Bab 8. Hidup Yang Sempurna

"Selamat pagi mbak Dinda. Wah, pagi ini wajah mbak Dinda nampak berseri. Apakah mbak Dinda sedang berbahagia?"

Bu Affa, yang merupakan tetangga Dinda menyambut kedatangan wanita itu saat tiba di lapak sayur milik bang Andik. Melihat wajah Dinda yang berseri seakan menjadi suplai energi positif bagi siapapun yang memandangnya.

Dinda menunduk malu. "Ah, bu Affa ini bisa saja. Alhamdulillah setiap hari saya bahagia Bu, jadi tidak hanya hari ini saja."

"Hmmmm ... bu Affa ini seperti tidak tahu saja. Mbak Dinda ini kan istri dari kepala cabang PT Kayu Perkasa, jadi pasti selalu bahagia. Bahagia lahir maupun batin. Jadi alasan apa lagi yang membuat wajah mbak Dinda tidak berseri? Semua yang menjadi keinginan sosok seorang istri sudah terpenuhi. Benar begitu kan mbak Dinda?" ujar bu Fenni memberikan argumennya.

Dinda terkekeh pelan. Ternyata, di mata orang lain kehidupannya ini terlihat begitu sempurna. "Apapun itu, akan saya syukuri Bu. Jadi meskipun suami saya bukanlah seorang kepala cabang, saya akan selalu berbahagia dengan keadaan suami saya."

"Nah, istri seperti mbak Dinda ini yang menjadi idaman setiap laki-laki Bu, Ibu. Seorang istri yang pandai bersyukur dan menerima apapun keadaan suaminya. Ibu-ibu harus mencontoh mbak Dinda ini biar makin disayang suami."

Sembari menata sayur segar di atas lapak, bang Andik, yang merupakan juragan lapak sayur satu-satunya di kampung ini mengemukakan pendapatnya. Seorang juragan lapak sayur yang begitu sukses dan tetap low profile yang membuat lapaknya selalu ramai dikunjungi oleh para pelanggan.

"Hmmmm ... aku dan Bu Fenni tentunya berbeda Bang. Ada uang, suami kami sayang, kalau tidak ada uang ya kami suruh tidur di halaman. Iya kan Bu Fenni?" tanya bu Affa dengan diselilpi tawa yang membahana. Hal itu pulalah yang membuat semua yang berada di lapak sayur bang Andik ini juga ikut terbahak.

Bang Andik hanya bisa berdecak pelan seraya menggelengkan kepala. "Ckckckck ... ganas sekali ya ibu-ibu zaman now ini!"

"Hahahaha ... bagaimanapun juga kita harus realistis dong Bang," pungkas bu Fenni mengakhiri pembicaraannya perihal suami idaman.

Dinda yang mendengar percakapan ibu-ibu muda dengan juragan lapak sayur ini juga hanya bisa terkekeh geli. Ia bersyukur karena tetangga-tetangganya ini termasuk tipe tetangga yang baik.

Dinda menyerahkan beberapa sayuran dan ikan laut yang telah ia pilih ke arah bang Andik. "Ini belanjaan saya Bang. Totalnya berapa?"

"Lima puluh lima ribu ya mbak Din. Maaf, harga cabai rawit, cabai keriting, dan bawang merah melonjak tinggi. Jadi membuat belanjaan mbak Dinda yang lebih mahal dari biasanya."

Bang Andik sedikit mengeluh yang seakan menyuarakan hati para ibu rumah tangga yang hanya bisa geleng-geleng kepala karena harga sayuran yang melonjak setiap harinya. Pantas saja, saat ini salonpas dan koyo' menjadi barang langka. Itu semua bisa terjadi karena kaum ibu-ibu seringkali pusing karena harga barang kebutuhan pokok yang semakin mencekik ini. (authornya lagi curhat 😆😆)

"Tidak masalah Bang. Tidak mengapa kalau harganya mahal asal barang tetap ada. Yang lebih membuat pusing itu, jika harga mahal namun langka. Kita berdoa saja semoga Allah senantiasa mencukupkan rezeki kita sehingga bisa memenuhi kebutuhan hidup yang serba mahal ini," imbuh Dinda dengan bijak seraya mengulurkan uang pas.

"Nah, kali ini aku setuju dengan mbak Dinda. Terima kasih banyak mbak Dinda. Besok belanja di sini lagi ya," ucap bang Andik dengan ramah untuk memberikan sugesti kepada Dinda agar besok kembali berbelanja lagi.

"Iya Bang, lagipula kemana lagi saya akan berbelanja kalau tidak di lapak bang Andik?"

"Hahahaha ... iya ya. Aku kok sampai lupa kalau aku juragan lapak sayuran satu-satunya di kampung ini? Sepertinya aku kurang minum aqua ini!"

"Bang Andik ini bisa saja. Kalau begitu, saya pamit ya Bang, Bu-Ibu...."

"Oke mbak Dinda, hati-hati."

***

"Wah, Pak Bayu setelah menikah hampir setiap hari rambutnya selalu basah saat berangkat ke kantor. Pasti keramas terus nih setiap pagi."

Tio, yang merupakan salah satu karyawan di kantor Bayu tiada henti menggoda atasannya ini. Pikirannya serasa menerawang jauh jika melihat sang atasan yang datang ke kantor dalam keadaan rambut basah.

Bayu yang baru tiba di depan ruangannya hanya bisa tergelak pelan saat Tio sengaja menghentikan langkah kakinya hanya untuk memberikan apresiasi terhadap rambutnya yang basah ini. Sesuatu yang tidak berfaedah namun terdengar menyenangkan untuk dibahas.

"Tio ... Tio ... maka dari itu cepat nikah jadi setiap hari kamu bisa keramas."

"Cckkkckkkk ... kalau untuk keramas sih aku juga sering Pak. Tapi yang membedakan adalah siapa yang membuat kita keramas," decak Tio seakan tidak ingin kalah.

"Oh ya? Memang siapa?" tanya Bayu dengan kernyitan di dahinya. Ia tidak segera memangkas celotehan Tio namun justru semakin larut untuk menanggapi obrolan bawahannya ini.

"Kalau pak Bayu dibuat keramas oleh sang istri, sedangkan saya dibuat keramas oleh sabun. Hahahaha!"

Pletakkk!!!

Sebuah jitakan kecil mendarat di kening Tio yang membuat lelaki itu meringis. Bayu pun memilih untuk segera masuk ke dalam ruang kerjanya.

"Dasar jomblo ngenes. Mainannya sama sabun."

Tio hanya bisa melongo mendengar ledekan dari sang bos. "Yee, mentang-mentang sudah menikah, jadi lupa pak Bayu kalau dulu dia juga sering mainan sabun. Dasar, lupa daratan!"

.

.

. bersambung....

Pinjam nama kak Feni, kak Affa dan bang Andik ya... Hihi hihihihi... InshaAllah nanti akan ada nama-nama pembaca lainnya yang saya masukkan ke dalam scene cerita. 🥰🥰🥰

Terpopuler

Comments

Rumini Parto Sentono

Rumini Parto Sentono

apa hubungannya salonpas dan koyok sama harga sayur mahal Kak Rasti, ngadi-ngadi aja.... biar harga cabai dan bawang naik, aku gak pake koyok lhooo ya kak...... 😂😂😂😂

2022-07-29

1

☠ᵏᵋᶜᶟբɾҽҽթαlҽsԵíղαKᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ

☠ᵏᵋᶜᶟբɾҽҽթαlҽsԵíղαKᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ

astoge ngakak bang tio di buat keramas s sabun yg sabar ya mblo 🤣🤣🤣

2022-07-23

2

💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌

💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌

nakal bener nih mbak othor, kang Andi juragan sayur 🤣🤣🤣🤣

2022-07-16

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pernikahan
2 Bab 2. Ibu Mertua
3 Bab 3. Salah Di Mata Mertua
4 Bab 4. Malam Panjang
5 Bab 5. Salah Lagi
6 Bab 6. Merasa Tersaingi
7 Bab 7. Hari-Hari Indah
8 Bab 8. Hidup Yang Sempurna
9 Bab 9. Doa Seorang Istri
10 Bab 10. Kabar dari Pimpinan
11 Bab 11. Bertemu Teman Lama
12 Bab 12. Mabuk
13 Bab 13. Menguatkan
14 Bab 14. Solusi
15 Bab 15. Kegelisahan Sonya
16 Bab 16. Ikut Hancur
17 Bab 17. Terkejut
18 Bab 18. Kemalangan Yang Bertubi-tubi
19 Bab 19. Pembawa Sial
20 Bab 20. Kepedihan Hati
21 Bab 21. Niat Terselubung
22 Bab 22. Memaafkan
23 Bab 23. Sadar Ditipu
24 Bab 24. Apes Lagi
25 Bab 25. Semakin Tak Mengenali
26 Bab 26. Di Belahan Kota Jakarta
27 Bab 27. Sebuah Tawaran
28 Bab 28. Bertandang
29 Bab 29. Permintaan Dinda
30 Bab 30. Dimanfaatkan?
31 Bab 31. Berangkat
32 Bab 32. Tiba di Ibu Kota
33 Bab 33. Sambutan Hangat
34 Bab 34. Pencuri?
35 Bab 35. Salah Duga
36 Bab 36. Ndoro Putri
37 Bab 37. Kopi Pas di Hati
38 Bab 38. Guru Geografi
39 Bab 39. Protes Erlan
40 Bab 40. Kebohongan Bayu
41 Bab 41. Pingsan
42 Bab 42. Dendam Pribadi?
43 Bab 43. Menguping
44 Bab 44. Celah Bagi Bayu
45 Bab 45. Meragu
46 Bab 46. Maukah?
47 Bab 47. Licik
48 Bab 48. Kesiangan
49 Bab 49. Detak Jantung
50 Bab 50. Lah Kok Ngamuk?
51 Bab 51. Sah
52 Bab 52. Siap-siap
53 Bab 53. Tidak Terasa
54 Bab 54. Pamit
55 Bab 55. Merenungi
56 Bab 56. Drama King
57 Bab 57. Palsu
58 Bab 58. Disiram
59 Bab 59. Tak Dihargai
60 Bab 60. Membangkang
61 Bab 61. Party
62 Bab 62. Angin Surga
63 Bab 63. Dingin
64 Bab 64. Nggak Jadi
65 Bab 65. Tiket Honeymoon
66 Bab 66. Tiga Ratus Ribu
67 Bab 67. Sertifikat
68 Bab 68. Bekas Milik Siapa?
69 Bab 69. Bertemu Calon Besan
70 Bab 70. Semakin Terkesima
71 Bab 71. Liburan ke Eropa
72 Bab 72. Hanyut
73 Bab 73. Sedang Tidak Berhasrat
74 Bab 74. Rencana Menikah
75 Bab 75. Renternir
76 Bab 76. Semakin Lancar
77 Bab 77. Berangkat Liburan
78 Bab 78. Apes
79 Bab 79. Menyusul
80 Bab 80. Mengintai
81 Bab 81. Kita Lihat Nanti
82 Bab 82. O O Kamu Ketahuan
83 Bab 83. Bukan Istriku Lagi
84 Bab 84. Alasan
85 Bab 85. Rencana Pulang
86 Bab 86. Persiapan
87 Bab 87. Tiba di Kampung Halaman
88 Bab 88. Teman Lama
89 Bab 89. Perlahan Terkuak
90 Bab 90. Cerita Sebenarnya
91 Bab 91. Memasang Badan
92 Bab 92. Aku Sudah Siap
93 Bab 93. Apa Kabar Mas Bayu?
94 Bab 94. Atiku Tatag
95 Bab 95. Kembali Miskin Lagi?
96 Bab 96. Keluar dari Istana
97 Rilis Novel Baru..
98 Bab 97. Salah Alamat?
99 Bab 98. Terapi
100 Bab 99. Para Preman
101 Bab 100. Tuan Erlan?
102 Bab 101. Kembali ke Tangan
103 Bab 102. Jadilah Istriku
104 Bab 103. Resmi Menjadi Sepasang Suami-Istri
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1. Pernikahan
2
Bab 2. Ibu Mertua
3
Bab 3. Salah Di Mata Mertua
4
Bab 4. Malam Panjang
5
Bab 5. Salah Lagi
6
Bab 6. Merasa Tersaingi
7
Bab 7. Hari-Hari Indah
8
Bab 8. Hidup Yang Sempurna
9
Bab 9. Doa Seorang Istri
10
Bab 10. Kabar dari Pimpinan
11
Bab 11. Bertemu Teman Lama
12
Bab 12. Mabuk
13
Bab 13. Menguatkan
14
Bab 14. Solusi
15
Bab 15. Kegelisahan Sonya
16
Bab 16. Ikut Hancur
17
Bab 17. Terkejut
18
Bab 18. Kemalangan Yang Bertubi-tubi
19
Bab 19. Pembawa Sial
20
Bab 20. Kepedihan Hati
21
Bab 21. Niat Terselubung
22
Bab 22. Memaafkan
23
Bab 23. Sadar Ditipu
24
Bab 24. Apes Lagi
25
Bab 25. Semakin Tak Mengenali
26
Bab 26. Di Belahan Kota Jakarta
27
Bab 27. Sebuah Tawaran
28
Bab 28. Bertandang
29
Bab 29. Permintaan Dinda
30
Bab 30. Dimanfaatkan?
31
Bab 31. Berangkat
32
Bab 32. Tiba di Ibu Kota
33
Bab 33. Sambutan Hangat
34
Bab 34. Pencuri?
35
Bab 35. Salah Duga
36
Bab 36. Ndoro Putri
37
Bab 37. Kopi Pas di Hati
38
Bab 38. Guru Geografi
39
Bab 39. Protes Erlan
40
Bab 40. Kebohongan Bayu
41
Bab 41. Pingsan
42
Bab 42. Dendam Pribadi?
43
Bab 43. Menguping
44
Bab 44. Celah Bagi Bayu
45
Bab 45. Meragu
46
Bab 46. Maukah?
47
Bab 47. Licik
48
Bab 48. Kesiangan
49
Bab 49. Detak Jantung
50
Bab 50. Lah Kok Ngamuk?
51
Bab 51. Sah
52
Bab 52. Siap-siap
53
Bab 53. Tidak Terasa
54
Bab 54. Pamit
55
Bab 55. Merenungi
56
Bab 56. Drama King
57
Bab 57. Palsu
58
Bab 58. Disiram
59
Bab 59. Tak Dihargai
60
Bab 60. Membangkang
61
Bab 61. Party
62
Bab 62. Angin Surga
63
Bab 63. Dingin
64
Bab 64. Nggak Jadi
65
Bab 65. Tiket Honeymoon
66
Bab 66. Tiga Ratus Ribu
67
Bab 67. Sertifikat
68
Bab 68. Bekas Milik Siapa?
69
Bab 69. Bertemu Calon Besan
70
Bab 70. Semakin Terkesima
71
Bab 71. Liburan ke Eropa
72
Bab 72. Hanyut
73
Bab 73. Sedang Tidak Berhasrat
74
Bab 74. Rencana Menikah
75
Bab 75. Renternir
76
Bab 76. Semakin Lancar
77
Bab 77. Berangkat Liburan
78
Bab 78. Apes
79
Bab 79. Menyusul
80
Bab 80. Mengintai
81
Bab 81. Kita Lihat Nanti
82
Bab 82. O O Kamu Ketahuan
83
Bab 83. Bukan Istriku Lagi
84
Bab 84. Alasan
85
Bab 85. Rencana Pulang
86
Bab 86. Persiapan
87
Bab 87. Tiba di Kampung Halaman
88
Bab 88. Teman Lama
89
Bab 89. Perlahan Terkuak
90
Bab 90. Cerita Sebenarnya
91
Bab 91. Memasang Badan
92
Bab 92. Aku Sudah Siap
93
Bab 93. Apa Kabar Mas Bayu?
94
Bab 94. Atiku Tatag
95
Bab 95. Kembali Miskin Lagi?
96
Bab 96. Keluar dari Istana
97
Rilis Novel Baru..
98
Bab 97. Salah Alamat?
99
Bab 98. Terapi
100
Bab 99. Para Preman
101
Bab 100. Tuan Erlan?
102
Bab 101. Kembali ke Tangan
103
Bab 102. Jadilah Istriku
104
Bab 103. Resmi Menjadi Sepasang Suami-Istri

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!