Bab 6. Merasa Tersaingi

Sonya ... wanita paruh baya itu terlihat mondar-mandir di dalam kamar. Selepas berbincang sedikit dengan sang menantu di halaman belakang justru membuat hatinya serasa tidak nyaman. Entah, faktor apa yang membuatnya begitu tidak senang dengan keberadaan Dinda. Namun, ketika melihat sang putra begitu perhatian dengan sang istri seakan membuat rasa cemburu itu kian merajai hati.

"Sepertinya, putraku benar-benar mencintai Dinda. Dan mengapa sifatnya tidak sama dengan sifat ayahnya. Selama aku menjadi istri, aku sama sekali tidak pernah diperlakukan semanis itu oleh suamiku."

Memori Sonya berkelana jauh ke masa yang telah lalu di saat ia untuk pertama kali menjalani kehidupan berumah tangga bersama sang suami. Sifat dan sikap sang suami benar-benar berbanding terbalik dengan sifat yang dimiliki oleh Bayu.

"Hah ... jangankan membuatkan sarapan setelah malam pertama, mengucapkan rasa terima kasih karena sudah aku layani saja tidak pernah ia lakukan."

Sonya membuang napas kasar sembari bermonolog lirih. Melihat sang menantu diperlakukan begitu istimewa oleh Bayu, seakan membuat rasa iri dan dengkinya kian memuncak. Rupanya masa-masa pengantin baru yang dulu pernah ia lewati, tidak semanis dan seindah masa-masa pengantin baru sang menantu. Hal itulah yang membuatnya semakin gerah dan kepanasan jika melihat kemesraan anak dan menantunya.

"Hmmmm .. ingin rasanya aku berlama-lama untuk tinggal di sini, namun sepertinya aku tidak sanggup jika harus melihat kemesraan mereka. Harga diriku seakan diinjak-injak oleh perempuan itu karena dia bisa begitu dicintai oleh putraku."

Sonya berjalan ke arah lemari pakaian. Ia raih sebuah travel bag berwarna navi dan mulai ia kemasi pakaiannya. Wanita paruh baya itu memutuskan untuk pulang ke kediamannya.

***

"Loh Ibu mau kemana?"

Bayu yang masih berkutat dengan gawai di tangannya, seketika ia letakkan benda pipih itu di atas meja. Setelahnya, ia menghampiri sang ibu yang terlihat sedang menuruni anak tangga dengan membawa travel bag di tangannya.

"Ibu mau pulang ke rumah Bay," jawab Sonya singkat seraya menuju ke arah sofa. Dan ia pun mendaratkan bokongnya di atas sana.

Dinda yang kebetulan tengah melintas di area ruang tengah, ikut menghampiri di mana sang suami dan sang mertua berada. Nampaknya ia juga penasaran tentang apa yang akan dilakukan oleh ibu mertuanya ini. Yang terlihat begitu kesusahan membawa travel bag miliknya.

"Pulang? Mengapa tergesa-gesa Bu?"

Bayu menatap penuh tanya wajah sang ibu dengan kernyitan di dahinya. Ia merasa sangat aneh karena tidak ada angin dan tidak ada hujan, tiba-tiba sang ibu memutuskan untuk pulang. Padahal sebelumnya, ia merasa bahwa Sonya begitu nyaman dan betah tinggal di sini.

Sonya menatap sinis ke arah Dinda yang saat itu juga sedang diliputi oleh pertanyaan akan keputusan Sonya yang serba tiba-tiba ini. Meskipun sebelumnya ia sempat berdoa agar sang ibu mertua bersegera pulang ke rumah, namun melihat Sonya serba tergesa-gesa seperti ini membuatnya begitu penasaran tentang hal apa yang mendasarinya. Dan sepertinya tidak ada yang bisa menjawab selain Sonya sendiri.

"Tidak, sama sekali tidak tergesa-gesa. Ibu rasa lebih cepat Ibu pulang ke rumah akan semakin bagus untuk kalian. Ya, barangkali keberadaan Ibu justru akan mengganggu kemesraan kalian."

"Ahahaha ya ampun Bu..." kekeh Bayu seakan tiada mampu untuk menahan tawa. "Ibu ini seperti tidak pernah muda saja. Untuk pengantin baru kemesraan yang Bayu perlihatkan di depan Dinda juga merupakan kewajaran kan Bu? Jadi Ibu tidak perlu merasa menjadi pengganggu."

"Ya, ya, ya ... terserah apa katamu saja Bay, yang pasti Ibu ingin pulang sekarang."

"Ibu serius untuk pulang sekarang?" Bayu bertanya sekali lagi untuk memastikan.

"Iya Bay. Apa travel bag ini belum cukup menjadi bukti bahwa Ibu akan pulang sekarang? Sudahlah, sekarang kamu siapkan mobil dan antar Ibu pulang ke rumah."

Bayu menghela napas panjang untuk kemudian ia hembuskan perlahan. Rasanya, ia sudah tidak memiliki senjata ataupun alasan menahan sang ibu untuk tetap tinggal di rumah ini. Meskipun tidak selamanya, setidaknya untuk dua atau satu minggu ke depan.

"Baiklah Bu, aku siapkan terlebih dahulu mobilnya."

Bayu mengayunkan tungkai kakinya untuk menuju garasi. Namun kala melintas di hadapan Dinda, sejenak ia hentikan langkah kakinya. Ia tarik lengan tangan Dinda untuk kemudian ia bawa tubuh istrinya ini ke dalam dekapannya.

"Sayang, aku pergi mengantar Ibu dulu ya. Kamu di rumah sendirian tidak apa-apa kan?"

"Iya Mas, aku tidak apa-apa kok. Kamu hati-hati di jalan ya Mas. Pelan-pelan saja bawa mobilnya," ucap Dinda memberikan sebuah petuah.

"Kamu tenang saja Sayang. Aku akan selalu mengingat apa yang kamu ucapkan."

Tanpa merasa canggung ataupun malu-malu kucing, Bayu mencium lembut kening, pipi dan bibir Dinda. Sonya yang melihat secara langsung adegan itu tepat di depan matanya membuat darahnya seakan kian mendidih sampai ke ubun-ubun. Ia tidak menyangka bahwa masa-masa pengantin baru yang pernah ia jalani bersama sang suami tidak seindah yang dijalani oleh Dinda. Wanita itu benar-benar merasa tersaingi.

Dinda mendekat ke arah Sonya setelah Bayu melenggang pergi untuk menuju garasi. Ia bermaksud untuk menyalami sang ibu mertua sebagai bentuk rasa hormat dan sebagai salam perpisahan. Namun, betapa terkejutnya Dinda ketika sang ibu mertua sama sekali tidak menyambut uluran tangannya. Ia menampik telapak tangan Dinda dan tersenyum sinis ke arah menantunya ini.

"Ingat, kalau sampai putraku kurus ataupun kekurangan gizi karena tidak kamu rawat dengan baik, aku tidak akan segan untuk membuat kalian bercerai. Ingat itu baik-baik Dinda!"

Tanpa basa-basi, Sonya pergi dari hadapan Dinda. Ia bahkan tidak menyadari bahwa ucapan yang keluar dari mulutnya ini bagaikan belati, yang menancap tepat di dasar hati milik Dinda. Dinda hanya bisa tersenyum getir dengan setetes kristal bening yang sudah jatuh dari pelupuk mata.

Tuhan .... semoga aku senantiasa kuat untuk menghadapi dan menjalani ujian rumah tangga seperti apa yang akan aku lalui di depan nanti.

Tubuh Dinda hanya terpaku dan membeku di balik jendela. Dari tempat ini, ia melihat mobil yang dikemudikan oleh sang suami perlahan mulai menghilang dari pandangan.

.

.

. bersambung.

Terpopuler

Comments

Rumini Parto Sentono

Rumini Parto Sentono

tajam amat tuh omongan mertua.....

2022-07-29

0

Lia Yulia

Lia Yulia

waduh....kurus dan kurang gizi??😲😲😲khawatir boleh Ibu...tp jangan keterlaluan begitu😤ini istrinya lho bukan pembantunya...pedes banget ngomongnya😅

2022-07-23

0

Lia Yulia

Lia Yulia

ooooo...jd hal ini yg bikin masalah rupanya🤔🤔🤔

2022-07-23

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pernikahan
2 Bab 2. Ibu Mertua
3 Bab 3. Salah Di Mata Mertua
4 Bab 4. Malam Panjang
5 Bab 5. Salah Lagi
6 Bab 6. Merasa Tersaingi
7 Bab 7. Hari-Hari Indah
8 Bab 8. Hidup Yang Sempurna
9 Bab 9. Doa Seorang Istri
10 Bab 10. Kabar dari Pimpinan
11 Bab 11. Bertemu Teman Lama
12 Bab 12. Mabuk
13 Bab 13. Menguatkan
14 Bab 14. Solusi
15 Bab 15. Kegelisahan Sonya
16 Bab 16. Ikut Hancur
17 Bab 17. Terkejut
18 Bab 18. Kemalangan Yang Bertubi-tubi
19 Bab 19. Pembawa Sial
20 Bab 20. Kepedihan Hati
21 Bab 21. Niat Terselubung
22 Bab 22. Memaafkan
23 Bab 23. Sadar Ditipu
24 Bab 24. Apes Lagi
25 Bab 25. Semakin Tak Mengenali
26 Bab 26. Di Belahan Kota Jakarta
27 Bab 27. Sebuah Tawaran
28 Bab 28. Bertandang
29 Bab 29. Permintaan Dinda
30 Bab 30. Dimanfaatkan?
31 Bab 31. Berangkat
32 Bab 32. Tiba di Ibu Kota
33 Bab 33. Sambutan Hangat
34 Bab 34. Pencuri?
35 Bab 35. Salah Duga
36 Bab 36. Ndoro Putri
37 Bab 37. Kopi Pas di Hati
38 Bab 38. Guru Geografi
39 Bab 39. Protes Erlan
40 Bab 40. Kebohongan Bayu
41 Bab 41. Pingsan
42 Bab 42. Dendam Pribadi?
43 Bab 43. Menguping
44 Bab 44. Celah Bagi Bayu
45 Bab 45. Meragu
46 Bab 46. Maukah?
47 Bab 47. Licik
48 Bab 48. Kesiangan
49 Bab 49. Detak Jantung
50 Bab 50. Lah Kok Ngamuk?
51 Bab 51. Sah
52 Bab 52. Siap-siap
53 Bab 53. Tidak Terasa
54 Bab 54. Pamit
55 Bab 55. Merenungi
56 Bab 56. Drama King
57 Bab 57. Palsu
58 Bab 58. Disiram
59 Bab 59. Tak Dihargai
60 Bab 60. Membangkang
61 Bab 61. Party
62 Bab 62. Angin Surga
63 Bab 63. Dingin
64 Bab 64. Nggak Jadi
65 Bab 65. Tiket Honeymoon
66 Bab 66. Tiga Ratus Ribu
67 Bab 67. Sertifikat
68 Bab 68. Bekas Milik Siapa?
69 Bab 69. Bertemu Calon Besan
70 Bab 70. Semakin Terkesima
71 Bab 71. Liburan ke Eropa
72 Bab 72. Hanyut
73 Bab 73. Sedang Tidak Berhasrat
74 Bab 74. Rencana Menikah
75 Bab 75. Renternir
76 Bab 76. Semakin Lancar
77 Bab 77. Berangkat Liburan
78 Bab 78. Apes
79 Bab 79. Menyusul
80 Bab 80. Mengintai
81 Bab 81. Kita Lihat Nanti
82 Bab 82. O O Kamu Ketahuan
83 Bab 83. Bukan Istriku Lagi
84 Bab 84. Alasan
85 Bab 85. Rencana Pulang
86 Bab 86. Persiapan
87 Bab 87. Tiba di Kampung Halaman
88 Bab 88. Teman Lama
89 Bab 89. Perlahan Terkuak
90 Bab 90. Cerita Sebenarnya
91 Bab 91. Memasang Badan
92 Bab 92. Aku Sudah Siap
93 Bab 93. Apa Kabar Mas Bayu?
94 Bab 94. Atiku Tatag
95 Bab 95. Kembali Miskin Lagi?
96 Bab 96. Keluar dari Istana
97 Rilis Novel Baru..
98 Bab 97. Salah Alamat?
99 Bab 98. Terapi
100 Bab 99. Para Preman
101 Bab 100. Tuan Erlan?
102 Bab 101. Kembali ke Tangan
103 Bab 102. Jadilah Istriku
104 Bab 103. Resmi Menjadi Sepasang Suami-Istri
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1. Pernikahan
2
Bab 2. Ibu Mertua
3
Bab 3. Salah Di Mata Mertua
4
Bab 4. Malam Panjang
5
Bab 5. Salah Lagi
6
Bab 6. Merasa Tersaingi
7
Bab 7. Hari-Hari Indah
8
Bab 8. Hidup Yang Sempurna
9
Bab 9. Doa Seorang Istri
10
Bab 10. Kabar dari Pimpinan
11
Bab 11. Bertemu Teman Lama
12
Bab 12. Mabuk
13
Bab 13. Menguatkan
14
Bab 14. Solusi
15
Bab 15. Kegelisahan Sonya
16
Bab 16. Ikut Hancur
17
Bab 17. Terkejut
18
Bab 18. Kemalangan Yang Bertubi-tubi
19
Bab 19. Pembawa Sial
20
Bab 20. Kepedihan Hati
21
Bab 21. Niat Terselubung
22
Bab 22. Memaafkan
23
Bab 23. Sadar Ditipu
24
Bab 24. Apes Lagi
25
Bab 25. Semakin Tak Mengenali
26
Bab 26. Di Belahan Kota Jakarta
27
Bab 27. Sebuah Tawaran
28
Bab 28. Bertandang
29
Bab 29. Permintaan Dinda
30
Bab 30. Dimanfaatkan?
31
Bab 31. Berangkat
32
Bab 32. Tiba di Ibu Kota
33
Bab 33. Sambutan Hangat
34
Bab 34. Pencuri?
35
Bab 35. Salah Duga
36
Bab 36. Ndoro Putri
37
Bab 37. Kopi Pas di Hati
38
Bab 38. Guru Geografi
39
Bab 39. Protes Erlan
40
Bab 40. Kebohongan Bayu
41
Bab 41. Pingsan
42
Bab 42. Dendam Pribadi?
43
Bab 43. Menguping
44
Bab 44. Celah Bagi Bayu
45
Bab 45. Meragu
46
Bab 46. Maukah?
47
Bab 47. Licik
48
Bab 48. Kesiangan
49
Bab 49. Detak Jantung
50
Bab 50. Lah Kok Ngamuk?
51
Bab 51. Sah
52
Bab 52. Siap-siap
53
Bab 53. Tidak Terasa
54
Bab 54. Pamit
55
Bab 55. Merenungi
56
Bab 56. Drama King
57
Bab 57. Palsu
58
Bab 58. Disiram
59
Bab 59. Tak Dihargai
60
Bab 60. Membangkang
61
Bab 61. Party
62
Bab 62. Angin Surga
63
Bab 63. Dingin
64
Bab 64. Nggak Jadi
65
Bab 65. Tiket Honeymoon
66
Bab 66. Tiga Ratus Ribu
67
Bab 67. Sertifikat
68
Bab 68. Bekas Milik Siapa?
69
Bab 69. Bertemu Calon Besan
70
Bab 70. Semakin Terkesima
71
Bab 71. Liburan ke Eropa
72
Bab 72. Hanyut
73
Bab 73. Sedang Tidak Berhasrat
74
Bab 74. Rencana Menikah
75
Bab 75. Renternir
76
Bab 76. Semakin Lancar
77
Bab 77. Berangkat Liburan
78
Bab 78. Apes
79
Bab 79. Menyusul
80
Bab 80. Mengintai
81
Bab 81. Kita Lihat Nanti
82
Bab 82. O O Kamu Ketahuan
83
Bab 83. Bukan Istriku Lagi
84
Bab 84. Alasan
85
Bab 85. Rencana Pulang
86
Bab 86. Persiapan
87
Bab 87. Tiba di Kampung Halaman
88
Bab 88. Teman Lama
89
Bab 89. Perlahan Terkuak
90
Bab 90. Cerita Sebenarnya
91
Bab 91. Memasang Badan
92
Bab 92. Aku Sudah Siap
93
Bab 93. Apa Kabar Mas Bayu?
94
Bab 94. Atiku Tatag
95
Bab 95. Kembali Miskin Lagi?
96
Bab 96. Keluar dari Istana
97
Rilis Novel Baru..
98
Bab 97. Salah Alamat?
99
Bab 98. Terapi
100
Bab 99. Para Preman
101
Bab 100. Tuan Erlan?
102
Bab 101. Kembali ke Tangan
103
Bab 102. Jadilah Istriku
104
Bab 103. Resmi Menjadi Sepasang Suami-Istri

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!