudah Siap
93
Bab 93. Apa Kabar Mas Bayu?
94
Bab 94. Atiku Tatag
95
Bab 95. Kembali Miskin Lagi?
96
Bab 96. Keluar dari Istana
97
Rilis Novel Baru..
98
Bab 97. Salah Alamat?
99
Bab 98. Terapi
100
Bab 99. Para Preman
101
Bab 100. Tuan Erlan?
102
Bab 101. Kembali ke Tangan
103
Bab 102. Jadilah Istriku
104
Bab 103. Resmi Menjadi Sepasang Suami-Istri

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!