Enam Bulan kemudian...
Kokok suara ayam jantan dan cicitan burung pipit di atas dahan, laksana kidung alam yang terdengar merdu. Membangunkan jiwa-jiwa yang semalam dipeluk oleh mimpi, terbangun untuk mengawali hari baru. Lembaran baru telah terbuka. Tinggal goresan tinta apa yang akan ditorehkan di dalam lembaran itu. Apakah tinta kebaikan ataukah justru tinta keburukan? Manusia selalu memiliki pilihan akan tinta apa yang mereka gunakan untuk menuliskan cerita hidup mereka.
Dinda tengah berada di depan teras, menyirami tanaman jenis aglonema dan bonsai yang ia tanam. Inilah kesehariannya. Setelah menyiapkan semua keperluan sang suami, kini giliran dia merawat apa yang ia tanam.
"Sayang ... aku ke kantor dulu ya."
Suara bariton yang berasal dari arah pintu depan, membuat Dinda yang tengah sibuk dengan tanamannya sedikit terperanjat. Ia berbalik badan dan terlihat sang suami sudah rapi dengan outfit casualnya.
"Loh, ini kan hari Sabtu Mas. Kok tumben Mas Bayu ke kantor? Biasanya libur bukan? Atau apa sedang ada masalah di pabrik?"
Dinda sedikit keheranan dengan apa yang Bayu ucapkan. Tidak biasanya sang suami pergi ke kantor di weekend seperti ini. Ia merasa telah terjadi sesuatu di pabrik tempat sang suami bekerja.
"Iya Sayang ... ada sedikit masalah. Ini ...."
Bayu memangkas ucapannya kala dering ponsel milik Bayu berbunyi nyaring. Gegas, ia mengangkat panggilan telepon itu.
"Hallo Pak. Oh iya baik Pak, Saya akan segera tiba di kantor."
Bayu bergegas menutup teleponnya kala si penelepon sudah selesai dengan keperluannya. Ia kembali fokus dengan keberadaan sang istri.
"Pimpinan pusat yang meneleponku, Sayang. Dia meminta agar aku segera datang ke kantor. Ada hal serius yang ingin dibicarakan oleh beliau, Sayang."
Ucapan Bayu juga membuat Dinda sedikit terkejut. Dilihat dari raut wajah sang suami, ia merasa bahwa memang sedang ada masalah serius yang terjadi di pabrik kayu tempat sang suami bekerja. Namun, ia tidak boleh ikut panik. Ia harus tetap tenang sehingga bisa mentransfer energi positif kepada sang suami.
Dinda tersenyum simpul seraya mengusap lengan tangan Bayu. "Yang tenang Mas. Yakinlah semua akan baik-baik saja. Mungkin pimpinan pusat hanya ingin mengadakan pertemuan biasa dengan kamu."
Bayu menganggukkan kepala seraya tersenyum manis. Kata-kata yang keluar dari bibir sang istri serasa dapat meredam segala kekhawatiran yang ia rasakan. Bayu mengusap pipi Dinda dengan lembut dan merapikan anak-anak rambut milik sang istri yang terlihat sedikit berantakan.
"Iya Sayang. Doakan aku selalu ya agar semua lancar dan baik-baik saja."
"Tentu Mas. Sudah menjadi kewajibanku untuk senantiasa mendoakanmu. Semoga semua berjalan lancar dan baik-baik saja Mas."
Bayu tersenyum penuh arti. Ucapan yang terlisan dari bibir Dinda sungguh bisa membuat hati dan perasaannya sedikit tenang. Meskipun tidak dapat ia ingkari jika nada bicara sang pimpinan pusat terdengar berbeda. Kekalutan terdengar jelas keluar dari nada bicaranya.
Bayu mencium kening Dinda dengan lekat. "Terima kasih Sayang. Bagaimanapun doamu lah yang selalu menguatkan langkah kakiku."
"Iya Mas, sama-sama." Dinda merapikan kerah kemeja yang dikenakan oleh Bayu. "Ya sudah, sekarang berangkatlah Mas. Ingat, fokus di jalan. Bagaimanapun juga aku tidak ingin jika sampai terjadi sesuatu sama kamu di tengah jalan hanya karena kamu tidak fokus, Mas."
"Iya Sayang ... Kalau begitu aku berangkat ya."
"Iya Mas."
Bayu berjalan menuju garasi. Ia keluarkan mobil dari dalam sana dan kemudian mulai melajukan mobilnya untuk bersegera ke kantor. Mobil warna putih itu bergerak pelan. Perlahan, bayangan mobil yang dikemudikan oleh Bayu menghilang dari jangkauan mata Dinda.
Ya Tuhan ... semoga semua baik-baik saja. Dan tidak ada satupun ada kejadian buruk yang menimpa pabrik tempat Mas Bayu bekerja. Aamiin.
.
.
. bersambung...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 104 Episodes
Comments
☠ᵏᵋᶜᶟբɾҽҽթαlҽsԵíղαKᵝ⃟ᴸ𒈒⃟ʟʙᴄ
aamiin mdh2n bener ya bayu ke kantor bkn ke t4 lainnya 😌
2022-07-23
3
💜⃞⃟𝓛 ༄༅⃟𝐐🇺𝗠𝗠𝗜ᴰᴱᵂᴵ 🌀🖌
seperti awal masalah,,,,,
2022-07-16
1
𖣤᭄ اندي وحي الد ين
Amin amin Ya Robbal alamin!
2022-07-15
2