Bab 13. Menguatkan

Sup jamur dengan kaldu ayam kampung telah matang. Aromanya yang khas mulai menyeruak, memenuhi indera penciuman, membuat sensasi rasa nikmat kian terasa. Dengan perlahan, Dinda memindahkan sup jamur itu ke dalam sebuah mangkuk dan siap untuk ia bawa ke dalam kamar pribadinya.

Anak-anak sinar mentari mulai masuk ke dalam kamar melalui celah-celah jendela. Suasana yang sebelumnya dibalut oleh suasana gelap, kini berganti terang benderang dengan adanya sinar keemasan dari sang raja siang. Dinda meletakkan sup itu di atas nakas dan mendaratkan bokongnya di tepian ranjang.

Tatapan mata wanita itu tidak lepas dari sosok lelaki yang sejak semalam larut dalam lelapnya. Wajah yang kacau dan sayu seakan membuat Dinda tiada tega untuk berlama-lama untuk menatapnya. Hingga pagi ini pun ia belum paham akan apa yang sebenarnya telah terjadi.

Dinda terhenyak kala samar tubuh Bayu sedikit bergeliyat. Buru-buru ia menepuk-nepuk pundak sang suami berupaya untuk membangunkannya.

"Mas ... Mas ... bangun Mas!"

Dinda sedikit menggoyangkan tubuh Bayu, diiringi dengan bola mata lelaki itu yang bergerak-gerak meski kelopaknya masih tertutup. Ia mengerjap dan sejenak kemudian sepasang dua bola matanya terbuka sempurna.

"Aaaahhhh ...!" pekik Bayu seraya memijit-mijit pelipisnya kala rasa pening itu mulai terasa menghujam kepala. Bak ditusuk oleh ribuan jarum, lelaki itu nampak begitu kesakitan.

"Mari Mas, aku bantu untuk bersandar di head board ranjang!"

Dengan penuh kehati-hatian Dinda membantu sang suami untuk sedikit menggeser tubuhnya. Bersandar di head board ranjang untuk membuat tubuh suaminya ini lebih rileks. Tanpa banyak berucap, lelaki itu menuruti apa yang dilakukan oleh sang istri.

Suasana hening semakin terasa ketika Bayu hanya terdiam seribu bahasa. Tatapan matanya nampak menerawang dan tiada fokus akan satu titik.

"Mas, makan dulu ya. Sudah aku masakkan sup jamur kesukaanmu." Dinda meraih satu mangkuk sup jamur yang barada di atas nakas dan siap untuk menyuapi sang suami. "Ayo Mas, buka mulutnya. Dari kemarin kamu belum makan bukan? Sekarang makan dulu, biar kekuatan tubuhmu kembali pulih."

Tanpa mengalihkan pandangannya dari arah luar jendela, Bayu mulai membuka mulut. Perlahan, ia mengunyah menu makanan yang masuk ke dalam mulutnya.

"Mas .... tolong jangan seperti ini. Sebenarnya apa yang sedang kamu alami Mas? Mengapa semalam kamu pulang dalam keadaan kacau?"

Dinda seakan tidak sabar untuk mengetahui apa yang terjadi pada Bayu. Pulang dalam keadaan mabuk dan keadaan kacau yang sama sekali bukan seperti sosok lelaki yang selama ini ia kenal. Oleh karenanya, Dinda mulai mencecar sang suami dengan pertanyaan yang bertubi-tubi.

Bayu menggeser pandangannya. Ia yang sebelumnya menatap lekat ke arah luar jendela kini, ia tatap sosok sang istri yang duduk di hadapannya ini.

"Pabrik tutup, aku dan karyawan lainnya diberhentikan, aku sudah tidak lagi menjadi kepala cabang, rumah dan semua fasilitas dari kantor akan ditarik kembali. Aku pengangguran sekarang Din. Aku akan jatuh miskin. Aaarrrggggghhhh!!!"

Bayu kembali berteriak histeris sembari mengacak rambutnya kasar. Kehilangan pekerjaan sungguh membuat lelaki itu seakan menjadi sosok suami yang tidak memiliki pegangan hidup. Karena baginya, harga diri seorang laki-laki itu bekerja bukan untuk berongkang-ongkang kaki.

"Astaghfirullahal 'adziim," lirih Dinda.

Tubuh Dinda terpaku dan membeku kala mendengar tiap kata yang terlisan dari bibir Bayu. Mendadak, wanita itu tidak mampu untuk berucap sepatah katapun karena lidahnya serasa begitu kelu. Kabar yang dibawa oleh sang suami, semakin membuat hatinya terasa begitu pilu.

"Aku sekarang menjadi lelaki yang tidak berguna Din. Aku pengangguran. Aku tidak punya harga diri!"

Lagi, Bayu meracau yang justru semakin membuat jantung Dinda berdenyut nyeri. Wanita itu paham betul akan apa yang tengah dirasakan oleh Bayu. Meski hati dan juga jiwanya ikut terkoyak dengan kabar buruk yang dibawa oleh Bayu, namun ia mencoba untuk tetap bisa berpikir tenang. Ia tidak boleh berbuat sesuatu yang justru semakin membuat jiwa sang suami down.

Dinda menyeka air mata yang mulai jatuh dari bangkainya. Ia memaksakan diri untuk tersenyum meski senyum itu juga nampak begitu getir. Ia meraih telapak tangan Bayu dan menggenggamnya dengan erat.

"Sabar ya Mas. Ini merupakan salah satu ujian di dalam pernikahan kita. Mas Bayu harus sabar. Aku yakin, mas Bayu bisa segera mendapatkan ganti pekerjaan."

"Pekerjaan apa Din? Pekerjaan apa yang jauh lebih menjanjikan selain pekerjaanku saat ini? Di pabrik ini aku mendapatkan penghasilan yang lebih besar dari pekerjaan yang lainnya."

Sorot mata Bayu semakin tajam menatap wajah Dinda. Seakan memberi sebuah isyarat bahwa lelaki itu tidak bisa menerima keadaan dengan hidup yang serba kekurangan. Ia menganggap bahwa hanya pekerjaannya inilah yang mampu untuk menopang semua kebutuhan hidupnya.

Dinda kembali mengulas senyum. Kala sang suami sedang berada dalam kondisi seperti ini, ia harus bisa menjadi sosok penenang dan penyejuk hati.

"Mas ... aku tidak peduli berapa banyak gaji yang kamu dapatkan. Entah itu besar maupun kecil akan senantiasa aku terima dengan hati yang ikhlas. Aku tidak menuntut apapun darimu Mas. Besar ataupun kecil, yang terpenting Allah memberikan berkahNya untuk kehidupan kita."

Dinda berharap ucapannya ini bisa sedikit menjadi tetesan embun yang menyejukkan hati sang suami yang tengah panas. Namun ternyata, ia salah besar. Bayu menggelengkan kepala sembari melempar bantal juga guling.

"Tidak, tidak. Aku tidak bisa menerima ini semua. Aku tidak ingin hidup miskin!!"

Prang ... prang .... pranggg!!!!!

.

. bersambung...

Terpopuler

Comments

Rumini Parto Sentono

Rumini Parto Sentono

sabar ya Dinda menghadapi suami yang temperamen dan mertua yang judes.

2022-07-29

0

☠ᵏᵋᶜᶟբɾҽҽթαlҽsԵíղαKᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ

☠ᵏᵋᶜᶟբɾҽҽթαlҽsԵíղαKᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ

bay2 harta tuh hanya titipan harusnya km bersyukur disaat terpuruk msh ada support dr istri yg bs menerima km apa adanya😕

2022-07-23

3

Rona Jingga

Rona Jingga

lemah banget sih kamu Bay😪

2022-07-20

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pernikahan
2 Bab 2. Ibu Mertua
3 Bab 3. Salah Di Mata Mertua
4 Bab 4. Malam Panjang
5 Bab 5. Salah Lagi
6 Bab 6. Merasa Tersaingi
7 Bab 7. Hari-Hari Indah
8 Bab 8. Hidup Yang Sempurna
9 Bab 9. Doa Seorang Istri
10 Bab 10. Kabar dari Pimpinan
11 Bab 11. Bertemu Teman Lama
12 Bab 12. Mabuk
13 Bab 13. Menguatkan
14 Bab 14. Solusi
15 Bab 15. Kegelisahan Sonya
16 Bab 16. Ikut Hancur
17 Bab 17. Terkejut
18 Bab 18. Kemalangan Yang Bertubi-tubi
19 Bab 19. Pembawa Sial
20 Bab 20. Kepedihan Hati
21 Bab 21. Niat Terselubung
22 Bab 22. Memaafkan
23 Bab 23. Sadar Ditipu
24 Bab 24. Apes Lagi
25 Bab 25. Semakin Tak Mengenali
26 Bab 26. Di Belahan Kota Jakarta
27 Bab 27. Sebuah Tawaran
28 Bab 28. Bertandang
29 Bab 29. Permintaan Dinda
30 Bab 30. Dimanfaatkan?
31 Bab 31. Berangkat
32 Bab 32. Tiba di Ibu Kota
33 Bab 33. Sambutan Hangat
34 Bab 34. Pencuri?
35 Bab 35. Salah Duga
36 Bab 36. Ndoro Putri
37 Bab 37. Kopi Pas di Hati
38 Bab 38. Guru Geografi
39 Bab 39. Protes Erlan
40 Bab 40. Kebohongan Bayu
41 Bab 41. Pingsan
42 Bab 42. Dendam Pribadi?
43 Bab 43. Menguping
44 Bab 44. Celah Bagi Bayu
45 Bab 45. Meragu
46 Bab 46. Maukah?
47 Bab 47. Licik
48 Bab 48. Kesiangan
49 Bab 49. Detak Jantung
50 Bab 50. Lah Kok Ngamuk?
51 Bab 51. Sah
52 Bab 52. Siap-siap
53 Bab 53. Tidak Terasa
54 Bab 54. Pamit
55 Bab 55. Merenungi
56 Bab 56. Drama King
57 Bab 57. Palsu
58 Bab 58. Disiram
59 Bab 59. Tak Dihargai
60 Bab 60. Membangkang
61 Bab 61. Party
62 Bab 62. Angin Surga
63 Bab 63. Dingin
64 Bab 64. Nggak Jadi
65 Bab 65. Tiket Honeymoon
66 Bab 66. Tiga Ratus Ribu
67 Bab 67. Sertifikat
68 Bab 68. Bekas Milik Siapa?
69 Bab 69. Bertemu Calon Besan
70 Bab 70. Semakin Terkesima
71 Bab 71. Liburan ke Eropa
72 Bab 72. Hanyut
73 Bab 73. Sedang Tidak Berhasrat
74 Bab 74. Rencana Menikah
75 Bab 75. Renternir
76 Bab 76. Semakin Lancar
77 Bab 77. Berangkat Liburan
78 Bab 78. Apes
79 Bab 79. Menyusul
80 Bab 80. Mengintai
81 Bab 81. Kita Lihat Nanti
82 Bab 82. O O Kamu Ketahuan
83 Bab 83. Bukan Istriku Lagi
84 Bab 84. Alasan
85 Bab 85. Rencana Pulang
86 Bab 86. Persiapan
87 Bab 87. Tiba di Kampung Halaman
88 Bab 88. Teman Lama
89 Bab 89. Perlahan Terkuak
90 Bab 90. Cerita Sebenarnya
91 Bab 91. Memasang Badan
92 Bab 92. Aku Sudah Siap
93 Bab 93. Apa Kabar Mas Bayu?
94 Bab 94. Atiku Tatag
95 Bab 95. Kembali Miskin Lagi?
96 Bab 96. Keluar dari Istana
97 Rilis Novel Baru..
98 Bab 97. Salah Alamat?
99 Bab 98. Terapi
100 Bab 99. Para Preman
101 Bab 100. Tuan Erlan?
102 Bab 101. Kembali ke Tangan
103 Bab 102. Jadilah Istriku
104 Bab 103. Resmi Menjadi Sepasang Suami-Istri
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1. Pernikahan
2
Bab 2. Ibu Mertua
3
Bab 3. Salah Di Mata Mertua
4
Bab 4. Malam Panjang
5
Bab 5. Salah Lagi
6
Bab 6. Merasa Tersaingi
7
Bab 7. Hari-Hari Indah
8
Bab 8. Hidup Yang Sempurna
9
Bab 9. Doa Seorang Istri
10
Bab 10. Kabar dari Pimpinan
11
Bab 11. Bertemu Teman Lama
12
Bab 12. Mabuk
13
Bab 13. Menguatkan
14
Bab 14. Solusi
15
Bab 15. Kegelisahan Sonya
16
Bab 16. Ikut Hancur
17
Bab 17. Terkejut
18
Bab 18. Kemalangan Yang Bertubi-tubi
19
Bab 19. Pembawa Sial
20
Bab 20. Kepedihan Hati
21
Bab 21. Niat Terselubung
22
Bab 22. Memaafkan
23
Bab 23. Sadar Ditipu
24
Bab 24. Apes Lagi
25
Bab 25. Semakin Tak Mengenali
26
Bab 26. Di Belahan Kota Jakarta
27
Bab 27. Sebuah Tawaran
28
Bab 28. Bertandang
29
Bab 29. Permintaan Dinda
30
Bab 30. Dimanfaatkan?
31
Bab 31. Berangkat
32
Bab 32. Tiba di Ibu Kota
33
Bab 33. Sambutan Hangat
34
Bab 34. Pencuri?
35
Bab 35. Salah Duga
36
Bab 36. Ndoro Putri
37
Bab 37. Kopi Pas di Hati
38
Bab 38. Guru Geografi
39
Bab 39. Protes Erlan
40
Bab 40. Kebohongan Bayu
41
Bab 41. Pingsan
42
Bab 42. Dendam Pribadi?
43
Bab 43. Menguping
44
Bab 44. Celah Bagi Bayu
45
Bab 45. Meragu
46
Bab 46. Maukah?
47
Bab 47. Licik
48
Bab 48. Kesiangan
49
Bab 49. Detak Jantung
50
Bab 50. Lah Kok Ngamuk?
51
Bab 51. Sah
52
Bab 52. Siap-siap
53
Bab 53. Tidak Terasa
54
Bab 54. Pamit
55
Bab 55. Merenungi
56
Bab 56. Drama King
57
Bab 57. Palsu
58
Bab 58. Disiram
59
Bab 59. Tak Dihargai
60
Bab 60. Membangkang
61
Bab 61. Party
62
Bab 62. Angin Surga
63
Bab 63. Dingin
64
Bab 64. Nggak Jadi
65
Bab 65. Tiket Honeymoon
66
Bab 66. Tiga Ratus Ribu
67
Bab 67. Sertifikat
68
Bab 68. Bekas Milik Siapa?
69
Bab 69. Bertemu Calon Besan
70
Bab 70. Semakin Terkesima
71
Bab 71. Liburan ke Eropa
72
Bab 72. Hanyut
73
Bab 73. Sedang Tidak Berhasrat
74
Bab 74. Rencana Menikah
75
Bab 75. Renternir
76
Bab 76. Semakin Lancar
77
Bab 77. Berangkat Liburan
78
Bab 78. Apes
79
Bab 79. Menyusul
80
Bab 80. Mengintai
81
Bab 81. Kita Lihat Nanti
82
Bab 82. O O Kamu Ketahuan
83
Bab 83. Bukan Istriku Lagi
84
Bab 84. Alasan
85
Bab 85. Rencana Pulang
86
Bab 86. Persiapan
87
Bab 87. Tiba di Kampung Halaman
88
Bab 88. Teman Lama
89
Bab 89. Perlahan Terkuak
90
Bab 90. Cerita Sebenarnya
91
Bab 91. Memasang Badan
92
Bab 92. Aku Sudah Siap
93
Bab 93. Apa Kabar Mas Bayu?
94
Bab 94. Atiku Tatag
95
Bab 95. Kembali Miskin Lagi?
96
Bab 96. Keluar dari Istana
97
Rilis Novel Baru..
98
Bab 97. Salah Alamat?
99
Bab 98. Terapi
100
Bab 99. Para Preman
101
Bab 100. Tuan Erlan?
102
Bab 101. Kembali ke Tangan
103
Bab 102. Jadilah Istriku
104
Bab 103. Resmi Menjadi Sepasang Suami-Istri

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!