Bab 3. Salah Di Mata Mertua

Hembusan angin menggoyangkan tirai putih bermotif bunga sakura. Membuatnya meliuk-liuk laksana sang penari yang tengah memperlihatkan kemampuannya dalam menggerakkan tubuhnya. Raja siang yang seharian mentransfer energi panasnya kini berganti dengan cahaya lembut sang rembulan. Menerangi kanvas langit yang temaram.

"Kopinya Mas," ucap Dinda sembari meletakkan secangkir kopi hitam tepat di hadapan sang suami. Ia menggeser kursi makan yang berada di samping Bayu, dan ia daratkan bokongnya di sana.

"Terima kasih Din," tutur Bayu seraya menyeruput kopi hitam buatan sang istri yang seketika membuat tubuhnya terasa lebih rileks dari sebelumnya. "Kopi buatan kamu memang selalu nikmat Sayang. Pas di lidah," sambung Bayu memuji.

Dinda hanya bisa tersipu malu. Ternyata hanya mendapatkan pujian kecil dari seorang suami benar-benar bisa membuat hatinya sebahagia ini.

"Kamu ini ada-ada saja Mas. Padahal aku sama sekali belum pernah membuatkan kopi untukmu. Karena setiap kali kamu bertandang ke rumahku, selalu aku suguhi wedang sekoteng."

Gelak tawa lirih terdengar dari bibir Bayu. Lelaki itupun kemudian menatap wajah sang istri dengan intens. "Jika memang benar seperti itu, berarti kamu memang istri yang hebat Din. Tanpa aku beritahu bagaimana rasa kopi kesukaanku, kamu bisa menyajikannya dengan sempurna. Aku benar-benar beruntung mendapatkanmu Sayang."

"Iya Mas, iya. Aku pun juga beruntung bisa menjadi istrimu."

Sonya yang duduk di hadapan anak dan menantunya ini hanya bisa menatap jengah wajah keduanya. Ia serasa geli sendiri kala mendengar sepasang suami istri yang sedang saling memuji ini. Entah, apa yang membuat telinganya seakan panas kala mendengar sang anak melontarkan pujian untuk istrinya sendiri. Wanita itu seperti iri hati dengan kemesraan yang terpampang jelas di depan matanya.

"Jangan banyak-banyak minum kopi Bay. Ingat darah tinggimu," ucap Sonya memberikan sebuah peringatan.

"Iya Bu, tenang saja. Aku sangat jarang bahkan hanya sesekali saja meminum kopi, jadi Ibu tidak perlu khawatir," ujar Bayu mencoba untuk memupus segala kekhawatiran yang dirasakan oleh sang ibu.

"Kamu juga Din, sebagai seorang istri seharusnya kamu tahu bahwa suamimu ini punya riwayat hipertensi, jadi jangan sering-sering membuatkannya kopi."

Sebuah ultimatum Sonya layangkan kepada sang menantu yang sukses membuat Dinda terhenyak seketika. Kedua bola matanya membulat sempurna kala mendengar peringatan yang diucapkan oleh sang ibu mertua. Dari kata-kata yang terucap, Sonya seperti sedang menyalahkannya.

"Bu, aku ini belum genap satu hari menjadi istri mas Bayu. Mana tahu aku perihal hipertensi yang dialami oleh mas Bayu. Mas Bayu juga sama sekali belum menceritakannya kepadaku."

Sonya mencomot roti panggang dengan selai kacang untuk kemudian ia masukkan ke dalam rongga mulutnya. Perlahan, ia kunyah roti panggang itu sembari tersenyum kecil mendengarkan pembelaan yang coba dilontarkan oleh Dinda.

"Maka dari itu aku beritahu kamu tentang hal itu. Seharusnya kamu berterima kasih kepadaku karena dengan begitu kamu bisa segera tahu."

"Tapi Bu maaf, perkataan Ibu tadi bukan seperti seorang mertua yang sedang memberitahu menantunya. Melainkan seperti seseorang yang tengah menyalahkan dan menyudutkanku."

Sonya mengangkat kedua alisnya. Ia heran, bisa-bisanya si menantu memberikan jawaban yang terkesan berani dan menggurui.

"Lihatlah Bay, istrimu ini benar-benar tidak punya tata krama. Seharusnya sebagai seorang menantu dia tidak menjawab ataupun menyanggah perkataan Ibu. Tapi yang terjadi apa? Dia malah dengan lantang menyanggah ucapan Ibu."

"Tapi Bu, aku tidak bermaksud untuk ...."

Brak!!!

"Hentikan Din. Aku tidak ingin mendengar ocehanmu lagi. Sebagai menantu seharusnya kamu tidak menyanggah ataupun melawan apa yang menjadi perkataanku. Atau apakah ini yang diajarkan oleh orang tuamu? Tidak patuh dengan apa yang menjadi perkataan mertua? Justru seharusnya kamu berterima kasih karena sudah aku beritahu perihal riwayat hipertensi yang ada dalam diri putraku."

Suara gebrakan meja makan membuat Bayu dan juga Dinda terkejut setengah mati. Baru kali ini mereka melihat amarah sang ibu yang begitu memuncak. Padahal mereka sama sekali tidak tahu kesalahan apa yang mereka lakukan.

Tanpa banyak kata, Sonya melenggang pergi meninggalkan ruang makan. Wanita paruh baya itu menaiki tangga untuk menuju kamar pribadinya. Bahkan wanita itu juga membanting daun pintu dengan kasar yang justru semakin membuat air mata Dinda meleleh tiada terkendali.

"Sayang ... maafkan perkataan Ibu ya. Mungkin dia hanya khawatir akan kesehatanku."

Bayu menarik lengan tangan Dinda untuk kemudian ia rengkuh tubuh wanita itu ke dalam dekapannya. Ia usap punggung Dinda dengan lembut, mencoba untuk membuat hati sang istri sedikit lebih tenang.

"Apakah yang aku ucapkan itu salah Mas? Aku sama sekali tidak menyanggah perkataan ibu karena kenyataannya ucapan ibu itu seperti menyudutkanku."

"Ssstttt ... sudah Sayang, kamu tidak bersalah. Mungkin ibu sedikit kelelahan karena acara pernikahan kita ini, sehingga membuatnya salah arti." Bayu merenggangkan sedikit pelukannya, ia usap kristal bening yang berjatuhan dari bingkai netra Dinda. "Lupakan semua perkataan ibuku ya Sayang. Sekarang kamu tunggu aku di dalam kamar, biarkan aku menemui ibu terlebih dahulu. Bukankah sebentar lagi kita akan menunaikan ibadah rohaniah?"

Kerlingan mata Bayu yang terlihat menggoda membuat senyum kecil terbit di bibir Dinda. Ia sadar bahwa mungkin sang ibu mertua memang sedang kelelahan sehingga membuat ucapannya tiada terkontrol. Dan tidak seharusnya malam pengantinnya ini ia lewati dengan kesedihan dan derai air mata.

"Baik Mas, aku tunggu kamu di kamar!"

.

.

. bersambung...

Terpopuler

Comments

Hulapao

Hulapao

haloo kak aku nyicil bacanya yaa
jangan lupa mampir di karya terbaruku 'save you'
thankyouuu ❤

2022-09-15

0

🦈Bung𝖆ᵇᵃˢᵉ

🦈Bung𝖆ᵇᵃˢᵉ

keren banget

2022-08-22

0

Lia Yulia

Lia Yulia

semoga cuma prank🤭

2022-07-23

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Pernikahan
2 Bab 2. Ibu Mertua
3 Bab 3. Salah Di Mata Mertua
4 Bab 4. Malam Panjang
5 Bab 5. Salah Lagi
6 Bab 6. Merasa Tersaingi
7 Bab 7. Hari-Hari Indah
8 Bab 8. Hidup Yang Sempurna
9 Bab 9. Doa Seorang Istri
10 Bab 10. Kabar dari Pimpinan
11 Bab 11. Bertemu Teman Lama
12 Bab 12. Mabuk
13 Bab 13. Menguatkan
14 Bab 14. Solusi
15 Bab 15. Kegelisahan Sonya
16 Bab 16. Ikut Hancur
17 Bab 17. Terkejut
18 Bab 18. Kemalangan Yang Bertubi-tubi
19 Bab 19. Pembawa Sial
20 Bab 20. Kepedihan Hati
21 Bab 21. Niat Terselubung
22 Bab 22. Memaafkan
23 Bab 23. Sadar Ditipu
24 Bab 24. Apes Lagi
25 Bab 25. Semakin Tak Mengenali
26 Bab 26. Di Belahan Kota Jakarta
27 Bab 27. Sebuah Tawaran
28 Bab 28. Bertandang
29 Bab 29. Permintaan Dinda
30 Bab 30. Dimanfaatkan?
31 Bab 31. Berangkat
32 Bab 32. Tiba di Ibu Kota
33 Bab 33. Sambutan Hangat
34 Bab 34. Pencuri?
35 Bab 35. Salah Duga
36 Bab 36. Ndoro Putri
37 Bab 37. Kopi Pas di Hati
38 Bab 38. Guru Geografi
39 Bab 39. Protes Erlan
40 Bab 40. Kebohongan Bayu
41 Bab 41. Pingsan
42 Bab 42. Dendam Pribadi?
43 Bab 43. Menguping
44 Bab 44. Celah Bagi Bayu
45 Bab 45. Meragu
46 Bab 46. Maukah?
47 Bab 47. Licik
48 Bab 48. Kesiangan
49 Bab 49. Detak Jantung
50 Bab 50. Lah Kok Ngamuk?
51 Bab 51. Sah
52 Bab 52. Siap-siap
53 Bab 53. Tidak Terasa
54 Bab 54. Pamit
55 Bab 55. Merenungi
56 Bab 56. Drama King
57 Bab 57. Palsu
58 Bab 58. Disiram
59 Bab 59. Tak Dihargai
60 Bab 60. Membangkang
61 Bab 61. Party
62 Bab 62. Angin Surga
63 Bab 63. Dingin
64 Bab 64. Nggak Jadi
65 Bab 65. Tiket Honeymoon
66 Bab 66. Tiga Ratus Ribu
67 Bab 67. Sertifikat
68 Bab 68. Bekas Milik Siapa?
69 Bab 69. Bertemu Calon Besan
70 Bab 70. Semakin Terkesima
71 Bab 71. Liburan ke Eropa
72 Bab 72. Hanyut
73 Bab 73. Sedang Tidak Berhasrat
74 Bab 74. Rencana Menikah
75 Bab 75. Renternir
76 Bab 76. Semakin Lancar
77 Bab 77. Berangkat Liburan
78 Bab 78. Apes
79 Bab 79. Menyusul
80 Bab 80. Mengintai
81 Bab 81. Kita Lihat Nanti
82 Bab 82. O O Kamu Ketahuan
83 Bab 83. Bukan Istriku Lagi
84 Bab 84. Alasan
85 Bab 85. Rencana Pulang
86 Bab 86. Persiapan
87 Bab 87. Tiba di Kampung Halaman
88 Bab 88. Teman Lama
89 Bab 89. Perlahan Terkuak
90 Bab 90. Cerita Sebenarnya
91 Bab 91. Memasang Badan
92 Bab 92. Aku Sudah Siap
93 Bab 93. Apa Kabar Mas Bayu?
94 Bab 94. Atiku Tatag
95 Bab 95. Kembali Miskin Lagi?
96 Bab 96. Keluar dari Istana
97 Rilis Novel Baru..
98 Bab 97. Salah Alamat?
99 Bab 98. Terapi
100 Bab 99. Para Preman
101 Bab 100. Tuan Erlan?
102 Bab 101. Kembali ke Tangan
103 Bab 102. Jadilah Istriku
104 Bab 103. Resmi Menjadi Sepasang Suami-Istri
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1. Pernikahan
2
Bab 2. Ibu Mertua
3
Bab 3. Salah Di Mata Mertua
4
Bab 4. Malam Panjang
5
Bab 5. Salah Lagi
6
Bab 6. Merasa Tersaingi
7
Bab 7. Hari-Hari Indah
8
Bab 8. Hidup Yang Sempurna
9
Bab 9. Doa Seorang Istri
10
Bab 10. Kabar dari Pimpinan
11
Bab 11. Bertemu Teman Lama
12
Bab 12. Mabuk
13
Bab 13. Menguatkan
14
Bab 14. Solusi
15
Bab 15. Kegelisahan Sonya
16
Bab 16. Ikut Hancur
17
Bab 17. Terkejut
18
Bab 18. Kemalangan Yang Bertubi-tubi
19
Bab 19. Pembawa Sial
20
Bab 20. Kepedihan Hati
21
Bab 21. Niat Terselubung
22
Bab 22. Memaafkan
23
Bab 23. Sadar Ditipu
24
Bab 24. Apes Lagi
25
Bab 25. Semakin Tak Mengenali
26
Bab 26. Di Belahan Kota Jakarta
27
Bab 27. Sebuah Tawaran
28
Bab 28. Bertandang
29
Bab 29. Permintaan Dinda
30
Bab 30. Dimanfaatkan?
31
Bab 31. Berangkat
32
Bab 32. Tiba di Ibu Kota
33
Bab 33. Sambutan Hangat
34
Bab 34. Pencuri?
35
Bab 35. Salah Duga
36
Bab 36. Ndoro Putri
37
Bab 37. Kopi Pas di Hati
38
Bab 38. Guru Geografi
39
Bab 39. Protes Erlan
40
Bab 40. Kebohongan Bayu
41
Bab 41. Pingsan
42
Bab 42. Dendam Pribadi?
43
Bab 43. Menguping
44
Bab 44. Celah Bagi Bayu
45
Bab 45. Meragu
46
Bab 46. Maukah?
47
Bab 47. Licik
48
Bab 48. Kesiangan
49
Bab 49. Detak Jantung
50
Bab 50. Lah Kok Ngamuk?
51
Bab 51. Sah
52
Bab 52. Siap-siap
53
Bab 53. Tidak Terasa
54
Bab 54. Pamit
55
Bab 55. Merenungi
56
Bab 56. Drama King
57
Bab 57. Palsu
58
Bab 58. Disiram
59
Bab 59. Tak Dihargai
60
Bab 60. Membangkang
61
Bab 61. Party
62
Bab 62. Angin Surga
63
Bab 63. Dingin
64
Bab 64. Nggak Jadi
65
Bab 65. Tiket Honeymoon
66
Bab 66. Tiga Ratus Ribu
67
Bab 67. Sertifikat
68
Bab 68. Bekas Milik Siapa?
69
Bab 69. Bertemu Calon Besan
70
Bab 70. Semakin Terkesima
71
Bab 71. Liburan ke Eropa
72
Bab 72. Hanyut
73
Bab 73. Sedang Tidak Berhasrat
74
Bab 74. Rencana Menikah
75
Bab 75. Renternir
76
Bab 76. Semakin Lancar
77
Bab 77. Berangkat Liburan
78
Bab 78. Apes
79
Bab 79. Menyusul
80
Bab 80. Mengintai
81
Bab 81. Kita Lihat Nanti
82
Bab 82. O O Kamu Ketahuan
83
Bab 83. Bukan Istriku Lagi
84
Bab 84. Alasan
85
Bab 85. Rencana Pulang
86
Bab 86. Persiapan
87
Bab 87. Tiba di Kampung Halaman
88
Bab 88. Teman Lama
89
Bab 89. Perlahan Terkuak
90
Bab 90. Cerita Sebenarnya
91
Bab 91. Memasang Badan
92
Bab 92. Aku Sudah Siap
93
Bab 93. Apa Kabar Mas Bayu?
94
Bab 94. Atiku Tatag
95
Bab 95. Kembali Miskin Lagi?
96
Bab 96. Keluar dari Istana
97
Rilis Novel Baru..
98
Bab 97. Salah Alamat?
99
Bab 98. Terapi
100
Bab 99. Para Preman
101
Bab 100. Tuan Erlan?
102
Bab 101. Kembali ke Tangan
103
Bab 102. Jadilah Istriku
104
Bab 103. Resmi Menjadi Sepasang Suami-Istri

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!